
Duan Du sengaja membalas dengan cara ini karena ia tidak di izinkan ikut bermain-main kemarin.
Sementara Bai An kini menatap ke arah tiga bersaudara sambil tersenyum hangat.
“Tentu saja ucapan ku itu adalah benar dan setiap apa yang aku janjikan tidak akan pernah aku tarik kembali.” Kata Bai An sambil melambaikan tangannya mengeluarkan sesuatu.
Wuss..!!
“Gunakan ini secara perlahan-lahan untuk meningkatkan kekuatan kalian,” kata Bai An memberikan pil bewarna merah darah.
Saat yang paling tua ingin mengambilnya, Bai An menarik tangannya lagi lalu memperingati. “Tapi ingat ini baik-baik, jangan serap satu pul ini seorang ini karena tubuh kalian akan langsung meledak, hal itu terjadi karena pil ini memiliki energi yang sangat berlimpah.” Kata Bai An.
Tubuh yang paling tua langsung bergetar, ia mengira pil ini adalah pil langka biasa-biasa saja, kenapa di namakan begitu karena pil langka jika bisa ci cari bahannya dalam kurung waktu tertentu, seperti 100 tahun tahun sekali bahan tersebut ada maka itu dinamakan pil langka biasa-biasa saja.
“Tu.. Tuan,” yang paling tua langsung saat melihat Bai An mengangkat tangannya.
“Gunakan satu pil ini bertiga, atau alangkah bagusnya berempat karena pecepatan penyerapannya lebih besar daripada bertiga.” Kata Bai An lalu kembali berkata. “Ayo bawa kami ke altar pintu dimensi.”
Tiga bersaudara langsung mengangguk dengan semangat, mereka saat ini di percaya oleh Bai An hingga mereka di berikan banyak kekuasaan. Namun mereka bertiga cukup pintar Bai An memberikan mereka kekuasaan adalah karena ingin melihat apakah mereka akan sombong setelah mendapatkan kekuasaan yang sempurna, yang di idam-idamkan para kelompok pembantai.
Tap tap..!!
“Mari Tuan Besar,, anda bisa berdiri di sana bersama yang lainnya, dan kami akan mengaktifkan altarnya,” kata yang paling tua.
Bai An, Duan Du, Tu Long dan Hong Ti langsung berjalan santai ke tengah altar.
Tap tap..!!
Tepat setelah melihat Bai An dan yang lainnya sudah berdiri di tengah altar, yang paling tua melirik kedua adiknya.
Mereka bertiga langsung mengangguk.
Ketiga bersaudara langsung mengeluarkan kristal berlian untuk mengaktifkan altar, setelah itu tangan mereka bergerak kesana kemari hingga cahaya terang keluar di tengah altar.
Wuss..!!
Sesaat setelah cahaya menghilang, Bai An dan yang lainnya juga ikut menghilang.
__ADS_1
“Hmm..!! Tuan Besar memberikan tugas dan tanggung jawab yang besar, apakah kita bisa menjalankan tugas ini dengan baik atau tidak. Jadi kalian jangan suka berpuas atau merasa sombong, karena Tuan Besar tahu setiap langkah yang kita lakukan hingga ia bisa mengambil apa yang ia berikan.” Kata yang paling tua.
“Tentu saja kami mengerti itu, aku juga ingin seperti Tuan Yu Fan, cita-citaku ingin menjadi sosok sepertinya dalam memimpin, ia sangat tegas, sadis, dan kejam. Tapi di balik itu ia melakukan itu demi kebaikan kita.” Kata no dua.
Mereka bertiga lalu pergi dari sana untuk menjalankan tugas yang Bai An berikan.
***
Sementara di tempat Bai An.
Saat ini Bai An, Duan Du, Tu Long dan Hong Ti menatap lorong dimensi yang bewarna putih.
“Hmm..!! Kak, aku merasa lorong ini akan rusak karena terlalu sering di pakai, jadi apa yang akan kita lakukan? Memperbaiki atau membiarkan?” Tanya Duan Du melirik ke arah Bai An.
“Hmm..!! Niat ku sebenarnya ingin menghancurkan setiap dinding yang membatasi Alam Dewa, tapi karena aku melihat lorong ini tidak berbahaya dan sedikit menarik, aku jadi mengurungkan niatku.” Jawab Bai An tersenyum santai.
Setelah itu Bai An menggerakkan tangannya dengan cepat, keretakan yang ada di lorong dimensi langsung menutup secara perlahan.
Namun tidak ada yang menyadari jika Bai An tersenyum bahagia, karena yang membuat keretakan lorong dimensi adalah energi negatif yang berusaha mengikis lorong dimensi.
Hal itu membuat Bai An pura-pura membuat segel formasi, padahal saat ini Bai Tan sedang menyerap dengan ganas energi negatif tersebut.
“Makanan ini sangat enak Tuan muda, aku cukup puas.”
Bai An yang mendengar itu cukup terkejut, ekspresinya langsung berubah bahagia karena Bai Tan saat ini telah bisa bicara.
“Hmmm..!! Aku tak menduga kau bisa bicara secepat ini,” kata Bai An basa basi.
“Tentu saja, karena energi negatif yang berusaha mengikis lorong ini telah lama berada di sini, terlebih lorong ini sebenarnya adalah lorong dimensi yang ada di Inti Alam Semesta, aku tak menduga ia ada di sini,” jawab Bai Tan sambil memberikan Bai An info tentang Lorong ini.
Bai An yang mendengar itu tersenyum, ia sudah menduga hal tersebut, maka dari itu ia tak ingin menghancurkannya. Terlebih lagi Bai An yakin akan membutuhkan banyak waktu untuk menghancurkannya.
Tak menunggu lama Bai An melihat sebuah cahaya kecil. Bai An langsung berkata. “Ayo kita keluar dari sini, karena lorong ini telah selesai aku perbaiki, jadi ini tidak akan membahayakan orang-orang yang ingin melewatinya.”
Tanpa menunggu jawaban dari semuanya, Bai An langsung melesat ke arah cahaya putih, di susul Duan Du, Tu Long dan Hong Ti.
Wuss..!!
__ADS_1
Saat keluar Bai An melihat sekelilingnya. “Hmm..!! Ternyata kami di keluarkan secara acak,” gumam Bai An langsung mengedarkan kesadarannya.
Wuss..!!
Dalam sekejap Bai An menemukan semuanya, tanpa menunggu waktu Bai An langsung menghilang.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Bai An muncul di depan Hong Ti, karena Hong Ti adalah yang terdekat.
“Ayo temui yang lainnya,” ajak Bai An langsung menghilang sambil membawa Hong Ti.
Wuss..!!
Bai An dan Hong Ti muncul di depan Tu Long, Tu Long yang paham langsung menghilang bersama Bai An dan Hong Ti.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Cepat sekali bocah nakal ini mencari masalah,” dengus Tu Long saat melihat Duan Du sedang memprovokasi salah satu Tuan muda dari klan Kaisar Dewa, yaitu klan We.
Duan Du terkekeh kecil. “Lepaskan tanganmu dari wanita ini lalu pergilah sebelum aku berubah pikiran,” kata Duan Du.
Padahal Duan Du dari awal tidak ingin melepaskan Tuan muda bejat ini.
“Ka.. Kau,, berani sekali kau menunjuk dan bicara denganku,” cepat bunuh dia teriak Tuan muda itu menyuruh para penjaganya yang berdiri di belakang.
Wanita yang merasa tertolong oleh Duan Du langsung panik. “Tuan muda, cepat pergi dari sini, aku akan menghalangi mereka semampuku agar kau bisa melarikan diri.” Teriak wanita pelayan di restaurant tersebut.
“Haha,, sia-sia saja kalian mencoba melarikan diri, karena aku telah mengepung restaurant ini dan aku akan mencicipi tubuhmu di sini agar mereka semua yang menonton tidak ada yang berani menyinggung Tuan muda ini.” Teriak Tuan muda tersebut dengan bangga.
“Oohh..!! Apakah kau yakin?” Kata Duan Du. “Hmm awalnya aku ingin melepaskanmu karena kita tidak saling mengenal, tapi karena kau sangat menginginkan kematian maka rasakanlah kematianmu,” kata Duan Du dengan nada dingin.
Seketika semua orang berhenti, seolah waktu telah berhenti. Namun ini bukan karena Duan Du menghentikan waktu.
__ADS_1
Melainkan?