
Tak menunggu lama, suara keributan terjadi di luar, saat Bai An mengedarkan kesadarannya, ia mengerutkan keningnya saat tahu siapa yang membuat keributan.
“Ini pasti akan merepotkan,” gumam Bai An saat tahu yang datang adalah Bai Lin Xue, Xi Xing dan He Yusi.
Terlebih Bai An melihat sikap bibinya Bai Lin Xue kini lebih bar-bar.
Bai Chen, Bai Luan, Bai Yun dan Bai Yan kini berdiri sambil bertanya.
“Apa yang terjadi di luar? Mengapa disaat seperti ini ada keributan terjadi?”
Yu Fan dan Long Yuan langsung berdiri, mereka juga melihat ke arah Bai An karena sudah tahu siapa yang telah membuat keributan.
Terlebih Fanghu kini terlihat sangat malu saat tahu jika yang membuat keributan adalah adiknya
“Biar aku yang akan mengurusnya ayah, itu adalah bibi Lin Xue,” kata Bai An.
Mendengar itu, Ling Mei yang sedang mengintrogasi Duan Du langsung berdiri. “Biar ibu yang akan keluar menyambut mereka, kau diam saja di sini,” kata Ling Mei sambil menatap tajam ke arah Bai Chen dan yang lainnya.
Mereka semua langsung mengalihkan pandangan karena takut mereka akan terkena imbas jika Ling Mei marah.
Sementara Bai An langsung memasang wajah jelek, sambil menatap ke arah Duan Du.
Saat Ling Mei keluar, Long Yuan dan Yu Fan langsung ikut mengantar dengan alasan agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa Ling Mei.
Tap tap..!!
Melihat suliet Ling Mei menghilang, Bai An langsung menangkap Duan Du yang berusaha kabur.
“Tunggu aku menyiksamu terlebih dahulu, karena ulahmu ini masalah menjadi semakin ruwet,” kata Bai An dengan nada kesal melalui telepati.
“Uhuhu,, kak, ini salah paham,” teriak Duan Du, ia langsung melirik ke arah kakaknya Bai Yin.
“Kak, bantu aku, kakak Bai An ingin mengulitiku hidup-hidup,” kata Duan Du dengan nada memelas, lalu pandangan Duan Du mengarah ke Bai Chen.
Hal yang sama terjadi, Duan Du meminta bantuan kepada Bai Chen dan yang lainnya.
“An'er, kau jangan keterlaluan, adikmu walau nakal tapi jangan sampai kau menyakitinya berlebihan,” ucap Bai Yin sambil memasang gaya berdecak, tangan Bai Yin kini berada di pinggangnya.
Bai An yang melihat itu langsung tersenyum lembut.
“Kak, aku tidak menghukum Du'er berlebihan, aku hanya ingin menyuruhnya berlari tanpa menggunakan energinya agar ia tidak melakukan hal nakal lagi,” kata Bai An dengan senyum lembut sambil melirik ke arah Duan Du.
“Benarkan Du'er,” kata Bai An, Bai An langsung menggerakkan tangannya yang di lapisi benang energi.
Seketika kepala Duan Du mengangguk dengan sendirinya.
Melihat itu Bai Yin langsung mengangguk dan setuju akan hal tersebut.
__ADS_1
***
Sementara di luar..!!
Saat ini Bai Lin Xue sedang mengamuk melawan kelompok inti pembantai.
Terlihat 5 anggota inti kelompok pembantai sama sekali tidak melawan, melainkan hanya menghindar saja karena kekuatan Bai Lin Xue tergolong lemah dimata mereka berlima.
Terlebih mereka berlima mendapat pesan telepati jika Bai Lin Xue adalah bibi Tuan muda mereka.
“Tolong berhenti nona, ini salah paham, saudara kami tadi tidak tahu jika nona keluarga Tuan muda kami,” ucap pria berjubah menggunakan no punggung 1.
Bai Lin Xue mendengus, ia langsung mengayunkan pedangnya.
Wuss..!!
Terbentuk pedang energi yang cukup besar melesat ke arah kelima anggota inti kelompok pembantai.
Bom..!!
Pedang energi hanya mengenai lantai, hal itu membuat Bai Lin Xue semakin beringas.
Sementara He Yusi dan Xi Xing tak mau kalah, mereka juga melawan masing-masing 5 anggota inti kelompok pembantai.
Hingga terdengar sebuah suara lembut.
Suara tersebut mampu membuat ketiga wanita tersebut berhenti.
Bai Lin Xue yang melihat itu langsung berteriak.
“Kakak Mei.”
Tanpa menunggu lama Bai Lin Xue melesat memeluk Ling Mei.
Ling Mei pun langsung merentangkan tangannya lalu memeluk Bai Lin Xue juga.
Setelah puas berpelukan, tatapan mata Ling Mei langsung melirik ke arah He Yusi, saat melihat He Yusi yang cukup tua, Ling Mei langsung menepis pikirannya lalu melirik ke arah Xi Xing.
Saat melihat Xi Xing yang cukup cantik, Ling Mei tersenyum lembut.
“Apakah kau yang di maksud Du'er adalah pasangan An'er?” Tanpa menunda lagi, Ling Mei langsung bertanya karena penasaran.
Xi Xing yang mendengar itu, wajahnya seketika memerah, saat ia ingin menjawab tidak.
Bai Lin Xue langsung berkata. ”Benar, dia adalah kekasih An'er.” Bai Lin Xue langsung tersenyum lebar karena tahu jika Xi Xing ini menyukai keponakannya Bai An.
Terlebih Bai Lin Xue sudah mengetahui sikap Xi Xing, mereka bertiga telah melakukan perjalanan cukup panjang dan saling membantu satu sama lain.
__ADS_1
Ling Mei yang mendengar itu mengangguk lalu menyuruh Xi Xing ke arah dirinya.
“Ayo kesini, kita lebih baik masuk terlebih dahulu lalu mengobrol di dalam,” ajak Ling Mei.
Mereka bertiga seketika mengangguk mengikuti Ling Mei masuk kedalam.
Terlihat keempat wanita tersebut tidak terlalu peduli dengan area sekitar yang telah rusak parah.
Saat melihat keempat wanita sudah tidak terlihat, Yu Fan dan Long Yuan yang tadi mengikuti Ling Mei langsung berkata.
“Perbaiki semua kerusakan ini dengan cepat, jangan takut dengan masalah uang.”
Semua anggota inti kelompok pembantai langsung mengangguk, lalu salah satu dari mereka pergi.
Sementara Long Yuan dan Yu Fan langsung pergi menyusul keempat wanita tersebut.
Long Yuan saat berjalan tak lupa memberitahu apa yang ia lihat tadi saat Ling Mei berbicara kepada ketiga wanita. Long Yuan memberitahu kepada Bai An melalui telepati.
Bai An yang mendapat informasi tersebut langsung memasang wajah jelek.
Bai Yun yang tidak sengaja melihat itu langsung bertanya.
“Ada apa An'er?”
Suara Bai Yun cukup besar hingga membuat yang lainnya melirik ke arah Bai Yun dan Bai An.
“Ah tidak ada, aku hanya mendapat informasi dari saudaraku jika mereka saat ini datang terlambat, hal itu membuatku sedikit kesal,” jawab Bai An.
Mendengar itu, mereka semua mengangguk paham, tapi berbeda dengan Bai Chen dan Bai Luan karena cukup tahu sifat Bai An.
Mereka berdua langsung mendekat lalu berbisik. “Apa ini karena ucapan Du'er yang salah ucap tadi?”
Mendengar itu, Bai An mau tak mau mengangguk dengan berat.
“Apa yang kakek dan ayah ucapkan benar, sekarang mereka dalam perjalanan kesini, terlebih ibu cukup menyukai Xi Xing,” kata Bai An menghela nafas berat.
Bai An kini tak tahu harus bagaimana, jika ia memberitahukan yang sebenarnya kepada ibunya, maka ia takut ibunya akan kecewa. Hal tersebut tidak Bai An inginkan.
Sementara Duan Du hanya bisa tersenyum dalam hati dan ia cukup terhibur saat melihat wajah kakaknya Bai An kini tidak berdaya saat mendapat masalah.
Tap tap..!!
Tanpa menunggu waktu lama, Ling Mei, Bai Lin Xue, He Yusi dan Xi Xing masuk.
“An'er, kakek, kakak, aku datang.”
Teriakan Bai Lin Xue yang menggema membuat semua orang mengalihkan pandangan ke arah Bai Lin Xue.
__ADS_1