Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Tu Long Mendapat Bawahan


__ADS_3

Tu Long yang melihat itu tersenyum, lalu ia ingin mengatakan sesuatu, namun sebelum ia berkata, sebuah suara terdengar lebih dulu.


“Kak, dua orang kembar itu sepertinya punya potensi,” kata Duan Du sambil tersenyum Duan Du juga mengirim suara telepati.


“Apakah kakak menyadari jika pemuda itu ada yang tidak beres, walau ia terlihat menyembunyikannya sedemikian rupa, tapi mataku tidak bisa di bohongi.”


Bai An mengangguk. “Kau benar, dua orang kembar ini cukup menarik minatku, terlebih mereka juga sepertinya tertarik terhadap Tu Long,” kata Bai An sambil melirik Tu Long.


Tu Long yang paham langsung pura-pura berpikir. “Hmm,, baiklah, tidak ada salahnya mempunyai seorang bawahan,” ucap Tu Long seolah suaranya ia di paksa.


Tapi Bai An dan Duan Du tidak memperdulikannya karena mereka sedang bicara melalui telepati, setelah itu keduanya mengangguk sambil melirik Tu Long.


Tu Long hanya bisa memasang wajah jelek. “Apa yang kalian sembunyikan dari ku? Aku yakin kalian sedang merencanakan sesuatu tapi tidak mau memberitahuku,” tanya Tu Long menaik turunkan alisnya berkali-kali.


Namun Bai An dan Duan Du pura-pura melirik ke arah yang berbeda, hal itu membuat Tu Long memasang mata besar dan sedikit berair, seolah ia anak tertindas.


Tapi Bai An dan Duan Du tetap acuh, mereka berdua tidak memberitahukan ini kepada Tu Long karena Tu Long sedikit bar-bar dan agak sulit di atur apalagi masalah keluarga, jadi keduanya sepakat hanya mereka saja yang tahu untuk saat ini.


Bai An kini melirik ke arah Tu Khul sambil mengirimkan pesan telepati, setelah itu Bai An, Duan Du dan Tu Long pergi dari kursi penonton tanpa di sadari oleh para penonton.


Hanya Hong Ti saja yang masih disana karena di tugaskan beberapa hal.


Tap tap...!!


Dalam sekejap Bai An, Duan Du dan Tu Long muncul.


Saat ini wajah Tu Long sangat jelek karena ia masih belum di beritahu oleh Bai An dan Duan Du tentang rencana mereka.


Tapi tetap saja Bai An dan Duan Du acuh sambil memberitahu jika suatu saat nanti ia akan tahu.


Hal tersebut membuat Tu Long belum puas, tapi ia kini hanya bisa mengangguk patuh.


Tak menunggu lama terlihat suara langkah kaki, itu terdengar dari balik pintu.


Tap tap..!!


“Tuan muda, aku telah membawa mereka kesini.”


Mendengar suara dari Tu Khul, Bai An langsung menjawab.


“Bawa masuk.”

__ADS_1


Cklek..!!


Terdengar suara pintu terbuka lalu memperlihatkan Tu Khul, Dan bersaudara dan pemuda berumur 20 tahun.


Tu Khul langsung berjalan lalu memberi hormat kepada Bai An, melihat hal tersebut kedua Dan bersaudara tidak tahu apakah harus ikut atau diam.


Tapi saat melihat orang yang mengerikan kini berdiri di samping Bai An, walau Tu Long masih menggunakan tudung kepada dan mengganti jubahnya, Dan bersaudara tahu dari auranya.


Hal yang sama yang di rasakan oleh Dan bersaudara, kini pemuda tersebut tersenyum tipis, namun dengan cepat ia mengubah ekspresinya lalu membungkuk.


“Salam Tuan sekalian, saya adalah budak yang bernama Lang Du,” kata pemuda berusia 20 tahunan.


Mendengar itu, Dan bersuadara juga memperkenalkan dirinya.


“Salam Tuan, saya adalah Dan Mo dan ini adik saya Dan Mu,” kata Dan Mo sambil membungkuk sedikit.


Bai An dan yang lainnya mengangguk santai, Bai An lalu melirik ke arah Tu Long.


Tu Long yang paham langsung maju.


“Seperti janjiku maka aku akan memberikan kalian hadiah kebebasan dan sumberdaua untuk meningkatkan kekuatan kalian dua tingkat penuh,” kata Tu Long tersenyum tipis.


Perlu di tahu, untuk meningkatkan satu tingkat saja butuh bertahun-tahun, apalagi jika mereka bukan jenius, hal seperti inilah yang mereka cari-cari.


Tu Long yang melihat ekspresi mereka langsung melambaikan tangannya santai.


Wuss..!!


“Ini kalian masing-masing menerima satu butir pil, tangkap lah,” kata Tu Long melempar Pil bewarna merah, jika itu Di Alam Semesta Inti maka itu hanyalah makanan bagi para pemula, tapi jika di sini maka itu layaknya harta surgawi yang harus di jaga dengan nyawa sebagai taruhannya.


Hap..!!


Dengan sigao ketiganya menangkapnya lalu tiba-tiba.


Bruk..!!


Ketiganya berlutut lalu secara bersamaan berkata.


“Tuan jadikan kami budakmu.”


Dan bersaudara ingin menjadi budak atau bawahan Tu Long karena ingin menjadi kuat untuk menegakkan keadilan, walau jalan kultivasi yang mereka ambil cukup di benci oleh banyak orang.

__ADS_1


Sementara Lang Du ingin menjadi budak karena hal tertentu, yang masih belum di ketahui.


Tu Long yang melihat dan mendengar itu langsung menjalankan rencananya.


“Mengapa aku harus menerima kalian menjadi budak ku? Dengan kekuatan lemah kalian ini hanya membuat aku membuang sumberdaya dengan sia-sia, terlebih bakat kalian ini biasa-biasa saja,” dengus Tu Long.


Tubuh Dan bersaudara bergetar hebat, mereka berdua tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, walau mereka berdua harus merendahkan harga diri, tapi demi kebaikan mereka tetap berlutut.


Sementara Lang Du tersenyum dalam hati, dengan tegas ia menjawab.


“Aku ingin menjadi kuat dan ingin membalaskan dendamku, terlebih aku bisa menjadi perisai anda jika suatu hal terjadi, anda juga bisa menyuruhku melakukan apa saja, walau itu bunuh diri sekalipun, tapi setelah aku membalaskan dendamku.”


Kata-kata Lang Du terlihat sangat meyakinkan, sehingga Tu Long cukup tersentuh, ia lalu melirik ke arah Bai An yang kini tersenyum santai.


Melihat senyum tersebut, Tu Long merasa jika Bai An memberi izin, tapi ia kini tidak langsung memberikan jawaban, melainkan melirik Dan bersaudara, karena Bai An juga menyuruh dia untuk membuat Dan bersaudara menjadi pengikutnya.


“Apa jawaban kalian?” Tanya Tu Long dengan nada tegas.


Dan bersaudara saling melirik satu sama lain, lalu mengangguk bersama.


“Kami ingin menjadi kuat untuk memberantas ketidak adilan di dunia ini,” kata Dan bersaudara secara serempak.


Mendengar itu Tu Long mengangguk.


“Baiklah, mulai saat ini kalian bertiga adalah bawahanku, bukan budak,” kata Tu Long dengan suara tegas.


Dan bersaudara langsung senang, tubuh mereka langsung bergetar hebat saking senangnya.


Sementara Lang Du langsung berteriak. “Terimakasih Yang mulia, anda adalah Kaisar Dewa, mulai saat ini saya memanggil anda sebutan Yang mulia dan saya akan mengabdi dengan seluruh jiwa raga saya.”


Tu Long yang terbawa suasana langsung senang dan bangga sehingga ia tak menyadari jika ada niat tertentu dari Lang Du.


Sementara Dan bersaudara hanya mengucapkan kesetiaan.


“Baiklah kalian boleh istirahat sambil menyerap pil yang telah aku berikan,” kata Tu Long melambaikan tangannya.


Mereka bertiga langsung mengangguk, lalu Tu Khul mengantar mereka ke kamar tamu.


Setelah kepergian mereka kini Tu Long menatap Bai An dan Duan Du.


“Bagaimana? Aku hebat bukan, mirip seorang pemimpin.”

__ADS_1


__ADS_2