
“Buktikan ucapanmu saat lelang berahir nanti,” dengus Bho Lot dengan kata-kata menantang.
Mendengar itu, semua orang langsung tahu jika pertarungan besar tak terelakkan lagi.
Waktu terus berlalu, Bai An tak pandang bulu, semua ia provokasi, pedang Ashura Suci sudah ia dapatkan.
Beberapa barang utama juga ia dapatkan dan kini acara utama yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba.
Prok prok..!!
She Dap tanpa berkata-kata langsung bertepuk tangan saat melihat ekspresi wajah semua orang, walau ruangan VVIP dan VIP ia tak bisa melihat wajahnya secara langsung, tapi She Dap sadar jika ekspresi mereka tak jauh berbeda dengan orang-orang di kursi biasa.
Tap tap..!!
Tak menunggu lama, lima prajurit yang menjaga Xiong Zai muncul membawa kerangkeng.
Beberapa orang yang melihat Beruang cukup besar di balik kerangkeng kini mengerutkan keningnya karena merasa tidak ada yang spesial dari Beruang yang di kira Binatang Spiritual yang mampu berubah menjadi manusia.
Sama halnya dengan Bhe Jat, ia kini cemberut dan sedikit merasa kesal karena merasa di tipu, namun berbeda dengan ayahnya Bhe Lut yang melirik dengan tatapan mata berbinar-binar.
“Beruang Emas Kuno,” teriak Bhe Lut tanpa sadar.
Mendengar teriakan Bhe Lut, orang-orang yang awalnya merasa ragu langsung melirik ke arah Bhe Lut, ada yang langsung merasa senang jika benar apa yang di ucapkan Bhe Lut.
Sementara Xiong Zai dengan santai tidur tanpa memikirkan sekelilingnya, yang ia pikirkan adalah para saudaranya.
Ruangan VVIP no 10.
Cen Tian dan Fang Liu langsung bangun saat melihat Xiong Zai.
“Baru kali ini aku melihat wujud asli senior Xiong Zai,” kata Cen Tian dengan kagum.
Untuk Bai An kini menatap ke arah Xiong Zai sambil mengeluarkan seutas senyum bahagia.
Namun beberapa saat ia langsung melirik ke arah ruangan VVIP no 1.
“Kau dapat merasakannya juga,” bisik Long Yuan melirik ke arah Bai An.
“Hmm..!! Aku dapat merasakan jika ruangan no 1 itu sedikit menaruh jejak energinya di pedang dan saudara Xiong Zai,” jawab Bai An.
__ADS_1
“Aku merasa mereka lawan yang lumayan tangguh bagiku, tapi bagimu aku yakin mereka hanya angin lewat di matamu,” kekeh Long Yuan.
Bai An tidak menjawab, melainkan terus melirik ke arah ruangan VVIP no 1.
“Kenapa aku merasakan ada kemiripan aura mereka dengan Paman Gong Tanru ya?” Gumam Bai An bertanya-tanya dalam hati.
Untuk ruangan VVIP no 1 juga melirik ke arah ruangan VVIP no 10.
“Aku merasa dia tahu jika kita menaruh jejak energi kita di pedang dan Binatang yang kita tangkap ini,” bisik pria tampan.
Pria tampan itu bernama Bhe San dan yang sedikit lebih tua bernama Bhe Sin.
“Hmm..!! Aku juga tidak bisa menembus dinding pembatas yang ia buat,” kata Bhe Sin melirik ke arah Bhe San.
“Sebaiknya kita berhati-hati nanti saat merebut pedang tuan kembali,” kata Bhe San sedikit menghela nafas panjang.
Awalnya renaca mereka mencoba mencari Bai An menggunakan pedang ini agar Bai An keluar, dan ini adalah yang kelima kali mereka melakukannya di setiap pelelangan yang berbeda-beda.
Tapi saat ini mereka tak menduga jika orang yang membeli pedang itu bukan orang biasa menurut Bhe San.
Bhe Sin yang menyadari hal itu juga merasa bersalah karena ini adalah idenya.
“2 Juta kristal berlian,” teriak Bhe Lut sambil mengeluarkan auranya.
“Heng,, 2.1 juta kristal berlian,” teriak Go Sang tak mau kalah, ia juga mengeluarkan auranya.
“Miskin,, 3 juta kristal berlian,” kata Bho Lot ikut mengeluarkan auranya.
“4 juta kristal berlian,” teriak ruangan VVIP no 4 tak mau kalah sambil menatap ke arah ruangan Bai An.
Sama dengan Bho Lot, ia juga melirik kr arah ruangan Bai An dengan tatapan membunuh.
“Apa kau sudah tidak punya uang, jika begitu, lebih baik kau pulang dan minta uang kepada ibumu,” ejek Bho Lot mencoba memancing Bai An.
“Heh,, apa kau tidak dengar jika ruangan VVIP no 4 menawar lebih tinggi darimu, apa mungkin kau yang tidak punya uang sehingga mencoba memancing diriku yang kaya ini,” kekeh Bai An dengan senyum mengejek.
“Kau,, kau,, 5 juta kristal berlian,” teriak Bho Lot.
Xiong Zai yang mendengar suara Bai An langsung bangun dan melirik ke asal suara.
__ADS_1
“Hehe,, ternyata Tuan muda ada di sini dan mencoba bermain-main dengan orang-orang kuat ini, jika Tuan muda begitu berani, maka kekuatan Tuan muda saat ini mungkin tidak terbayangkan olehku,” gumam Xiong Zai menatap ke arah ruangan Bai An.
Bai An yang menyadari tatapannya itu langsung tersenyum.
“Buat lelang ini semakin memanas,” kekeh Bai An melalui telepati kepada Xiong Zai.
Xiong Zai yang cukup paham langsung merubah diri menjadi manusia, wajahnya sangat tampan.
Hal itu membuat orang yang ada di pelelangan tertegun saat melihat Xiong Zai yang tiba-tiba berubah menjadi manusia.
Woah..!!
Seruan teriakan terdengar membuat acara pelelangan kini semakin gaduh, mereka tak menyangka apa yang mereka lihat ini nyata, Binatang Spiritual yang masih di alam fana bisa berubah menjadi manusia, biasanya mereka tidak bisa berubah maupun bicara bahasa manusia.
Saat ini, orang-orang masih belum tahu jika Xiong Zai bisa bicara.
“Aku menginginkan Binatang Spiritual ini,” teriak Bhe Jat kini tidak bisa menahan diri.
“Hoho,, hanya harga murahan itu kalian ingin membeliku?” Kekeh Xiong Zai, lalu menambahkan. “Kalian sungguh naif, lihatlah betapa menawan dan jeniusnya diriku ini, terlebih usiaku baru beberapa tahun sudah bisa berubah menjadi manusia dan bisa bicara.” Dengus Xiong Zai.
Mendengar itu, semua orang langsung diam mencoba mencerna apa yang terjadi.
“Hei,, apakah Binatang Spiritual itu tadi bicara?” Tanya salah satu peserta yang mengikuti lelang.
“Eehh,, aku juga tidak tahu, tapi aku merasa jika ia yang bicara tadi,” jawab kawannya dengan bingung.
“Ha ha ha,, sungguh keajaiban, jika ia menjadi pengikutku maka aku akan menjadi yang terkuat di dunia keempat ini,” teriak Bho Lot kini menatap rakus ke arah Xiong Zai.
Terlihat Bho Lot ingin memperbudak Xiong Zai.
Mendengar teriakan Bho Lot, orang-orang langsung tersadar dan menatap ke arah Bho Lot dengan tatapan permusuhan, karena mereka juga menginginkan Bho Lot.
“Heh,, Bho Lot, lebih baik kau pulang kuras semua hartamu, karena aku yakin uang yang kau bawa kurang,” kekeh Go Sang mengejek ke arah Bho Lot.
“Heh,, mungkin kau yang membawa uang kurang, karena saat ini klanmu sedang dalam masa kritis, lebih baik kau pulang dan diam di rumah untuk mengurus masalah klanmu,” kekeh Bho Lot.
Bai An yang dari tadi diam langsung mengeluarkan suara.
“50 juta kristal berlian,” kata Bai An santai.
__ADS_1