
Xio Ren dan Xio Ron langsung mengangguk secara bersamaan.
Xio Ren dan Xio Ron langsung membuka jubah mereka yang kenakan.
Bai An tanpa menunggu lama langsung memasang segel budak kepada mereka berdua.
20 menit kemudian. Bai An menyuruh mereka berdua untuk istirahat sambil menjaga anggota klannya yang ada di tenda.
Setelah kepergian mereka berdua yang di antar oleh salah satu prajurit elit kota. Kini hanya Bai An, Long Yuan, Pixiu, Jing Xan, Tang Rou, Tang De, dan Xio Dan yang berada di sana.
“Kerjamu bagus Xio Dan. Jika kau bisa berubah lagi menjadi lebih baik. Maka aku akan melepaskan segel budak yang aku pasang di punggungmu,” kata Bai An membuka suara lebih dulu saat keheningan terjadi.
“Tidak perlu Tuan muda, dengan begini aku juga belajar lebih banyak. Dulu aku sangat sombong dan selalu mengandalkan paman dan ayahku di saat sering mencari gara-gara,” jawab Xio Dan tersenyum malu-malu sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
Bai An mengangguk. Ia melirik Jing Xan.
“Apa saja yang kau dapat dari mata-matanya Fanghu?” Tanya Bai An.
“Hmm.. Saat Yu Fan pergi mengacau, ia sempat mendengar jika ada salah satu monster yang telah berubah sepenuhnya jadi manusia ikut kesini untuk membantu Penguasa Liu Wang mengambil alih pulau ini, tapi itu belum sepenuhnya benar. Karena monster kan sudah di segel di Benua Canglan.”
Hmmm...!!
Bai An berpikir sesaat. “Apakah kalian tahu asal usul siapa Liu Wang itu sebenarnya?”
Semua orang menggeleng saat mendengar pertanyaan Bai An.
“Baiklah. Aku yakin ada yang tidak beres di sini. Jika mereka ingin menyerang. Pasti mereka langsung menyerbu Pulau ini dari semua penjuru. Tapi saat ini mereka hanya berusaha mengalihkan perhatian dengan menyuruh 1 Jendral Besar dan 2 patriark dari Benua Hongcun melawan Jing Fu.” Kata Bai An mengutarakan pendapatnya.
“Jadi dimana selama ini Panglima dan Jendral Besar satunya bersembunyi?” Tanya Tang Rou.
“Mereka tidak ada di sini,” jawab Bai An.
“Eeh kenapa bisa begitu. Dari informasi yang aku dapat mereka sudah di sini.” Kata Jing Xan heran.
“Aku sudah bilang itu hanya pengalihan. Itu di lakukan agar mereka bisa mengumpulkan kekuatan dan jika dugaan ku benar. Penguasa Hongcun juga akan datang kesini bersama para panglimanya,” jawab Bai An.
“Dari mana kau tahu sebanyak ini?” Tanya Long Yuan cukup penasaran.
“Tadi aku membuat salah satu klan Hong menjadi budak ku. Dia memberikan aku cukup banyak informasi. Saat ini pun ia sedang memberikanku informasi lagi melalui pikiran.”
Long Yuan, Jing Xan, Pixiu dan Tang Rou mengangguk. Hanya Tang De dan Xio Dan diam menyimak pembicaraan mereka.
__ADS_1
“Jika begitu, itu cukup bagus bukan. Aku bisa dengan puas bertarung,” kata Long Yuan dan Pixiu bersamaan.
“Tapi ada yang lebih tidak beres. Aku daei dengar Jing Xan jika Yu Fan dengan lancar mengacau.” Kata Bai An sambil melirik Jing Xan mengangguk. Bai An kemudian menambahkan. “Apa tidak ada yang mencoba mencari Yu Fan. Atau berusaha mengantisipasi saat Yu Fan akan menyerang? Aku yakin mereka punya batu komunikasi untuk saling menghubungi di setiap Cabangnya.”
Mata Jing Xan melotot kini tersadar. “Kau benar Tuan muda. Aku tidak berpikir sampai kesana, dengan adanya batu komunikasi, pasti mereka dapat bersiap-siap lebih dulu sebelum Yu Fan datang menyerang. Tapi dengan mudahnya mereka membiarkan Yu Fan mengahancurkan markas cabang Kelompok Teratai Hitam dan markas cabang Penguasa Liu Wang.”
“Hmm.. Apa yang mereka rencanakan?” Kata Long Yuan ikut berpikir.
“Apapun yang mereka rencanakan. Selagi kita bersatu kita pasti bisa menang.” Kata Pixiu bersemangat.
“Itu benar. Jangan biarkan mereka memisahkan kita saat perang terjadi.” Tang Rou ikut membenarkan.
“Ya sudah. Jika tidak ada yang di bicarakan, kalian bisa kembali melakukan aktipitas kalain,” kata Bai An santai.
“Aktipitas apa. Hanya duduk begini begini saja.” Jawab Tang De.
“Kau kan bisa ke rumah bordil, mantap mantap,” kata Bai An terkekeh.
“Kau,” tunjuk Tang De kesal saat semua orang kini menertawakannya.
Dengan kesal Tang De keluar.
Semua orang hanya menggelengkan kepala.
Dengan cepat Long Yuan, Pixiu dan Xio Dan mengikuti Bai An.
“Eeh..! Kenapa kalian ikut, kau Xio Dan kembalilah atau kau bisa mengikuti Tang De, tapi jangan mencari masalah,” kata Bai An sambil berdiri di depan pintu kamarnya.
“Baik Tuan muda. Saya permisi,” dengan cepat Xio Dan pergi dari sana.
“Tuan muda. Apa kau ingin melihat kondisi saudara Lang Zai?” Tanya Long Yuan dan Pixiu bersamaan.
“Iya..!! Kata Xia'er dia telah lama sembuh dan sedang berlatih. Tapi kenapa aku merasakan ada banyak sekali kehidupan di dunia jiwaku. Aku sempat bertanya kepada Xia'er. Tapi ia menyuruhku untuk mengecek sendiri,” jawab Bai An.
“Aku ikut,” ucap Pixiu semangat.
“Aku juga,” kata Long Yuan santai.
“Baiklah ayo masuk kedalam dulu.” kata Bai An mengangguk sambil berjalan masuk di ikuti oleh Long Yuan dan Pixiu.
Bai An dengan cepat merobek ruang dan memunculkan lubang hitam.
__ADS_1
Mereka bertiga langsung masuk tanpa banyak bicara.
Wuss..!!
Saat Bai An muncul bersama Long Yuan dan Puxiu.
Bai An langsung mengeluarkan Busur panahnya dan bersiap menembak sosok yang cukup mengerikan ada di depannya.
Long Yuan hanya bengong saat melihat apa yang ada di depannya.
Beda dengan Pixiu yang penasaran apa itu.
Sedangkan sosok yang ada di depan Bai An dan dua saudaranya adalah Monster.
Tingginya 3 meter lebih dan berdiri tegak seperti manusia. Tapi yang aneh tangannya ada 6 dan kepalanya berbentuk singa bercampur Naga. Kakinya besisik hitam pekat. Matanya hitam kehijauan.
Saat Bai An akan menarik busurnya mencoba membunuh sosok di depannya. Long Yuan langsung menghentikannya.
“Jangan di bunuh. Aku mencoba berkomunikasi dengannya.” Kata Long Yuan.
“Bagaimana seorang Monster sepertimu bisa ada di dunia jiwa Tuan muda kami?” Tanya Long Yuan memakai bahasa hewan buas.
“Kami semua di tangkap oleh Tuan Lang Zai dan di pekerjakan di sini menjadi budak,” jawab Monster tersebut menunduk.
Long Yuan mengerutkan keningnya. Dan langsung bertanya. “Dari mana kau berasal?”
“Hutan Rawa Mistis Tuan,” jawab Monster tersebut.
“Eeh.. Kenapa aku tidak pernah dengar. Di mana itu? Atau dari dunia mana kau?” Tanya Long Yuan kemudian berpikir Monster ini bukan berasal dari Dunia Heavenly Chaos.
“Kami dari dunia Guan 02 Tuan,” jawab Monster tersebut.
“Apa..??” Teriak Long Yuan terkejut.
Sementara Pixiu yang mengerti apa yang mereka bicarakan semakin penasaran.
Berbeda dengan Bai An kini terlihat seperti orang bodoh melirik Long Yuan dan Monster tersebut terus secara bergantian. Sambil mendengar suara aneh seperti hewan takut di sembelih.
Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menggerutu kesal. Bai An mengeluarkan araknya dan saat akan meminumnya, ia mendengar suara teriakan Long Yuan yang membuat minumannya tumpah ke bajunya.
“Apakah kau tidak bisa berteriak sedikit lebih pelan. Jangan mengagetkan orang yang sedang asik minum,” kata Bai An dengan kesal, ia juga kesal karena tidak bisa mengerti apa yang mereka bicarakan.
__ADS_1
Bai An juga mencoba menghubungi Lang Zai dan Mu Xia'er berkali kali tapi tidak ada jawaban. Ia coba mencoba merasakan keberadaan mereka tapi tidak ada kedua orang tersebut dan hanya ada ratusan monster yang cukup kuat. Hal itu membuat Bai An kesal dan mencoba minum arak agar ia bisa tenang.
Pixiu hanya bisa terkekeh melihat kekesalan Bai An.