
Mereka semua langsung melesat pergi ke arah barat karena usulan Bai En.
10 menit setelah kepergian Bai An, Bai En dan para saudara.
Beberapa orang dengan jubah putih memiliki lambang pedang di punggungnya datang.
“Hmm..!! Apa kau yakin jika yang bertarung itu mereka yang kita cari?” Tanya salah satu orang yang terlihat berusia 40 tahunan.
“Benar Ketua, Dewa Es memberikanku ciri-ciri tentang mereka beberapa hari lalu saat ia mengatakan menyuruh seluruh kelompok untuk memburu mereka,” jawab orang yang terlihat berumur 20 tahunan.
“Hmm..!! Aku merasakan mereka juga menghapus jejak mereka, bahkan auranya tak sedikitpun aku rasakan,” kata ketua jubah putih, lalu menambahkan. “Mereka cukup pintar dalam hal bersembunyi seperti tikus, pantas Dewa Es tidak bisa membunuh maupun menangkap mereka.”
“Benar ketua, kita harus hati-hati dengan mereka. Mereka ini cukup licik,” kata salah satu pria berjubah putih yang terlihat sepuh.
“Heng,, orang lemah seperti mereka mengapa harus berhati-hati,” dengus ketua berjubah putih dengan sombong. Lalu ia kembali menambahkan. “Ayo kita cari informasi dimana keberadaan klan Bai dan para saudaranya yang terpisah.”
Kata-katanya sangat dingin saat ia mengatakan hal tersebut.
Setelah semua anggotanya mengangguk, mereka semua langsung pergi ke arah kota besar, karena di sana banyak sekali bawahan para kaisar dewa yang bisa mereka datangi untuk mencari informasi keberadaan salah satu saudaranya itu sudah cukup bagi mereka untuk memancing yang lain datang.
Kota yang mereka datangi adalah kota kedua terbesar di daratan barat. Kota ini cukup bebas dan setiap harinya banyak sekali pertarungan dan tidak ada yang menghentikan pertarungan mereka karena di kota ini tidak memiliki pemimpin kota, jadi setiap klan, sekte di sana berusaha menjadi no 1 untuk mengklaim kota ini milik mereka.
Kota ini bernama Kota Chen.
Bertepatan dengan Kota Chen, saat ini terlihat seorang pemuda menggunakan jubah tapi tidak menggunakan tudung atau penutup kepala untuk menutupi identitasnya.
Pemuda itu tak lain Long Yuan, wajah Long Yuan juga terlihat berubah, Long Yuan sengaja mengubah wajahnya menjadi sedikit jelek dengan sebagian wajahnya hancur.
“Huh..!! Berjalan menggunakan murni fisik cukup melelahkan juga,” gumam Long Yuan menghela nafas berat.
Long Yuan langsung masuk tanpa di hentikan oleh orang-orang.
Bahkan orang-orang terlihat jijik saat melihat wajah Long Yuan, orang-orang merasakan jika Long Yuan hanya kultivator tingkat rendah.
Long Yuan yang merasakan tatapan meremehkan maupun jijik terhadapnya langsung tersenyum. Karena ini yang ia inginkan.
Long Yuan saat ini tak ingin mencari masalah terlebih dahulu, bukan karena takut. Tapi ia tak ingin dirinya menjadi terkenal karena membuat masalah di kota Chen ini.
__ADS_1
Tap tap..!!
Long Yuan langsung sampai di sebuah penginapan kecil.
Long Yuan langsung melangkah masuk, saat Long Yuan masuk, tatapa semua orang yang sedang makan langsung jijik saat melirik ke arah Long Yuan
“Siapa yang membawa pengemis masuk kesini,” teriak salah satu pemuda dengan marah, ia menatap Long Yuan dengan pandangan merendahkan.
Beberapa pelayan langsung datang ke arah pemuda yang teriak.
“Maafkan kami Tuan muda, kami akan mengusirnya keluar,” jawab salah satu pelayan paling cantik.
Tatapan mesum langsung terlihat di mata pemuda tersebut.
“Hehe, dari pada kau kesana yang membuat tubuh harum mu nanti ikut bau, lebih baik kau duduk di sini layani aku,” kata pemuda tersebut langsung menarik wanita tersebut.
Wanita itu sama sekali tidak menolak, bahkan ia secara suka rela dan senang saat di tarik.
“Aww..!! Tuan muda tolong sedikit lembut,” goda wanita tersebut sedikit genit.
Sementara salah satu pelayan yang terlihat kasihan dengan Long Yuan langsung maju ke arah Long Yuan.
Tap tap..!!
Semua pelayan dan para pengunjung langsung jijik saat melihat salah satu pelayan datang menyapa Long Yuan dengan ramah.
Salah satu pelayan langsung berteriak keras ke arah pelayan yang menyapa Long Yuan.
“Hei, Lilis apa kau ingin di pecat hah, dari dulu kau selalu membuat kesalahan. Tapi beruntung manager sangat baik sehingga kau tidak di pecat, tapi sekarang aku yakin kau akan langsung di pecat karena kesalahanmu ini,” dengus pelayan yang sedikit gemuk tapi terlihat manis.
Long Yuan yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya. Kini Long Yuan mulai sedikit kesal melihat tingkah sombong para pelayan tersebut.
Long Yuan juga dapat melihat jika pelayan yang menyapanya sedikit tertekan oleh para pelayan lainnya.
“Heng..!! Panggilkan aku pemilik penginapan ini segera,” dengus Long Yuan dengan suara sedikit keras.
Mendengar ucapan Long Yuan, seketika semua pengunjung dan pemuda yang tadi berteriak ke arah Long Yuan langsung tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
“Hei,, apa kau tidak berlebihan memimpikan hal itu,” ejek pemuda tersebut, ia kembali menambahkan. “Lebih baik kau bersujud di kakiku maka mungkin aku akan membantumu memberikan sisa-sisa makananku, aku tahu kau lapar dan ingin mengemis ke pemilik penginapan agar dapat tidur dan makan gratis.”
Mendengar ucapan pemuda tersebut, seketika suara tawa semakin meledak hingga terdengar sampai luar penginapan.
Sementara pelayan wanita yang menyapa Long Yuan kini terlihat serba salah, ia tidak bisa memanggil manager sembarangan, apalagi pemilik penginapan yang sangat jarang sekali keluar.
Long Yuan yang melihat keadaan mulai ricuh langsung mendengus dingin. Saat ia ingin mengatakan sesuatu, ia merasakan tangannya di tarik.
“Ayo ikuti saya Tuan, tidak enak jika berada di sini, nanti Tuan akan semakin di buat menjadi bahan ejekan,” kata pelayan wanita itu dengan tulus.
Long Yuan langsung tersenyum saat melihat ketulusan wanita ini membantu dirinya.
Tap tap..!!
Long Yuan di bawa ke kamar milik pelayan wanita tersebut.
“Tunggu di sini Tuan, saya akan membawakan Tuan makanan,” kata pelayan wanita dengan lembut.
Long Yuan langsung mengangguk sambil tersenyum.
Pelayan wanita itu langsung keluar dari kamarnya.
Sedangkan Long Yuan kini mulai mendengus.
“Jika kau tidak datang dalam 5 menit, aku akan mengulitimu hidup-hidup,” kata Long Yuan dengan suara dingin.
Tepat setelah Long Yuan mengatakan hal tersebut, di ruangan paling atas, seorang pria terlihat berumur 40 tahunan sedang asik tidur langsung bangun saat mendengar suara yang sangat ia kenal.
Walau suara itu kecil, tapi ia memiliki pendengaran yang sangat tajam, bahkan melebihi pendengar Lang Zai dan Pixiu.
“Apakah itu suara ayah angkat?” Gumam pria tersebut berpikir. “Ah itu tidak mungkin ayah angkat, tidak mungkin ia secepat ini datang kesini, paling tidak itu beberapa ratus tahun lagi. Tapi tidak ada salahnya juga untuk datang ke arah asal suara,” gumam pria tersebut kembali.
Pria tersebut langsung menghilang dari tempatnya dan muncul di depan pintu salah satu kamar pelayan.
Melihat ini kamar pelayan, pria tersebut langsung mengerutkan keningnya, karena ia tak bisa merasakan sedikitpun aura yang ada di dalam kamar tersebut.
“Apakah karena aku terlalu merindukan ayah angkat sehingga aku mengigau,” gumam pria tersebut bingung.
__ADS_1
“Kua tidak mengigau bocah ingasan, cepat masuk, jika tidak aku akan benar-benar mengulitimu hidup-hidup,” kata Long Yuan dengan dingin.