
Saat ini di dalam Dunia Jiwa.
“Ukh,, Dimana aku?” Bai Luan langsung bergumam pada dirinya sendiri, sambil berusaha membuka penuh matanya, agar bisa melihat sekelilingnya dengan jelas.
Wuss,,
Wuss,,
“Ho,, Ho,, kau sudah sadar Luan'er,” kata Lang Zai yang baru sampai bersama dengan Pixiu.
Bai Luan yang belum sepenuhnya sadar dan mengerti merasa bingung sesaat, beberapa detik kemudian matanya langsung melotot, “Dimana ini? apakah kau juga di tangkap Senior Lang Zai?” tanya Bai An melihat sekeliling yang hanya hamparan kosong, seperti sebuah penjara.
“Bukan, kita berada di dunia jiwa Tuan Muda, dialah yang telah menyelamatkan mu Luan'er,” kata Pixiu menjawab.
Bai Luan langsung menunduk untuk mengingat kejadian sebelum ia pingsan, “Hmm,, si brengs*k itu menyiksa ku sampai pingsan, semoga Cucu ku ikut menyiksanya,” gumam Bai Luan yang kini sadar jika ingatannya yang tersegel telah di buka.
“Cucu? Cucu siapa Luan'er?” tanya Lang Zai yang bingung.
“Ah,,” Bai Luan langsung tersendak saat mendengar pertanyaan dari Lang Zai, “Tidak apa-apa, aku hanya mengigau, karena saking sakitnya kepala ku.” Jawab Bai Luan berbohong, karena saat ini ia tidak mau identitasnya yang sebenarnya di ketahui, makanya ia ingin menjalani seperti biasa saja, karena jika di lihat, ia juga terlahir kembali dan umurnya masih benar-benar 14 tahun, beberapa hari lagi mencapai 15 tahun jika di lihat dari tulangnya.
Lang Zai mengangguk-angguk, sementara Pixiu menatap Bai Luan dengan tatapaj menyelidik, Bai Luan yang sadar akan hal itu langsung bertanya dengan nada polos, “Ada apa Senior Pixiu?”
“Aku rasa kau sedang menyembunyikan sesuatu Luan'er.” Kata Pixiu maju kedepan untuk menyelidiki Bai Luan.
Bai Luan yang kini sedang di tatap, tak tahu harus menjawab bagaimana, ia langsung gugup.
Wuss,,
“Apakah latihan kalian sudah selesai?” Mu Xia'er tiba-tiba muncul dan sengaja bertanya, agar Puxiu dan Lang Zai tidak bertanya lebih banyak lagi.
__ADS_1
Lang Zai dan Pixiu langsung gugup, “Su,, sudah Nona Xia,” jawab keduanya serempak.
Mu Xia'er mengangguk, “Tak lama lagi An'Gege akan sampai ke dunia yang lebih besar, saat An'Gege telah sampai, mungkin kalian akan dibawa keluar olehnya.” Kata Mu Xia'er sambil menatap Bai Luan yang bengong saat menatap dirinya.
“Baiklah, kalau begitu kami pergi istirahat dulu,” dengan cepat Lang Zai dan Pixiu langsung kabur tanpa menghiraukan Bai Luan.
Kini hanya Bai Luan dan Mu Xia'er yang berada di tempat itu.
“Aku tidak menduga bisa bertemu dengan mu, disini Dewi Cahaya Emas, atau biasa di sebut Dewi Cahaya.” Kata Bai Luan cukup kaget melihat Mu Xia'er.
“Oh, rupanya kau masih mengingatku, walaupun kau telah lahir kembali, tapi aku tidak menduga kau akan mati secepat itu,” jawab Mu Xia'er cukup heran.
“Huuff,, Ceritanya cukup panjang sehingga aku bisa mati, tapi aku bersyukur bisa mati dan kembali bereinkarnasi.” Kata Bai Luan dengan senyum cerah di wajahnya.
“Oh, apa karena An'Gege cucu mu?” tanya Mu Xia'er.
Bai Luan mengangguk, “Jangan beritahu kebenaran tentang ku Dewi Cahaya, biarkan ia mengetahuinya sendiri suatu saat nanti, biarkan ini berjalan seperti biasa, dan aku adalah murid An'er.” Mata Bai Luan menatap Mu Xia'er dengan serius.
Mata Bai Luan langsung melotot saat mendengar, tak lama kemudian ia kembali tenang, “Untung aku tahu asal usul mu yang sebenar nya Dewi Cahaya, jika aku tahu dari orang-orang yang menfitnah mu dan ikut percaya, maka aku juga akan berpikir seperti mereka saat ini.”
Mu Xia'er langsung tersenyum, tak lama ia langsung berlutut, “Xia'er menyapa kakek.”
Bai Luan langsung melotot, ia tidak habis pikir Mu Xia'er terkenal akan kenakalannya dan tak pernah mau tunduk kepada siapapun, kini ia melihat Mu Xia'er sedang memberinya hormat.
“Iya, aku menerima hormat mu Xia'er, tapi jangan seperti ini di depan orang, apalagi di depan An'er,” kata Bai Luan mencoba membangunkan Mu Xia'er.
Setelah itu, Bai Luan bertanya kepada Mu Xia'er.
“Xia'er, perasaan dulu kau di segel di sebuah inti dunia, bagaimana kau bisa bebas?”
__ADS_1
Mu Xia'er langsung bercerita jika ia berhasil menghancurkannya dan membuat kekacauan, namun ia berhasil ditangkap lagi, kemudian di segel di tempat ia bertemu dengan Bai An, sampai sekarang pun segel itu masih ada, sehingga ia tidak bisa keluar dari tubuh Bai An dalam wujud manusia terlalu lama.
Mendengar cerita Mu Xia'er, Bai Luan mengangguk saat ia melihat segel tersebut yang cukup familiar baginya.
“Ah ya, aku lupa jika kakek di juluki Dewa Formasi, apa kakek tahu cara membukanya?” tanya Mu Xia'er dengan mata cerah.
“Apa kau mengetahui siapa yang menyegel mu Xia'er?” bukannya menjawab, Bai Luan malah bertanya.
Mu Xia'er langsung mengangguk cepat, “Aku tidak tahu namanya, tapi ia adalah Guru dari Raja Para Dewa yang kini sedang kritis karena serbuan para Dewa danKaisar Dewa.
Bai Luan mengangguk, ia tahu kalau Raja Para Dewa dalam keadaan kritis, namun ia cukup bingung, mengapa Gurunya turun tangan menyegel Mu Xia'er.
Tak lama matanya tiba-tiba melotot, ia sadar akan sesuatu, “Apakah?” tanya Bai Luan.
Mu Xia'er mengangguk, ia cukup paham maksut pertanyaan Bai Luan.
“Sialan, segel ini tidak bisa di hancurkan maupun di buka, dia mengorbankan hidupnya untuk menyegel mu dan kau harus memenuhi persyaratan yang ada dalam segel itu hingga selesai, baru bisa di buka,” kata Bai Luan.
Bai Luan juga marah, karena cucunya yang di buat jadi korban, untuk menjadi penerus, ia tidak menyalahkan Mu Xia'er, karena ia juga termasuk korban dari para Dewa-Dewa pengusaha yang suka berbuat seenaknya.
Mendengar Bai Luan yang marah, Mu Xia'er langsung menunduk, ia tahu ini salah, karena memilih Bai An sebagai penerus Raja Para Dewa, ia juga tak punya pilihan, karena hanya Bai An seorang yang datang ketempat itu setelah sekian lama.
“Jangan bersedih Xia'er, aku tidak menyalahkan mu, aku hanya meminta bantuan kepada mu, kedunia mana An'er akan datang?” tanya Bai Luan.
“Dunia Surgawi Chaos, tempat aku di segel dulu,” jawab Mu Xia'er, mendengar itu Bai Luan langsung menghela nafas, “Untung masih dunia alam manusia, jika dunia para Dewa, itu akan bahaya untuknya.” Kata Bai Luan.
“Memang ada apa?” tanya Mu Xia'er bingung.
“Kau pasti mengetahui, energi biru yang ada di tubuh An'er, itu adalah keturunan dari ibunya, jadi kau pasti tahu jika ia datang ke Dunia Para Dewa.” Kata Bai Luan yang kini melihat ekspresi wajah senang Mu Xia'er.
__ADS_1
“Apakah yang kau maksut kakak Mei?” tanya Mu Xia'er berteriak bahagia. “Ya, kapan-kapan aku akan menjelaskannya kepadamu, sekarang aku ingin istirahat dulu, dimana aku bisa tidur?” Tanya Bai Luan.
Mu Xia'er langsung memegang pundak Bai Luan dan mereka berdua langsung menghilang.