Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Sungguh Ironis Sekali Dirimu


__ADS_3

To Gel kini melirik ke arah Duan Du dengan pandangan ngeri bercampur takjub.


Duan Du seperti sudah mengendalikan ini semua dari awal ia datang, itulah yang ada di dalam benak To Gel.


To Gel juga merasa musuh mau tak mau harus menuruti kemauan Duan Du yang kini sudah mengendalikan mereka hanya dari kata-kata saja.


Duan Du kini terkekeh kecil saat melihat pemilik rumah judi.


Pemilik rumah judi yang mempunyai nama asli Ken Tut kini hanya bisa menahan diri.


Ken Tut mulai mengeluarkan suaranya.


“Baiklah,, kita mulai saja,” kata Ken Tut sedikit dingin.


“Kita buat perjanjian, yang menang sebanyak 5 kali, ia yang akan keluar sebagai pemenang, bagaimana?” Tanya Duan Du santai.


“Setuju,” jawab Ken Tut langsung tanpa pikir panjang.


Duan Du mengangguk.


Setelah itu Tu Long langsung membagikan kartunya.


Pembagian pertama To Gel mengalah, kedua mengalah.


Hal itu membuat Ken Tut kini mulai tersenyum bangga, ia kini terlihat arogan dan mendominasi.


Duan Du tetap santai saat pembagian kartu ketiga.


Kartu dua yang di dapat To Gel As Hati dan King Hati.


Sementara kartu tengah ada 3 kartu utama yang keluar yaitu 10 Hati, Quen Hati dan Jack Hati.


Duan Du yang ikut melihat itu mulai mengembangkan senyumnya.


Semenatara Ken Tut yang memegang Quen Kriting, dan Quen Wajik.


Sama halnya dengan Duan Du, Ken Tut juga menyeringai lebar saat ini.


“Ehem-ehem..!! Dari pada kita main begini saja, bagaimana jika kita bertaruh, kau bisa mengajak para bawahanmu dan penonton,” ajak Duan Du dengan santai ia mengeluarkan jutaan kristal berlian yang ia dapatkan tadi.


Ken Tut yang cukup serakah langsung mengeluarkan semua hartanya sambil berkata.


“Keluarkan semua hartamu, kita bertaruh semua harta yang kita punya.”


Karena terbawa suasana, Ken Tut tanpa pikir panjang menantang Duan Du bertaruh.


Ken Tut juga sengaja memperlihatkan sedikit kartunya kepada para bawahannya.


Seketika para bawahannya langsung mengeluarkan hartanya tanpa sisa karena yakin jika mereka akan menang.


Sama halnya dengan penonton, mereka juga ikut memasang taruhan untuk Ken Tut.


Ken Tut mulai tersenyum lagi.


“Mana harta yang kau punya, harta yang kami keluarkan semua bahkan bisa membeli kota ini,” kata Ken Tut mencoba memanasi Duan Du.


Duan Du dengan santai mengeluarkan 100 cincin penyimpanannya.

__ADS_1


“Setiap cincin ini ada 10 juta kristal berlian, jika seratus, kalian bisa menghitungnya sendiri,” kata Duan Du tak mau kalah, ia mulai tersenyum licik.


Mendengar itu, seketika semua orang langsung mengeluarkan ***** mereka yang ingin mengklaim bahwa itu harta mereka.


Bahkan mereka tak malu mengeluarkan niat rakus mereka di depan Duan Du dan To Gel.


To Gel yang dari tadi diam mulai bergumam.


“Terus apa kegunaanku di sini jika kartu ini memang sudah di atur oleh Tuan Tu Long?” Tentu To Gel bingung dari awal, tapi ia tak ingin bertanya karena saat ini sedang terjadi taruhan besar-besaran.


“Hmm..!! Jangan senang dulu, harta kalian masih belum cukup, panggil orang-orang lagi yang ingin bertaruh,” kata Duan Du seketika menyadarkan mereka semua.


Ken Tut dan semua orang langsung saling melirik satu sama lain.


Tak lama beberapa orang pergi dari sana, tak menunggu lama.


Tap tap..!!


Pemimpin kota ini yang tak lain sahabat Ken Tut datang dengan mata bersinar.


“Mana Ken, katanya ada taruhan besar-besaran di sini?” Tanya Pemimpin Kota yang bernama Co Bek.


“Hehe,, Co Bek, keluarkan saja hartamu,” kata Ken Tut yang terlihat tidak sabar.


Co Bek tak percaya begitu saja, ia melihat 3 kartu yang ada di tengah, setelah itu ia berkata.


“Aku ingin lihat kartumu terlebih dahulu.”


Dengan santai Ken Tut memperlihatnya ke kepada Co Bek.


Tak lama ia mengangguk kecil sambil mengeluarkan senyum licik.


“Baiklah,” kata Co Bek mulai mengeluarkan seluruh hartanya.


Setelah itu Ken Tut mulai melirik ke arah Tu Long.


“Bagikan kartu tengah,” perintah Ken Tut mulai tak sabar.


Tap..!!


Setelah kartu keempat keluar yang tak lain Jack Sekop.


Ken Tut dan Co Bek mulai mengembangkan senyum kemenangan, mata mereka berdua kini tertuju kepada 100 cincin penyimpanan yang ada di meja.


Satu hal yang membuat Duan Du kini tertawa terbahak-bahak adalah, jika ia menang 5 kali berturut-turut, kenapa harus mau ikut bertaruh, toh jika Ken Tut sudah menjadikan Duan Du pengikutnya maka harta yang di miliki Duan Du pasti akan di ambil Ken Tut. Hal inilah yang membuat Duan Du tak henti-hentinya tertawa.


“Ayo cepat, bagikan yang terahir,” kata Co Bek melirik ke arah Tu Long dengan tatapan tajam.


Tu Long tersenyum lebar.


Tap..!!


Saat melihat Quen Sekop yang keluar.


Ken Tut langsung berdiri sambil tertawa keras.


“Hahaha,, aku kaya, aku kaya,” kata Ken Tut mulai menggerakkan tangannya ingin mengambil semua cincin penyimpanan yang ada di meja.

__ADS_1


Tapi ia langsung berhenti sambil melirik ke asal suara.


“Hei-hei,, ini belum selesai, keluarkan dulu kartumu, aku juga belum memperlihatkan kartuku,” dengus Duan Du.


Ken Tut langsung menatap Duan Du dengan dingin, sama halnya dengan Co Bek.


Brak..!!


Dengan sombong Ken Tut membanting kartunya di arah meja.


Saat melihat itu, orang-orang mulai tertawa lebar karena yakin Ken Tut lah yang akan menang.


Sementara Duan Du yang dari tadi santai kini mulai tersenyum lebar.


Dengan santai Duan Du menyuruh To Gel melemparkan kartunya.


Wuss..!!


Seketika tawa yang tadi riuh langsung menjadi senyap.


Semua orang menganga.


“I.. Ini tidak mungkin, sangat mustahil jika orang mempunyai kartu seperti ini,” teriak Co Bek menatap tajam ke arah Tu Long, Duan Du dan To Gel.


“Kalian bertiga pasti bekerjasama, benar aku yakin akan hal ini,” teriak Co Bek lagi.


Ken Tut yang mendengar itu mulai tersulut emosi.


“Bunuh mereka bertiga,” tunjuk Ken Tut ke arah Tu Long, Duan Du dan To Gel.


Ken Tut dan Co Bek mulai tersenyum licik saat melihat orang-orang dan anak buahnya mulai bergerak.


Tangan Ken Tut mulai bergerak, bersamaan dengan Co Bek.


Tangan mereka berdua dengan cepat ke arah meja.


Crash..!!


Dengan santai Tu Long mengibaskan tangannya memotong tangan Ken Tut dan Co Bek.


“Akhh..!! Apa yang kau lakukan?” Teriak Ken Tut mencoba melirik anak buahnya yang kini terbaring dengan tubuh terpotong-potong.


Mereka semua tidak mati karena Bai An memberitahu Tu Long agar tidak membunuh mereka semua.


Saat Ken Tut melihat anak buahnya yang berahir teragis, ia langsung sadar dengan tubuh bergetar keras.


Sementara Co Bek tertegun cukup lama hingga ia mulai berteriak ke arah Duan Du yang mulai berjalan ke arahnya.


“Apa yang kau lakukan, aku adalah anggota kelompok pembantai, jika kau melukai ku maka kelompok pembantai akan membunuh kalian semua beserta keluarga kalian,” ancam Co Bek.


Duan Du langsung terkekeh.


“Oh..!! Benarkah? Jika begitu perlihatkan token mu, apakah itu asli seperti ini atau tidak.” Kata Duan Du memperlihatkan Token Kelompok Pembantai.


“Itu punyaku, bagaimana kau bisa mencurinya,” teriak Co Bek untuk menutupi kebohongannya.


“Hehe,, sungguh ironis sekali dirimu,” kekeh Duan Du mulai menyeringai lebar.

__ADS_1


__ADS_2