Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Satu Hari Sebelum Lelang dan Perang Besar Akan di Mulia


__ADS_3

“Hmm..!! Jangan banyak omong, lebih baik kita bertiga kembali sebelum ibu curiga, karena ia selalu mengecek kamar kita dengan teliti,”


Mendengar ucapan Bai An.


Duan Du dan Tu Long seketika bergidik ngeri, hal itu membuat jadi bahan tertawaan bagi Long Yuan dan saudara yang lain.


Tapi Duan Du dan Tu Long terlihat acuh, mereka berdua langsung menghilang tanpa memperdulikan yang lain.


Mereka berdua melesat dengan kecepatan penuh terlihat saling mengejar.


Hal tersebut membuat Bai An yang masih duduk bersama para saudaranya kini tertawa terbahak-bahak.


Padahal Bai An berniat mengerjainya, tapi ucapannya di anggap serius oleh Duan Du dan Tu Long.


Bai An kini dengan santai minum sambil mengobrol tentang masalah setelah perang ini selesai, rencananya Bai An akan menyuruh para saudara maupun bawahannya yang paling setia dan cukup kuat untuk menguasai setiap orang masing-masing satu dunia di alam semesta rendah ini.


Bai An melakukan ini karena ia akan pergi dari Alam Semesta Rendah ini ke Alam Semesta Inti untuk meningkatkan kekuatannya dan menguak tentang asal usul leluhurnya, ia juga berniat menjadi yang terkuat di seluruh Alam Semesta Inti.


Cukup lama mereka mengobrol hingga mereka bubar, karena akan menjalani tugas masing-masing.


Tap tap..!!


Bai An kini sudah ada di kamarnya, ia dengan santai melambaikan tangannya menghapus ilusi yang ia buat.


Setelah itu ia berjalan ke arah ranjang lalu duduk terlebih dahulu sebelum menjatuhkan kepalanya.


Baru saja Bai An ingin memejamkan matanya, terdengar suara ketukan pintu.


Tok tok tok..!!


“An'er, apakah kau belum tidur? Ini ayah ingin membicarakan sesuatu kepadamu bersama kakekmu,” ucap Bai Chen di balik pintu.


Bai An seketika berdiri lalu berjalan membuka pintu.


Cklek..!!


“Ayo masuk,” ucap Bai An lalu berbalik berjalan ke arah meja yang ada di kamarnya, sambil berjalan Bai An langsung bertanya. “Apa yang ingin ayah bicarakan? Apakah ini mengenai pergerakan para saudara maupun para pengikutnya?”


Tap tap..!!

__ADS_1


Bai An langsung duduk lalu melihat ayah dan kakeknya kini mulai duduk juga.


“Benar, aku sudah curiga akan hal tersebut, aku tahu kau pasti akan membalas dendam, dan aku yakin kalian pasti mampu membunuh Ling Qie dan para pengikutnya. Tapi,” kata Bai Chen melihat ke arah wajah putranya.


“Tapi apa ayah?” Tanya Bai An dengan nada santai.


“Tapi jangan sampai ketahuan oleh ibu mu, jika ia sampai tahu, maka kita semua kena getahnya, karena saat ini ibumu sudah merasa nyaman dan damai tanpa ada perselisihan, ia juga ingin mengajak kita semua pergi dari sini agar bisa lebih aman,” sambung Bai Luan menghela nafas berat.


Mendengar itu, Bai An mengangguk diam.


Bai An tahu jika pikiran ibunya sangat naif, tapi apa boleh buat, ibunya hanya ingin yang terbaik untuk semua keluarganya.


Bai An juga memang tetap menembunyikan masalah tentang balas dendamnya ini, ia juga berencana melenyapkan orang-orang yang menggunakan energi negatif yang berlebihan seperti ingin meningkatkan kekuatan dengan tumbal manusia.


Cukup lama, Bai An, Bai Chen, Bai Luan bicara hingga Bai Chen dan Bai Luan kini keluar dari kamar Bai An.


***


Sementara jauh di luar Kekaisaran Ling, saat ini Chu Tang yang baru sampai telah di sambut oleh Lang Zai.


Chu Tang juga datang seorang diri, kekuatan Chu Tang kini cukup mengerikan, Chu Tang saat ini mampu mengalahkan Kaisar Dewa Api dengan beberapa gerakan.


“Kekuatanmu cukup mengejutkan juga, saat ini kekuatan kita setara, yaitu Kaisar Dewa Alam ⭐ 1 Puncak, ini sudah cukup untuk membunuh beberapa Kaisar Dewa pada saatnya tiba,” kata Lang Zai lalu melayang dan pergi.


Chu Tang ikut melayang. “Hmm..!! Aku juga ingin mencoba kekuatanku yang baru ini kepada beberapa klan kuno tersembunyi yang mempunyai banyak kekuatan Kaisar Dewa, walau aku tidak tahu pasti berita tersebut, tapi aku dapat menebak jika berita itu benar.” Kata Chu Tang.


Apa yang di ucapkan Chu Tang memang benar, saat perang besar terjadi, para klan kuno sama sekali tidak mau terlibat, mereka lebih suka menonton.


Terlebih klan-klan kuno ini memiliki lebih dari 5 orang yang telah mencapai Kaisar Dewa Tinggi.


Jika Chu Tang tahu kebenaran ini dari dulu, maka ia sangat malu selalu mengungkapkan jika ia adalah yang terkuat dulu.


Terlebih saat Long Yuan baru-baru bersinar dulu, ia bahkan tidak mampu melawan Long Yuan sehingga membuat kesepakatan bersekutu dengan para Kaisar Dewa lainnya untuk menyerang Long Yuan.


Saat itu juga Ling Qie mendatangi mereka untuk membuat kesepatan lain, yaitu memusnahkan klan Ling lama lalu membuat klan Ling baru.


Dengan hadiah yang mengerikan, tentu para kaisar dewa tanpa ragu menolak, mereka semua langsung setuju termasuk Chu Tang yang di butakan oleh harta.


Memikirkan hal tersebut, Chu Tang kini merasa malu jika bertemu Bai An.

__ADS_1


Ia tahu jika Bai An adalah putra dari Ling Mei, tapi ia kini berusaha untuk kuat karena Bai An telah memaafkan perbuatannya.


Saat ini Chu Tang dan Lang Zai terus melesat dengan santai hingga melihat sebuah kemah yang cukup besar.


Kemah tersebut di buat secara terbuka tanpa takut di ketahui orang lain.


Tapi paktanya kemah besar yang berjejer itu telah di selimuti oleh ilusi buatan Bo Long sehingga Kaisar Dewa sekalipun sulit menemukannya.


Tap tap..!!


Lang Zai dan Chu Tang langsung di sambut oleh Cen Tian, Liu Fang, Son Teng dan Sin Ting saat mendarat.


Setelah memberi salam dan berkenalan dengan Chu Tang satu sama lain, mereka masuk ke dalam kemah untuk membahas langkah yang akan di ambil Chu Tang nanti di pelelangan.


Walau Chu Tang sudah tahu karena sebelum Bai An pergi dulu, Bai An memberikannya tugas apa saja yang akan ia lakukan, tapi Chu Tang tetap mengangguk karena pasti ada tugas tambahan yang akan ia lakukan.


Setelah Cen Tian memberitahu apa saja yang akan ia lakukan besok, Chu Tang langsung pergi bersama Lang Zai ke arah ibukota.


***


Sementara cukup jauh dari ibukota, tepat di sebuah bukit, ada sebuah istana yang cukup indah.


Itu adalah kediaman klan Ling terdahulu, namun kini di tempati oleh Ling Qie dan menjadi tempat keluarga Bai An di tahan juga.


Saat ini Ling Qie masih duduk menunggu Tuannya membuka gerbang, ia menunggu langkah apa yang akan ia ambil selanjutnya.


Karena dulu, ia di suruh untuk membunuh semua Kaisar Dewa dan memperbudak semua Kaisar Dewa yang menyerah.


Tak lama pintu gerbang terbuka, terdengar suara bunyi gerbang bergetar hebat.


Wuss..!!


Saat gerbang terbuka, angin langsung menerpa wajah Ling Qie.


Saat ini terlihat laki-laki tampan berjalan keluar ke arah Ling Qie, ia tak lain binatang buas yang Bai An maksud.


Kini ia telah pulih sepenuhnya hingga membuat ia bisa berubah ke bentuk manusia seutuhnya.


“Saatnya kau mengerahkan semua bawahanmu, karena besok saat pelelangan yang kau buat akan ada pembantaian masal.”

__ADS_1


__ADS_2