Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Merasakan Bahaya Akan Datang


__ADS_3

“Salam ayah, ada apa kau memanggil kami?” Sapa sebuah suara lembut sambil bertanya.


Pria berambut kuning langsung tersenyum saat melihat kedua putra putrinya.


“Hmm..!! Kau dari dulu tidak pernah basa basi lebih dulu, selalu ingin ke inti permasalahan,” kata pria berambut kuning.


Karena tak ingin berlama-lama, pria berambut kuning langsung berkata.


“Siapa di antara kalian yang bosan di sini dan ingin pergi ke alam semesta ke 10 untuk membunuh beberapa semut?” Tanya pria berambut kuning mulai tersenyum.


Keduanya saling melirik terlebih dahulu, lalu pemuda tampan berusia 20 tahun langsung berkata. “Aku tidak bisa pergi, jadi biarkan saja kakak yang akan pergi, karena saat ini aku ingin fokus berkultivasi tertutup untuk mengikuti turnamen memperebutkan peringkat alam semesta.”


Tanpa menunggu jawaban dari ayahnya, pemuda tampan yang mirip dengan ayahnya langsung menghilang.


Pria berambut kuning yang bernama Hu Xiao hanya bisa menghela nafas sedikit kecewa melihat kedua anaknya yang sulit di atur.


Pandangan Hu Xiao kini mengarah ke putrinya, ia adalah anak pertamanya yang berumuh sama seperti Bai An. Namanya ada Hu Qia.


Hu Qia yang menyadari dirinya di tatap langsung mengangguk.


“Kemana aku harus pergi dan siapa nama target berupa ciri-cirinya?” Tanya Hu Qia tanpa basa basi ke arah pria berambut merah.


Karena Hu Qia menyadari jika ini adalah ulah pria berambut merah.


“Namanya adalah Bai An, umurnya sama dengan Tuan putri, untuk tingkat kekuatannya ia hanya berada di ranah senior dan lokasinya Dunia Naga,” jawab pria berambut merah dengan pelan dan sedikit hati-hati.


Hu Qia mengangguk lalu melirik ke arah ayahnya Hu Xiao. “Aku pamit dulu,” kata Hu Qia dengan nada dingin.


Wuss..!!


Hu Qia langsung menghilang, namun sebenarnya ia tak menghilang, melain melesat dengan kecepatan cahaya.


Hu Xiao yang melihat itu langsung melambaikan tangannya tanda menyuruh pria berambut merah mengikuti Hu Qia.


Pria berambut merah langsung menghilang.


“Huuf,, kedua anak ini mulai dingin karena kehilangan ibu mereka,” gumam Hu Xiao menghela nafas berat.


Tak lama tatapan mata Hu Xiao sangat dingin. “Ini semua karena salah wanita ****** tersebut, jika ia tidak membawa istriku pergi dulu, mungkin ia tak akan terkena racun hati, dan sebuah keberuntungan ia bisa bertahan hidup cukup lama, tapi setelah melahirkan Hu Tang Qu, ia meninggal karena tidak bisa lagi menahan rasa sakit di hatunya,” gumam Hu Xiao di penuhi dendam.


Hu Xiao ini sebenarnya orang baik, namun akibat istrinya terluka, Hu Xiao berubah dan selalu diam-diam menyerang ibu Mu Xia'er, padahal istri Hu Xiao sudah memberitahukan jika ini bukan salah ibu Mu Xia'er, tapi tetap saja Hu Xiao menyimpan dendam hingga saat ini.

__ADS_1


Beruntung ibu Mu Xia'er hidup karena dua penguasa yang lebih kuat darinya datang membantu ibu Mu Xia'er dan menyarankan agar di segel selama beberapa juta tahun.


Karena Hu Xiao yakin tidak mampu menang melawan salah satu dari keduanya, Hu Xiao hanya bisa mengurungkan niatnya dan diam-diam menyuruh semua bawahannya untuk ke alam semesta ke 10 mengacau dan menguasai setiap dunia di alam semesta ke 10.


***


Sementara di dalam hutan dunia naga, tepatnya daratan naga besi, terlihat Tu Long kini teler.


Bai An dan Duan Du masih bertahan.


“Kak, apa setelah ini kita membawa paman Tu saja ke pengasingan untuk meningkatkan kekuatannya.”


Bai An diam sambil memikirkan ucapan Duan Du.


Saat ingin menjawab pertanyaan Duan Du, tiba-tiba hati Bai An gelisah dan merasakan akan ada bahaya mendekat.


Dengan cepat Bai An berdiri lalu mengedarkan kesadarannya.


Namun semua nihil karena Bai An tidak merasakan adanya sesuatu mencurigakan.


“Hmm..!! Apa karena aku mabuk ya terus salah merasakan,” gumam Bai An.


Duan Du yang melihat tingkah kakaknya hanya celingas celingus ikut melihat sekelilingnya.


Duan Du sangat mempercayai kakaknya apapun yang di ucapkan maupun lakukan.


Bai An mengangguk lalu melambaikan tangannya.


Wuss..!!


Bai An langsung menghilang bersama Duan Du dan Tu Long.


Tak lama setelah mereka bertiga menghilang, sebuah mata bewarna biru muncul.


“Hmm..!! Apa dia yang di ucapkan oleh penguasa?” Gumam mata tersebut bertanya-tanya dalam hati.


“Aku yakin jika itu orangnya, karena matanya sangat mirip denganku dan penguasa,” gumam mata tersebut tersebut kemudian menghilang.


Cukup jauh dari mata tersebut, berdiri pria berambut biru dengan mata yang sama persis dengan mata yang muncul di langit.


“Aku yakin kekuatannya tidak sesederhana yang terlihat, dapat terlihat dari cara ia menghilang, tapi kenapa aku tidak bisa melihat tingkat kekuatan yang sebenarnya dari anak tersebut dan hanya bisa melihat ranah senior saja?” Kata pria berambut biru dengan mata biru sambil melihat ke arah langit.

__ADS_1


“Terlebih ia bisa merasakan kehadiranku.”


“Jika terus memikirkan ini hanya akan membuat ku pusing saja, lebih baik aku melakukan tugasku untuk menjaga penerus penguasa sebelum penguasa kembali kesini.”


Pria berambut biru yang bernama Ling Zan langsung menghilang.


***


Saat ini Bai An, Duan Du dan Tu Long muncul di dalam kamar tempat Bai An dan Duan Du dulu beristirahat.


“Dhe Chi Yuan, kau bisa kesini, aku sekarang berada di kamar tamu yang dulu tempat pertama kau membawaku,” kata Bai An melalui telepati.


Tap tap..!!


Tak lama suara langkah kaki tergesa-gesa berjalan.


“Tuan besar, saya sudah di depan pintu, apakah saya boleh masuk,” kata Dhe Chi Yuan dengan hati-hati.


“Masuklah,” kata Bai An santai.


Cklek..!!


Tanpa menunggu lama Dhe Chi Yuan masuk lalu melihat ke arah Bai An dengan hormat.


“Kau suruh beberapa orang kepercayaanmu untuk memanggil Pin Cang dan Pin Sang kesini, karena aku ingin rencananya kitalah yang menyerang daripada menunggu di serang,” kata Bai An dengan nada serius.


Tanpa ragu Dhe Chi Yuan langsung mengangguk.


Setelah itu Dhe Chi Yuan pamit pergi menjalankan perintah Bai An.


Bai An kini melirik ke arah Duan Du yang terkikik kecil.


“Hehe,, aku yakin kakak mempercepat rencana karena merasa khawatir dengan apa yang kakak rasakan tadi,” kekeh Duan Du.


Bai An mengangguk kecil.


“Aku merasakan bahaya tersebut akan datang tidak lama lagi, tadi aku sempat menjadi orang bodoh karena dalam pengaruh minuman,” kata Bai An sedikit kesal pada dirinya sendiri.


Duan Du mengangguk santai sambil melirik Tu Long yang kini terlelap tidur.


“Aku akan membawa paman Tu Long untuk meningkatkan kekuatannya dulu, kakak tahu bukan tubuh paman Tu Long bisa menyerap semua sumberdaya tingkat tinggi tanpa efek samping?” Kata Duan Du.

__ADS_1


Bai An mengangguk kecil sambil berkata. “Ternyata kau tahu juga jika Tu Long mempunyai kelebihan yang tidak di punyai oleh orang lain.”


__ADS_2