Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Segerombolan Monster dan Bukan Dunia Guan 02


__ADS_3

Saat Bai An melihat jika ia berada di tengah dataran tandus. Atau Gurun pasir.


Bai An merasa ada yang sedang mendekat sehingga ia mencoba untuk waspada. Tapi saat merasa aura tersebut seperti Bai An kenal. Ia mencoba untuk berkomunikasi melalui pikiran.


“Tu Long, apakah kau yang sedang kemari?” Tanya Bai An.


“Iya Tuan muda, cepat lari ke arah selatan.” Teriak Tu Long, ia tidak teriak melalui pikiran atau telepati. Melainkan seluruh tenaga dalamnya. Itu karena ia terlalu panik jadi tidak tahu harus apa?.


Bai An awalnya bingung. Tapi saat ia merasakan jutaan monster. Bahkan ada ribuan monster yang setara dengan Bai An. Ada juga yang lebih kuat dari Tu Long.


Tentu Bai An lebih panik lagi. Ia langsung mengikuti arahan Tu Long berlari sekuat tenaga.


Wuss..!!


Tu Long langsung berada di samping Bai An.


“Bukankah ini Duniamu. Mengapa ini lebih mengerikan dari yang aku duga?” Teriak Bai An dengan kesal.


“Ini bukan dunia ku. Pasti ada kesalahan yang Nona Xia perbuat sehingga ia membawa kita ke Dunia Setengah Dewa.” Teriak Tu Long lebih kesal lagi.


Mendengar jawaban Tu Long. Bai An dan Tu Long sama-sama mengutuk Mu Xia'er dan kini mulai berpikir jika Mu Xia'er memang sengaja.


Dengan cepat Bai An membuka Dunia Jiwanya. Tapi dunia jiwanya tidak bisa terbuka.


Bai An tentu saja semakin panik saat melihat jika monster yang jauh lebih kuat dari Tu Long sudah hampir sampai. Mereka terlihat ganas dan kelaparan saat melihat Bai An dan Tu Long.


Bai An langsung mencoba tenang. Setelah ia mengingat bisa menguasai hukum ruang dan waktu. Dengan cepat Bai An merobeknya. Lalu manarik tangan Tu Long.


Bom..!!


Bertepatan dengan masuknya Bai An dan Tu Long. Tangan monster tersebut hampir mengenai mereka berdua. Untung saja Bai An dan Tu Long lebih dulu masuk. Jika tidak, mereka pasti akan langsung mati. Karena yang menyerang Bai An tadi adalah pemimpin Monster tersebut.


Tak lama pemimpin monster tersebut langsung berubah menjadi manusia.


“Nona, kami tidak bisa merasakan auranya lagi. Tapi kami yakin jika mereka masih di sekitar sini dan sedang bersembunyi di area gurun kematian ini.” Tiba-tiba monster setinggi 8 meter datang ia memiliki tubuh seperti manusia, tapi memiliki 6 tangan dan 4 tanduk serta satu ekor.


Monster tersebut langsung berubah menjadi manusia. Terlihat wujudnya seperti laki-laki berusia 50 tahunan langsung berlutut.


“Hmm..!! Aku tidak tahu apa yang di cari oleh manusia dan monster tersebut kesini. Mungkin ia di kirim untuk memata-matai kita, cepat cari jangan sampai lolos,” kata wanita yang menjadi pemimpin tersebut dengan suara tegas namun lembut.

__ADS_1


Semua monster yang ada di sekitar wanita itu langsung berpencar.


Sedangkan wanita itu memegang kain sobek. Lalu menciumnya. Tak lama ia tersenyum kemudian menghilang.


Di sebuah gurun kematian yang cukup jauh dari tempat para monster tadi berkumpul. Sebuah retakan tiba-tiba muncul di udara.


Krak.. Krak..!!


Brak..!!


Wuss..!!


Muncul satu pemuda dan satu monster berwujud setengah manusia.


Buk..!!


Ukkhh..!!


“Walaupun berhasil melarikan diri. Tapi masih saja tetap bisa terkena tangan monster itu,” gumam Bai An memegang pinggangnya.


Ia kemudian melirik Tu Long dengan nafas tersengal-sengal.


Tu Long langsung mengangguk dengan nafas masih tersengal-sengal.


Wuss..!!


2 jam kemudian, Bai An dan Tu Long kini menemukan sebuah gua kecil dan lubang gua tersebut cukup untuk 1 orang yang masuk.


Setelah memeriksa jika gua tersebut benar-benar aman. Bai An lebih dulu masuk kemudian di susul oleh Tu Long.


Saat di dalam Bai An menghela nafas dengan berat. Lalu melirik Tu Long yang sedang memulihkan diri.


“Ini pasti perbuatan ibu dan Xia'er, yang sengaja mengirimku kesini. Tapi bagaimana Tu Long tahu jika ini Dunia Setengah Dewa?” Gumam Bai An berpikir. Tapi ia tidak menemukan jawabannya, ia lebih baik menunggu Tu Long memberikan jawaban.


Bai An mengetahui tentang adanya dunia setengah dewa dari ibunya. Dunia Setengah Dewa jauh lebih kuat dari pada Dunia Biasa.


Di dunia Setengah Dewa ini juga seseorang yang melampui Dewa Penguasa pasti akan kesini lebih dulu. Karena mereka sudah mencapai Setengah Abadi, sama seperti Tu Long yang sudah mencapai Setengah Abadi walau ia masih tertahan di tingkat Dewa Penguasa Puncak. Tapi ia sudah menghadapi petir kesengsaraan ketiga.


Bai An mengeluarkan kristal tingkat tingginya lalu menaburnya di samping Tu Long untuk mempercepat proses pemulihan energinya.

__ADS_1


Setelah itu Bai An menjauh dari Tu Long. Bai An melihat sekitar gua, di dalam gua ini sangatlah kecil hanya seluas 10 meter saja.


Bai An berjalan ke arah pojok lalu duduk berposisi lotus kemudian mengeluarkan sedikit kristal tingkat tinggi dan mengeluarkan pil penyembuh tingkat menengah yang ia dapat dari cincin penyimpanan Jing Fu.


Dengan cepat Bai An melempar satu butir pil tersebut ke dalam mulutnya kemudian menyerap kasiatnya dengan bantuan Energi Semesta.


Bai An juga langsung masuk ke dalam lautan energinya. Karena selama ini ia tidak pernah melihat kondisi lautan energinya.


Saat Bai An melihat jika seluas mata matanya memandang lautan energinya itu seperti tak mempunyai ujung. Bai An juga melihat Energi Semestanya kini sudah lebih luas dari sebelumnya. Bai An juga melihat kini ada Energi Bewarna Emas, “Apakah ini perubahan dari Api Emas yang Xia'er berikan? Tapi kenapa bisa menjadi Energi?” Gumam Bai An cukup bingung.


Karena tak ingin memikirkannya. Bai An fokus melihat energinya semestanya dengan lahap menyerap semua energi yang ada dalam kristal tingkat tinggi kemudian menyalurkannya ke dalam Lautan Energinya.


Bai An tak tahu sudah berapa lama ia memulihkan diri. Saat ia membuka matanya, ia sudah tidak melihat Tu Long berada di tempatnya.


“Hmm..!! Kemana dia pergi?” Gumam Bai An mencoba merasakan keberadaannya menggunakan segel budak yang ia tanam. Saat ini Bai An masih tidak berani menggunakan energi kesadarannya karena takut ia akan di deteksi oleh para monster.


Saat Bai An melihat Tu Long kini sedang menuju ke gua dengan membawa hewan buruan.


Wuss..!!


Bai An melihat hewan buruan yang di bawa Tu Long berbentuk ayam tapi cukup unik karena ia mempunyai sebuah tanduk di kepalanya.


“Binatang apa ini? Tu Long.” Tanya Bai An tidak bisa membiarkan rasa penasaran menghantuinya.


“Ini Ayam Roh Ibis,” jawab Tu Long.


“Eeh..? Jadi ini namanya Binatang Roh Iblis.” Kata Bai An sedikit mengangguk.


“Iya, ayo kita makan Tuan muda, kau sudah 2 hari memulihkan dirimu. Aku juga tidak merasakan para monster di sekitar sini. Jadi saat ini kita aman.” Kata Tu Long.


Wajah Bai An sedikit bingung.


“Apakah kau tahu aku tidak bisa membuka dunia jiwa? Biasa kau menunggu untuk makan daging manusia?”


Tu Long mengangguk. “Aku sudah mendapatkan pesan dari Nona Xia dan Nyonya Besar, dulu sebelum kita pergi jika kita harus mengandalkan diri dan kerja sama berdua saja. Nona Xia juga melarangku memberitahu jika kau tidak akan bisa membuka dunia jiwa sebelum kau mengetahuinya sendiri.”


Mendengar itu Bai An tidak marah sama sekali. Ia malah tersenyum sedikit senang bercampur sedikit kesal karena ibu dan istrinya mengerjainya.


“Baiklah ayo kita bakar daging ayam roh iblis ini,” kata Bai An.

__ADS_1


__ADS_2