Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Hong Chu Vs Monster Tanpa Hati dan Monster Bertanduk


__ADS_3

Dengan cepat Bai An Menyuruh Tu Long, Hei Niu, Fu Chen mengikutinya ke arah segerombolan monster yang kini sedang melesat ke arah sini juga.


Kebetulan juga Bai An merasakan pasukan Binatang Spiritual yang di pimpin Binatang Surgawi sedang mengejar Bai An juga.


Saat Bai An merasakan gerombolan Monster sudah sangat dekat dengannya. Bai An langsung tersenyum tipis.


“Berkumpul,” kata Bai An melalui telepati kepada semua bawahannya.


Bai An langsung merobek ruang. Jing Ling langsung terkejut luar biasa. Ini yang di maksud Bai An kemarin untuk menyerahkan sisanya kepada Bai An saja.


Saat Bai An kedua kelompok tersebut sudah mencapai 100 meter.


“Masuk,” kata Bai An menyuruh semua bawahannya. Tu Long langsung yang pertama, lalu di susul Fu Chen, Hei Niu dan terahir Jing Ling.


Sedangkan Bai An masih diam. Ia menunggu mereka hampir mencapai 50 meter.


Saat waktu yang pas menurutnya. Bai An langsung terkekeh kecil.


Tangan Bai An kini memegang pedang pusaka klan Bai. “Tebasan Ashura,” kata Bai An dalam hati. Menebas pedangnya ke arah gerombolan monster.


Tebasan Bai An memancarkan puluhan bilah energi berbentuk pedang lalu melesat.


Bom..!!


Bom..!!


Bai An kembali mengayunkan pedangnya. “Tebasan Ashura.”


Hal yang sama terjadi ke arah Binatang Spiritual.


Bom..!!


Bom..!!


Jing Ling yang masih belum sepenuhnya masuk melihat semua kejadian tersebut. “Sungguh licik, aku tidak pernah berpikiran sampai kesini.” Gumam Jing Ling melihat sambil kedua kubu.


Bai An langsung masuk sambil menarik Jing Ling.


Wuss..!!


Kelompok Bai An langsung lenyap.


Wuss..!!


Pemimpin Binatang Surgawi itu baru sampai dimana tempat Bai An menyerang tadi.

__ADS_1


“Kurang ajar, ternyata ini jebakan. Tapi berkah buat kami, karena kalian semua akan langsung mati,” teriak Pemimpin Binatang Surgawi tersebut saat melihat Monster Tanpa Hati berhenti tidak jauh di depannya.


“Oohh ternyata kau yang menyembunyikan mereka,” kata Monster Tanpa Hati melirik ke arah Pemimpin Binatang Surgawi ini. Monster Tanpa Hati mendapat bisikan dari Komandan Bertanduk bahwa aura manusia tersebut tepat di tempat Pemimpin Binatang itu.


“Hanya segerombolan sampah datang menyerang, sungguh mengecewakan.” Kata Pemimpin Binatang Surgawi yang bernama. Hong Chu.


Mendengar ejekan Hong Chu, Monster Tanpa Hati langsung membalas.


“Walau kekuatanmu jauh lebih kuat dari kami dan setara dengan Jendral. Kami ada banyak itu cukup untuk mencincang dan memakan daging serta darahmu,” kata Monster Tanpa Hati sambil menjilat bibirnya menyeringai kecil.


“Ha..Ha..Ha.. Anak Monster baru hidup kemarin ternyata ingin mengandalkan jumlah. Aku juga bisa mengandalkan jumlah,” kata Hong Chu lalu bertepuk tangan.


Para Binatang Spiritual yang bersembunyi langsung keluar. Ada juga 7 orang yang setara dengan kekuatan para komandan Monster.


Monster Tanpa Hati langsung mendengus. “Jangan banyak bacot, bunuh mereka semua. Untuk dia,” tunjuk Monater Tanpa Hati ke arah Hong Chu, “Dia adalah bagianku.” Teriak Monster Tanpa Hati langsung melesat maju dengan seringai lebar.


Monster Tanpa Hati langsung sampai di depan Hong Chu lalu mengayunkan tombaknya. Ujung tombak Monster Tanpa Hati sangatlah tajam, itu senjata Tingkat 6 Awal.


Hong Chu langsung tersenyum percaya diri. Namun ia tetap waspada. Hong Chu juga langsung mengeluarkan Tombaknya untuk menangkis serangan Monster Tanpa Hati.


Trank..!!


Tidak berhenti sampai di sana. Monster Tanpa Hati langsung melempar belati kecil menggunakan tangan kirinya.


Baru saja Hong Chu selesai menangkis. Tombak Monster Tanpa Hati kembali melesat mencoba menusuk jantung Hong Chu.


Hong Chu yang sudah menyadari dari awal langsung membiarkan dirinya di serang begitu saja.


Karena merasakan krisis. Monster Tanpa Hati langsung mundur sejauh mungkin.


“Racun,” gumam Monster Tanpa Hati terkejut. “Ka.. Kau adalah Monster Primordial Surgawi berjenis Ular Hitam. Dengan julukan Ular Beracun.” Teriak Monster Tanpa Hati.


Tentu Monster Tanpa Hati cukup mengenalnya. Ia juga sangat membenci para Monster karena salah satu adiknya di tangkap dan di jadikan bahan uji coba membuat racun oleh Monster Suci.


“Ha..Ha..Ha..!! Walaupun kau mengenalku, kau tetap akan mati,” kata Hong Chu tertawa keras. Tapi tawanya menyiratkan kebencian yang sangat dalam.


“Komandan Bertanduk, Komandan Bersisik, bantu aku,” teriak Monster Tanpa Hati tetap tenang. Ia sedikitpun tidak takut dengan ancaman Hong Chu.


Dua komandan langsung muncul. Mereka bertiga saling melirik lalu mengangguk secara bersamaan. Tak lama aura mereka langsung naik dan tingkat kultivasi mereka meroket ke Kesatria Dewa Emas Bintang Dua Puncak. Untuk dua komandan lainnya Kesatria Dewa Emas Bintang Satu Awal.


Melihat itu, Hong Chu mendengus karena ketiga monster ini membakar Inti Monster mereka masing-masing.


Hong Chu seketika serius. Kini ia tak ingin main-main. Hong Chu langsung mengeluarkan auranya di sertai elemen Racunnya. Auranya seketika bercampur menebar ke area sekitar.


Pohon-pohon seketika layu saat terkena aura Hong Chu yang bercampur Racun.

__ADS_1


Para Monster tingkat rendah seketika mundur. Ada juga yang sempat mencium racun tersebut langsung lemah dan terjatuh mati.


Monster Tanpa Hati, Monster Bertanduk dan Monster Bersisik kini menyelimuti tubuh mereka dengan aura mereka masing-masing sehingga ia tidak mencium Racun tersebut. Mereka juga tidak peduli dengan para prajurit Monster tingkat rendah yang mati. Mudah bagi mereka mencari prajurit lagi, itulah pikir para komandan.


Hong Chu langsung memegang tombaknya yang kini di selimuti racun. “Kalian semua akan mati,” teriak Hong Chu dengan mata memerah.


Untuk para Binatang Spritual, mereka tidak ada yang mati, karena masing-masing dari mereka memegang penawar yang telah di berikan pemimpinnya.


Mereka semua juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang gerombolan monster yang mencoba mundur.


Kembali ke Hong Chu, ia kini melesat ke arah Monster Tanpa Hati dengan kekuatan penuh Untung insting Monster Tanpa Hati sangat tajam. Dengan cepat ia menarik Monster Bersisik untuk menghalau lesatan tombak Hong Chu yang muncul tiba-tiba.


Crash..!!


Seketika tubuh Mosnter Bersisik langsung di tembus oleh tombak. Dengan mata tidak percaya ia membalik kepalanya menatap Monster Tanpa Hati.


Tapi Monster Tanpa Hati biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa lalu berkata. “Pengorbananmu akan di kenang orang bangsa Monster nanti,” kata Monster Tanpa Hati menyeringai.


Bruk..!!


Bertepatan dengan Monster Tanpa Hati selesai berkata. Monster Bersisik langsung ambruk. Karena racun Hong Chu dengan cepat menggerogoti Dantian Monster Bersisik.


Hong Chu menarik tombaknya sambil menatap kedua komandan yang tersisa. Terutama Monster Tanpa Hati.


Dengan cepat Hong Chu menghilang lalu muncul di depan Monster Bertanduk. Untung penciuman Monster Bertanduk sangat tajam sehingga ia bisa memiringkan badannya ke samping. Tapi ia tak cukup cepat. Karena tombak Hong Chu mampu menggores sedikit pundak Monster bersisik.


Saat Hong Chu ingin mengayunkan tombaknya lagi. Ia merasakan sedikit bahaya, dengan cepat ia melompat kesamping.


Bom..!!


Sebuah energi tombak meluncur yang terbuat dari tombak Monster Tanpa Hati tepat mendarat di tanah lalu meledak.


Hong Chu langsung mendengus dingin. Saat Hong Chu ingin melihat ke arah Monster Tanpa Hati, ia langsung melihat sebuah tombak melesat lagi. Tapi dengan cepat Hong Chu menangkis.


Trank..!!


Saat menangkis sebuah pedang melesat ke arahnya dari belakang. Hong Chu langsung menunduk.


Tapi sebuah kaki terangkat ingin menerjangnya. Dengan cepat Hong Chu berguling-guling ke kiri.


Monster Tanpa Hati dan Monster Bertanduk tidak memberikan Hong Chu sedikit pun kesempatan untuk menyerang balik.


Dengan Cepat.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2