Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Menunggu Musuh Datang Sambil Minum Arak


__ADS_3

“Aku akan membunuh kalian semua,” teriak Xin Bat.


Saking terbawa amarah, Xin Bat tidak menyadari jika ada energi berbentuk naga melesat ke arahnya.


Wuuss..!!


Bomm..!!


Bam..!!


Bam..!!


Tubuh Xin Bat langsung terpental menabrak beberapa rumah.


Shi Kat yang melihat itu langsung tersenyum lebar, rencananya berhasil membuat ilusi jika keempat saudaranya di sandera, padahal saat ini keempat saudaranya masih bertarung dengan sengit.


Jika Xin Bat dari awal tidak terbawa emosi saat melawannya, Xin Bat mungkin menyadari jika itu adalah ilusi.


Senyum lebar saat ini terlihat di wajah Shi Kat.


Tapi itu hanya sesaat setelah ia tidak merasakan ada sedikitpun kehidupan di tempat Xin Bat terjatuh.


Shi Kat tahu jika Xin Bat tidak akan langsung mati, paling besar ia akan terluka, itulah analisis Shi Kat.


Dengan cepat Shi Kat melesat ke arah Xin Bat terjatuh.


Tap tap..!!


“Kurang ajar, ternyata dia menipuku,” teriak Shi Kat, setelah itu pandangannya teralih ke arah anak buahnya.


Hal yang sama pun terjadi, keempat saudara Xin Bat telah tidak ada di sana.


Amarah Shi Kat langsung membeludak, auranya kematian dari tubuhnya langsung keluar sepeunuhnya.


Tapi tak lama ia langsung menarik auranya.


“Hmm..!! Aku tak menyangka dapat di tipu oleh mereka, tidak ada gunanya marah saat ini, apalagi marah kepada mereka, karena aku saja bisa tertipu, bagaimana mungkin mereka tidak tertipu juga,” gumam Shi Kat langsung melirik ke arah Cacing Darah.


Tak lama mata Shi Kat langsung berubah hitam sepenuhnya.


“Hmm..!! Tubuh tiruan, julukan Cacing Darah raja melarikan diri memang benar, tubuhnya seolah cacing yang bisa meliuk-liuk dan licin bisa membawanya melarikan diri kemana saja kedalam tanah dan membuat tubuh tiruan agar bisa menipu musuh.


Tak lama setelah itu semua anak buah Shi Kat datang dengan wajah menunduk.


“Hmm..!! Kali ini aku tak menyalahkan kalian karena aku juga tertipu, jadi tidak ada yang salah maupun benar,” kata Shi Kat kemudian menambahkan. “Tugas utama kita saat ini adalah menangkap target, jangan sampai mereka lebih dulu membunuh target kita.”

__ADS_1


Semua bawahan Shi Kat langsung mengangguk patuh.


Tidak jauh dari pertarungan, Pin Sang kini sedang duduk santai sambil menikmati araknya.


“Eeh..!! Pertarungan mereka secepat itu selesai? Padahal aku sangat ingin menikmati arak ku ini dengan santai,” dengus Pin Sang kemudian mengedarkan kesadarannya.


Setelah melihat klannya kini tidak ada orang satupun, Pin Sang mengangguk santai.


Setelah itu Pin Sang mengedarkan kesdarannya ke arah kediaman adiknya Pin Cang.


Mata Pin Sang langsung melotot seakan-akan ingin keluar.


“Bukan kah aku menyuruh anak kurang ajar itu membawa Tuan muda kabur, tapi kenapa malah ia tidur-tiduran menikmati arak, seolah tidak terjadi apa-apa yang mendatanginya,” kata Pin Sang dengan geram bercampur kesal.


Plash Back..!!


Saat Pin Cang kembali ke kediamannya, Pin Cang langsung melesat ke pintu kamar Bai An.


Bomm..!!


Namun saat akan sampai, ia langsung menabrak sebuah perisai transparan.


“Duh duh duh,, kurang ajar, apa yang aku tabrak tadi? Apakah Tuan muda memasang perisai?” Kata Pin Cang mengelus-elus keningnya yang kini memerah dan ada dua benjolan di keningnya.


Bruk..!!


“Huh,, benar dugaanku jika ini adalah perisai, tapi perisai ini terlihat sangat kuat, apakah Tuan muda bisa membuat perisai seperti ini?” Gumam Pin Cang. “Tapi bagaimana bisa? Bukankah Tuan muda tidak bisa apa-apa, ia tidak memiliki bakat apapun?” Gumam Pin Cang kembali sambil bertanya-tanya dalam benaknya.


Karena penasaran tingkat tinggi, Pin Cang langsung mengeluarkan pedangnya sambil mengeluarkan teknik terkuatnya.


“Semoga perisai ini tidak hancur, jika hancur maka Tuan muda bisa terluka,” gumam Pin Cang.


“Teknik Pedang Bayangan.”


“Tebasan Menembus Dunia,” teriak Pin Cang.


Sebuah ayunan pedang beserta kekuatan energi yang bertumpu di pedang langsung menabrak perisai di depan pintu tempat Bai An berkultivasi.


Bom..!!


Tubuh Pin Cang langsung melayang menabrak pintu gerbang rumahnya.


“Ukhh,, perisai ini ternyata bisa memantulkan serangan seseorang,” gumam Pin Cang mengelap darah yang keluar dari mulutnya.


“Untung saja aku bisa mengantisipasi dan tidak menggunakan kekuatan penuhku, jika aku menggunakan kekuatan penuh maka aku bisa terluka parah dan bisa jadi mati,” gumam Pin Cang sambil memikirkan beberapa rencana.

__ADS_1


Setelah menemukan ide, ia langsung melesat ke arah pintu tempat Bai An berkultivasi, Pin Cang duduk sambil mengeluarkan araknya lalu menuang arak ke gelas yang ada di tangan kirinya.


Plash Back And..!!


Dengan santai Pin Cang meminum araknya secara perlahan dan menghiraukan beberapa kultivator yang memiliki tingkatkan lebih tinggi darinya kini melesat ke arahnya.


Tap tap..!!


“Dimana anak itu? Jika kau bekerjasama maka aku akan membiarkanmu hidup.” Kata Xin Bat terlihat terburu-buru.


Pin Cang langsung melirik ke arah Xin Bat sambil menunjuk pintu tempat Bai An berkultivasi.


“Bukankah kau bisa merasakannya, masuklah aku tahu jika menghalangimu aku pasti akan mati, jadi tidak ada gunanya aku berbohong,” kata Pin Cang santai, setelah itu ia meneguk beberapa kali araknya.


Xin Bat yang mendengar itu menatap mata Pin Cang yang berkata jujur, Xin Bat langsung berjalan, namun di hentikan oleh saudara kedua.


“Saudara tertua, ini mungkin jebakan, suruh saja ia membawa target,” kata saudara kedua.


Xin Bat langsung terdiam, membenarkan ucapan saudara kedua dalam hati.


Mata Xin Bat melirik ke arah Pin Cang sambil berkata. “Cepat bawa anak itu kesini, jika tidak aku akan membunuhmu.”


Mendengar dirinya di perintah menggunakan ancaman. Pin Cang melirik ke arah Xin Bat.


“Heng,, aku paling benci di perintah apalagi di ancam, jika kau kuat maka maju saja, aku akan mengulur waktu sampai orang-orang dari Sekte Naga Hitam datang, maka disanalah kematian kalian,” dengus Pin Cang, tapi tak lama ia menyeringai licik secara terang-terangan.


“Kau..!!”


Terdengar suara teriakan dari saudara kedua yang bernama Xin Kong.


“Apa? Jika kau berani maka maju saja, karena aku merasakan para anggota Sekte Naga Hitam sebentar lagi akan sampai,” tantang Pin Cang.


Terlihat Pin Cang sama sekali tidak takut, walau mati sekalipun Pin Cang merasa ia mati secara terhormat.


Saat Xin Kong ingin melesat, Xin Bat menghentikannya sambil berkata. “Tidak ada gunanya berdebat dengannya, itu malah akan membuat kita mengulur waktu untuk orang-orang dari Sekte Naga Hitam.”


Setelah itu Xin Bat melirik ke arah Pin Cang sambil berkata. “Aku tidak tahu apa yang kau sembunyikan di dalam sana, tapi saat aku berhasil membawa anak itu pergi dari sini, maka aku akan mencarimu kemanapun kau sembunyi.”


Pin Cang hanya mengeluarkan senyum lebar saat mendengar ancaman tersebut.


Xin Bat yang tahu tak ada gunanya berdebat dengan Pin Cang langsung melesat ke arah pintu tempat Bai An berkultivasi.


Tangan Xin Bat langsung di selimuti oleh energi yang lumayan kuat, tangan Xin Bat langsung terayun ke arah pintu untuk menghancurkannya.


Bom..!!

__ADS_1


__ADS_2