Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pertarungan Tu Long II


__ADS_3

“Ukkhh..!! Kurang ajar, apakah ada orang yang sekuat Kaisar Dewa Api di sini? Aku baru tahu jika itu benar,” gumam We Tan lalu mencoba berdiri.


“Semoga saja orang itu terluka parah, beruntung jika ia mati,” gumam We Tan melirik ke arah tempat Tu Long tadi berdiri.


Namun semua harapannya langsung sirna saat melihat wajah seringai Tu Long yang samar-samar.


Setelah asap menghilang barulah terlihat wajah menyeramkan dari Tu Long yang menyeringai kejam.


Tubuh We Tan seketika membeku sesaat, setelah itu ia kembali normal.


Pandangan We Tan langsung teralih ke arah Lin Yun yang masih membeku dengan tubuh bergetar.


Sementara Shi Qiang membeku karena merasa mengenal wajah orang di depannya yang tak lain Tu Long. Tapi Shi Qiang lupa ia bertemu dimana.


“Hehe,, aku suka semangat kalian bertiga yang tak gentar,” kata Tu Long langsung menghilang.


Wuss..!!


Tu Long muncul di depan We Tan, karena We Tan yang paling dekat dengan dirinya.


Tangan Tu Long terayun dengan santai tanpa energi.


We Tan yang terkejut langsung menyilang tangannya untuk menahan pukulan Tu Long, ia tidak sempat menghindar karena kemunculan Tu Long yang tiba-tiba.


Bam..!!


Krak krak..!!


Kedua tangan We Tan yang ia silang untuk menahan tinju Tu Long terdengar retak beserta ia terlempar jauh.


Tu Long kembali menghilang memanfaatkan keterkejutan Shi Qiang dan Lin Yun.


Tu Long muncul di depan Shi Qiang dengan tangan sudah terayun.


Shi Qiang yang sudah waspada langsung menundukkan kepalanya.


Namun ia tak menduga gerakan Tu Long sangat cepat.


Terlihat kaki Tu Long terayun ke perut Shi Qiang.


Bam..!!


Tubuh Shi Qiang terlempar dengan cepat yang terlihat seperti lesatan pedang.


Tu Long kembali menghilang dan meninju Lin Yun, namun dapat di lihat dengan jelas jika Tu Long memukul Lin Yun tidak terlalu keras.

__ADS_1


We Tan dan Shi Qiang tidak melihat hal tersebut, jika mereka melihatnya maka mereka pasti akan berteriak tidak terima.


Tu Long kini berdiri dengan senyum lebar sambil melirik ke arah Duan Du yang terlihat kesal karena ia tidak bisa ikut bermain-main.


Flasback..!!


Saat menunggu kedatangan Shi Qiang, We Tan dan Lin Yun.


Tu Long dan Duan Du bertaruh dengan suit, yang menang maka ia yang akan bertarung dan yang kalah hanya diam menonton tanpa ikut campur.


Dengan semangat Duan Du dan Tu Long melakukan suit dan yang menang suit tiga kali maka ia yang akan menang, sementara Bai An menjadi juri agar tidak adanya kecurangan.


Hingga Tu Long menang membuat Duan Du awalnya tidak terima dan ingin bertaruh ulang, namun ia langsung diam saat Bai An menyuruhnya diam jika kalah bertaruh.


Duan Du sebenarnya tidak mau menuruti kakaknya, namun karena janjinya yang menuruti Bai An selama 5 tahun, mau tak mau ia diam.


Flashback And..!!


“Heng,, akan ada saatnya aku yang akan tertawa, karena biasanya orang yang mengalah lebih dululah yang tertawa bahagia,” dengus Duan Du.


“Hehe,, yang penting kenikmatan dan kesenangan di awal, untuk ahirnya pun pasti akan ikut menikmati kesenangan,” ejek Tu Long.


Setelah itu Tu Long menatap ke arah Shi Qiang, We Tan dan Lin Yun yang baru bangun.


Untuk Shi Qiang ia hanya diam saja sambil menatap tajam ke arah Tu Long yang kini tahu siapa orang di depannya ini.


“Hmm..!! Aku tak menduga jika orang yang dulu satu dunia denganku kini menjadi sosok mengerikan seperti ini,” kata Shi Qiang.


Mendengar itu, We Tan dan Lin Yun langsung terkejut, mereka berdua langsung menuju ke arah Shi Qiang.


“Apa kau mengenal orang ini?” Tanya Lin Yun.


“Apa kau tahu cara mengalahkan orang ini? Atau setidaknya bisa bertahan hidup dan melarikan diri?” Tanya We Tan.


Shi Qiang hanya diam saja selama beberapa saat, setelah itu ia menggeleng. “Orang ini sangat gila bertarung, aku yakin ia menyerang kita hanya untuk memuaskan hasrat bertarungnya, tapi saat ini ia masih menahan diri karena kita masih lemah dimatanya.” Kata Shi Qiang dengan nada serius.


We Tan mengangguk mengerti karena memang benar jika ia merasa Tu Long menahan diri.


“Jika begitu kita memiliki kesempatan bertahan hidup, kalau kita bisa memuaskan hasrat bertarungnya,” kata We Tan.


“Benar, tapi apakah kita bisa bertahan?” Tanya Lin Yun agak bimbang.


“Aku yakin kalian berdua sangat sombong jika bertarung bersama, apalagi bekerjasama melawan satu orang. Tapi kalian mau tak mau harus melakukannya saat ini karena jika tidak, kita akan mati tanpa perlawanan,” kata Shi Qiang kini menatap ke arah Tu Long yang santai sambil mengkorek-korek telinganya.


We Tan dan Lin Yun kini mengangguk membenarkan ucapan Shi Qiang.

__ADS_1


“Hmm..!! Walaupun kita musuh, tapi saat ini kita tidak punya pilihan lain, terlebih aku meraskaan para pengikutku maupun pengikutmu yang berhasil selamat sudah melarikan diri.” Kata We Tan mengangguk lalu kembali berkata. “Jika mereka berhasil memberi kabar ke Kaisar Dewa kita masing-masing, maka kemungkinan kita bisa sedikit tenang karena mendapat bantuan.”


Shi Qiang membenarkan ucapan We Tan.


Tu Long yang sudah lama menunggu langsung berkata.


“Apa kalian sudah selesai bergosip? Aku sudah pegal menunggu,” kata Tu Long sedikit kesal.


Mendengar itu Shi Qiang dan We Tan langsung maju.


“Tentu kami sudah siap dan kami berterimakasih kau telah memberikan kami kesempatan untuk memulihkan energi,” kata We Tan.


Tu Long tersenyum lebar. “Jika begitu, berarti kalian sudah siap menahan tinjuku” kata Tu Long langsung menghilang.


Tu Long seketika muncul di depan We Tan dan Shi Qiang.


Kedua tangan Tu Long dengan santai meninju ke arah keduanya.


We Tan dan Shi Qiang yang sudah waspada penuh tetap saja tidak bisa menghindar.


Bam..!!


Tubuh We Tan dan Shi Qiang langsung terlempar 20 meter.


Tu Long tersenyum saat melihat pedang Lin Yun melesat ke arahnya.


Lin Yun yang memanfaatkan kesempatan langsung menyerang dari atas, karena mengira kepala Tu Long adalah kelemahannya.


Trank..!!


Saat kepala Tu Long merasa di gelidik tangan bayi, Tu Long langsung berkata. “Apakah kau tidak bisa menggunakan pedang saja atau setidaknya menggunakan senjata yang sebenarnya.”


Lin Yun hanya bisa menganga sehingga ia tidak sadar tangan Tu Long menjulur mencengkram lengannya lalu melempar Lin Yun ke arah We Tan dan Shi Qiang berada.


Sementara We Tan dan Shi Qiang yang mencoba bangun langsung berteriak kesal dalam hati saat melihat tubuh Lin Yun melesat ke arahnya.


Bam..!!


Mereka bertiga kembali terjatuh menabrak bikut kecil hingga tertanam.


“Haha,, sukses besar,” kata Tu Long bertepuk tangan sambil melirik tipis ke arah Duan Du yang tangannya terlihat gatal.


Tu Long seketika mengeluarkan senyum mengejek ke arah Duan Du.


“Diam saja disana dan lihat bagaimana paman menghajar mereka untukmu.”

__ADS_1


__ADS_2