
Dunia Jiwa.
Sementara di dunia jiwa kini Bai An telah selesai memulihkan energinya, ia sedang berdiri menatap Tu Long dengan aneh.
“Kenapa tingkatanmu lebih tinggi? Perasaan tadi sebelum memulihkan diri kau masih Dewa Penguasa Ahir. Setelah memulihkan diri sekarang kau sudah naik ke tingkat Dewa Penguasa Puncak.” Tanya Bai An heran.
“Itu karena aku hebat Tuan muda,” jawab Tu Long menaik-naikkan alisnya.
Wajah Bai An langsung cemberut.
“Iya kau memang hebat, memang sepantasnya bawahanku harus hebat,” kata Bai An tidak mau kalah.
Tu Long langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Itu sebenarnya aku benar-benar hebat Tuan muda. Di dunia Guan 02 tidak ada namanya apa itu? Ah ya kristal yang kau berikan. Di sana kami bertahan hidup dan selalu berperang sesama monster untuk memperebutkan manusia. Karena manusia adalah sumber kehidupan bagi kami, ia seperti hewan ternak bagi kami. Jadi di sana kami hanya berlatih dengan cara bertarung dan meningkatkan kekuatan seadanya. Kami juga hanya mengandalkan tanaman herbal untuk makanan penjagal perut segaligus meningkatkan kekuatan. Tapi tidak secepat kristal yang kau berikan.”
“Itu juga, energi Qi yang terkandung di kristal tersebut sangat banyak. Coba ada lebih banyak lagi. Mungkin aku mampu menembus tingkat selanjutnya,” kata Tu Long seperti orang bodoh.
Bai An mengangguk mengerti, jika tebakannya tidak salah. Berarti energi Qi di dunia Tu Long pasti sangat tipis. Jika semua monster tersebut ada di dunia tempat Bai An. Mungkin kekuatan mereka semua meningkat pesat, itulah yang ada di dalam benak Bai An.
Saat Bai An berpikir ingin memberikan Tu Long kristal tingkat tinggi. Tiba-tiba ia mendengar suara di kepalanya.
“Jangan berikan. Jika ia mencapai Setengah Dewa Abadi atau tingkat Prajurit Dewa. Maka ia akan berubah sepenuhnya menjadi manusia, jika itu terjadi. Aku takut ia sulit untuk di kendalikan karena saat ini Tu Long masih berpikir liar layaknya monster pada umumnya jadi kau masih bisa mengendalikannya. Jika ia telah berpikir seperti Manusia yang penuh siasat. Walau tetap setia dengan kau tahu nama dan segel budak yang kau tanam. Tapi ia pasti akan agak sulit menurut.”
“Lebih baik kau buat saja ia lebih setia dan patuh lebih dulu baru kau suruh ia meningkatkan diri.”
Bai An langsung mengangguk dalam hati dan mengurungkan niatnya membantu Tu Long meningkatkan kekuatannya.
Tap tap..!!
Long Yuan tiba-tiba datang dengan dua monster di kedua tangannya. Long Yuan menyeret mereka lalu melepaskan kedua monster tersebut.
Bai An tentu mengenal kedua monster tersebut, salah satunya monster yang pertama kali Bai An temui.
“Mereka kenapa saudara Yuan?” Tanya Bai An memastikan.
__ADS_1
“Mereka sering berselisih, Tuan muda. Dari dulu kedua kelompok mereka sering bertarung memperebutkan ternak.”
Bukan Long Yuan yang menjawab, melainkan Tu Long.
Bai An langsung menatap kedua monster tersebut dengan tatapan tersenyum.
“Apakah ada yang kurang dari yang aku berikan sampai-sampai kalian harus begini?” Tanya Bai An melalui pikiran. Karena ia masih tidak mengerti bahasa monster.
“Dia lebih dulu merebut makananku Tuan muda,” tunjuk monster berkepala harimau.
“Itu karena dulu kelompokmu sering merebut makanan kami. Jadi aku pasti akan membalasnya,” kata monster berkepala singa tak mau kalah.
“Kalian, ini bukan dunia kalian dan tidak kekurangan makanan. Jadi berhentilah menganggap ini seperti di dunia kalian,” mata Tu Long menatap kedua monster tersebut dengan tatapan mengerikan.
Kedua monster tersebut langsung mundur. Mereka tidak takut jika bertarung sampai mati. Karena begitulah pola pikir monster, mereka harus bertahan hidup. Jika lemah ya mati.
Tu Long semakin mengganas. Saat ia ingin menyerang keduanya. Kedua monster tersebut bukannya takut, mereka berdua malah saling melirik seperti sepakat bekerja sama melawan Tu Long.
Tu Long muncul, saat tangannya ingin mencengkram leher keduanya. Ia tiba-tiba kepanasan. Begitu juga dengan kedua monster tersebut.
Akhhkk..!!
“Tuan muda, tolong hentikan. Aku berjanji tidak akan mengulanginya,” teriak Tu Long kesakitan. Terlihat segel budak di tubuh Tu Long menyala bewarna putih cerah.
“Huuff..!! Untung segel ini berpungsi dan batasan segel ini hanya bisa menyegel Dewa Penguasa Puncak.” Gumam Bai An merasa aman, karena bisa mengendalikan Tu Long dan monster yang lainnya jika terjadi seperti ini lagi.
“Kalian ini katanya sesama monster bersatu. Tapi kenapa masih bertarung sesama monster,” kata Bai An dengan tenang.
“Hehe itu sudah biasa bagi kami. Tapi memang benar kami akan bersatu jika ras lain menyerang kami,” jawab Tu Long terkekeh setelah ia tidak merasa kepanasan lagi.
“Memang masih berpikir liar dan terang-terangan saat ngomong,” gumam Bai An dalam hati. Buktinya sudah Bai An tahu saat ia meminta arak tadi.
“Sudah-sudah, kalian berdua kembalilah dan jangan sampai aku mendengar kalian berselisih lagi.” Kata Bai An sambil melirik Long Yuan.
__ADS_1
Long Yuan yang paham langsung mengartikan ucapan Bai An.
Setelah mereka pergi. Kini wajah Bai An langsung berubah serius, ia menatap Tu Long.
Bai An langsung menghela nafas berat saat melihat wajah santai Tu Long. Ia cukup kagum dengan bangsa monster, walaupun agak liar tapi mereka jujur dan tidak takut mati.
“Saudara Pixiu apakah kau masih banyak stok arak?” Tanya Bai An.
“Hanya beberapa puluh saja Tuan muda. Saudara Lang Zai mungkin masih memiliki ribuan,” jawab Pixiu sambil mengeluarkan 20 kendi besar berisi arak.
Mata Tu Long langsung bersinar. Tapi ia tetap diam karena belum mendapat izin dari Bai An.
“Tu Long ceritakan siapa yang menyerang kita dan bagaimana kau tahu bahwa ada serangan. Dan saudara Pixiu tolong tuangkan araknya,” kata Bai An sambil duduk.
Dengan cepat Tu Long duduk di ikuti oleh Long Yuan dan Pixiu sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Tu Long.
“Ahh..!! Enak,” kata Tu Long lalu menatap Bai An sambil tersenyum.
“Itu karena kelebihanku Tuan muda. Aku memiliki penciuman dan pendengaran yang sangat tajam melebihi para monster lainnya.”
“Aku mencium jika monster yang menyerang kita itu lebih kuat dari yang aku katakan beberapa waktu lalu saat mencium dari bau baju yang kau berikan. Dia juga menyamarkan auranya mirip dengan aura dari monster yang aku cium di baju yang kau berikan. Dia juga jauh lebih kuat dari manusia yang kau maksut.” Kata Tu Long lalu meneguk arak yang telah di tuangkan oleh Pixiu.
Sementara mata Bai An, Long Yuan dan Pixiu kini melotot agak terkejut.
“Jadi ada dua monster, dan monster yang menyerang kita lebih kuat. Aku kira Tangan Kanan Kaisar Dewa Kegelapan adalah yang terkuat dan setara dengan Jing Xan. Tapi ada yang jauh lebih kuat,” gumam Bai An menggenggam tangannya erat-erat.
“Terus jika ia jauh lebih kuat dari Jing Xan. Pasti kau dan Tuan muda tidak akan selamat dari serangannya?”, tanya Long Yuan penasaran.
“Oh ya, aku lupa itu. Aku merasa ia hanya menggunakan setengah kekuatannya yang berarti setara dengan kekuatan penuhku, bahkan mungkin setengah kekuatannya jauh lebih kuat dari kekuatan penuh ku.” Jawab Tu Long sambil asik meminum araknya. Saking asiknya minum, Tu Long lupa memberitahu jika aura monster yang jauh lebih kuat itu ia juga mencium aura samar-samar monster tersebut di tangan Bai An.
Saat Long Yuan ingin bertanya lagi. Bai An langsung menghentikannya.
“Cukup, jangan membuat diri kita jauh lebih lemah lagi. Lebih baik kita semua berlatih lebih giat lagi.” Kata Bai An dengan tegas.
__ADS_1