Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Keuntungan berlipat ganda dan Bertemu Patriark Klan Xio


__ADS_3

“Bantu aku,” kata Tetua Jing Fu teriak saat merasakan panas yang cukup kuat hingga membakar jubahnya. Serangan gabungan kedua patriark itu kini berjarak 1 meter dari Tetua Jing Fu.


Bai An langsung bergerak cepat saat ia mendengar jawaban dari Jing Fu.


Wuss..!!


Bai An muncul di depan Jing Fu lalu menarik pundaknya kembali menghilang bersama Jing Fu.


Tap tap..!!


Bai An muncul di samping Pixiu dan Tang De.


“Huh huh..!!”


Terdengar nafas Jing Fu tersengal sengal karena kelelahan. Dengan perlahan tangan kanannya mengusap keringat di keningnya.


Saat Jing Fu mengangkat kepalanya untuk melihat siapa orang yang membantunya. Matanya melotot dengan mulut terbuka lebar. Karena tidak percaya.


Tapi Bai An tidak mempermasalahkan sikapnya. Dengan santai Bai An menodongkan tangannya lalu berkata. “Mana, janjimu. Tugas ku membantumu dari kematian telah aku tepati.”


Senyum Bai An sangat licik setelah ia mengatakan hal tersebut.


Kini Jing Fu hanya bisa kecewa. Ia tidak ingin mencari masalah dengan Bai An hanya karena pill dan uang. Ia tahu perjanjian tidak seperti itu, tapi apa boleh buat.


Dengan berat hati Jing Fu memberikan cincin penyimpanannya. “Ini, kau bisa menghitungnya.” Kata Jing Fu.


“Tidak perlu. Aku dapat melihat dari tampangmu bahwa kau adalah orang yang baik. Karena kau orang baik aku bisa membantumu mengusir mereka.” Kata Bai An sambil tersenyum menaikkan alisnya berkali-kali.


Pixiu dan Tang De hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Bodoh sekali orang tua ini mau di tipu begitu saja.” Gumam Pixiu dan Tang De bersamaan dalam hati.


Jing Fu terlihat berpikir. “Kenapa kau tidak membunuh mereka saja? Dari yang ku lihat, kau bisa membunuh mereka dengan mudah.” Tanya Jing Fu.


“Panglima mereka belum keluar. Jika aku membunuh mereka bertiga. Aku takut Panglima mereka akan melarikan diri dan membawa bala bantuan,” jawab Bai An dengan jujur.


“Hmm..!! Jadi benar jika semua klan besar di Benua Hongcu dan Benua Hang Chen kesini untuk merebut Pulau ini dan Kotanya.” Gumam Jing Fu.


Jing Fu kemudian melirik ke arah Tang De. “Jenderal De, apakah walikota tidak mencoba mencari bantuan ke klan atau sekte besar?” Tanya Jing Fu.


“Bantuan kami ada di depanmu. Mereka berdua adalah bantuan kami. Tapi mereka bekerja secara sembunyi-sembunyi,” jawab Tang De langsung saat ia mendapat pesan telepati dari Bai An.


“Baiklah, jika kau bisa memukul mundur dan membunuh mereka semua saat panglima mereka keluar. Apapun yang kau inginkan selagi Klan Jing mampu menurutinya. Akan kami berikan.” Kata Jing Fu mengambil kesepakatan sendiri tanpa mendiskusikannya dulu kepada Klan Jing Pusat.


“Hanya dua. Pertama aku ingin 50% Saham Asosiasi Dunia di Kota ini dan kedua. Kau tidak boleh mengambil bagian dari hasil jarahan nanti.” Kata Bai An tersenyum menang.


“I.. Itu,, aku tidak bisa memberikan 50% Aku harus mengabari Penguasa JingXin terlebih dahulu.” Kata Jing Fu menolak.

__ADS_1


“Ya sudah kalau kau tidak mau. Ayo kita pergi,” kata Bai An mengajak Pixiu dan Tang De.


“Tunggu, bagaimana kalau 20% Aku akan mencoba menegosiasikan ini kepada Penguasa ku.” Teriak Jing Fu.


Tapi Bai An tetap berjalan tanpa menengok ke belakang sedikitpun.


30%


40%


“Baiklah 50%” teriak Jing Fu pasrah.


Bai An langsung membalik badannya dan berjalan ke arah Jing Fu.


“Oke deal,” kata Bai An mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Jing Fu.


“Deal,” jawab Jing Fu pasrah sambil menjabat tangan Bai An.


Sementara di tempat pertarungan Jing Fu dan ketiga musuhnya tadi.


Kini Jendral Besar Liu dan kedua patriark tertawa bahagia saat melihat tidak ada sedikitpun sisa dari mayat Jing Fu, sehingga mereka bertiga mengira Jing Fu telah hangus terbakar.


Saat ini tatapan mereka mengarah ke Asosiasi Dunia dengan tatapan serakah.


Saat mereka ingin bergerak maju ke sana. Sebuah aura dan suara membuat ketiga orang tersebut merinding.


Asal suara dan aura tersebut berasal dari Bai An yang menyamarkan suaranya dengan suara serak agar terlihat tua. Dan menekan khusus ke arah mereka bertiga saja.


Tanpa memperdulikan orang yang melihat Jendral Besar Liu dan kedua patriark mereka kini lari terbirit-birit seperti di kejar setan.


Hal tersebut mengundang gelak tawa bagi para penduduk kultivator rendah. Sedangkan untuk yang cukup kuat langsung berpikir siapa yang mampu mengusir mereka bertiga jika tidak seorang penguasa datang kesini atau Tetua pertama Klan Jing Pusat datang tapi tidak ingin muncul di hadapan orang orang.


“Sudah beres, sekarang kau bisa membereskan sisanya. Jika kau ingin mencariku untuk berbisnis. Maka kau tinggal mencari Jendral Tang De.” Kata Bai An lalu menghilang bersama Pixiu dan Tang De.


“Huff,, anak muda itu sangat kuat. Apakah ia Jenius dari Dunia Dewa?” Gumam Jing Fu kemudian ikut pergi dari sana.


Wuss..!!


Wuss..!!


“Hoek..! Hoek..!! Bisakah kau membawaku dengan pelan. Dan caramu juga membawaku seperti membawa barang mati saja.” Kata Tang De dengan kesal.


“Sial mimpi apa aku semalam?. Mengapa hari ini aku begitu menderita,” gumam Tang De mengutuk nasibnya.


Ha ha ha..!!


Ha ha ha...!!

__ADS_1


Bai An dan Tang De tertawa terbahak-bahak saat mendengar Tang De bergumam.


Saat mereka masuk ke kediaman Walikota. Bai An melihat jika Xio Dan ada disana bersama Patriark dan Tetua pertama.


Patriark dan Tetua pertama melirik ke arah Bai An, Pixiu dan Tang De.


Saat ini Patriark dan Tetua pertama klan Xio sedang bicara sama Long Yuan dan Tang Rou.


“Tuan muda,” ucap Long Yuan kini sedang menyamar jadi Fanghu.


“Tuan muda Bai,” ucap Tang Rou hormat.


Melihat tingkah Dewa Kapak dan Walikota Tang Rou sangat menghormati Bai An.


Patriark Xio dan Tetua pertama dengan cepat berdiri. Lalu memberi hormat.


“Tuan muda, maaf kami tidak mengetahui anda. Jadi terlambat memberi hormat,” ucap Patriark Xio.


“Tidak apa-apa. Kalian juga tidak mengenal diriku. Jadi itu wajar.” Kata Bai An melambaikan tangannya.


Wuss..!!


Tap tap..!


“Tuan muda, saat ini Penguasa Yu Fan berhasil mengacau di beberapa titik yang telah di tandai oleh Fanghu.”


Jing Xan tiba-tiba datang memberi kabar baik. Tapi ia lupa jika di sini ada orang lain. Yaitu Patriark Xio dan Tetua pertama.


“Pe Penguasa terkuat Jing Xan,” ucap Patriark Xio dan tetua pertama dengan terbata-bata. Mereka berdua tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Beberapa kali mereka mengusap-usap mata mereka. Tapi itu memang benar Jing Xan.


“Eeeh.. Di sini ada orang lain. Apa perlu aku membunuhnya Tuan muda,” kata Jing Xan dengan santai sambil melirik Bai An lalu kembali melirik ketiga orang yang menurutnya asing.


“Huuff..!! Lain kali kau harus lebih berhati-hati. Itu tidak perlu. Karena mereka ada di pihak kita.” Jawab Bai An sambil melirik Patriark Xio dan Tetua pertama.


“Siapa nama kalian berdua?” Tanya Bai An.


“Saya Xio Ren patriark klan Xio.”


“Saya Xio Ron Tetua pertama klan Xio,” secara serempak keduanya menjawab dengan cepat.


“Buka jubah kalian. Aku akan memasang segel budak. Dan kalian bisa tenang, karena saat perang berahir aku akan menghilangkan segel tersebut.” Kata Bai An dengan nada perintah.


Xio Ren dan Xio Ron agak ragu ragu. Dengan cepat Xio Dan berkata. “Ayah, paman, kalian tidak perlu ragu atau takut. Karena aku juga di pasangkan segel budak.”


Xio Dan langsung membuka jubahnya agar bisa melihat segel budak terpasang di punggungnya.

__ADS_1


Xio Ren dan Xio Ron langsung mengangguk secara bersamaan.


__ADS_2