Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Murid Kedua Yang Memiliki Tubuh Dewa Perang.


__ADS_3

Saat Bai An terkejut yang lain menjadi heran, hanya Bai Luan yang kini berpikir, "Apakah aku akan mendapat adik senior?" Gumam Bai Luar dalam hati yang terlihat bersemangat.


"Tuan Muda ada apa?" tanya Huang Feng langsung, ia takut akan dimarah karena ia juga yang menyelamatkan para budak.


Anak tersebut melirik Huang Feng dan terkejut jika Tuan penyelamatnya memanggil pemuda didepannya ini Tuan Muda.


"Hmmn tidak ada Saudara Huang, kau tenang saja!" jawab Bai An.


Huang Feng langsung mengangguk tidak bertanya lagi.


Bai An kini melirik anak tersebut dengan senyum bahagia, "Apakah kau ingin menjadi kuat adik kecil?" tanya Bai An yang membuat orang-orang heran termasuk Fang Liu itu kini terpaku saat mendengar itu dari Bai An.


Hanya Bai Luan kini bahagia karena dugaannya ternyata benar kini ia memiliki adik junior.


"A... Apakah perkataan Tuan benar?" tanya Fang Liu itu ragu-ragu. Bai An tersenyum lalu mengangguk, "Apa gunanya aku berbohong!" jawab Bai An yang tetap tersenyum.


"Aku ingin menjadi kuat Tuan, tapi bagaimana caraku menjadi kuat? karena aku tidak punya apa-apa," tanya Fang Liu tersebut.


"Kau ingin menjadi kuat untuk melakukan apa atau apa sebabnya kau ingin menjadi kuat?" tanya Bai An.


Mendengar itu anak itu menjawab, "Aku ingin menjadi kuat karena aku ingin melindungi orang-orang yang membutuhkan dan membunuh para penjahat!" jawab Fang Liu itu tegas.


"Semangat yang bagus, tapi apakah kata-katamu ini benar adik kecil Karena menjadi pahlawan tidak gampang dan saat ingin menjadi pahlawan malah kau membunuh orang yang tidak bersalah dan membebaskan yang bersalah?, siapa tahu juga setelah kau kuat, kau sendiri yang berbuat jahat kepada orang lain." Tanya Bai An.


"Jika aku berbuat jahat, maka aku bersumpah demi langit dan bumi dari sekarang, maka aku aku akan disambar petir hingga mati. Dan aku pasti akan menyelidiki maslah tersebut terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan!" jawab Fang Liu tegas.


Bai An tersenyum lalu melirik Bai Luan yang dari tadi juga menyadari apa yang dilakukan Bai An, "Kamu terlihat bahagia Luan'er?" tanya Bai An.

__ADS_1


"Hehe tentu muridmu ini bahagia Guru, karena sebentar lagi aku akan mendapat junior baru!" jawab Bai Luan cengengesan.


Sedangkan Pixiu, Huang Feng dan yang lain ternganga saat mendengar ucapan dari Bai Luan, mereka seakan tidak percaya karena mereka melihat bakat anak itu hanya bakat biasa.


Sedangkan Fang Liu hanya diam karena tidak mengerti apa-apa dan ia belum mulai berkultivasi karena segel di dantiannya itu.


"Tuan Muda, apakah Tuan Muda akan menjadikan anak ini murid kedua?" tanya Pixiu tanpa basa basi karena ia cukup penasaran apa penyebab Bai An mengambilnya menjadi murid.


Bai An mengangguk lalu melirik Fang Liu, "Apakah kau mau menjadi muridku adik kecil?" tanya Bai An yang membuat Pixiu dan yang lainnya kini terperangah kembali.


Sedangkan Fang Liu gugup karena kini ia menyadari pemuda didepannya ini orang kuat hingga sangat dihormati orang lain dan ia menyadari semua orang heran mengapa pemuda ini ingin menjadi muridnya.


Hal itu membuat Fang Liu gugup, ia ingin menolak karena takut akan dimarah oleh orang-orang yang berada dibelakang Bai An. Tapi jika ia menyia-nyiakan kesempatan ini maka ia tidak akan bisa menjadi kuat.


Bai An menyadari hal juga hal itu, namun ia tetap diam karena ingin melihat tekad dari Fang Liu. Sedangkan Pixiu dan Huang Feng selalu bertanya dalam hati karena mereka tidak berani bertanya terlalu berlebihan. Untuk Bon Dan dan para Ketua bandit dan perampok kini menjadi iri, karena betapa beruntungnya anak tersebut.


"Kau cukup memberi hormat saja sama seperti kakak seniormu Bai Luan atau murid pertamaku!" ucap Bai An sambil tersenyum, ia sungguh bahagia kali ini karena bisa mendapatkan murid langka lainnya.


"Sapalah kakak seniormu!" ucap Bai An yang dijawab anggukan oleh Fang Liu.


"Junior memberi hormat kepada senior!" ucap Fang Liu. "Hehe akhirnya aku mendapat junior, dan mulai sekarang kita adalah saudara junior Liu!" balas Bai Luan kini ikut bahagia.


Fang Liu juga memberikan hormat kepada yang lainnya, setelah memberi hormat kini ia kembali kehadapan Bai An.


Bai An langsung melirik Bai Luan dan berkata, "Luan'er latihlah Liu'er tentang dasar-dasar terlebih dahulu sebelum ia memulai berkultivasi." Ucap Bai An yang diangguki langsung oleh Bai Luan.


Tanpa menunggu lama, Bai Luan langsung membawa Fang Liu dan mengajari dasar-dasar dalam bela diri.

__ADS_1


Kini tersisa Pixiu, Huang Feng, Bon Dan dan para ketua yang menatap Bai An seperti berharap ingin tahu kenapa Bai An mengangkat anak itu menjadi murid.


Bai An hanya menghela nafas saat melihat orang-orang ini menatapnya dengan penuh harap, "Apa kalian tahu Bai Luan?" tanya Bai An yang di angguki oleh Pixiu dan Huang Feng. "Kalian tahu kan tingkat kultivasi Luan'er?" tanya Bai An lagi. "Saint puncak Alam Fana yang sebentar lagi naik ke Alam Immortal!" jawab Pixiu dan Huang Feng bersamaan.


Sedangkan Bon Dan dan para ketua tercengang mendengar tingkatan Bai Luan yang begitu mengerikan saat usia yang masih begitu muda.


Bai An mengangguk dan tidak peduli kepada Bon Dan dan yang lain kini sedang tercengang. "Bakatnya sama seperti Luan'er mungkin lebih tinggi sedikit, hanya bakatnya itu masih tersegel di dantiannya," ucap Bai An menjelaskan.


"Apaaaa..." secara serempak mereka semua terkejut saat mendengar itu. Teriakan mereka sangat keras hingga terdengar oleh para mantan budak dan anggota perampok yang sedang berlatih.


"Kecilkan suara kalian, lebih baik kalian berlatih lebih giat lagi terutama kalian berdua Saudara Huang, Saudara Pixiu. Karena tidak akan lama bagi Luan'er dan Liu'er akan melewati tingkat kultivasi kalian."


Mendengar itu kini mereka bertekad ingin menjadi lebih kuat karena mereka akan merasa malu jika kedua murid Bai An begitu cepat akan melewati tingkat kultivasi mereka.


"Baiklah Saudara Pixiu bagikan pil ini kepada para anggota kita, kau tahu kan cara pembagiannya?" ucap Bai An.


Pixiu langsung bersemangat melihat pil tersebut karena itu pil tingkat kuno dan raja yang bisa meningkatkan kultivasinya, "Baik Tuan Muda, Tuan Muda tenang saja!" ucap Pixiu mengambil pil tersebut lalu pergi membagikan pil tingkat raja dan pil tingkat 5 sampai 10 tergantung tingkat kultivasi orang-orang tersebut.


Bai An melirik Huang Feng yang terlihat tidak sabar kini menatap dirinya, lalu menatap Bon Dan. "Namamu Bon Dan bukan?" tanya Bai An. "Benar Tuan Muda!" ucap Bon Dan bersemangat. "Hmm bagikan ini kepada teman-teman dibelakangmu dan ini bisa meningkatkan kekuatan kalian paling rendah Kaisar Ahir dan paling tinggi Nirwana Ahir, jika diantara kalian ada yang tidak bisa menembus tingkat Kaisar Ahir aku sendiri yang akan menghukum kalian jadi gunakan pil ini sebaik mungkin dan waktu kalian hanya 3 hari."


Bon Dan dan para ketua menelan ludah mereka sendiri mendengar ucapan Bai An, namun karena mereka juga bertekad menjadi kuat kini mereka berjanji dalam hati agar tidak mengecewakan Bai An.


"Saya dan yang lain tidak akan mengecewakan anda Tuan Muda." Jawab Bon Dan tegas, Bai An langsung mengangguk lalu memberikan mereka masing-masing 5 pil tingkat raja.


"Ini untukmu Saudara Huang, jangan sampai kalah dengan Saudara Lang Zai yang kini berada di tingkat Holy Monarch Ahir."


"Hehe Tuan Muda tenang saja!" balas Huang Feng dengan semangat dan tekad yang dapat dilihat Bai An.

__ADS_1


Setelah memberikan semua orang pil untuk meningkatkan kultivasi. Bai An langsung pergi mencari Yue'er dan Lin'er yang kini belum kembali.


__ADS_2