
Sementara di Benua Rendah, Kondisi telah aman, kini Mo Shen sedang pusing, ia tidak tahu harus menjelaskan bagaimana nanti kepada Klan Bai.
Mo Shen tidak tahu bagaimana kejadiannya, namun Mo Shen yakin jika Bai An, Long Yuan, Lang Zai, dan Xiong Zai telah ikut bersama orang berjubah lambang teratai itu ke dunianya. Bagaimana Mo Shen bisa yakin, itu karena ada sedikit jejak pintu antar dimensi yang masih tersisa.
Mo Shen juga sudah mencari keseluruh Daratan Benua Rendah ini, namun ia masih tidak dapat menemukan Bai An dan yang lainnya. Jadi, ia semakin yakin jika Bai An dan yang lain pasti ikut masuk karena mengejar orang berjubah lambang teratai tersebut.
Tap,,
Tap,,
Ratu Sefira dan Xin Feng datang secara bersamaan dan berjalan menuju Mo Shen berada, “Bagaimana?” tanya Mo Shen.
Xin Feng langsung menggelengkan kepalanya, “Masih tidak ada jejak sedikitpun keberadaan Tuan Muda dan yang lainnya,” kata Xin Feng menjawab.
Mo Shen langsung memijik keningnya, sambil menghela nafas, “Baiklah, kalian bisa kembali ke tempat kalian masing-masing, biar nanti, aku saja yang menjelaskan ini kepada Klan Bai, jika mereka datang ke Benua Rendah ini.” Kata Mo Shen dengan nada meyakinkan.
Ratu Safira dan Xin Feng mengangguk, lalu pergi.
***
Di Benua Naga,,
Hei Long dan Feng Huang kini sedang di rawat di kediaman Klan Bai sekaligus bersebelahan dengan Sekte Istana Naga.
“Bagaimana kondisinya? apa sudah pulih?” tanya Bai Chen dengan sedikit panik.
“Sudah Leluhur, beberapa hari lagi mereka berdua pasti akan sadar,” jawab tetua yang berprofesi sebagai ilmu pengobatan.
Bai Chen langsung mengangguk, “Kau kembalilah istirahat, nanti kau akan di panggil oleh Patriak Sekte dan akan di berikan beberapa hadiah kontribusi, karena jasa mu ini.”
Mendengar perkataan Leluhur Bai Chen, mata tetua tersebut langsung bersinar, “Terimakasih Leluhur,” jawab tetua tersebut memberi hormat lalu izin pamit.
Setelah kepergian tetua tersebut, Bai Chen menghela nafas, karena ia ingin secepatnya Hei Long dan Feng Huang segera dan meminta informasi pasti apa yang terjadi di Benua Rendah.
Bai Chen pernah bertanya kepada semua yang di bawa oleh Hei Long dan Feng Huang, namun jawaban mereka semua sama, dan beberapa menjawab dengan amarah dan ingin kembali ke Benua Rendah, mereka tidak lain Shen Linlin, Cen Tian, dan Han Chi.
“Huff, semoga tidak terjadi apa-apa dengan An'er dan yang lainnya,” gumam Bai Chen. “Kau tenang saja, Anak itu pasti bisa menjaga dirinya, terlebih ada Long Long yang berada di sampingnya, ia jauh lebih dewasa dan berpengalaman.” Shen Bai datang entah dari mana tiba-tiba muncul di atas meja dan dengan lahap memakan daging yang akan di siapkan untuk Hei Long dan Feng Huang.
Bai Chen mendengus, “Jika mencium bau daging kau cepat sekali, kucing jelek.”
__ADS_1
Shen Bai hanya mendengus, jika ia membalas. Maka, ia yakin akan semakin panjang dan terjadi pertarungan, jika mereka bertarung dan menyebabkan kerusakan, maka Ling Mei akan memakan mereka berdua hidup-hidup, itulah yang di pikirkan Shen Bai sehingga ia diam.
“Apakah kedua anak-anak itu sudah mulai tenang, atau membuat masalah lagi di sekte?” tanya Bai Chen.
“Hmm,, kau tahu, jika mereka sengaja membuat keributan agar keinginan mereka terkabul, dan anehnya Ling Mei membiarkan mereka berdua semau mereka, itulah yang membuat semua tetua tidak ada yang berani menghentikan kedua anak ini termasuk diri ku,” jawab Shen Bai tersenyum pahit.
Bai Chen yang mendengar itu ikut tersenyum pahit, “Huuff, baru dua hari mereka kesini, tapi sudah membuat onar, aku jadi teringat tingkah Adik ke empat ku,” ucap Bai Chen.
Saat mengatakan hal tersebut Shen Bai tiba-tiba teringat akan Bai Luan, “Ah benar, aku teringat dengan seseorang yang, mereka berdua juga lupa menyebut namanya saat mengamuk,” ucap Shen teringat akan Bai Luan.
Bai Chen mengerut, “Mereka siapa? maksutmu kedua anak pembuat onar tersebut?” tanya Bai Chen bertanya.
“Benar, kau tahu mengapa gadis bar-bar itu marah?” tanya Shen Bai, Bai Chen langsung mengangguk, “Itu karena pemuda yang ia suka di tertangkap.”
Shen Bai langsung mengangguk, “Tapi kau tidak tahu namanya bukan?” Mendengar itu Bai Chen langsung mengangguk.
“Ini masalahnya,” kata Shen Bai berbelit-belit membuat Bai Chen lama-lama semakin kesal.
“Bisakah kau langsung ke intinya?” geram Bai Chen.
“He,, he tenang dulu, ini sangat penting juga,” Shen Bai terkekeh dan berusaha menenangkan.
Shen Bai langsung tersenyum melihat Bai Chen mencoba untuk tenang, “Nama adik ke 4 mu siapa?” tanya Shen Bai, spontan Bai Chen yang mendengar itu merasa aneh, namun ia tetap menjawab. “Namany kau tahu sendiri bukan?”
“He,, he,, aku lupa yang aku ingat tetua kedua saja, atau adik ketiga mu Bai Shao,” jawab Shen Bai cengengesan.
“Namanya Bai Lian,” dengus Bai Chen.
Mendengar itu, Mata Shen Bai langsung serius, Bai Chen yang melihat itu ikut serius.
“Murid dari putra mu An'er adalah kekasih gadis bar-bar tersebut, dan yang anehnya, namanya sama seperti nama Marga mu,” kata Shen Bai diam, “Terus” jawab Bai Chen seolah itu biasa.
“Ada yang aneh, ingatannya tersegel, dan mungkin kau juga tidak bisa membuka segel tersebut seorang diri,” Shen Bai terdiam beberap saat, karena mengingat sesuatu.
Bai Chen yang melihat itu, kini berusaha tidak memotong ucapan Shen Bai.
“Ah, aku ingat, dia mirip adik ke empat mu, tapi persi muda, karena umurnya hanya 14 tahun, aku dulu berpikir itu adik mu yang menyamar, tapi tidak mungkin karena tidak mungkin kau menyegel yang kau sendiri tidak bisa membuka segel itu sendiri.”
Wajah Bai Chen langsung tegang saat mendengar ucapan Shen Bai, “Tunggu di sini.” Tanpa menunggu jawaban dari Shen Bai, Bai Chen langsung menghilang.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian ia kembali bersama Ling Mei, Tetua pertama Bai Shan dan Tetua kedua Bai Shao.
Wajah Shen Bai langsung tegang ketika ia melihat wajah dingin Ling Mei.
Glek,,
“Mengapa si brengs*t ini membawa petaka ini kemari,” gumam Shen Bai dalam hati.
Tanpa menunggu lama Bai Chen langsung bertanya, “Apa poto ini mirip dengan yang kau maksud?”
Shen Bai langsung tertegun melihat poto yang mirip Bai Luan, dari kecil hingga tua, poto yang di tunjukkan oleh Bai Chen, mata Shen Bai tak pernah lepas dari poto yang seperti berumur 14 tahun tersebut.
Ling Mei, Bai Chen, Bai Shan dan Bai Shao kini semakin yakin, karena yang hampir mirip dengan ayah Bai Chen adalah adik ke 4 nya, nama ayahnya adalah Bai Luan dan nama adik ke 4 nya Bai Lian, tapi mereka tetap diam, menunggu kepastian dari Shen Bai terlebih dahulu.
“I,, Ini, ini dia yang mirip, bukan mirip, tapi sama,” teriak Shen Bai terkejut.
“Ayah,,”
“Paman,,”
Gumam Bai Chen, Bai Shan, Bai Shao dan Ling Mei bersamaan.
“Eehh,, apakah ini ayah mu Chen?” teriak Shen Bai semakin terkejut saat mendengar meraka semua bergumam.
Bukannya menjawab, Bai Chen malah bertanya, “Siapa namanya?” Teriak Bai Chen panik.
“Bai Luan,” jawab Shen Bai polos.
Wuss,,
Aura Ling Mei langsung meletus, bersamaan dengan yang lainnya kecuali Shen Bai yang kini kesal dan berusaha melindungi kedua Binatang Spiritual tersebut.
“Hei, bisakah kalian tenang, di sini ada orang sakit,” teriak Shen Bai.
Mendengar itu semua orang langsung menarik auranya, untung mereka tidak melepas semua kekuatan mereka, jika tidak, tempat mereka berdiri akan langsung hancur.
“Sadarkan mereka berdua,” ucap Ling Mei tiba-tiba, dengan nada yang dingin.
Glek,,
__ADS_1
Shen Bai menelah ludahnya dan dengan cepat ia dan di bantu Bai Chen dan saudaranya membuat Hei Long dan Huang Feng sadar.