Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Mendarat di Tempat Yang Tidak di Ketahui


__ADS_3

“Kau benar, peraturan sekarang berubah karena terbunuhnya Chi Long, orang ke 11 terkuat, hal itu menyebabkan alam semesta yang ia atur menjadi kacau.”


Mendengar ucapan Mata tersebut, wanita cantik itu mengangguk membenarkan. “Iya, jika tidak, dengan setengah kekuatanku, aku bisa menghancurkan alam semesta kecil ini beserta semua isinya agar bisa terbebas dari sini, tapi memikirkan aku pasti akan di bunuh oleh mereka karena menghancurkan alam semesta tanpa sebab, terlebih lagi aku belum membalaskan dendamku kepadanya,” kata wanita itu dengan dingin.


Tapi tak lama, ia mengeluarkan seutas senyum.


Mata besar yang melihatnya langsung bergumam. “Apakah wanita iblis ini mengirim kedua anak tersebut ke alam semesta inti tempat ia memimpin? Jika benar dan ia ketahuan mengirim orang dari alam semesta kecil ke alam semesta berbeda maka ia akan di incar oleh orang-orang itu,” gumam mata tersebut lalu menghilang.


“Akan ada saatnya untukmu kembali putriku,” gumam wanita tersebut melambaikan tangannya.


Wuss..!!


Muncul seorang wanita menggunakan cadar, jika Bai An melihatnya, maka ia akan terkejut karena ia sangat mengenal wanita tersebut.


“Ibu,, apakah sudah waktunya aku kembali?” Tanya suara lembut.


“Benar,, karena aku sudah mengirimnya ke alam semesta yang ibu pimpin,” jawab wanita cantik tersebut.


“Tapi, bu! mereka belum bebas dan aku tak ingin mereka menderita, apalagi jika dia tahu maka aku akan merasa bersalah saat bertemu dengannya,” kata wanita tersebut sedikit khawatir.


“Kau tenang saja, ibu akan mengurus masalah ini, semua orang yang berkaitan dengan anak itu tidak akan mati,” jawab wanita cantik tersebut.


“Hmm..!! Apakah ibu membiarkan An'Gege membunuh mereka semua saat ia kembali mencari kekuatan?” Tanya wanita yang tak lain Mu Xia'er.


“Benar,, aku tak mungkin memikirkan egoku sendiri, terlebih putri kesayanganku sangat menyukainya dan sudah menjadi sepasang suami istri, walaupun belum sepenuhnya resmi,” kekeh wanita cantik tersebut.


Mu Xia'er langsung malu-malu, ia mengangkat kepalanya lalu melirik ke arah ibunya. “Ibu, buatkan klon ku disana agar mereka tidak curiga, aku pasti akan kembali bersama An'Gege ke alam semesta kecil ini dalam beberapa bulan atau tahun, setelah itu membantu ibu membalaskan dendam,” kata Mu Xia'er dengan dingin.


Ibu Mu Xia'er seketika menjadi sedih, sedih karena putri satu-satunya harus mengemban beban berat seperti ini dari ia lahir.


Mu Xia'er yang melihat wajah ibunya langsung mengerti dan berkata. “Kau tak perlu sedih bu, karena ini keinginanku sendiri, terlebih sekarang aku juga mempunyai suami yang harus ku jaga sampai dimana kekuatannya meningkat dan berbalik menjagaku, aku tak ingin kejadian yang ibu derita dulu akan sama denganku.”


Ibu Mu Xia'er seketika tersadar dan tersenyum lembut. “Ayahmu mengorbankan nyawanya demi melindungi kita, walau sampai sekarang ibu masih belum tahu pasti siapa dalangnya, tapi ibu yakin jika orang yang sama mengurung ibu ini,” kata ibu Mu Xia'er. Setelah itu ia melambaikan tangannya. “Jagalah menantu ibu nak,” kata ibu Mu Xia'er.


Wuss..!!

__ADS_1


Mu Xia'er langsung menghilang.


Bersamaan dengan itu, ibu Mu Xia'er melirik ke salah satu ruang hampa.


“Jangan ikut campur dalam masalahku Ling Du,” kata ibu Mu Xia'er, setelah mengatakan itu, ibu Mu Xia'er langsung menghilang.


Bersamaan dengan itu, sebuah mata muncul. “Bagaimana aku tidak ikut campur, anak yang kau jadikan bahan perang itu sebenarnya keturunanku, terlebih orang pertama yang kau berikan inti energimu itu cucuku yang hilang,” dengus Ling Du.


“Tapi kau tidak menyadarinya karena mata keturunanku ini belum berepolusi, jika sudah berepolusi, maka kau pasti akan menyadarinya,” gumam mata tersebut kemudian menghilang.


***


Jauh di tempat yang tidak di kenal, terlihat dua pemuda yang tak lain Bai An dan Duan Du.


Ukhh..!!


Saat Bai An perlahan membuka matanya, ia meringkih merasakan rasa sakit.


“Energi di sini sangat besar, hal itu membuatku tidak bisa bangun dan hanya bisa merangkak,” gumam Bai An tersenyum kecut, terlebih lagi energinya saat ini terkuras habis.


“Kakak,, kau sudah bangun,” kata Duan Du terlihat masih merangkak.


“Sudah 3 hari yang lalu, tapi karena tekanan energi alam di dunia ini sangat besar membuat aku tidak bisa bangun atau berdiri,” jawab Duan Du memasang wajah sedih.


“Hmm..!! Mungkin ini bukan alam dewa, tapi tanda putih yang ada di peta?” Kata Bai An menebak-nebak.


“Bukan kakak,, kita kan pernah memasuki peta yang ada di tanda putih, dan energi di sana kita hanya butuh beberapa menit untuk menyesuaikan diri, sedangkan di sini, kita seolah hanya manusia bisa tanpa energi,” jawab Duan Du.


Bai An diam, ia kini memejamkan matanya.


Duan Du yang melihat Bai An memulihkan diri, Duan Du yang energi baru 20% pulih, ia juga ikut memejamkan matanya untuk memulihkan energinya.


6 bulan berlalu.


Saat ini Bai An dan Duan Du terlihat sedang melesat menuju kota yang sangat besar di berada di depannya menggunakan kekuatan penuh.

__ADS_1


“Kakak, binatang buas di belakang masih mengikuti kita,” kata Duan Du sedikit merinding karena binatang buas yang mengikuti mereka sangatlah kuat.


Bai An dan Duan Du hampir mati olehnya 3 bulan lalu walau mereka bekerjasama, tetap saja mereka kalah sehingga jalan satu-satunya adalah melarikan diri.


“Aku menduga dunia tempat kita ini tidak sesederhana yang kita bayangkan, jika aku tak salah maka kita adalah yang terlemah dan binatang yang mengejar kita ini mungkin di anggap hewan buruan, jadi saat masuk kota jangan mencari masalah lebih dulu,” kata Bai An melirik ke arah Duan Du yang mengangguk patuh.


Tap tap..!!


Saat Bai An dan Duan Du akan sampai gerbang kota yang sangat besar menurutnya.


Mereka berdua langsung melirik ke arah penjaga kota yang terlihat santai.


Bai An dan Duan Du langsung menghampiri penjaga tersebut.


“Hmm..!! Ada apa? Apa kalian tidak ingin masuk kota kecil ini?” Tanya penjaga tersebut penasaran.


Setelah bertanya, ia mengerutkan keningnya saat melihat macam di belakang.


Dengan santai penjaga tersebut melemparkan tombaknya.


Wuss..!!


Jlep..!!


Binatang buas yang tak lain macan tersebut langsung mati tanpa bisa menghindar.


Bai An dan Duan Du tertegun melihat kecepatan tangan penjaga tersebut saat mengayunkan tombaknya.


“Mengerikan,” gumam Bai An dan Duan Du bersamaan.


“Hmm..!! Apa ini yang membuat kalian datang kesini agar aku membunuh hewan ternak itu?” Tanya Penjaga tersebut sedikit tersenyum.


Bai An langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia tidak enak karena rencananya di ketahui oleh penjaga.


“Santai saja, aku tak mempermasalahkannya,” kata penjaga tersebut melambaikan tangannya.

__ADS_1


Penjaga tersebut juga menyadari jika Bai An dan Duan Du ini mungkin bukan berasal dari daratan sini sehingga tak mengetahui apa-apa atau menduga jika mereka berdua melarikan diri dari orang tua yang selalu mengurung mereka.


Sementara Bai An dan Duan Du saat ini bergumam dalam hati.


__ADS_2