
Lorong Dimensi.
Bai An membuka matanya, dan cahaya kuning langsung bersinar dari bola mata Bai An. Kemudian, ia melihat sekeliling dan menemukan Long Yuan sedang melihat ke arah tertentu.
“Ada apa saudara Yuan?” tanya Bai An dan ikut melirik ke arah mana pandangan mata Long Yuan, Bai An langsung melihat jika ada titik cahaya bewarna putih kehijauan berkedap kedip.
“Apa itu?” tanya Bai An heran.
“Itu, pintu dimensi untuk menuju ke dunia yang akan kita tuju Tuan Muda.” Jawab Long Yuan tetap memandang ke arah cahaya yang berkedap kedip tersebut.
Bai An langsung mengangguk, ia mengira jika pintu dimensi masuk yang di buat oleh Leng Cung akan sama dengan pintu dimensi keluar yang kini sedang di lihatnya.
Bai An dan Long Yuan terus terbawa arus lorong dimensi hingga beberapa hari kenudian, cahaya putih kehijauan kini terlihat lebih besar dan bersinar terang.
“Tuan Muda jika kita terpisah, kita akan bertemu dimana?” Long Yuan tiba-tiba bertanya, karena ia tahu pasti akan terpisah.
Bai An mengeryitkan alisnya, “Xia'er, apakah tidak bisa kau membawa Long Yuan masuk kedalam Dunia Jiwa?” Kata Bai An dalam pikirannya.
Tak ada jawaban dari Mu Xia'er, hal itu membuat Bai An tersenyum kecut, ia sadar terlalu banyak meminta bantuan dari Mu Xia'er tanpa harus ia sendiri yang berusaha.
“Biarkankan saja ia berpetualang sendiri An'Gege, kalian juga bisa saling menghubungi melalui telepati jika kalian terpisah, tapi jika kalian terpisah terlalu jauh, maka telepati tidak akan sampai.”
Mendengar itu, Bai An mengangguk dan berkata, “Dunia apa yang kita tuju ini Xia'er?” tanya Bai An.
“Heavenly Chaos atau bisa di sebut Dunia Kekacauan Surgawi,” jawab Mu Xia'er.
Bai An langsung mengerut, baru kali ini dia mendengar ada dunia seperti itu, yah walau ini pertama kali Bai An mendengar dan berkeliling dunia.
“Apa kau tahu Dunia Heavenly Chaos? saudara Yuan,” tanya Bai An.
Long Yuan yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya, tentu saja ia tahu, dan sebelum ia menjadi Kaisar Dewa Naga, ia pernah kesana, disana benar-benar kacau, dan ia baru ingat, jika orang yang di lawan oleh dirinya dan Bai An adalah pengikut Dewa Kegelapan. Jadi kini sekarang ia menuju kesana.
“Hmm tentu Tuan Muda, tapi dari mana kau tahu nama dunia ini?” tanya Long Yuan.
Bai An langsung mengangguk-angguk. “Jika kau tahu, berarti kau yang tentukan dimana kita akan bertemu,” bukannya menjawab Bai An malah sengaja mengalihkan pembicaraan.
Long Yuan hanya diam, ia berpikir akan bertemu dimana, sebelum kematiannya, ia mempunyai banyak bawahan di dunia Heavenly Chaos, namun ia yakin mereka yang sekarang pasti berhianat dan tidak mau mengakuinya. Namun ada beberapa diantara mereka yang Long Yuan yakini masih setia.
Setelah cukup lama berpikir ia melihat Bai An yang kini sedang memperhatikannya, “Aku tahu dua tempat aman, yang pertama Benua Jingxin daratan timur, tepatnya Ibukota Ziyu, jika itu terlalu jauh dari tempat Tuan Muda, maka kita akan bertemu di Sekte Aliansi Langit dan Bumi pusatnya ada di Benua Hongcu, Sekte Aliansi Langit dan Bumi mempunyai banyak anak cabang di seluruh Benua Hongcu.” Kata Long Yuan.
__ADS_1
Bai An mengangguk, “Baiklah, setelah sampai Benua Hongcu , aku akan menghubungimu melalui telepati, tapi jika telepati ku tidak sampai, aku akan ke pusat Sekte Aliansi Langit dan Bumi yang kau maksut, tapi jika terlalu jauh dari tempat ku mendarat, maka aku akan melihat yang mana lebih dekat dulu, Benua Hongcu atau Benua Jingxin.”
Mendengar perkataan Bai An, Long Yuan hanya mengangguk kemudian melihat pintu dimensi yang kini semakin dekat.
Bai An yang ikut melihatnya langsung bertanya. “Kira-kira kapan kita akan sampai cahaya itu?”
“Hmm, menurut perkiraan ku, kita akan sampai 1 atau dua hari lagi,” jawab Long Yuan.
Setelah percakapan mereka tadi, Bai An dan Long Yuan masing-masing mencoba untuk berkultivasi sambil menunggu sampai ke pintu deminsi.
2 hari kemudian,,
“Tuan Muda, semoga kita tidak terpisah terlalu lama,” ucap Long Yuan yang di jawab anggukan oleh Bai An.
Kemudian mereka berdua melihat cahaya sangat terang hingga membuat mata mereka silau dan menutup mata, tak lama sebuah guncangan tiba-tiba datang menyedot mereka berdua.
Bai An yang tak siap langsung tersedot dan terombang ambing.
Bruak,,
Bur,,
Bai An terjatuh dari ketinggian yang lumayan hingga jatuh di sebuah kediaman yang terlihat mewah.
Bai An membuka mata secara perlahan dan melihat ia terjatuh di sebuah kolam dan tangannya tiba-tiba menyentuh yang kenyal-kenyal.
“Apa ini, kenapa rasanya empuk dan kenyal-kenyal,” gumam Bai An.
“Kyaaa,,”
“Mesum,”
“Laki-laki kurang ajar, penguntit,”
Teriak wanita yang berada di bawah Bai An, sontak Bai An langsung melompat mundur.
Tiba-tiba.
Bluss,,
__ADS_1
Wajah Bai An memerah, darah keluar dari hidungnya saat melihat wanita cantik tanpa busana.
“Kurang ajar, ku bunuh kau b*jing*n,” teriak wanita itu lagi sambil menyilang kedua tangannya untuk menutupi area yang cukup berbahaya.
Bai An langsung kembali sadar, “Bu,, Bukan seperti itu nona,” kata Bai An mencoba membela diri dan membalik badan saat ia melihat jika wanita tersebut mencoba mengenakan pakaiannya.
Setelah wanita itu mengenakan pakaiannya, ia langsung mengeluarkan pedangnya dan melesat ke arah Bai An, Bai An yang merasakan bahaya dari instingnya langsung membalikkan badannya, ia melihat jika wanita itu akan menyerangnya.
Bai An langsung mengeluarkan pedangnya.
Trank,,
Bukk,,
“Sangat kuat,” gumam Bai An menabrak tembok, “Beginikah kuatnya orang-orang dari Dunia Heavenly Chaos,” gumam Bai An kembali.
Bai An kemudian melihat wanita itu melesat ke arahnya, “Tenang Nona, aku terjatuh dari atas, aku benar-benar tidak sengaja,” kata Bai An sekali lagi mencoba meyakinkan wanita tersebut.
Wuss,,
Wanita itu mengayunkan pedangnya dengan gaya yang cukup unik menurut Bai An, Bai An juga mengayunkan pedangnya untuk bertahan.
Trank,,
Wanita tersebut langsung membelokkan badannya kekanan dan mengeluarkan pedang lagi, dan mengayunkan pedang yang ada di tangan sebelah kirinya.
Bai An yang melihat itu langsung menunduk, namun dengan cepat wanita itu mengayunkan pedang di tangan kanannya.
Bai An yang merasakannya langsung tiarap dan membalikkan dirinya, tapi saat ia membalik badanya, ia melihat area sensitif wanita tersebut.
“Mesum,,”
Teriak wanita itu sekali lagi saat ia sadar area sensitifnya di lihat karena Bai An tepat di berada di bawahnya kakinya.
Wanita itu langsung melepas kedua pedangnya dan menutupnya areanya dengan kedua tangannya, kini ia menatap Bai An dengan kemarahan yang sangat besar, ia merasa terlecehkan, ia merasa tidak akan bisa menikah jika ada orang yang mengetahui ini.
Tak lama keluar air mata dari wanita tersebut.
Bai An yang melihat wanita itu menangis cukup bingung, sesaat kemudian ia tersadar dan mencoba untuk menenangkan wanita tersebut.
__ADS_1
“Ma,, maafkan aku, aku akan bertanggung jawab, aku sadar aku salah,” spontan Bai An tanpa sadar mengatakan hal tersebut karena ia juga panik melihat wanita tersebut menangis.
Sedangkan Mu Xia'er yang melihat kejadian itu dari awal sebenarnya cukup kesal, tapi Bai Luan menenangkannya, karena Bai An juga tidak sengaja. Tapi, pada saat terahir tadi Mu Xia'er melihat jika Bai An sengaja melihat area sensitif wanita tersebut, dan Bai Luan kini sudah tidak bisa membantu cucunya, jadi ia lepas tangan.