Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Mendapat Budak Baru II dan Kembali Ke Kota Han


__ADS_3

“Bagaimana jika An Gege pasangkan saja mereka segel budak ke tubuh mereka masing masing. Mereka berkata jujur,” tiba-tiba Mu Xia'er mengutarakan pendapatnya kepada Bai An.


Bai An berpikir sesaat.


“Hmm..!! Apakah kalian ingin menolong keluarga kalian masing masing? Jika iya, aku tidak bisa berjanji akan bisa menyelamatkan keluarga kalian. Tapi aku akan berusaha dengan syarat akan memasang segel budak di tubuh kalian semua sampai batas tidak di tentukan.”


Mendengar ucapan Bai An yang secara tiba-tiba. Semua orang ragu dan saling menatap satu sama lain.


Melihat hal itu. Bai An kembali berkata.


“Kalian bisa mendiskusikan ini dulu secara bersama-sama. Tapi satu hal yang akan aku katakan. Walaupun kalian budak ku, pikiran kalian tetap ada dan kalian tidak aku anggap sebagai budak. Tetapi keluarga dan keluargaku tidak akan aku biarkan orang lain menyentuhnya. Dengan bersama kita bisa melawan kejahatan.”


Setelah mengatakan itu Bai An pergi ke sembarang arah.


20 menit berlalu.


Jendral Hong Shau kini pergi bersama yang lainnya untuk mencari Bai An dengan mengandalkan merasakan sisa aura yang sengaja Bai An tinggalkan. Agar memudahkan mereka untuk menemukan Bai An.


Tap tap..!!


Jendral Hong Shau, pemimpin assasins dan yang lainnya menemukan Bai An sedang membakar beberapa ayam hutan dan daging rusa.


Aroma daging bakar menyebar, membuat perut mereka semua berbunyi, Bai An terkekeh kecil.


“Apa kalian sudah mendiskusikannya? Jika iya ayo kita makan dulu. Nanti saja kalian beritahu aku jika perut sudah kenyang.” Kata Bai An.


Melihat semua orang ragu.


Bai An menbahkan. “Cepat nanti daging rusa ini akan gosong dan ayam bakarnya juga. Jangan buat aku menunggu.”


Dengan cepat semua orang berkumpul di sekeliling api unggun. Mereka duduk agak jauh dari Bai An. Bai An dapat mengerti jika mereka masih takut kepada dirinya. Tapi ia dengan santai menyantap paha ayam tersebut.


Melihat Bai An menyantap paha ayam dengan lahap. Membuat mulut semua orang menganga seperti orang tidak makan berbulan-bulan.


Glek.

__ADS_1


Bai An menggeleng saat mendengar salah satu dari mereka menelan air liurnya sendiri. “Apa yang kalian lihat. Cepat makan, apa kalian ingin punya ku? Enak saja, ambil sendiri. Kalian punya tangan.” Kata Bai An, hal itu menyadarkan mereka semua.


Dengan cepat mereka semua berebut ayam dan daging rusa bakar. Bahkan ada yang masih mentah tapi tetap dengan lahapnya mereka menyantapnya.


15 menit berlalu.


Oorrkk..!!


“Ah, kenyangnya,” gumam salah satu assasins tersebut sambil mengelus-elus perutnya.


Mendengar sendawa tersebut mereka semua langsung tertawa. Bai An ikut tersenyum melihat mereka tertawa lepas, mereka terlihat melepas semua beban yang mereka bawa selama ini.


Cukup lama Bai An berada di luar Kota.


“Tuan muda, kenapa kau lama sekali. Kau ingin bersenang-senang sendiri, tidak mengajak kami,” dengus Long Yuan melalui telepati.


Bai An langsung terkekeh kemudian berdiri. “Baiklah, bukannya aku tidak percaya atau meragukan kalian. Kalian pasti mengerti mengapa aku ingin memasang segel budak kepada kalian. Jadi sekarang apa jawaban kalian?”


Semua orang ikut berdiri. Lalu Jendral Hong Shau maju dua langkah. “Kami telah sepakat ikut dengan anda Tuan muda, kami juga tidak keberatan menjadi budak anda, selama anda berjanji berusaha membantu kami.” Ucap Jendral Hong Shau.


“Aku tidak bisa berjanji. Tapi aku akan berusaha, aku takut berjanji tapi setelah sampai sana keluarga kalian di bunuh lebih dulu. Maka aku akan merasa bersalah karena tidak bisa memegang janji ku. Apakah kalian mengerti?” Kata Bai An dengan nada sedikit tegas.


Karena tak ingin berlama-lama. Bai An langsung menyuruh mereka membuka jubah mereka masing-masing dengan alasan akan memasang segel di punggung mereka. Agar mereka tidak ketahuan telah menjadi budak.


30 menit berlalu. Bai An melihat 16 orang tersebut kini semakin hormat setelah mengetahui kekuatan Bai An sebenarnya. Bai An sengaja menunjukkan kekuatannya agar mereka semakin hormat kepada Bai An.


“Baiklah, kalian bisa menghubungiku melalui pikiran kalian masing masing. Kalian cukup membayangkan aku lalu bicara dalam hati. Maka aku bisa mendengarnya. Dengan cara itu kita bisa saling menghubungi.”


“Kalian juga kebetulan dari klan yang berbeda-beda, ada juga dari klan kecil dan menengah. Jadi aku butuh informasi. Tapi nanti saja setelah kalian kembali. Karena aku sekarang harus pergi. Ingat yang aku pesankan tadi, kalian cukup mengatakan hal tersebut saat patriark atau pemimpin kalian bertanya saat rencana pembunuhan klan Xio gagal."


Tanpa menunggu jawaban dari semua orang Bai An langsung lenyap dari pandangan semua orang.


Wuss..!!


Bai An muncul tidak jauh di depan gerbang Kota Han.

__ADS_1


Tap tap..!!


Bai An dengan santainya berjalan melewati para penjaga.


Saat Bai An berjalan, ia melihat ada hal menarik. Yaitu salah satu anggota klan Liu sedang mabuk dan mencari gara gara kepada seorang pelayan wanita di salah satu restaurant.


Kejadiannya baru saja terjadi sehingga para penjaga kota tidak mengetahuinya.


Dari mana Bai An tahu bahwa orang tersebut adalah anggota klan Liu. Itu karena Bai An tadi sempat mengambil pakaian jendral Liu yang ia bunuh tadi dan matanya tak sengaja melihat token kecil berlambang Naga hitam menempel di dada kiri jendral tersebut. Bai An juga menemukan di lambang tersebut ada garis garis.


Ia menduga itu adalah tingkatan pangkat seseorang di klan Liu.


Bai An yang memiliki mata yang tajam dapat melihat lambang tersebut. Walau lambang tersebut tidak mempunyai garis garis.


Tap tap..!!


Bai An langsung menutup kepalanya dengan sebuah tudung yang menempel di belakang jubahnya. Lalu menempel lambang Naga hitam tersebut.


“Hei,, kau. Ikuti aku cepat.” Dengan nada dingin anggota klan Liu tersebut menarik paksa pelayan tersebut.


“Ampun Tuan,, lepaskan aku.” Wanita tersebut berusaha membela diri. Walau tingkat kultivasi pelayan tersebut rendah. Tapi ia masih bisa melawan orang yang kesadarannya entah kemana.


Tepat saat anggota klan Liu tersebut ingin menampar wanita tersebut. Tiba-tiba tangannya tidak bergerak. Saat ia melihat ke samping. Awalnya ia ingin marah.


Tapi, saat ia melihat lambang Naga hitam dengan dua garis, anggota klan Liu tersebut langsung membeku. Beberapa saat kemudian ia langsung bersujud dengan tubuh berkeringat menahan rasa takut.


“Ampun Tuan, saya salah. Saya tidak akan mengulanginya lagi.” Teriakan parau anggota klan Liu itu membuat semua penduduk yang tadi menonton dari awal kejadian tertawa mengejek. Walau mendengar ia menjadi bahan ejekan. Ia tetap menunduk meminta maaf kepada orang yang ia kira seorang Jendral.


Dan berniat membalas orang-orang yang menertawainya setelah Jendralnya pergi. Karena ia yakin pasti jendralnya akan melepaskan dirinya.


Bai An tersenyum licik saat melihat kelakuan anggota klan Liu tersebut. Walaupun ia tidak bisa membaca pikiran seseorang. Tapi Bai An dapat menebak apa yang di pikirkan orang di depannya ini.


“Minta maaf dan berikan wanita ini uang kompensasi,” kata Bai An dengan nada dingin sambil melepas sedikit auranya yang hanya setingkat Dewa Alam Awal, agar anggota klan Liu tidak curiga.


“Ukkhh,, Ba.. Baik Tuan,” dengan cepat ia mengeluarkan 10 kristal tingkat rendah lalu memberikannya kepada wanita tersebut.

__ADS_1


“Jangan Tuan, anda membantuku saja sudah merasa senang.” Tolak wanita tersebut dengan sopan dan penuh hormat.


“Ambil saja, dan kau ikuti aku sebentar,” kata Bai An dengan nada perintah. Padahal di dalam hatinya ia tertawa cengengesan.


__ADS_2