Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Penyamaran Kakak Beradik Yang Hampir Sempurna


__ADS_3

“Baikalah, mohon bantuannya Tuan,” kata To Gel dengan serius.


Wajah Rha Chun langsung menyeringai kecil, namun dengan cepat ia mengubah wajahnya dengan mengangguk polos.


Prok prok..!!


Rha Chun langsung bertepuk tangan, tak lama para pelayan laki-laki datang, tidak ada yang mencurigai para pelayan laki-laki dari kelompok To Gel.


Tap tap..!!


Dengan cepat pelayan laki-laki tersebut membawa Bai An dan yang lainnya.


Tak jauh dari mereka semua, ada 4 orang berjubah mengintai dari balik bayang-bayang.


“Hmm..!! Apa mereka tidak curiga jika ilusi yang kau buat itu tidak memiliki jiwa?” Tanya Bai An menatap ke arah Bo Long.


Bo Long menggeleng lalu berkata. “Jika tingkat kultivasi mereka lebih tinggi dariku, maka mereka pasti akan curiga, namun mereka semua hanya tikus-tikus kecil.”


Bai An mengangguk sambil melirik ke arah Tu Long yang asik dengan dunianya sendiri sambil minum arak.


Sementara Duan Du kini sudah berusia 18 tahun, ia juga minum arak bersama Tu Long.


Awalnya Bai An ingin melarang Duan Du minum sebelum berumur 20 tahun, tapi saat mengingat dirinya juga minum saat berusia 16 tahun dulu, Bai An langsung mengurungkan niatnya, terlebih usia jiwa Duan Du juga sudah melebihi ratusan tahun, sama seperti dirinya.


Jika saat Bai An dan para saudaranya yang berlatih dulu di dunia jiwa menghitung usia tulang juga, maka mungkin usia mereka sudah melebihi ratusan tahun bahkan ribuan tahun. Namun untungnya usia tulang mereka tidak bertambah, sama halnya dengan di dimensi kecil, usia Tulang mereka tidak bertambah, hanya usia jiwa mereka saja yang bertambah.


Tap tap..!!


Dengan santai para pelayan laki-laki tersebut membawa Ilusi buatan Bai An dan para saudaranya.


Hingga saat para pelayan laki-laki itu merasa aman, salah satu dari mereka langsung mrelirik ke segala arah, termasuk ke arah Bai An dan para saudaranya, namun mereka tidak bisa melihat Bai An dan para saudaranya.


Setelah pelayan tersebut merasa aman, ia melirik ke arah ketiga temannya sambil mengangguk. Salah satu dari mereka langsung mengeluarkan batu komunikasi.

__ADS_1


“Tuan,, rencana berhasil, saat ini target sudah ada di tangan kami,” kata salah satu dari keempat pelayan laki-laki tersebut.


Beberapa menit kemudian.


Tap tap..!!


2 orang datang melangkah dengan angkuh, salah satunya adalah Rha Chun.


“Hmm..!! Apa kau yakin jika mereka dari kelompok pembantai dari Daratan Barat?” Tanya pria sepuh yang memiliki kekuatan cukup tinggi, kekuatannya Raja Dewa Rendah ⭐ 2 Awal. Hal itu membuat Bai An dan para saudaranya tersenyum senang.


“Ternyata di Daratan Timur ini memiliki banyak ahli yang sangat kuat,” gumam Bai An santai.


“Benar,, di Daratan Barat saja, aku belum pernah melihat ada yang mencapai Raja Dewa,” kata Tu Long mengangguk semangat terlihat kakinya sudah bergetar tidak sabar ingin ke orang tersebut.


Kembali ke lokasi ilusi Bai An dan para suadaranya.


“Aku yakin Tuan, mereka berempat di kabarkan dari kelompok pembantai karena salah dari penyerang yang memburu Dhu San ada yang berhasil kabur,” jawab Rha Chun dengan jujur sambil menunduk.


Baigaimana bisa kelompok pembantai yang terkenal kuat dan menguasai Daratan Barat dalam waktu yang sangat singkat dengan mudahnya tertipu oleh Rha Chun, terlebih pria sepuh tersebut yakin jika mereka semua pasti ada salah satu yang bisa melawan bius saat merasakannya waktu makan.


Setelah bergelut dengan pikirannya, pria sepuh tersebut mengangguk santai dan berpikir mungkin mereka adalah para prajurit dari kelompok pembantai, karena tidak mungkin jika kelompok pembantainya langsung turun tangan ke Daratan Timur ini, jika benar turun tangan, mereka juga sulit di taklukkan.


“Bawa mereka ke penjara bawah tanah, aku akan kembali mengabari yang lainnya untuk mendiskusikan masalah ini jika kelompok pembantai sudah datang ke Daratan Timur ini, dan juga untuk Dhu San, biarkan ia hidup lebih lama, karena nanti Dhu Gem yang mempunyai urusan dengannya.” Kata pria sepuh yang bernama Thu Yul.


Thu Yul memiliki tubuh pendek berkulit putih pucat, kepala botak seperti biksu, ia terlihat sangat jelek dan menyeramkan, namun tidak ada yang cukup berani mengejeknya walau ia memiliki penampilan seperti itu.


Namun sebelum Thu Yul pergi, sebuah suara terdengar.


“Tunggu kakak,” kata suara lembut.


Wuss..!!


Saat melihat seorang wanita memiliki rambut pendek, wajahnya sangat mirip dengan Thu Yul, terlebih tingginya pun sama.

__ADS_1


“Ada apa Bak Yul?” Tanya Thu Yul melirik ke arah saudaranya.


“Hehehe,, biar aku saja yang menangngani keempat orang-orang tampan ini,” kekeh Bak Yul menatap ke arah Bai An dan para saudaranya dengan pandangan mesum.


Bai An dan para saudaranya dari balik bayang-bayang melihat itu langsung memuntahkan makanan yang masuk beberapa hari lalu, wajah mereka terlihat sangat jelek dan merasa jijik saat mendengar maupun melihat wajah Bak Yul.


“Uukkhh..!! Lebih baik aku tidak menikah jika seandainya Tuan muda memaksaku menikahi tong sampah itu,” kata Tu Long sedikit bergidik.


“Jangan seperti itu, siapa tahu ia menjadi istri pertamamu nanti,” kekeh Bo Long dengan sedikit mengejek.


“Bisa jadi istri satu-satunya,” kata Duan Du ikut mengejek.


Sementara Bai An yang sudah kembali normal, pandangan mata Bai An kini menatap ke arah Bak Yul dengan teliti.


“Apa kalian tidak merasakan ada sedikit keanehan dari mereka berdua?”


Mendengar Bai An bertanya dengan nada serius. Duan Du, Bo Long dan Tu Long yang dari tadi saling mengejek langsung mengalihkan perhatiannya dan menatap ke arah Thu Yul dan Bak Yul.


“Hmm..!! Kenapa aku tidak bisa merasakan niat jahat atau niat tersembunyi dari mereka? Aku hanya merasakan niat kesenangan saja?” Kata Duan Du melirik ke arah Bai An untuk memastikan apakah ucapannya itu benar atau tidak.


Bai An menggeleng. “Bukan itu yang aku maksud, namun kau perhatikan lagi dengan lebih teliti ke arah wajah dan tubuh mereka,” kata Bai An sedikit memberikan petunjuk.


Dengan seksama, Duan Du, Bo Long dan Tu Long meneliti apa yang di ucapkan Bai An tadi.


Tak menunggu lama, mata mereka semua membulat.


“Penyamaran yang sempurna, aku bahkan sampai tertipu oleh mereka yang memiliki kekuatan jauh lebih tinggi dari mereka,” kata Tu Long dan Duan Du sedikit berseru kaget.


Bai An mengangguk sambil berkata. “Mereka juga sedang menyamar, aku tidak tahu apa yang mereka cari atau mungkin membalas dendam, ikuti saja dulu alurnya.” Bai An melirik ke arah Tu Long kembali berkata. “Wanita ini sangat cantik, apakah kau benar-benar tidak tertarik dengannya,” kekeh Bai An.


Wajah Tu Long langsung gelagapan, tapi dengan cepat ia normal sambil berkata.


“Hehe,, aku sudah mempunyai adik angkatmu sebagai pasanganku,” kekeh Tu Long.

__ADS_1


__ADS_2