
Bai An diam, ia tidak menjawab pertanyaan Mu Xia'er karena sedang ternganga saat melihat Mu Xia'er yang kini telah jauh berbeda dari yang biasanya.
Mu Xia'er yang ditatap lama kelamaan seperti langsung menjadi malu-malu,, “An Gege,” teriak Mu Xia'er menyadarkan Bai An.
“Eeh, ya ada apa? Xia'er ku yang cantik,” kata Bai An setengah terkejut, sambil tersenyum hangat kepada Mu Xia'er.
“Kenapa kau melihatku dengan tatapan mesum seperti tadi?”, tanya Mu Xia'er langsung berpura-pura kesal dan memegang pinggangnya dengan kedua tangannya.
“Aah, tidak Xia'er,, aku tidak pernah menatap istri ku begitu,, aku hanya melihat keindahan alam yang di wajah mu,” jawab Bai An berusaha menjelaskan.
Mu Xia'er langsung terkekeh kecil.
Mengetahui Mu Xia'er mengerjainya, Bai An hanya diam saja dan ikut tersenyum.
“Xia'er,,” ucap Bai An memanggil, setelah Mu Xia'er melihat Bai An. Bai An langsung berkata, “Kau semakin cantik,,”
Wajah Mu Xia'er langsung memerah,, dapat terlihat di pipinya ada rona merah langsung muncul.
Karena malu di lihat seperti ini oleh Bai An. Mu Xia'er langsung menghilang.
Melihat hal tersebut, Bai An sempat ingin menghentikannya dengan mengangkat tangannya. Namun terlambat.
“Huuff,,” kata Bai An tersenyum kecut, kemudian menambahkan. “Lebih baik aku meningkatkan kekuatanku lebih dulu,, padahal tadi aku ingin belajar beberapa teknik, karena di pikiranku saat ini tidak ada teknik yang cocok.”
Bai An hanya bisa menunggu Mu Xia'er mendatanginya nanti.
Bai An kemudian mengeluarkan beberapa pil tingkat tinggi yang ia dapatkan dari klan Lee.
“Hmm,, apa ini cukup ya?” gumam Bai An melihat sekitar 100 pil bewarna putih susu dan memiliki 4 garis yang menandakan pil tersebut kualitas setengah sempurna.
“Ini saja dulu, jika kurang aku bisa menambah beberapa pil lagi,” gumam Bai An memikirkan ia masih mempunyai cukup banyak stok pil tingkat tinggi.
Tanpa menunggu lama, Bai An langsung memasukkan 10 pil kedalam mulutnya.
Tak lama kemudian, pil tersebut langsung melebur dan energi yang sangat besar langsung mengisi dantian milik Bai An.
“Ukh,,”
Bai An merintih kepanasan, namun dengan cepat Energi Biru di dalam dantian Bai An membantu menyerap energi tersebut dan membuang semua kotoran.
Namun anehnya itu tidak bisa meningkatkan tingkat kultivasi Bai An, dan malah terlihat kekurangan dan ingin menambah lagi.
Bai An kemudian mencoba memasukkan 15 pil dan itu terus berlanjut hingga ia memakan 50 pil.
__ADS_1
1 Bulan kemudian..!
Booom,,!
Aura di sekeliling Bai An menyebar kemudian masuk lagi kedalam tubuh Bai An.
Tingkat kultivasi Bai An meroket ke tingkat Setengah Dewa Menengah.
Tidak berhenti disitu saja, Bai An memasukkan 25 pil kedalam mulutnya lagi, karena ia merasa masih terlalu lemah.
Itu terus berlanjut hingga 3 bulan kemudian.
Boomm,,!
“Setengah Dewa Puncak,” gumam Bai An membuka matanya dan melihat 100 pil yang ia keluarkan saat pertama memulai berkultivasi sudah habis.
Bai An kemudian mengeluarkan 500 pil, saat Bai An ingin memakan 30 pil. Mu Xia'er langsung muncul.
“Tambah lagi perbedaan waktu di dunia jiwa ini, karena satu tahun itu adalah waktu yang sangat singkat.”
Mendengar hal tersebut, Bai An langsung mengerutkan keningnya. “Memang berapa lama aku berkultivasi tadi Xia'er?”, tanya Bai An.
“Kurang lebih 5 bulan,” jawab Mu Xia'er kemudian menembak sinar yang muncul di jari Mu Xia'er dan langsung melesat ke arah kening Bai An.
Bai An kemudian membayangkan 10 tahun di dunia jiwa dan 1 hari di dunia nyata.
Setelah mengubah waktu di dunia nyata. Bai An langsung memasukkan 30 pil tingkat tinggi kedalam mulutnya.
Hal tersebut terus berlanjut hingga 80 pil telah Bai An makan.
7 bulan kemudian.
Bom,,!
Dewa Biasa Menengah.
1 tahun kemudian.
Bom,,!
Dewa Biasa Puncak.
Next...!
__ADS_1
7 tahun kemudian.
Booomm,,!
Aura di sekeliling Bai An kini menyebar sangat jauh dan memberikan tekanan yang sangat kuat.
Bai An membuka matanya, kini ada perbedaan diwajah Bai An, ia terlihat semakin tampan dan elegan.
Saat ini Bai An tersenyum pahit, 4 tahun lalu ia mengeluarkan semua stok pilnya dan sekarang ia melihat jika yang tersisa hanya beberapa puluh saja.
“Ini tidak akan bisa meningkatkan kekuatanku, seandainya aku bisa membuat pil tingkat tinggi,” gumam Bai An tersenyum kecut.
“Jangan terlalu mengandalkan hal yang instan Gege, latih dulu kekuatan barumu. Bila perlu, jika kau ingin meningkatkan kultivasimu lagi, gunakan dulu secara manual dengan berlatih keras dan menyerap energi alam sekitar.”
Mu Xai'er langsung muncul memberikan beberapa masukan yang mana membuat Bai An tersenyum malu.
“Hehe, baiklah Xia'er,” jawab Bai An terkekeh kecil sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Mu Xia'er langsung mengangguk, “Walau pondasi langsung stabil saat kekuatanmu meningkat, tapi tetap kokohkan lebih kuat lagi An Gege,” ucap Mu Xia'er langsung duduk samping Bai An dan bersandar di bahunya.
“Apa kau merindukanku karena kita tidak pernah bicara bertahun-tahun?” kata Bai An tersenyum nakal, ada kelicikan saat Bai An tersenyum dan Mu Xia'er sangat menyadari hal tersebut. Namun, kini Mu Xia'er hanya mengangguk.
Bai An kemudian mengangkat kepala Mu Xia'er dan memegang pipinya, “Tunggu saat aku menikahimu, barulah aku berani lebih bebas.”
Mendengar ucapan Bai An, wajah Mu Xai'er mulai memerah, ia tahu apa yang ada di pikiran Bai An, tapi ia juga senang karena Bai An masih menjaga dirinya dan tidak menyentuhnya sama sekali.
Pletak,,
“Tapi kenapa kau malah menodai wanita lain Gege?”
Mu Xia'er langsung memegang pinggangnya setelah memukul kepala Bai An.
Bai An yang di pukul sekarang tidak mengeluh, namun wajahnya ada perasaan bersalah.
“Itu kesalahan Xia'er,, aku juga selalu memikirkan mu, jika aku tidak memikirkan mu, aku sudah bertanggung jawab dan menikahi wanita itu. Karena aku menyadari saat melihatnya di kediaman Klan Lee ia terlihat berharap aku bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan kepadanya.”
Melihat kejujuran dan rasa bersalah di wajah Bai An, Mu Xia'er langsung memeluk Bai An dan berbisik. “Lebih baik kau bertanggung jawab An Gege, aku sebagai wanita mengerti perasaan Xi Xing.”
Bai An langsung tersenyum kecut saat mendengar kata-katanya Mu Xia'er.
“Bukannya aku tak mau Xia'er,” jawab Bai An langsung memgang pipinya, kemudian menambahkan. “Aku hanya belum mempunyai perasaan saja kepadanya karena aku masih ingin pokus meningkatkan kekuatanku dulu untuk memenuhi janjiku terhadapmu. Namun, jika suatu saat aku tiba-tiba ada rasa kepadanya, aku pasti akan memberitahumu lebih dulu untuk meminta izin.”
Mu Xia'er langsung mengangguk dengan terharu, kemudian Mu Xai'er bersandar kembali dan membicarakan banyak hal yang menurut mereka masing-masing bagus untuk di bicarakan.
__ADS_1