
Bai An yang mendengar itu mengangguk mendengar ranah kultivasi Pin Cang yang terbilang tinggi menurut Bai An.
Tentu saja Bai An di beritahu oleh Pin Cang jika untuk menaikkan satu bintang saja akan membutuhkan waktu 2 tahun, dan itu untuk orang jenius.
Jika orang biasa seperti Pin Cang akan membutuhkan 5 hinggi 10 kali lipat.
**
Satu jam telah berlalu, saat ini Bai An, Duan Du, Pin Cang dan Do Dhol saat ini berjalan keluar dari rumah makan.
Tap tap..!!
Setelah Bai An dan yang lainnya keluar, orang-orang yang ada di sana langsung ribut.
Tentu saja mereka ribut karena heran melihat Pin Cang, jendral terkuat klan Pin yang sangat tegas dan berwibawa sangat sopan kepada pemuda yang tidak memiliki bakat apapun.
Ini merupakan bahan lelucon dan berita besar untuk mereka. Namun mereka semua tidak ada yang berani menyebar berita tersebut, jika mereka ketahuan, maka mereka tahu diri mereka akan menjadi target klan pin.
Sementara ada beberapa orang dari mereka yang berasal dari luar kota langsung mengirimkan pesan melalui batu telepati.
Salah satunya kepada klan ternama di ibukota Daratan Naga Besi.
“Hmm..!! Apa berita ini benar ayah?” Tanya seorang wanita yang menggunakan cadar, namun itu tidak menutupi kecantikannya.
“Benar putriku, Bai An masih hidup, mata-mata yang ayah kirim sendiri melihatnya dengan jelas di depan matanya bahwa ia masih hidup.” Kata pria terlihat berusia 50 tahunan.
Mata wanita bercadar itu sedikit melotot, tapi dengan cepat ia menggelengkan kepalanya.
“Tidak ayah, An'Gege sudah meninggal, aku sendiri yang melihat ia di bunuh oleh mereka,” kata wanita bercadar dengan sedih kemudian marah, wanita bercadar merasa sedih karena tidak bisa menolong, dan marah karena mereka membunuh calon suaminya, terlebih ia masih belum mengetahui siapa dalang pembunuhan calon suaminya.
“Lebih baik kau kesana untuk melihat dengan mata kepalamu sendiri, ayah juga akan menyuruh tetua pertama untuk menjagamu,” kata laki-laki yang bernama Chu Lang.
Chu Jia langsung menggelengkan kepalanya.
“Tidak ayah, aku sendiri sudah cukup, jika aku tidak terjebak formasi musuh, mungkin aku bisa menyelamatkan An'Gege,” kata Chu Jia langsung menghilang tanpa pamit kepada Chu Lang.
Chu Lang yang melihat itu langsung menghela nafas berat. “Jika kau tahu yang ingin membunuh Bai An, mungkin kau akan kesana untuk balas dendam, dan itu membahayakan keselamatanmu sendiri,” kata Chu Lang.
Chu Lang dan ayah Bai An yaitu Bai Ling tentu tahu dalang siapa yang membunuh Bai An, dia tak lain adalah dua klan yang menjadi musuh mereka dan beberapa organisasi tersembunyi.
__ADS_1
Bai Ling adalah orang yang paling terpukul karena kematian putra satu-satunya, putranya melarikan diri karena terlalu terkekang dari kecil, dan saat ia baru melarikan diri beberapa langkah, ia di bunuh tidak jauh dari klan Bai.
Sementara Chu Jia kebetulan datang mengunjungi Bai An melihat adegan tersebut dan berusaha menolong, namun ia terkena perangkap musuh.
Chu Lang kini terdiam beberapa saat, setelah itu ia menghilang dari tempatnya.
***
Kota San..!!
Saat ini Bai An belum mengetahui jika dirinya mempunyai nama yang sama dan wajah yang sama dengan Bai An dari dunia ini.
Walau Bai An dapat menebak jika ia memiliki kemiripan nama dari reaksi Pin Cang, tapi ia tak menduga jika wajahnya memiliki kemiripan.
Tap tap..!!
“Tuan muda,, aku sudah kembali membawa beberapa sumberdaya tingkat satu, tingkat terendah,” kata Pin Cang berjalan lalu memberikan cincin penyimpanan dengan hormat.
Bai An langsung mengambilnya lalu memeriksa isinya.
Bai An tidak terlalu terkejut saat melihat sumberdaya dan pil yang ada di dalam cincin penyimpanan tersebut.
Pin Cang dengan sigap menangkapnya sambil mengeluarkan senyum lebar.
“Kau berjagalah disini selama aku meningkatkan kultivasiku, aku takut akan ada orang masuk kesini nanti,” kata Bai An memberi perintah kepada Pin Cang.
“Kau dapat tenang Tuan muda, kediamanku ini hanya aku seorang yang tinggal tanpa ada penjaga maupun pembantu di sini, karena sampai saat ini aku belum laku-laku membuat aku sedikit bebas kemana saja,” kata Pin Cang sambil menggaruk kepalanya sedikit tertawa canggung.
Bai An mengangguk sambil mengayunkan tangannya tanda memberi isyarat Pin Cang untuk keluar.
Pin Cang langsung keluar berjaga di luar bersama Do Dhol yang dari tadi menunggu di luar.
Bai An kini melirik ke arah Duan Du.
“Baru kali ini aku melihat kau tidak banyak tingkah, tapi aku yakin tak lama lagi kai pasti membuat ulah,” kata Bai An lalu melempar sebagian dari sumberdaya yang di beli Pin Cang tadi.
Dengan santai Duan Du menangkap cincin penyimpanan pemberian Bai An, setelah melihat isinya, ia bergumam. “Jika ini saja masih tingkat satu memiliki aura yang kuat, bagaimana dengan tingkat dua dan keatasnya ya?”
“Jangan banyak melamun, ayo kita coba menyerap sumberdaya ini yang di bantu oleh energi sekitar,” kata Bai An menyadarkan Duan Du.
__ADS_1
Setelah itu mereka berdua mengambil jarak untuk menyerap pil bewarna merah keemasan.
Pil tersebut bernama Pil Naga Merah yang bisa meningkatkan kultivasi seorang ranah pemula yang baru menjadi kultivator.
Bai An kini merasakan panas di dantiannya setelah menelan pil Naga Merah.
“Emm..!! Energi yang terkandung di Pi Naga Merah ini sangat kuat dan sedikit kacau, jika aku tidak di bantu oleh energi semesta, mungkin akan membutuhkan proses lama karena perlu menyingkirkan energi yang kacau dari kandungan pil Naga Merah ini, atau biasa di sebut kotorannya,” gumam Bai An lalu membuka matanya dan melirik ke arah Duan Du.
“Hmm..!! Sudah ku duga jika tubuh anak nakal ini sedikit spesial yang bisa menerima semua energi tanpa masalah,” gumam Bai An kemudian memejamkan matanya lagi sambil mencerna satu pil yang ia telan lagi.
Tak lama kemudian.
Bam..!!
Bam..!!
Bai An lebih dulu menerobos daripada Duan Du, tanpa memikirkan pondasinya, Bai An kembali melempar pil Naga Merah, kini terlihat Bai An melempar 3 pil Naga Merah.
Wuss..!!
Tubuh Bai An langsung mengeluarkan tekanan bercampur energi yang kacau.
Namun dengan cepat energi semesta menekannya dan menyerap semua energi kotoran tersebut dengan lahap, seolah-olah itu adalah makanannya.
Terlihat perubahan di energi semesta Bai An, ia terlihat mempunyai wujud transparan, namun berubah kembali menjadi energi biasa.
Jika Bai An melihat itu dengan mata kepalanya sendiri, maka ia akan tahu jika energi semestanya ini memiliki kecerdasan dan cerdik karena menyembunyikan dirinya.
Entah mengapa energi semesta Bai An menyembunyikan dirinya, hanya energi itu sendiri yang tahu.
2 Bulan telah berlalu.
Saat ini banyak sekali orang di Kota San.
Bahkan Pin Cang semakin heran karena ia merasakan semakin banyak orang-orang dari kota besar datang kesini.
Tak sedikit orang juga memata-matai kediaman miliknya, hal itu membuat Pin Cang membawa beberapa tetua biasa untuk berjaga di kediamannya agar Bai An dan Duan Du tidak kenapa-napa.
Saat ini Pin Cang dengan santai meneguk segelas arak yang ia tuang sambil mewaspadai satu orang yang berada di balik awan.
__ADS_1