Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Membeli bebrapa sumberdaya dan Tentang Pasar Budak


__ADS_3

“Hei Jing Xuan,, mana tulisan ku yang tadi? Mengapa kau menukarnya dengan tulisan jelek ini?” Tanya Bai An tidak terima.


Tapi dalam benaknya ia berkata sambil menahan malu. “Kenapa tulisanku begitu jelek ya?”


“Eehh,, tulisan apanya Tuan muda? dari tadi aku di sini dan tidak pernah menukar apapun dan itu memang tulisanmu,” jawab Jing Xuan tersenyum kecut.


Bai An langsung pura pura mendengus lalu berkata. “Awas kalau kau ketahuan berbohong.”


Tetua Jing Xuan langsung mengangguk. Tapi mendengus dalam hatinya.


“Baiklah saudara Pixiu, kau berhentilah tertawa. Kau ini malu maluin aku saja,” kata Bai An melalui telepati.


“Hehehe, habisnya kau malah menuduhnya untuk menutupi rasa malumu Tuan muda.” Kata Pixiu secara terang terangan mengejek Bai An.


Bai An mendengus ringan.


“Kau tulislah semua yang aku sebutkan ini.” Kata Bai An mengalihkan pembicaraan untuk menutupi rasa malunya.


Pixiu mengangguk kemudian meminta tinta dan kertas kosong kepada Jing Xuan.


Cukup lama Pixiu menulis semua yang Bai An katakan. Setelah itu Pixiu langsung memberikannya kepada tetua Jing Xuan.


“Tuan muda, kami hanya memiliki beberapa rumput jiwa, kami tidak bisa menyediakan semua yang Tuan muda butuhkan. Dan juga kami tidak mempunyai herbal Gingseng merah darah, yang kami punya hanya Gingseng Phoenix putih.”


“Hmm,, baiklah itu saja ganti Gingseng merah darahnya. Tapi yang lain ada kan?” Tanya Bai An.


“Ada Tuan muda,” jawab tetua Jing Xuan.


“Baiklah,” kata Bai An mengangguk.


“Tuan muda tunggu di sini, nikmati teh dan makanan ringannya sambil menunggu saya kembali.”


Melihat Bai An mengangguk, tetua Jing Xuan langsung keluar untuk mengambil semua pesanan Bai An.


“Hei pak tua Jing, apakah kau mempunyai beberapa pil tingkat 5 ke atas yang tidak berguna untukmu? Kalau ada bagikan saja kepadaku, karena dengan tingkatanmu itu. Kau sudah tidak membutuhkannya.” Kata Bai An dengan suara kecil tapi dapat di dengar oleh Jing Xan dan Yu Fan yang mengintai dari kejauhan.


“Ada, tapi nanti saja aku berikan kepadamu Tuan Muda, saat kau kembali ke kediaman Walikota.” Jawab Jing Xan melalui telepati.

__ADS_1


Bai An mengangguk ringan.


Lalu mengambil cangkir teh yang terlihat cukup unik. Bai An kemudian menyeruputnya.


“Hmm...!! Teh ini rasanya sangat enak. Tapi masih lebih enak arak buatan klan Duan.” Gumam Bai An.


Kemudian ia memikirkan bagaimana cara membuat arak yang enak. Tak menunggu lama ia tersenyum sendiri.


Pixiu yang dari tadi memperhatikan tingkah Bai An tiba tiba merasa tidak enak saat melihat senyum Bai An. “Kenapa semakin lama aku bersama Tuan muda, aku merasa ia semakin aneh ya?” Gumam Pixiu.


“Xia'er sayang, apakah aku boleh bertanya?”, kata Bai An dengan nada suara memelas.


“Tidak boleh, kau cari tahu saja sendiri. Aku tahu pikiranmu itu dan aku tidak akan tertipu lagi untuk kedua kalinya.” Jawab Mu Xia'er dengan ketus.


Raut wajah Bai An langsung menjadi jelek. “Kau sangat pelit. Ah lebih baik aku bertanya kepada Xi Xing, kebetulan ia sangat ahli dalam sebuah informasi,” gumam Bai An sengaja tersenyum mesum.


“Kau kau,, An Gege mesum,” teriak Mu Xia'er lalu menambahkan. “Baiklah, kau datang saja ke pasar budak di sudut kota ini. Di sana ada beberapa anggota klan Duan yang masih hidup menjadi budak. Tapi ia menutupi identitasnya agar tidak di buru lagi oleh banyak ahli yang gila arak sama seperti dirimu.”


Bai An mengerutkan keningnya saat mendengar ada sebuah pasar budak di Kota Han? Tentu saja ini menjadi pertanyaan untuknya. Apakah Tang Rou tidak menindak para penjual lelang tersebut? Itulah yang menjadi pertanyaan Bai An.


Tapi karena tidak ingin pusing. Ia lebih baik langsung bertanya nanti kepada Tang Rou saat kembali.


Tetua Jing Xuan langsung masuk.


“Tuan muda, di dalam cincin ini semua pesanan mu sudah ada. Coba kau periksa dulu.” Kata tetua Jing Xuan dengan sopan.


“Tidak perlu, berapa semuanya,” jawab Bai An dengan cepat. Karena ia ingin cepat cepat ke kediaman Walikota Tang Rou untuk bertanya tentang pasar budak.


“Total semua 580 Kristal tingkat menengah, itu sudah termasuk potongan 10% karena kau adalah pelanggan VIP kami.” Jawab tetua Jing Xuan.


Bai An melambaikan tangannya lalu memberikan cincin penyimpanan tingkat rendah. “Disana sudah ada 580 kristal tingkat menengah, kau bisa menghitungnya.”


“Tidak perlu Tuan muda, kau saja dapat mempercayaiku. Bagaimana aku bisa tidak percaya kepadamu,” kata tetua Jing Xuan sambil tersenyum.


Bai An mengangguk lalu berkata. “Baiklah aku pergi dulu, selamat malam.”


Tetua Jing Xuan langsung mengangguk dan mengantar Bai An sampai ke depan pintu masuk Assosiasi Dunia.

__ADS_1


Setelah kepergian Bai An. Tetua Jing Xuan langsung menghela nafas lega, kemudian mengusap keringatnya yang dari tadi ia tahan agar tidak menetes.


Beberapa menit berlalu, kini Bai An telah sampai gerbang kediaman Walikota Tang Rou. Tidak ada yang berani menghentikan mereka berdua.


Itu karena para prajurit kota kini sudah mengenal identitas Bai An sebagai tamu istimewa. Tapi para prajurit di suruh untuk tidak menyebarkan dan menutupi identitas Bai An sebagai tamu istimewa.


Saat masuk semua orang telah menunggu Bai An dan Pixiu.


“Salam Tuan muda,” sapa semua orang.


Bai An mengangkat tangannya. “Tidak perlu pakai salam salaman hormat seperti itu.”


Semua orang langsung mengangguk.


Bai An langsung melihat ke arah Tang Rou.


“Tang Rou, apakah kau mengetahui di sini ada pasar budak?” Tanya Bai An tanpa basa basi.


“Tentu Tuan muda, pasar budak tersebut kebetulan klan Tang sendiri yang menjadi pemiliknya. Tapi bukan klan Tang keturunan. Itu semua adalah para bawahanku.” Jawab Tang Rou walaupun ia agak bingung dengan pertanyaan Bai An.


Bai An semakin mengerutkan keningnya. “Kenapa kau memperbudak orang orang?” Tanya Bai An berusaha tenang dan mencoba mencari tahu penyebabnya lebih dulu. Karena tidak mungkin Tang Rou menculik dan menjual budak atau membeli budak dari para penjahat.


“Itu..!! Budak yang kami jual sebenarnya adalah para penjahat, kami juga membuat segel budak yang tidak bisa di hancurkan oleh sembarang orang kecuali tingkat Dewa Langit karena hanya tingkat Dewa Langit ke atas yang bisa menghancurkan segel budak yang kami buat.” Jawab Tang Rou cukup gugup saat melihat ekpresi Bai An.


Bai An menganggukkan kepalanya. “Apa kau yakin jika mereka semua para penjahat?” Tanya Bai An memastikan.


“Tentu, kami juga memperbudak dan menjual para prajurit yang Tuan muda lawan beberapa hari lalu di atas kapal. Kami juga menangkap para perampok, bandit, pencuri untuk kami perbudak.”


“Tapi kami tidak sembarang untuk melakukan itu. Tentu saja kami mengintrogasi mereka, karena masih banyak pencuri. Mereka mencuri karena kebutuhan dan kami akan membebaskan kemudian memberikan pekerjaan yang cukup untuk menghidupi keluarganya. Tapi dengan syarat ia tidak melakukan pencurian lagi.”


Panjang lebar Tang Rou menjelaskan hal tersebut kepada Bai An.


Bai An mengangguk dan memikirkan ucapan Mu Xia'er tadi. Ia ingat jika Mu Xia'er bilang orang tersebut menyamar untuk menutupi identitasnya.


Tang Rou, Jing Xan, Yu Fan, Fanghu, Pixiu dan Tang De kini bingung kenapa Bai An bertanya tentang pasar budak.


Mereka semua memikirkan beberapa tebakan. Karena tidak mungkin Bai An tiba tiba bertanya seperti itu tanpa sebab.

__ADS_1


“Hmm,, Apakah di antara kalian ada yang tahu tempat itu? Aku minta tolong antar aku kesana.”


__ADS_2