Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Membebaskan Keluarga Bai An


__ADS_3

Terlihat jelas luka cambuk, sayatan pedang maupun luka lebam di setiap tubuh Ling Mei.


Tangan Bai An tiba-tiba terkepal berusaha menahan diri.


“Aku akan membalas ini 1000 kali lipat lebih menyakitkan, terlebih kau monster jelek, aku akan memusnahkan semua rasmu di Alam Dewa Inti kelak, aku tak peduli mereka mau lemah atau tidak, aku tak peduli mereka setengah dari Ras mu atau tidak, kini aku membenci Ras mu dan aku bersumpah akan memusnahkannya dimanapun ia berada.”


Kata-kata Bai An ini terdengar sangat dalam, matanya yang biru berubah menjadi emas, tapi tak lama matanya berubah menjadi biru kembali, tak ada yang menyadari itu karena Bai An saat ini memakai jubah bertudung.


Mata Bai An berubah menjadi biru saat mendengar sebuah suara.


“Siapa kau? Dari auramu kau bukan bagian dari mereka,” tanya seorang pria dengan nada cukup dingin.


Bai An mulai meneteskan air mata saat mendengar pertanyaan itu, yang bertanya tak lain adalah ayahnya Bai Chen.


Mendengar pertanyaan dari Bai Chen, semua tahanan yang tak lain keluarganya langsung mengangkat kepala lalu melirik ke arah Bai An.


Cukup banyak dari mereka yang curiga dengan kedatangan Bai An, pasalnya orang yang biasa datang adalah Ling Qie seorang, tidak ada lagi yang datang selain dirinya.


Bai An yang mendengar itu tak ingin menunda lagi, ia langsung melambaikan tangannya, untuk membebaskan semua orang tanpa membuka identitasnya terlebih dahulu, jika ia membuka identitasnya, ia yakin drama pasti akan terjadi dan itu membuat ia lebih lama di tempat ini.


Wuss..!!


Dalam sekejap semua orang pulih, tubuh mereka yang penuh luka langsung tertutup sendiri, setelah itu Bai An kembali mengayunkan tangannya dua kali.


Crakk..!!


Piarr..!!


Semua rantai yang mengikat keluarga Bai An langsung terlepas, kemudian menghilang dari sana bersama Bai An.


Bai An juga tak lupa membuat tubuh tiruan sebelum kepergiannya menggunakan benda mati yang ada di cincin penyimpanannya.


***


Cukup jauh dari dari pusat Alam Dewa Emas, muncul pusaran yang cukup kencang.


Wuss..!!


Tak lama Bai An muncul bersama keluarganya, tak lupa Bai An kini memangku ibunya yang terlihat energinya terkuras habis akibat di segel dan di siksa.

__ADS_1


“Hei,, lepaskan istriku.”


Sebuah teriakan langsung menggema, teriakan tersebut tak lain dari Bai Chen, ia kini mengambil ancang-ancang untuk menyerang Bai An yang kini bersama Ling Mei.


Bai An hanya bisa menggeleng melihat bagaimana tingkah agresif ayahnya.


Sementara Ling Mei hanya diam, ia terlihat nyaman berada di pangkuan orang misterius ini, ia merasa berada di dekat putranya Bai An.


Saat Bai An ingin membuka tudungnya, sebuah kilatan datang dari jauh.


Wuss..!!


Duan Du muncul sambil tersenyum bahagia, ia melirik ke arah ayah angkatnya Bai Chen.


“Hehe,, kau tak tahu terimakasih, sudah beruntung di bebaskan, tapi malah kau kasar terhadap kami,” heng “Sungguh tak tahu untung,” dengus Duan Du memana-manasi.


Benar saja, Bai Luan dan Bai Lin Yin datang untuk menenangkan hati Bai Chen agar tidak gegabah, mereka juga berbisik jika kedua orang di depannya ini bukan orang biasa.


Bai Chen cukup mengerti maksud dari ayah dan bibinya, lihat saja dari orang ini datang, tidak ada yang bisa merasakan kehadirannya, terlebih ia dengan mudah menghancurkan rantai yang telah mengikat mereka bertaruh-tahun.


Bai An hanya bisa menggeleng saat melihat kelakuan adiknya.


“Hei,, apa kau ingin di siksa,” kata Bai An langsung membuka tudungnya.


Wuss..!!


Mata semua orang melotot saat mendengar maupun melihat siapa yang kini berdiri di hadapan mereka.


“An'er, kaukah ini?” Sebauh suara yang berasal dari ibunya langsung memecahkan keheningan.


“A.. Apakah ini benar, apakah kau benar An'er?” Tanya Bai Yan, Bai Yun dan Bai Yin yang tak lain adalah kakaknya Bai An.


“Hmm..!! Aku pasti bermimpi, ini pasti bukan An'er,” kata Bai Shao dan Bai Shan paman Bai An.


Sementara Bai Chen dan Bai Luan langsung maju ke arah Bai An.


Setelah menyentuh wajah Bai An yang hanya diam, barulah ayah dan kakek Bai An mengeluarkan air mata lalu memeluk Bai An.


Melihat apa yang di lakukan oleh Bai Chen dan Bai Luan.

__ADS_1


Kini semua orang mulai menangis lalu menghampiri Bai An dan memeluknya satu persatu.


Bai An hanya bisa tersenyum berusaha menahan sedih dan amarah dalam hatinya.


Setelah itu Ling Mei mulai bertanya.


“An'er kemana saja kau selama ini? Apakah kau baik-baik saja, tidak ada yang menindasmu?” Tanya Ling Mei bertanya dengan wajah tegas di pangkuan Bai An.


Orang-orang yang mendengar itu termasuk Bai An hanya bisa menggeleng dalam hati, bagaimanapun keadaan seorang ibu, walaupun memprihatinkan, mereka pasti lebih mementingkan keselamatan putranya lebih dulu.


“Aku baik-baik saja bu, kau lihat bukan aku sehat dan bisa membebaskan ibu, dan juga aku ingin membuat mereka yang melukai ibu maupun yang lainnya membayar 1000 kali lipat lebih menyakitkan,” jawab Bai An tersenyum, lalu ia tiba-tiba berubah mengerikan.


Hal itu membuat semua orang bergidik ngeri termasuk ayahnya, tapi ada pengecualian, pengecualian tersebut adalah Ling Mei.


Ia kini tersenyum mendengar amarah putranya.


“Sudah tidak perlu membalas, kita hidup damai saja itu sudah cukup,” kata Ling Mei mengelus rambut Bai An.


Merasakan kehangatan tiada tara, Bai An mengeangguk patuh, semua orang yang melihat itu tersenyum bahagia.


Termasuk Duan Du, ia meneteskan air mata kebahagian, tingkah nakalnya kini telah hilang untuk sementara.


Tapi tak lama, Bai Chen, Bai Luan, Bai Shao, Bai Yun dan Bai Yin langsung melirik ke arah Duan Du dengan senyum menyeramkan.


Menyadari hal tersebut, Duan Du langsung bergidik ngeri, ia telah merasakan bagaimana siksaan yang ia alami dulu di klan Bai saat berbuat onar lalu tertangkap.


Karena terlalu panik, saat Duan Du ingin melesat, ia tak menyadari jika Bai An sudah mengikat kakinya.


“Apa..!!”


Teriakan Duan Du terdengar keras saat ia kini tak bisa bergerak, dengan cepat ia melirik ke arah keluarganya angkatnya atau lebih tepatnya Duan Du menganggap mereka keluarga kandung.


“Kakak,, lepaskan adikmu ini, apa salahku sehingga kau selalu ikut campur,” teriak Duan Du memasang wajah cemberut serta ketakutan saat melihat ayah, kakek, kakak, dan pamannya perlahan mendekat.


Orang-orang yang melihat itu mulai tertawa, terlihat mereka tertawa lepas seolah beban yang mereka tanggung selama ini telah tiada.


Bai An dan Duan Du yang menyadari hal tersebut diam-diam tersenyum bahagia, kebahagian inilah yang mereka nanti-nantikan dari dulu.


Tapi tak lama terdengar suara teriakan, teriakan tersebut tak lain dari Duan Du yang berpura-pura kesakitan di siksa.

__ADS_1


Ling Mei yang kini telah lepas dari gendongan putranya menatap wajah Bai An lekat-lekat.


“Nak, kau ternyata telah dewasa dan kau kini sangat mirip dengan pendiri klan Ling.”


__ADS_2