
Tak menunggu lama We Kai dan kelima kaisar dewa kembali melesat dengan kekuatan penuh yang artinya jika ini adalah serangan terahir.
We Kai langsung menyelimuti tubuhnya dengan api, tapi tak lama seluruh api tersebut bertumpu ke tangannya.
“Tinju Matarahi,” teriak We Kai.
Seketika api di tangan We Kai terlempar, saat terlempar api berbentuk bola itu semakin besar hingga menerangi seluruh arena.
Sementara kelima dewa masing-masing juga tak mau kalah, mereka menggunakan seluruh energi mereka dan menggunakan teknik terlarang yang telah di berikan Ling Qie.
Setelah itu kelima serangan gabungan dari kelima Kaisar Dewa membentuk sekeleton dengan aura hitam pekat memegang pedang.
Sekeleton tersebut melesat ke arah api yang mirip anak matarahi, sekeleton langsung menebas pedang tengkorak yang terbuat dari tulang manusia.
Bom..!!
Pedang di tangan sekeleton langsung hancur, tak sampai di situ saja, anak matahari terus melesat hingga menghanguskan sekeleton tersebut hingga sampai ke tempat kelima kaisar dewa.
Bom..!!
Kelima Kaisar Dewa mati menjadi debu, tak hanya mereka saja, beberapa yang tak jauh dari mereka ikut terkena dampaknya
Sementara We Kai kini jatuh berlutut dengan nafas terengah-engah.
Ling Qie yang melihat itu meraung marah namun saat ia ia cukup terdesak oleh serangan kerjasama Xiong Zai dan Tu Khul.
Senyum mengejek langsung menghiasai wajah Xiong Zai, ia mengejek ke arah Ling Qie.
“Kau mau kabur kemana j*l*ng,” kekeh Xiong Zai.
Mendengar itu, seketika wajah Ling Qie berubah merah.
“Aku akan membunuh kalian berdua teriak,” Ling Qie.
Aura Ling Qie seketika naik drastis bersamaan dengan tubuhnya ikut berubah, kini tumbuh tanduk kecil di kening Ling Qie, tangannya pun di penuhi sisik hitam pekat.
Tatapan mata Ling Qie kini mengarah ke Xiong Zai, melihat mata Ling Qie berubah hitam pekat, Xiong Zai mundur beberapa langkah.
Namun baru saja ia mundur, Ling Qie sudah muncur di depan Xiong Zai.
Bam..!!
Xiong Zai langsung terlempar saat perutnya di pukul.
Mata Xiong Zai terbelalak saat melihat kecepatan Ling Qie.
Tak lama Tu Khul juga di pukul hingga terlempar.
Melihat itu, mata Xiong Zai melihat ke segala arah, siapa yang akan Ling Qie datangi.
Saat merasakan aura mengerikan dari atasnya, Xiong Zai mendongak.
Terlihat Ling Qie mengayunkan tinjunya ke kepala Xiong Zai.
Dengan cepat Xiong Zai berguling.
__ADS_1
Bam..!!
Nafas Xiong Zai lansung naik turun, jika ia terkena serangan Ling Qie tadi, ia yakin kepalanya akan langsung pecah.
Baru saja Xiong Zai merasa aman, terdengar sebuah suara menyeramkan.
“Kau mau lari kemana tikus kecil,” kata Ling Qie tersenyum sambil menjulurkan lidahnya seolah Xiong Zai adalah makanannya.
Xiong Zai menatap Ling Qie dengan ganas, ia langsung berdiri sambil melangkah mundur.
Tap tap..!!
Setelah sampai dan melihat Tu Khul yang terbilang parah.
Xiong Zai hanya bisa menghela nafas.
Namun tekad Xiong Zai langsung menguat, ia mengeluarkan pedangnya.
Tanpa basa basi Xiong Zai melesat untuk menyerang Ling Qie.
“Mati,” teriak Xiong Zai menebas ke arah leher Ling Qie.
Ling Qie dengan santai menahan pedang Xiong Zai, tangan Ling Qie terlihat menjepit pedang Xiong Zai.
“Apa hanya ini kemampuanmu? Sungguh lemah,” ejek Ling Qie.
Dahi Xiong Zai seketika berkerut.
“Apa kau bodoh atau idiot, tidak kah kau lihat perbedaan tingkatan kita begitu jauh, tentu saja ini kemampuan terbaik ku, coba seandainya kau melawan orang yang lebih kuat darimu, aku yakin wajahmu tidak akan memasang wajah jelek seperti ini,” dengus Xiong Zai dengan nada mengejek.
Wajah Ling Qie berubah dingan.
Pedang Xiong Zai langsung ia patahkan, tangan Ling Qie dengan cepat terayun ke kepala Xiong Zai, kini Ling Qie berniat untuk membunuh Xiong Zai secara langsung dengan memecahkan kepalanya.
Wuss..!!
Tap..!!
Bai An muncul memegang tangan Ling Qie, dengan senyum ramah Bai An berkata.
“Apa yang di ucapkan saudaraku tadi benar, bagaimana kalau kau melawanku bibi.”
Ling Qie tidak mendengar suara Bai An, melainkan saat merasakan aura mengerikan dari tubuh Bai An.
Dengan cepat Ling Qie menarik tangannya mundur beberapa langkah.
“Siapa kau?” Tanya Ling Qie dengan nada waspada.
“Oohh,, apakah kau tidak mengenal diriku bibi,” jawab Bai An dengan senyum sederhana.
Namun jika orang-orang terdekat Bai An melihat itu, mereka tahu jika Bai An mencoba menahan amarah.
Ling Qie yang mendengar itu mengeryitkan alisnya. Ia menatap Bai An namun tak bisa melihat wajah di balik tudung Bai An.
Merasakan ada yang kurang, Bai An lalu membuka tudungnya.
__ADS_1
Saat melihat wajah Bai An, tubuh Ling Qie menegang.
“Ka.. Kau masih hidup ayah,” teriak Ling Qie mundur.
Bai An sama sekali tidak menjawab, melainkan hanya tersenyum lembut.
Sementara Wen Dongyun dan Lang Du yang mendengar teriakan Ling Qie terdiam beberapa saat lalu melirik ke arah Bai An dengan seksama.
Tak lama mereka menegang, bukan menegang karena mengira Bai An adalah orang yang sama dengan yang dulu mereka bunuh, melainkan merasakan aura Bai An yang tidak bisa mereka lihat.
Mereka juga merasakan bahaya.
Tu Long dan Duan Du yang melihat itu langsung memanfaatkan kesempatan.
Namun kita kembali ke Bai An terlebih dahulu.
Saat ini Bai An muncul di depan Ling Qie sambil berkata. “Sebenarnya aku berniat menyiksamu terlebih dahulu bibi, tapi karena kau bersaudara dengan ibuku Ling Mei, maka aku akan langsung membunuhmu.”
Tanpa basa basi Bai An mengayunkan pedangnya.
Crash..!!
Akhh...!!
Teriakan Ling Qie menggema, Bai An terkekeh saat melihat wajah Ling Qie yang kini menatap dirinya dengan tatapan tajam.
“Ka.. Kau tidak menepati janji,” raung Ling Qie kesakitan.
“Tentu saja aku akan membunuh tubuhmu, tapi tidak dengan jiwamu,” balas Bai An dengan acuh lalu menarik jiwa Ling Qie yang kesakitan.
Tanpa menunggu lama Bai An menaruh jiwa Ling Qie di dunia jiwanya.
“Aku akan menyiksamu di dunia jiwaku selamanya,” gumam Bai An.
Setelah membunuh tubuh Ling Qie, Bai An mengibaskan tangannya dengan santai, sisa bawahan Ling Qie yang memiliki kekuatan Kaisar Dewa langsung mati tanpa tahu siapa yang membunuhnya.
Setelah itu Bai An menghilang tanpa jejak.
We Kai yang masih terbaring tentu melihat itu dengan mata melotot, ia menggosok-gosok matanya lalu menampar pipinya sambil bergumam.
“Apakah tadi itu mimpi?”
We Kai tak bisa membayangkan betapa cepatnya Bai An membunuh Ling Qie dan semua sisa bawahan Ling Qie, mungkin itu dalam hitungan detik, sehingga We Kai mengira dirinya bermimpi.
Tap tap..!!
“Tentu saja kau tidak bermimpi Kaisar Dewa Api, jika kau tidak percaya aku akan membuktikannya,” kekeh Xiong Zai mengepalkan tangannya.
Wajah We Kai memasang wajah jelek sambil melambaikan tangannya.
“Aku percaya aku percaya, kau tidak usah membuktikannya,” kata We Kai menelan ludahnya.
***
Tidak jauh dari Xiong Zai dan We Kai, saat ini Tu Long dan Lang Du saling berhadapan.
__ADS_1
Atau lebih tepatnya Tu Long melesat karena memanfaatkan kesempatan kelengahan Lang Du yang melihat ke arah lain.
“Mati,” teriak Tu Long.