Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Memasang Segel Budak Kepada Shi Ba.


__ADS_3

Bai An ragu-ragu melakukan segel tersebut kepada Shi Ba, bukan takut ia berhianat. Karena jika ia berhianat Bai An tinggal membunuhnya saja, tapi ia takut akan gagal sehingga Shi Ba mati, karena ia sangat membutuhkan informasi dari Shi Ba dan membutuhkan Shi Ba jadi mata-matanya.


Bai An kini masih merenung, beberapa saat ia langsung mengangkat wajahnya lalu melihat ke arah Shi Ba.


"Kesinilah!" ucap Bai An kepada Shi Ba.


Mendengar itu semua heran dengan Bai An dan apa yang akan ia lakukan, karena mereka semua berpikir Bai An membutuhkan informasi dari Shi Ba. Sehingga Bai An tidak membunuhnya.


Tapi mendengar Bai An memanggil Shi Ba tentu saja mereka bingung, namun tidak ada yang bertanya tentang apa yang akan dilakukan Bai An, karena mereka yakin dengan rencana Bai An.


Cuman Han Chi saja yang seperti orang bodoh, ia sebenarnya ingin bertanya, tapi takut akan mempermalukan dirinya sendiri dan ia melihat semua diam jadi ia ikut diam.


Shi Ba kini tubuhnya bergetar semakin keras tapi ia tetap mengikuti perkataan Bai An, terlihat setiap ia melangkah, kakinya selalu bergetar, dan kini ia sudah sampai dihadapan Bai An dengan terus menunduk.


"Jangan takut, aku tidak akan menyiksa atau membunuhmu jadi kau tenang dan jangan takut begitu seperti melihatku hantu saja, aku masih manusia biasa sama sepertimu!"


Mendengar ucapan Bai An, semua orang menutup mulut menahan tawa.


Shi Ba kini mulai agak tenang saat mendengarkan ucapan Bai An.


"A... Apakah Pe... Perkataan anda itu benar Tuan?" tanya Shi Ba agak ragu-ragu bertanya karena pertanyaan itu bisa saja menyinggung Bai An dan ia sadar akan itu, tapi ia memberanikan diri untuk memastikan.


"Benar jadi kau tenanglah!" Jawab Bai An santai.


Mendengar itu Shi Ba cukup senang, namun ia tidaklah bodoh, jadi ia ingin bertanya namun ini pasti akan menyinggungnya dan ia takut Bai An akan berubah pikiran, jadi ia mengurungkan niatnya itu.


Melihat kelakuan Shi Ba, Bai An tersenyum puas karena ia tahu juga Shi Ba pasti tidaklah bodoh.

__ADS_1


"Bicaralah aku tahu kau tidak bodoh dan kau pasti tahu maksutku begini bukan!"


Mendengar kata-kata Bai An, Shi Ba langsung mengangguk, "Apa yang Tuan inginkan dari saya? Saya tahu tidak ada yang gratis di dunia ini. Tapi jika Tuan menyuruh saya berhianat kepada Bangsawan Shi, lebih baik anda membunuh saya, karena saya tidak akan pernah berhianat!" Ucap Shi Ba tegas yang dapat terlihat jika ia berkata jujur.


Bai An langsung tersenyum senang, "Apakah kau yakin, aku tahu kalau Shuwan adalah putra kandung mu buka? dan terlebih lagi aku melihat jika dulu istri mu direbut oleh Patrick Shi saat istri mu sedang mengandung, itu menyebabkan kau sangat membencinya sampai sekarang, tapi karena kau tidak bisa apa-apa jadi kau hanya menyimpannya dalam hati!"


Shi Ba kini tubuhnya bergetar dan langsung jatuh kelantai, ia melihat ke arah Bai An seperti hantu yang nyata.


"Ba... Bagaimana anda tahu Tuan?" tanya Shi Ba dengan tubuh yang masih bergetar keringat terus bercucuran dari dahinya.


Yue'er, Bai Luan, Lin'er dan Han Chi juga terkejut dari mana Bai An tahu tentang ini mereka heran namun tidak bertanya karena Shi Ba sudah bertanya.


"Aku bisa membaca pikiranmu! dan bisa melihat dari matamu saat kau melihat Shuwan mati betapa benci, pasrahnya dirimu yang tidak bisa menjaganya!" jawab Bai An tenang.


Mendengar itu semua orang terbelalak kaget, "Apakah yang Paman Guru katakan itu benar?" tanya Lin'er langsung karena merasa tidak percaya.


"Dia buktinya, coba kau tanyakan kebenarannya!" jawab Bai An santai kepada Lin'er.


Kini Shi Ba masih berpikir karena ia tidak ingin berkhianat walaupun ia membenci Patrick Shi karena merebut istrinya, dan ia ragu-ragu saat kembali mereka pasti curiga karena ia tertangkap oleh musuh dan tiba-tiba muncul didepan mereka, tidak mungkin mereka tidak curiga karena ia kembali tanpa luka.


Melihat keraguan Shi Ba, Bai An langsung berkata, "Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku beritahu kepadamu dan ini cukup membuatmu terkejut tapi aku harus membuat segel budak terlebih dahulu kepadamu!"


Mendengar ucapan Bai An, Shi Ba kembali bergetar karena ia tahu apa itu segel budak sama saja seperti mayat hidup yang tidak mempunyai pikiran.


"Tu... Tuan ji!" kata-kata Shi Ba terpotong saat mendengar ucapan Bai An.


"Kau tenang saja ini segel yang berbeda, otak dan pikiranmu tetap terhubung seperti biasa, anggap saja kau tidak pernah terkena segel budak karena kau tetap menjalani kehidupanmu seperti biasa, tapi ada resiko lain dari segel budak ini!"

__ADS_1


"Apa resikonya Tuan?" tanya Shi Ba langsung tanpa lama-lama.


"Jika kau berniat berhianat, seluruh tubuhmu akan terkabar kau akan disiksa seumur hidup tanpa bisa bunuh diri jika kau ingin mati!"


Gleekkk...


Terdengar suara Shi Ba menelan air liurnya sendiri, ia lalu merenung cukup lama karena resiko ini lebih mengerikan tapi jika ia berniat berhianat saja, jika ia tidak berhianat maka ia tak akan merasakan rasa sakit tersebut.


Cukup lama Shi Ba berpikir, ia juga penasaran apa rahasia yang akan dikatakan Bai An kepadanya yang bisa membuatnya terkejut, setelah berpikir-pikir terlihat ia menjadi tegas lalu melihat ke arah Bai An.


"Saya mau Tuan menjadi budak anda!" kata Shi Ba dengan tegas.


Bai An mengangguk, ia lalu berjalan ke arah Shi Ba, "Tundukan kepalamu karena aku akan memasang segel budak di atas kepalamu!" ucap Bai An.


Shi Ba langsung mengikuti perintah Bai An.


Melihat Shi Ba kini menunduk, Bai An menggerakkan tangannya yang terlihat cukup rumit, tak lama tiba-tiba keluar cahaya di atas kepala Shi Ba.


Shi Ba yang dapat merasakan kehangatan di atas kepalanya diam-diam saja. Namun tak lama kemudian itu terasa panas terus bertambah panas, Shi Ba berusaha menahan untuk tidak teriak.


Namun, karena semakin panas ia tidak tahan lalu berteriak kesakitan.


"Aaaaaaccckkkk!"


"Aaaaacccckkkk!"


Setelah cahaya segel budak menghilang Bai An cukup tenang, namun saat mendengar teriakan Shi Ba, ia tiba-tiba agak khawatir, lalu Bai An langsung bertanya kepada Shen Bai.

__ADS_1


"Paman Bai apakah ini gagal? Kenapa Shi Ba berteriak kesakitan seperti itu?"


"Tenang saja, itu berhasil dan ini memang karena segel budak ini cukup spesial jadi awal-awalnya akan terasa sakit namun itu tak akan lama jadi tunggu lah beberapa menit lagi!" jawab Shen Bai santai.


__ADS_2