
Long Yuan membenarkan perkataan Mo Shen, Menyadarkan Bai An lebih penting kali ini, karena ia melihat sekelilingnya kini secara perlahan mulai hancur.
Sementara, Bai An yang mengamuk kini kesadarannya tidak berada di tempatnya. Melainkan masuk ke suatu tempat yang di sebut Dunia Jiwa.
Di dalam Dunia Jiwa, kini Bai An sedang bingung, “Tempat apa ini?” gumam Bai An melihat sekeliling, semuanya hanyalah lahan kosong, namun cukup luas.
“Energi disini cukup padat, apa aku tiba-tiba mati ya?” ucap Bai An seperti orang bodoh.
“Hei, apa ada orang disini?”
“Jika ada, keluarlah.”
Tidak ada tanggapan apapun, Bai An merenung sesaat, ia ingat dirinya terbawa emosi hingga tidak sadar tiba-tiba ia bangun dan sudah berada disini.
Setelah menunggu cukup lama, Bai An mencoba mencari jalan keluar atau apakah ada sesuatu disini.
Namun, baru saja Bai An ingin melangkah, Api Emas tiba-tiba muncul di depan matanya.
“Eehh,”
Bai An bingung melihat Api Emas tiba-tiba muncul, banyak sekali yang ingin Bai An pertanyakan. Tapi Api Emas tiba-tiba bicara terlebih dahulu.
“Hmm,, Aku yakin kau pasti bertanya mengapa kau tiba-tiba berada disini?” Suara Api Emas terdengar lembut seperti suara seorang wanita.
Bai An cukup terkejut mendengar suara Api Emas, namun ia mengesampingkan itu, lalu Bai An langsung mengangguk.
“Tepuk tangan lah dua kali dan bayakan suatu tempat yang indah, tapi dengan mata terpejam,”
Tanpa bertanya, Bai An mengikuti intruksi Api Emas, yang mengerjainya menyuruh bertepuk tangan.
“Prrookk”
“Prrookk”
Lalu Bai An membayangkan, tempat yang pernah ia kunjungi saat ia bersama Mo Shen.
“Buka lah mata mu,” perintah Api Emas.
Bai An membuka matanya secara perlahan, dam betapa terkejutnya Bai An saat melihat tempat yang pernah ia kunjungi.
Tapi Bai An lebih terkejut lagi saat melihat loly di depan matanya.
Seorang gadis kecil seperti seumuran Fang Liu, ia terlihat seperti berusia 13 tahunan. Tapi umur asli Api Emas sangatlah tua, mungkin lebih tua dari Dunia tempat Bai An tinggal.
“Si,, Siapa kau gadis kecil?” tanya Bai An agak gugup, karana kecantikan Api Emas cukup jauh berbeda dari Yue'er. Hal itu membuat jantung Bai An berdegub kencang.
Gadis kecil itu mengerut saat di panggil gadis kecil, ia melihat dirinya kemudian kembali melihat Bai An.
__ADS_1
“Kau bilang aku gadis kecil, coba kau ngaca lebih dulu anak ingusan. Umur ku jutaan kali lebih tua dari mu,”
Teriakan gadis kecil itu cukup melengking dan membuat sakit telinga Bai An, namun bukannya terlihat kesakitan atau risih oleh teriakan tersebut Bai An justru tertawa.
“Hm,,”
“Ha,, Ha,, Ha,,”
“Ha,, Ha,, Ha,,”
“Berarti kau loly tua dong,”
“Ha,, Ha,, Ha,,”
Bai An yang tidak tahan tadi saat menutup mulutnya, akhirnya tertawa lepas, dan menyebut Api Emas Loly tua.
Muka gadis tersebut langsung memerah.
Bluusss,,
Aura ganas keluar dari tubuh gadis kecil tersebut bercampur Api Emas langsung menyelimuti tubuhnya.
Bukk,,
Bai An langsung berlutut, saat merasakan aura yang sangat menindas dirinya, “I,, Ini jauh lebih kuat dari Ayah dan paman Shen Bai,” seru Bai An kaget.
“Hoeek,,”
Bai An tidak dapat menahan tekanan dari Api Emas dan hampir pingsan. Namun, aura energi bewarna biru tiba-tiba membuat hangat Bai An dan tidak merasakan tekanan apapun.
“Jangan ikut campur.” Suara Api Emas terdengar dingin, energi bewarna biru tersebut langsung menghilang seperti di telan oleh sesuatu.
Bai An yang kembali merasakan tekanan berat, ia kembali terluka lagi.
“Hoeek,,”
“Panas,,” teriak Bai An.
Darah terus keluar dari mulut Bai An, wajahnya terlihat sangat jelek, saat terus menerus memohon kepada Api Emas.
Api Emas, yang merasa sudah puas memberikan pelajaran langsung menarik auranya beserta Api Emas.
Kini kondisi Bai An sangat lah menyedihkan, ia terluka sangat parah. Namun tidak terlihat penyesalan di wajah Api Emas.
“Sembuhkan dia.”
Setelah Api Emas mengatakan itu, energi biru tiba-tiba muncul dan menyembuhkan Bai An hingga pulih seperti sedia kala.
__ADS_1
Tak menunggu lama, Bai An perlahan membuka matanya, setelah membuka matanya. Bai An kemudian melihat sekelilingnya.
Tak menemukan siapa-siapa, Bai An kemudian melihat dirinya. “Eeh,, Aku sudah sembuh,” ujar Bai An.
“Tentu saja, kau sudah sembuh anak ingusan.” Api Emas muncul secara tiba-tiba dan membalas ucapan Bai An.
Tubuh Bai An tiba-tiba bergidik ngeri saat mendengar suara yang tidak ingin ia dengar, kini ia telah kapok memprovokasi Api Emas seperti tadi.
“Si,, Siapa kau sebenarnya?” tanya Bai An memberanikan dirinya bertanya, ia tidak merasa keberatan saat di panggil anak ingusan.
Tiba-tiba saja Api Emas berubah menjadi Api Emas, hal itu membuat Bai An terkejut, ia membuka tutup mulutnya seperti orang idiot.
Api Emas terkekeh melihat respon Bai An, namun wajah nya tiba-tiba menjadi serius kembali.
Bai An yang kaget dan melihat Api Emas berubah menjadi gadis kecil dan terkekeh saat melihat dirinya yang terkejut tidak merasa keberatan, tapi ia melihat wajah gadis kecil tersebut tiba-tiba serius, ia juga mengubah wajahnya ikut serius.
“Fff,”
“Ha,, Ha,,”
Api Emas tertawa karena merasa berhasil mengerjai Bai An.
Bai An kini mulai kesal melihat tingkah gadis kecil ini, “Hei, bisakah kau lebih serius Nona Cantik.” ujar Bai An menekan kata Nona Cantik.
“Pok,,”
Api Emas bertepuk tangan dan tempat mereka berdiri langsung berubah menjadi lebih indah seperti taman surga.
Bai An langsung terpana saat melihat pemandangan sekelilingnya,
“Cukup, nanti saja terpananya, kau tahu aku sekarang siapa bukan?”
Bai An langsung mengalihkan pandangan ke arah Api Emas dan mengangguk, “Kau adalah Api Emas,” jawab Bai An.
Api Emas mengangguk, “Mulai sekarang kau panggil aku Mu Xia'er.”
Bai An mengangguk, dan bertanya. “Tempat apa ini? kenapa aku bisa berada disini?”
Tanpa menjawab pertanyaan Bai An, Mu Xia'er yang terhubung dengan Bai An langsung memberikan pengetahuan sekitar 15% yang pernah ia janjikan pada dirinya sendiri saat Bai An mencapai Supreme Being.
Bai An yang tiba-tiba mendapat banyak sekali pengetahuan langsung duduk untuk menyerap dan mencerna semua pengetahuan yang masuk ke dalam pikirannya.
Cukup lama Bai An mencerna pengetahuan tersebut, hingga ia membuka matanya dan bergumam, “Ternyata ini adalah dunia jiwa. Tapi mengapa aku bisa masuk ke dunia jiwa, bukankah yang bisa membuka dunia jiwanya sendiri harus menghadapi petir kesengsaraan kedua terlebih dulu, itupun sangat jarang orang bisa membukanya, kecuali orang tersebut mempunyai jiwa yang sangat kuat untuk menghancurkan penghalangnya. Dan itu sangat jarang terjadi, kecuali para jenius atau para penguasana.”
Bai An langsung bergumam pada dirinya sendiri, ia kini juga tahu apa tingkatan selanjutnya.
“Itu karena aku yang membuka paksa dan membawa dirimu kesini, karena lawan yang ka hadapi saat ini adalah Setengah Dewa.” ujar Mu Xia'er.
__ADS_1
Bai An terkejut luar biasa, mendengar Setengah Dewa sudah membuat jantungnya hampir meledak.
'