
Dengan Cepat Monster Tanpa Hati melempar belati ke arah Hong Chu.
Hong Chu yang selalu waspada langsung merubah tubuhnya menjadi sisik ular.
Trank..!!
Sisik Hong Chu sangat lah keras.
Hong Chu langsung berdiri lalu mundur beberapa langkah sambil mendengus dingin ke arah kedua komandan monster itu.
Monster Tanpa Hati langsung menatap ke arah komandan Bertanduk. Seakan mengerti.
Komandan Bertanduk langsung berteriak bahasa Monster.
Dpablagk. ( Berkumpul )
Hong Chu yang mengerti langsung mendengus. Ia paham kode teriakan tersebut. Itu artinya Monster Tanpa Hati akan mengorbankan semua prajurit monster demi kepentingannya sendiri.
Tak lama semua Komandan Monster yang tersisa datang. Ada yang datang dengan satu tangan, ada juga yang tubuhnya penuh luka. Komandan yang berkumpul hanya 5 saja. Sisanya telah mati.
Tak lama para Binatang Spiritual yang kekuatannya setara dengan para Komandan Monster itu ikut berkumpul di belakang Hong Chu dengan tatapan ganas ke arah para Monster, karena lawan mereka semua melarikan diri.
“Dua dari kalian bantu yang lain. Selesaikan para Monster menjijikan yang disana,” perintah Hong Chu.
Tanpa bicara, dua dari Bintang Spiritual itu langsung pergi.
Sementara Bai An yang menonton cukup jauh dari lokasi pertarungan tertawa bahagia. Bai An melihat mereka semua layaknya harta.
“Pertarungan pembuka sebentar lagi akan di mulai,” gumam Bai An saat melihat kedua kubu sama-sama berjumlah 7.
Hanya Bai An sendiri yang asik menonton, sedangkan para bawahannya sedang asik pesta kecil di belakangnya. Tak lama, Jing Ling dengan langkah gontai menghampiri Bai An.
“Tuan muda, jika bisa jangan biarkan Binatang Surgawi dengan elemen racun itu mati. Buat saja dia jadi bawahanmu, dia cukup berguna nantinya,” kata Jing Ling mengutarakan pendapatnya.
Bai An langsung tersenyum. Apa yang ada di otaknya sama dengan otak Jing Ling. Memang itulah yang ada di pikiran Bai An, Hong Chu cukup berguna nantinya. Dengan Elemen Racunnya, memudahkan Bai An malawan musuh nantinya.
Bai An juga melihat Hong Chu tidak akan mati melawan Monster Tanpa Hati. Paling ia akan terluka parah, karena kerja sama Monster Tanpa Hati sangatlah baik.
Saat Jing Ling melihat senyum Bai An. Ia langsung kembali berkumpul bersama Tu Long, Hei Niu dan Fu Chen.
Kembali di arena pertarungan.
Hong Chu mengangkat tangannya. “Bunuh,” teriak Hong Chu.
Monster Tanpa Hati langsung tersenyum mengejek.
Saat melihat para Binatang Spiritual itu maju menyerang.
Hong Chu langsung mengerutkan keningnya saat melihat senyum Monster Tanpa Hati, ia langsung mengedarkan kesadarannya. Tak lama ia melihat sebuah Formasi yang sangat tipis. Formasi tersebut tidak terlihat karena Racun Hong Chu yang menyebar.
“Mundur,” teriak Hong Chu.
__ADS_1
Tapi terlambat.
5 Binatang Spiritual tersebut langsung masuk area Formasi jebakan. Tak lama tubuh mereka semua langsung lemah. Para Binatang Spiritual tersebut merasa energi mereka semua terkuras habis, dantian mereka terasa terkikis membuat mereka kesakitan luar biasa.
Monster Tanpa Hati langsung memerintahkan para Komandan untuk membunuh semua Binatang Spiritual yang masuk Formasi jebakan.
Monster Tanpa Hati dan Monster Bertanduk memasang Formasi Jebakan tersebut saat mereka bertarung dengan Hong Chu. 3 Token yang mereka lempar tidak di lihat oleh Hong Chu karena sibuk menghindar.
“Kurang ajar,” teriak Hong Chu meraung marah. Lalu melesat ke arah Monster Tanpa Hati bersama satu pengikutnya yang tersisa.
Hong Chu berani maju karena ia merasakan jika Formasi jebakan tersebut hanya sekali pakai dan saat ini sudah tidak aktip. Ia melesat dengan cepat karena ingin menolong anak buahnya.
Namun usahanya sia-sia. Karena Monster Tanpa Hati melempar belasan tombak energi.
Bom..!!
Bom..!!
Trank..!!
Dengan lincah Hong Chu menghindar dan menghancurkan belasan tombak yang tercipta dari energi.
Hong Chu ingin melesat lagi, tapi Komandan Bertanduk dan Komandan Tanpa Hati sudah melayangkan serangan gabungan.
Melihat itu, Hong Chu langsung berteriak. “Tombak Racun,” “Tebasan Racun Dewa.”
Saat Hong Chu mengayunkan Tombaknya, seketika auranya dari tombaknya berubah kembali. Muncul ratusan energi tombak beracun melesat ke arah kedua komandan tersebut.
Wuss..!!
Wuss..!!
Bom..!!
Bom..!!
Tombak energi Hong Chu langsung mengenai kelima Binatang Spiritual tersebut hingga melepuh mati akibat racun. Tapi tombak energi beracun Hong Chu tidak berhenti sampai disana.
Monster Tanpa Hati langsung mundur sedikit menjauh lalu melirik Komandan Bertanduk. Dengan cepat Komandan Bertanduk memegang sebuah token budak. “Berkumpul,” kata Komandan Bertanduk.
“Tidak,” teriak kelima Komandan Monster meraung marah, mereka tentu kaget karena tidak tahu kapan mereka di pasangkan segel budak. Tubuh kelima komandan monster tersebut dengan sendirinya tertarik tanpa bisa melawan sesuai perintah Komandan Bertanduk.
Jlep..!!
Bom..!!
Saat melihat kesempatan, Monster Tanpa Hati dengan cepat menembakkan tombak energi ke arah Binatang Spiritual yang tersisa hingga meledak saat tubuhnya tertancap tombak energi.
Hong Chun meraung marah. Ia kini sudah kehilangan akalnya saat melihat betapa sadisnya dan liciknya kedua komandan di depannya ini.
Hong Chu melesat ke arah komandan bertanduk, karena Hong Chu melihat semua tombak energinya telah habis saat menacap di tubuh kelima komandan monster.
__ADS_1
“Mati,” teriak Hong Chu.
Dengan cepat komandan Bertanduk mengangkat pedangnya dengan tergesa-gesa, karena tidak bisa melihat kecepatan Hong Chu.
Bom..!!
Komandan Bertanduk terlempar begitu saja.
Ukhh..!!
Komandan Bertanduk seketika melihat ke arah Monster Tanpa Hati dengan tersenyum kecut, karena julukannya seperti itu. Ia hanya bisa mengutuk dalam hati.
Bagaimana tidak. Saat Hong Chu lari menyerang komandan Bertanduk. Monster Tanpa Hati langsung melarikan diri.
“Kau tenang saja, aku juga akan membunuhnya,” kata Hong Chu dingin sambil mengayunkan tombaknya.
Crash..!!
Tubuh Komandan Bertanduk langsung terbelah dua.
Hong Chu langsung membakar esensi darah murninya, ia tidak berani membakar Inti Binatangnya, karena resikonya sangat besar. Bisa-bisa kekuatannya tidak akan bisa bertambah jika ia membakar Inti Binatangnya.
Wuss..!!
Energi kesadaran Hong Chu langsung menyebar, ia merasakan Monster Tanpa Hati sedang membantai pasukannya.
Dengan cepat Hong Chu melesat kesana.
Bai An yang melihat kekadian itu langsung bergumam. “Sungguh cerdik.” Bai An kagum dengan Monster Tanpa Hati, tapi ia kini sudah tidak membutuhnya karena ia kini memiliki yang lebih mengerikan walau kekuatannya belum kembali. Bai An melirik ke arah Jing Ling yang masih asik minum bersama yang lain.
“Kalian semua, apa tetap di sini atau ikut menonton,” kata Bai An memberi pilihan.
Mereka semua langsung berdiri, “Mana mungkin kami membiarkan Tuan muda sendiri," kata Tu Long dengan suara berat, yang lain langsung ikut mengangguk kecuali Jing Ling yang hanya tersenyum.
Bai An menggelengkan kepala di sertai senyum hangat. Ia langsung melesat bersama yang lain, tak lupa Bai An menembak energinya untuk membawa Jing Ling, karena kultivasi Jing Ling saat ini telah di segel, jadi ia tidak bisa menggunakan energinya.
Wuss..!!
Bai An langsung mendarat cukup jauh dari Hong Chu, ia langsung melihat duel satu lawan satu Hong Chu melawan Monster Tanpa Hati.
Betapa terkejutnya Bai An melihat aura Monster Tanpa Hati yang di penuhi kegelapan.
“Pengikut Kaisar Dewa Kegelapan,” kata Bai An langsung melirik Fu Chen.
Fu Chen tentu terkejut saat mendengar nama Kaisar Dewa Kegelapan, karena para Monster sungguh membencinya, itu di karenakan banyak bangsa Monster ikut berkhianat dan membunuh saudaranya sendiri.
“Aku tidak tahu tentang dia pengikut Kaisar Dewa Kegelapan Tuan muda, kami juga membenci para monster yang mengikutinya hanya karena kekuatan,” kata Fu Chen jujur di sertai amarah.
Bai An kemudian mengalihkan pandangan ke arah Jing Ling, yang sepertinya menyadari dari awal.
Dan
__ADS_1
Bersambung.
1200 dulu ya 😁😁