
“Hehe,, kali ini kita kaya kak,” kata Duan Du terkekeh kecil.
Bai An tanpa menunggu lagi langsung menyodorkan tangannya santai.
Dengan patuh Duan Du memberikan hasil jarahannya, termasuk yang ia kumpulkan selama ini.
Bai An mengangguk setelah melihat isi cincin penyimpanan yang terdapat jutaan cincin penyimpanan disana.
Setelah itu Bai An melirik ke arah Bai En.
Bai En langsung berkata. “Ikuti aku, semoga orangnya masih ada disana.”
Wuss..!!
Bai En dan Bai An langsung melesat ke arah bangunan yang telah runtuh.
Tap tap...!!
Bai En langsung mengayunkan tangannya.
Bom..!!
Puing-puing yang menghalangi jalan mereka berdua langsung hancur menjadi debu.
Bai En langsung berjalan santai menuju sebuah pintu menuju ruang bawah tanah.
Bai En kembali mengayunkan tangannya.
Wuss..!!
Brak..!!
Pintu tersebut hancur, Bai En dan Bai An langsung masuk ke dalam.
Tap tap..!!
Tak sampai satu menit, Bai An melihat sebuah pintu yang terlihat sangat kuat serta di aliri oleh aura yang memiliki tekanan yang cukup menindas.
“Hmm..!! Pintu ini sepertinya cukup unik, terlebih lagi kayu ini sepertinya cocok untuk di jadikan senjata,” kata Bai An mengutarakan isi hatinya sambil memegang pintu kayu yang memiliki kelebihan tertentu.
“Benar, kayu hitam ini adalah salah satu bahan langka yang di cari-cari di alam dewa sekalipun. Kayu ini memiliki ketahanan Level 3 Awal jika di bisa di gunakan oleh sang pengguna, jika seorang penempa senjata dengan teliti dan tidak mengikis aura ini saat membuat sebuah senjata maka bisa jadi senjata tersebut akan menjadi senjata tingkat 2,” kata Bai En menjelaskan lalu menambahkan. “Nama kayu hitam ini adalah Kayu Jati.
Mendengar itu senyum Bai An langsung mengembang, ia telah memikirkan beberapa cara untuk menggunakan kayu ini hitam ini nanti saat ia membawanya.
Bai En tidak terlalu memikirkan apa yang Bai An pikirkan, ia kini melangkah sambil berkata.
“Adik, bantu kakak membuka pintu ini, dan juga hati-hati karena pintu ini bisa menyerang balik kita.”
Bai An langsung maju lalu bersamaan, mereka berdua langsung mengalirkan energi mereka ke tangan mereka lalu mendorong pintu.
__ADS_1
Bam..!!
Cklek..!!
Saat pintu terbuka, Bai An langsung melihat ribuan mayat yang menjadi pandangan pertamanya.
“Kurang ajar,” teriak Bai En saat melihat mayat-mayat tersebut.
Bai An yang menyadari kemarahan kakaknya langsung bertanya.
“Siapa mereka?”
“Mereka adalah anggota klan Bai yang dulu berhasil menyelamatkan diri, aku tidak tahu bagaimana cara Ling Dong menangkap mereka, padahal di antara orang-orang ini ada beberapa orang yang lebih kuat dari Ling Dong.” Jawab Bai En.
Bai An yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya erat-erat.
“Aku menyesal tidak lebih cepat membunuh Ling Dong ini,” gumam Bai An dalam hati.
“Ayo kita cari Ling Che,” ajak Bai En.
Bai An langsung tersadar dan segera mengikuti Bai En.
Sepanjang lorong besar mereka berdua melihat mayat mati di gantung dan di rantai, semakin mereka melangkah, semakin besar mereka berusaha menahan amarah.
Tap tap..!!
Bai En dan Bai An langsung berhenti setelah melihat sebuah pintu, ini adalah pintu satu-satunya selain pintu masuk tadi.
Brak..!!
Setelah itu Bai En dan Bai An masuk.
Tap tap..!!
Pandangan pertama Bai En dan Bai An lihat adalah ada beberapa orang yang lebih tepatnya sekitar 4 orang 3 laki-laki terlihat krisis dan 1 wanita lebih parah dari 3 laki-laki tersebut.
Dengan cepat Bai An bergerak mengeluarkan jubah untuk menutupi tubuh sang wanita. Bai An juga mengalirkan energinya untuk memulihkan wanita tersebut.
Sementara Bai En membantu ketiga laki-laki tersebut.
Uhuk uhuk..!!
Terdengar suara batuk dari laki-laki yang paling tua.
Bai En yang melihat satu orang tersadar dengan cepat menyandarkan tubuhnya di sisi tembok.
Tak lama, kedua laki-laki muda tersebut ikut tersadar yang di susul oleh wanita yang Bai An bantu.
Saat mereka tersadar sepenuhnya. Mata mereka langsung berkaca-kaca saat melihat wajah Bai En yang kini tidak mengenakan tudung.
__ADS_1
“Tuan muda,” sapa mereka berempat.
“Nanti saja menyapanya, lebih baik kita pergi dari sini lebih dulu,” kata Bai En sambil melambaikan tangannya.
Lalu Bai En melirik ke arah Ling Che sesaat terus melirik Bai An.
“Ayo kita pergi,” ajak Bai En.
Mereka semua mengangguk.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Bersamaan dengan Bai An sampai. Gi Lian datang menyeret Tu Long yang kini memiliki banyak memar di wajahnya.
Wajah Tu Long terlihat tidak marah atau sedih, melainkan tersenyum-senyum melirik ke arah Gi Lian.
Gi Lian yang menyadari itu langsung mendengus kesal.
“Sudah-sudah, dari pada kalian berkencan di sini, lebih baik kalian cari tempat yang indah agar kalian tidak malu-malu,” kata Bai An terkekeh kecil.
Saat Gi Lian ingin mengatakan sesuatu, Bai An langsung mengajak mereka semua pergi dari markas Faksi Emas yang telah hancur.
Tu Kul langsung menggerakkan tangannya untuk membuka segel penyadap.
Mereka semua langsung melesat pergi.
Tak lama setelah kepergian Bai An dan kelompoknya.
Ada beberapa orang yang tak sengaja melewati tempat itu langsung melotot dengan tubuh merinding.
“I.. Ini, apa yang telah terjadi dengan Faksi Emas yang begitu terkenal kuat kini telah menjadi puing-puing dengan mayat bertaburan seperti sebuah pasir.” Kata salah satu dari mereka dengan terbata-bata.
“Lihat,, itu lihat pemimpin Faksi Emas, Mo Lor mati dengan mata melotot seperti tak percaya ia mati begitu saja,” kata laki-laki tua bertubuh kecil lalu menambahkan. “Siapa yang telah melakukan pembunuhan kejam seperti ini?”
“Ini bukan lagi pembunuhan, melainkan pembantaian, dan juga apa kau tidak memperhatikan dengan teliti jika yang mati adalah semua anggota Faksi Emas, terlebih lagi yang membunuhnya tidak menyisakan satupun dari mereka yang hidup.” Kata laki-laki muda dengan wajah memiliki bekas luka.
“Ini adalah berita besar, aku yakin hanya satu kelompok yang bisa menghancurkan mereka seperti ini tanpa menyisakan harta sekalipun,” kata laki-laki yang pertama kali bicara.
“Benar, mereka tak lain kelompok pembantai, seperti nama kelompok mereka, mereka membantai tanpa menyisakan satupun musuh mereka,” kata laki-laki tua bertubuh kecil.
“Aku yakin jika Faksi Emas sama seperti Faksi Serigala, mereka telah menyinggung orang yang salah dan ini juga peringatan bagi Faksi-Faksi besar dan sekte-sekte besar lainnya agar tidak memprovokasi kelompok pembantai,” kata laki-laki muda yang memiliki bekas luka di wajahnya.
Setelah itu mereka pergi sambil menyebar informasi tersebut ke semua penduduk kota Li.
Beberapa orang yang tidak percaya karena tidak merasakan getaran pertarungan mereka langsung ke lokasi mengecek apakah berita tersebut benar atau hanya omongan saja.
Setelah orang-orang yang tadinya ragu kini membenarkan jika berita itu nyata.
__ADS_1
Tak lama berita tersebut menyebar dalam sekejap ke semua kota, bahkan ke daratan sebelah.