
“Hei Niu, apa kau tahu dimana kita saat ini? Aku takut wanita itu mengejar kita, kita harus keluar dari Gurun ini.” Kata Bai An.
“Ini,,!! Aku kurang tahu daerah gurun ini, karena wilayan Gurun Kematian sangat luas. Gurun Kematian adalah wilayah yang paling luas dari wilayah ras lain.” Kata Hei Niu agak malu. Namun dengan cepat ia menambahkan. “Tapi kalau tidak salah, kita berada di wilayah utara. Wilayah ini kebetulan sangat dekat dengan Kota Netral. Kota Netral itu tepat di wilayah perbatasan Gurun Kematian, Ras Elf, Ras manusia dan Binatang Primordial, Disana semua Ras ada dan selama di kota itu tidak boleh ada pertarungan. Kota Netral di ini telah di buat dan di sepakati oleh para penguasa dari berbagai ras. Jadi jika kita bisa kesana. Kita akan aman.”
“Karena sangat banyak buronan manusia yang kabur dari gurun ini mencari perlindungan kesana. Dan Raja Monster tidak bisa berbuat apa-apa, walaupun dia seorang Monster Suci sekalipun.”
Bai An dan Tu Long kini mengangguk dan sepakat ingin kesana lebih dulu.
“Baiklah, kita akan menuju utara untuk mencari Kota Netral tersebut, sambil kalian memulihkan diri di perjalanan saja. Karena kita tidak memiliki waktu banyak. Aku takut mereka mengetahui keberadaan kita. Lalu memanggil bantuan untuk mengejar kita.” Kata Bai An sambil melirik Tu Long dan Hei Niu.
Mereka berdua tentu langsung mengangguk. Lalu melesat dengan kecepatan pelan. Karena Tu Long dan Hei Niu, Bai An suruh menelan pil penyembuh yang tadi Bai An berikan dan mereka tidak sempat memakannya.
Waktu terus berlalu. 5 jam kemudian. Bai An kini sedang melihat jika tidak jauh dari tempat mereka ada sekumpulan Monster sedang membawa beberapa manusia yang di rantai dan di bawa paksa.
Bai An kini merasa yakin jika jalan yang ia tuju benar. Ia sempat ragu beberapa waktu lalu. Karena jalan yang mereka tempuh sudah bermil-mil jauhnya.
Bai An juga merasakan jika yang terkuat dari para monster itu ada di tingkat Prajurit Emas ⭐3 Awal. Jadi Bai An menduga ia adalah pemimpin yang membawa budak manusia tersebut.
“Hmm..!! Apakah kalian dapat merasakannya juga?” Tanya Bai An sambil melirik Tu Long dan Hei Niu kini asik makan daging yang di penuhi darah.
“Hmm..!! Kami merasakannya Tuan, aku juga tahu jika itu adalah salah satu komandan yang biasa membawa para budak dari Kota Netral, mereka sering kesana untuk membeli budak manusia. Kadang mereka juga suka menyergap manusia yang datang kesana. Mereka menyergapnya di luar daerah Kota Netral, agar tidak terjadi salah paham.” Jawab Hei Niu santai.
“Kenapa kau terlihat santai Hei Niu?” Tanya Bai An penasaran. Bai An bertanya karena Hei Niu sama sekali tidak bersiaga atau bersiap-siap. Kalau Tu Long, Bai An sudah mengenalnya cukup lama. Jadi ia wajar dengan sikap Tu Long. Tapi berbeda dengan Hei Niu.
“Itu karena kata saudara Tu, Tuan sangat kuat dan selalu memiliki cara untuk melawan musuh. Jadi kenapa harus takut.” Jawab Hei Niu santai.
Wajah Bai An langsung jelek. Ia melirik Tu Long yang memandang ke arah lain.
“Huuff..!! Kau ini mengajar saudaramu yang tidak-tidak. Mulai saat ini jatahmu akan,” kata-kata Bai An langsung terpotong.
“Hehe, Tuan muda. Kau jangan begitu, aku akan memberikan kontribusi besar untukmu.” Kata Tu Long dengan cepat.
__ADS_1
Bai An langsung mengabaikannya. Bai An langsung memikirkan rencana untuk mendekati rombongan Monster yang membawa para budak.
Tak lama, Bai An langsung tersenyum. Dengan cepat ia mencari sebuah rantai di seluruh cincin hasil jarahannya selama ini dan menemukan rantai khusus Budak, agar para monster tidak curiga.
“Hei Niu, Tu Long, kalian berdua menyamar jadi prajurit yang sedang mencari buronan. Dan anggap saja aku buronan yang telah melarikan diri.” Kata Bai An memasang rantai tersebut di leher dan tangannya.
Hei Niu dan Tu Long langsung mengerti. Dengan cepat Hei Niu mengeluarkan 2 baju prajurit elitnya lalu memberikan satu kepada Tu Long.
Setelah memakai pakaian prajurit elit Khusus Monster. Mereka berdua langsung melesat sambil membawa Bai An yang kini sengaja merobek-robek pakaiannya agar terlihat seperti seorang Budak.
Wuss..!!
Wuss..!!
“Siapa di sana?” Teriak salah satu prajurit sambil mengeluarkan sebuah pedang.
Tapi saat ia melihat dua prajurit elit, ia langsung diam. Apalagi dua prajurit elit tersebut, salah satunya ia kenal. Dengan cepat ia maju lalu memberi hormat kepada Hei Niu.
“Apakah dia budak yang melarikan diri?” Tanya komandan tersebut sambil melirik ke arah Bai An dengan tatapan jijik.
“Benar Komandan Elang, dia salah satu yang berhasil kami tangkap. Masih ada dua lagi. Tapi mereka bukan budak, melainkan buronan Jendral Sang Pembantai,” jawab Hei Niu.
Seketika komandan tersebut maju, lalu berbisik kepada Hei Niu. “Apa dia yang beberapa hari lalu tiba-tiba muncul bersama satu monster yang tidak kita kenal?”
“Benar, tapi ada satu monster lagi yang menjadi pengkhianat.” Kata Hei Niu tersenyum santai.
“Siapa?” Tanya komandan tersebut penasaran. Ia tidak menyadari Tu Long sedang pergi sengaja membawa Bai An.
“Kesini, aku bisikan.” Kata Hei Niu sengaja melihat kiri kanan. Dengan cepat telinga Komandan tersebut mendekat ke arah mulut Hei Niu.
Crash..!!
__ADS_1
Tepat saat komandan itu fokus ingin mendengar, ia tidak sadar jika jantungnya telah di tusuk.
“Ka.. Kau..!” Tunjuk komandan tersebut mencoba menutupi lukanya dengan seluruh energinya. Tapi tidak bisa.
Bom..!!
Bom..!!
Saat komandan tersebut melihat ke arah ledakan, semua prajurit monster telah mati tanpa perlawanan sedikitpun.
Orang yang membunuhnya adalah Bai An. Sedangkan yang bertugas melepas rantai adalah Tu Long. Dengan cepat Bai An melesat ke arah komandan tersebut. Kemudian mengayunkan pedangnya ke arah kepala komandan tersebut.
Slash..!!
Kepala komandan tersebut mati dengan mata melotot tidak percaya.
Tap tap..!!
“Tugas yang bagus Hei Niu,” kata Bai An memuji. “Tentu saja,” jawab Hei Niu. Karena saat menuju ke arah rombongan para monster dan budak manusia. Bai An dan dua bawahannya sempat merencanakan bagaimana mereka bisa membunuh dengan cepat tanpa melukai para budak.
Beberapa menit telah berlalu. Kini semua manusia itu sedang berlutut kepada Bai An dan dua bawahannya. Merek sangat berterimakasih telah di bebaskan.
Bai An telah melarang mereka, bahkan menyuruh bangun. Tapi para budak ini bersikeras ingin mengucapkan terimakasih.
Namun di semua budak manusia. Ada satu yang menarik minat Bai An. Budak itu seorang wanita, tapi ia menutupi dirinya kepalanya dengan kain yang di balut di kepalanya. Ada bercak darah di balutan kain tersebut. Tapi Bai An tahu itu palsu.
“Apakah ini yang di sebut Ras Elf?” Gumam Bai An dalam hati. Ia melihat jika Elf ini memang terluka cukup parah, bahkan dantian serta energinya di segel.
“Hmm..!! Kalian boleh pergi kemanapun yang kalian inginkan. Jika kalian bersama kami, kalian akan ikut dalam masalah besar. Karena kami adalah buronan para Monster, bahkan seorang Jendral dari salah satu Monster ikut memburu kami,” kata Bai An berusaha menakut-nakuti.
Dan benar saja. Semua budak manusia tersebut ketakutan. Kecuali Elf wanita tersebut.
__ADS_1
Dengan berbagai alasan para budak manusia itu pergi dengan tergesa-gesa.