Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Elf Suci Jing Ling


__ADS_3

Dengan berbagai alasan para budak manusia itu pergi dengan tergesa-gesa.


Tu Long dan Hei Niu tentu saja langsung kesal melihat cara para budak tersebut.


“Tuan muda, mereka semua licik, tidak tahu berterima kasih. Setelah tahu kita menjadi buronan, mereka semua melarikan diri dengan berbagai alasan. Lebih baik kita bunuh saja dan aku bersama saudara Hei Niu menjadikannya makanan malam ini.” Kata Tu Long menahan amarah.


Bai An langsung tersenyum licik. “Kau tenang saja, aku tidak sebodoh mereka yang berusaha manis di depan orang yang sangat kuat. Makanya mereka semua menjadi budak karena mereka bodoh,” kata Bai An dengan sedikit di aliri tenaga dalam agar, Elf tersebut mendengarnya. Lalu menambahkan. “Bukankah begitu Nona Elf.”


Wanita Ras Elf tersebut langsung mundur dengan kaki gemetar.


“Siapa kau? Apakah kau yang di kirim oleh mereka untuk membunuhku? Apakah kalian tidak puas karena telah menjadikanku budak?” Teriak Wanita Elf dengan perasaan benci.


Tu Long, Hei Niu dan Bai An tentu saja bingung dengan apa yang di bicarakan oleh Wanita dari Ras Elf ini.


“Kau tenang saja kami bertiga tidak mengerti maksudmu apa? Mengenalmu saja tidak, bahkan ini pertama kalinya aku melihatmu.” Kata Bai An mencoba menenangkan wanita ras Elf tersebut.


Mata wanita ras elf itu bersinar sesaat dan wanita tersebut langsung tahu tidak ada unsur kebohongan dari Bai An. Tapi ia tetap waspada. Namun tidak seperti tadi.


Melihat wanita ras Elf itu sudah mulai tenang. Bai An langsung melemparkan satu butir pil penyembuh tingkat 8 awal.


“Telan itu untuk menyembuhkanmu lalu pergilah dari sini.” Kata Bai An lalu melirik Tu Long dan Hei Niu.


Saat Bai An ingin melesat, Hei Niu tiba-tiba berteriak.


“Tunggu dulu, apa Tuan tidak ingin mengambil Inti Monster itu,” kata Hei Niu menunjuk Komandan yang Bai An bunuh.


Bai An langsung mengerut. “Aku kira hanya Binatang Spiritual ke atas saja yang memiliki Inti Monster,” kata Bai An langsung pergi membelah tubuh komandan tersebut. Ia langsung melihat inti Monster yang cukup besar bewarna merah terang.

__ADS_1


Bai An dapat merasakan energi yang sangat besar tersimpan di dalamnya. “Jika begini aku bisa meningkatkan kekuatanku lebih cepat lagi. Karena Xia'er bilang saat aku menembus Setengah Abadi, aku membutuhkan banyak sumberdaya hanya untuk meningkatkan satu tahap.” Gumam Bai An kini bersemangat.


“Hei Niu, apakah Monster yang mencapai Setengah Abadi atau Setengah Dewa saja yang mempunyai Inti Monster?” Tanya Bai An.


“Tentu, tapi untuk Prajurit Dewa Emas kebawah, sangat jarang mampu menumbuhkan Inti mereka. Kebanyakan Kesatria Dewa Keatas saja.” Jawab Hei Niu.


Mendengar itu, dengan cepat Bai An membelah para monster yang ia bunuh. Namun ia hanya mendapatkan 3 Inti Monster saja.


Setelah itu ia langsung memasukkan inti monster tersebut ke dalam cincin penyimpanannya.


Bai An langsung mengajak Tu Long dan Hei Niu pergi, karena jika berlama-lama. Jejak mereka akan tercium oleh musuh.


Dengan cepat mereka melesat ke arah utara. Tapi mengambil jalan berbeda. Dengan di pimpin oleh Hei Niu. Kini Hei Niu telah tahu Gurun di sekitar daerah sini. Jadi ia memberitahukan jalan teraman.


1 jam mereka melesat. Bai An, Tu Long dan Hei Niu langsung berhenti lalu membalikkan badannya. “Mengapa kau mengikuti kami?” Tanya Bai An memiringkan kepalanya sambil tersenyum tipis, tapi tidak dapat di lihat oleh Wanita dari Ras Elf itu.


“Huuff..!! Jalan lain masih banyak. Aku tahu kau mengikuti kami, jika kau tidak memiliki alasan yang bagus. Maka kami pergi dengan kecepatan penuh meninggalkanmu. Tapi jika kau memiliki alasan yang bagus, kami akan membawamu,” kata Bai An dengan santai.


“I.. Itu, aku tidak memiliki apa-apa dan tidak memiliki alasan yang bagus. Yang aku tahu kalian adalah orang yang baik.” Kata wanita Elf itu menunduk sambil memutar-mutar jari telunjuknya.


“Ayo pergi,” kata Bai An sengaja dengan suara keras.


“Tunggu,” teriak wanita Elf tersebut.


“Apa lagi?” Tanya Bai An dengan sengaja kesal.


“Aku tahu kau orang cerdas, aku juga yakin kau sengaja melambatkan perjalananmu karena kau tahu aku mengikutimu.” Kata wanita Elf tersebut kini berubah serius. Ia tidak memiliki pilihan lain selain mencoba peruntungan mempercayai Bai An.

__ADS_1


“Kau bisa menjadikanku budakmu seperti mereka berdua. Aku lihat kau sangat baik terhadap budakmu, kau berbeda dengan para majikan yang memperlakukan budak mereka dengan kasar.” Kata wanita Elf tersebut mencoba sebaik mungkin bicara.


“Huff..!! Aku kira kau pintar, tapi masih saja membohongiku dengan bodohnya kau berpura-pura polos,” kata Bai An membalikkan badannya.


“Baiklah-baiklah. Aku salah satu Elf Suci yang di jebak, kemudian kultivasi ku di segel,” kata wanita elf tersebut kemudian menceritakan semuanya dengan wajah sedih. Terlihat ia sangat ahli menyembunyikan dendamnya.


Tapi Bai An tidak memperdulikan itu. Dengan senyum menyeringai tipis Bai An langsung bertanya. “Berarti kau pasti menyembunyikan hartamu di suatu tempat bukan?”


Wanita Elf tersebut langsung menggertakan giginya menahan marah. Ia sudah tahu jika ini akan terjadi. Dengan cepat ia membalikkan badannya pergi.


Tu Long dan Hei Niu ingin mengejar, tapi langsung di hentikan oleh Bai An.


“Wanita ini sangat licik dan kuat. Jika aku membuka segel kultivasinya, maka. Segel budak yang aku pasang dengan mudah di hancurkan jika kekuatannya pulih.” Kata Bai An kemudian menambahkan. “Jika ia licik, maka kita harus melawannya dengan lebih licik lagi. Ayo pergi, aku yakin ia akan mengejar kita karena dalam keadaan terpaksa.”


Tanpa menunggu jawaban kedua bawahannya. Bai An langsung melesat kemudian Tu Long dan Hei Niu langsung menyusul.


Dalam hatinya Bai An berkata. “Wanita Elf itu harus di waspadai jika ia menjadi bawahanku.”


Bai An yakin 100% jika wanita ini pasti akan menjadi pengikutnya, tapi ia tidak tahu bertahan berapa lama. Dan Bai An memikirkan segala kemungkinan yang terjadi jika wanita Elf itu nanti menjadi bawahannya.


Sedangkan wanita Elf yang bernama Jing Ling itu muncul di salah satu pohon yang telah kering. Ia sengaja pergi agar Bai An mengejarnya, tapi tidak ia sangka jika Bai An pergi begitu saja.


“Rubah kecil ini lebih licik dari yang aku duga. Apa aku harus mengalah lebih dulu?. Agar aku bisa membalas dendam kepada mereka yang telah membuatku begini?”, gumam Jing Ling.


Jing Ling juga merasa berhutang budi dengan Bai An karena telah menyelamatkannya. Seandainya tidak ada Bai An, ia tidak tahu bagaimana nasifnya keesokan harinya.


Saat ini Jing Ling juga tak memiliki kekuatan sedikitpun. Jing Ling melihat sekitarnya, ia tahu saat ini ia berada di kandang musuh yang cukup mengerikan.

__ADS_1


Jadi dari pada ia menemukan masalah yang beresiko kematian, ia dengan cepat berlari mengejar Bai An yang kini sudah tidak ia lihat, walaupun begitu Jing Ling mampu menemukannya dengan persepsinya yang telah hidup hampir jutaan tahun dan pengalamannya yang menemukan sesuatu yang sulit di temukan oleh Dewa Abadi sekalipun.


__ADS_2