
Bai An menyeringai. “Kau sungguh tidak sabar menjemput kematianmu,” kekeh Bai An dengan nada mengejek agar Iblis tersebut semakin terprovokasi.
“Provokasimu tak akan mempan terhadap diriku yang begitu banyak pengalaman. Aku tadi menyerangmu karena melihat adanya kesempatan,” kata Iblis tersebut dengan sombong.
Iblis tersebut langsung mengambil langkah siap menyerang.
Bai An juga demikian.
Mereka berdua secara bersamaan melesat.
Trank..!!
Pedang Bai An dan Iblis tersebut beradu ketangkasan yang menimbulkan suara yang begitu nyaring di sertai percikapan api.
Bai An dan Iblis tersebut sama-sama menyeringai. Mereka beradu keahlian berpedang murni tanpa energi.
“Keahlian berpedangmu lumayan juga, aku ingin melihat sampai mana kau bisa bertahan,” kekeh Iblis tersebut sedikit memuji namun terlihat meremehkan.
“Hoh..!! Ingin melihat dirimu sendiri bisa bertahan ya,, baiklah aku akan membuatmu tak akan lama bisa bertahan,” ejek Bai An kemudian melesat ke arah Iblis tersebut.
Wuss..!!
Dengan cepat Bai An mengayunkan pedangnya dengan kekuatan fisiknya saja.
Iblis tersebut juga tak mau kalah, ia dengan cepat mengayunkan pedangnya.
Trank..!!
Iblis tersebut langsung mundur 10 langkah dengan mata terbelalak kaget.
“Kekuatan fisik yang mengerikan,” gumam Iblis tersebut kini mulai serius.
Bai An kembali melesat dan muncul di samping kanan Iblis tersebut. Dengan cepat Bai An mengayunkan pedangnya.
Trank..!!
Lagi, Bai An kembali menyerang dari berbagai arah. Sedangkan iblis tersebut kini mulai bertahan dengan banyak luka sayatan di pakaiannya.
Slash..!!
Pipi iblis tersebut terkena sedikit sayatan.
Mata iblis tersebut langsung memerah. Aura kegelapan langsung meletus dari tubuhnya.
Saat iblis tersebut ingin melirik ke arah Bai An. Ia merasakan lehernya terasa berat.
Tak lama ia melihat tubuhnya masih melayang, sedangkan kepalanya kini terjatuh ke tanah.
Buk..!!
Saat kepala iblis tersebut terjatuh, mata iblis tersebut melotot sebelum kematiannya. Ia tak menduga jika ia di permainkan dari tadi.
__ADS_1
“Hehe,, aku sudah menunggu kau mengeluarkan Energi Kegelapanmu, saat kau mengeluarkannya maka kau akan langsung mati, karena aku telah menaruh energi semestaku dari awal di pedang ini dan saat beradu pedang energi semestaku sudah menempel di lehermu,” kekeh Bai An tersenyum licik.
Setelah itu Bai An langsung mengambil cincin penyimpanan Iblis tersebut, ia tadi saat membunuh yang lain juga sempat mengambil semua cincin penyimpanan musuhnya.
Bai An kembali bergerak cepat ke arah para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan. Tanpa pandang bulu, Bai An membunuh mereka, dari yang lemah sampai terkuat.
Tap tap..!!
Kini Bai An muncul tidak jauh dari Jing Ling dan Raja Ming Ren yang terlihat sedang terluka melawan kepungan Ahli Suci dari berbagai Ras.
“Hmm..!! Aku baru tahu jika para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan memiliki banyak ahli suci,” gumam Bai An.
“Tapi sebenarnya mereka bukan ahli suci murni, karena kekuatan mereka di tingkatkan oleh Energi Kegelapan, jika mereka duel satu lawan satu, aku yakin Jing Ling akan mudah membunuhnya. Tapi jumlah mereka ada 100 lebih, terlebih ada juga seorang yang benar-benar ahli suci.” Gumam Bai An lagi.
Bai An ingin bergerak untuk membunuh mereka tapi Gong Tanru langsung menghentikannya.
“Tunggu,, ini jebakan, coba Pangeran lihat dengan teliti,” kata Gong Tanru sedikit serius.
Bai An langsung melihat ke semua arah dengan teliti.
Tak lama ia langsung mengerutkan keningnya.
“Hmm..!! Apakah dia Jendral Monster Riu yang kau maksud menjadi Ketua kelompok ini?” Tanya Bai An melirik ke arah langit. Karena Jendral Riu bersembunyi disana bersama 10 orang dengan kekuatan Raja Dewa Perunggu ⭐ 1 Awal, sedangkan Jendral Riu Raja Dewa Perunggu ⭐ 5 Puncak.
“Benar Pangeran, jika anda bergerak, memang anda bisa membunuh mereka semua. Tapi aku yakin dalang di balik semua ini akan muncul. Yang aku takutkan adalah aku sendiri tidak mampu melawannya nanti karena sampai saat ini tidak pernah ada yang melihat wujudnya apalagi kekuatannya.” Jawab Gong Tanru dengan nada serius.
Bai An langsung merenung sesaat.
Setelah itu ia langsung terkekeh pelan.
Gong Tanru seketika malu, ia tak pernah memikirkan ini semua. Ia adalah ahli Formasi tingkat Dewa, tentu saja ia bisa melakukan hal semudah itu.
Dengan cepat Gong Tanru menggerakkan tangannya.
Butuh 5 menit bagi Gong Tanru membuat Formasi Ilusi Tingkat Dewa, karena jika ia tidak hati-hati. Takutnya mereka akan mengetahuinya.
“Sudah selesai Pangeran,” kata Gong Tanru.
Mendengar itu dengan cepat Bai An bergerak karena ia sudah tak tahan melihat Jing Ling dan Raja Ming Ren di permainkan, walau Bai An tahu mereka tak akan langsung di bunuh karena sedang menunggu dirinya muncul. Tapi Bai An tak tega melihat keduanya tersiksa.
Dengan cepat Bai An mengayunkan pedangnya di sertai Energi Semestanya bersinar di pedang Bai An.
Slash..!!
Bai An membelah tubuh Monster yang ingin menendang Jing Ling.
Bai An langsung menghilang dan muncul lagi di depan iblis yang menjabak rambut Jing Ling.
Pedang Bai An sangat mulus mengenai kepala iblis tersebut.
Crash..!!
__ADS_1
Saat itu terjadi, semua ahli suci langsung mundur dengan waspada.
“Siapa itu? Cepat keluar,” teriak salah satu ahli suci dari Bangsa Monster.
Sementara Jing Ling langsung tersenyum lebar.
“Kau sungguh lama Tuan muda, aku sudah tidak mampu menahan mereka,” kata Jing Ling kemudian terjatuh pingsan.
Dengan cepat Bai An menangkapnya dan memberikannya kepada Ming Ren yang terlihat masih mampu bertahan.
“Kau jaga dia, untuk mereka semua serahkan padaku, aku akan menyelesaikannya dengan cepat.” Kata Bai An dengan mata memerah menahan amarah.
Ming Ren dengan cepat mengangguk.
Setelah itu Bai An menatap mereka yang kini menatap Bai An dengan ganas juga.
“Kau sungguh berani membunuh temanku, kau akan menyesal hidup di dunia ini,” kata Monster yang mempunya tubuh kurus.
Bai An tidak menjawab melainkan ia menghilang dan muncul di samping orang yang mengancamnya tadi.
“Seharusnya kau yang menyesal karena telah melukai saudariku,” kata Bai An dingin lalu mengayunkan pedangnya.
“Tebasan Ashura,” gumam Bai An memotong tangan dan kaki Monster tersebut.
Crash..!!
Ahkhhh...!!
Monster tersebut seketika kesakitan. Bahkan Energi Kegelapannya pun tidak mampu melindungi dan menumbuhkan bagian tubuhnya yang hilang. Energi Kegelapan Monster tersebut juga terus di serap oleh Energi Semesta Bai An.
Melihat kejadian di depan matanya. Semua ahli suci tersebut langsung melototkan matanya dengan kaget.
Bai An langsung mengambil kesempatan tersebut.
“Tebasan Ashura Tingkat Tiga,” gumam Bai An mengayunkan pedangnya.
Muncul lesatan energi berbentuk pedang di sertai energi semesta di setiap lesatan tersebut. Jumlah lesatan energi tersebut juga sama dengan jumlah ahli suci yang ada di depan Bai An.
Wuss..!!
Slash..!!
Bam..!!
Bam..!!
Semua tubuh para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan langsung meledak menjadi debu.
Hanya menyisakan Monster yang kini sedang ketakutan, ia tak bisa mundur maupun maju, karena kini Monster tersebut hanya menyisakan badan saja.
“Ka.. Kau mau apa? Apakah kau tidak,” bel selesai monster tersebut bicara, Bai An sudah memotong lehernya.
__ADS_1
“Kau terlalu banyak bicara, terlebih lagi. Aku paling benci di ancam oleh pengecut yang akan mati seperti dirimu,” gumam Bai An dingin.
“Ayo kita kembali,” kata Bai An kini terlihat tidak memiliki niat bercanda.