
Mo Lor yang melihat aura Bai En langsung naik mulai ikut serius, ia juga tak mau kalah, Mo Lor langsung mengeluarkan aura penuhnya.
Benturan aura langsung terjadi, hal tersebut membuat orang-orang yang berada di bawah dewa abadi seketika pingsan.
Untuk ahli Dewa Abadi mereka semua bertahan untuk menahan kedua berturan Mo Lor dan Bai En.
Banyak juga para anggota Faksi Emas yang selamat akibat mundur lebih cepat dari yang lain.
Sementara untuk Tu Long, Pixiu, Lang Zai dan Gi Lian, mereka menggunakan sebuah batu perisai sehingga kedua benturan aura tersebut tidak berdampak buat mereka.
Sementara Bai An kini melirik ke arah tertentu yaitu orang yang mungkin di maksud oleh kakaknya. Tapi Bai An sengaja diam saja karena menunggu pergerakan dari Ling Dong.
“Hmm..!! Walau kekuatanmu jauh di bawahku, tapi itu tidak membuatmu merasa tertekan sedikitpun, ini akan jadi lebih menarik,” kata Mo Lor kemudian menghilang.
Dalam sekejap ia muncul di depan Bai En sambil mengayunkan tinjunya yang di aliri energi yang cukup besar, energi tinju Mo Lor bahkan membuat tanah di bawahnya langsung retak.
Bai En yang waspada dari awal langsung mundur sambil mengayunkan belatinya yang di aliri energi tak kalah kuat dengan Mo Lor.
Tinju dan belati langsung bertemu.
Bom..!!
Tak berhenti sampai disana, Bai En kembali melempar beberapa belatinya sambil mundur selangkah demi selangkah.
Wuss..!!
Bam bam..!!
Mo Lor juga tak mau kalah, ia dengan beringas mengayunkan tinjunya ke arah belati yang datang ke arahnya.
Sementara di tempat lain, Lang Zai dan Pixiu terlihat baru saja bekerjasama menghancurkan puluhanribu anggota Faksi Emas.
Saat Lang Zai dan Pixiu mundur untuk menarik nafas, para anggota dan ketua Faksi Emas mengira Lang Zai dan Pixiu kehabisan energi.
“Mereka berdua telah kehabisan energi, jangan biarkan kesempatan emas ini terlewatkan begitu saja, balaskan dendam anggota kita yang telah mereka bunuh,” teriak salah satu ketua Faksi Emas dengan semangat.
Tapi tidak ada yang melihat wajah licik ketua tersebut, karena ia menyembunyikannya dengan sangat baik.
Woahh..!!
Teriakan menggema anggota Faksi Emas bersama beberapa ketua lainnya ikut terpacu akibat dorongan dari teriakan ketua Faksi Emas yang licik tadi.
Seketika puluhan ribu melesat seperti semut ke arah Lang Zai dan Pixiu.
Lang Zai dan Pixiu yang melihat itu langsung tersenyum kejam.
Lang Zai dan Pixiu saling melirik satu sama lain setelah itu mengangguk dengan seutas senyum.
Dengan segera Lang Zai dan Pixiu menggerakkan tangan mereka untuk mengeluarkan teknik terkuat mereka.
“Teknik Cakar Serigala Langit.”
“Teknik Cakar Singa Surgawi.”
__ADS_1
Teriakan Lang Zai dan Pixiu terdengar pelan.
Tak lama kemudian gabungan teknik Lang Zai dan Pixiu langsung membentuk cakar energi yang sangat besar bewarna emas keputihan.
Cakar energi tersebut hampir menutup setengah bagian dari markas Faksi Emas.
Dengan cepat cakar energi tersebut jatuh ke bawah tempat sekumpulan anggota Faksi Emas bersama ketuanya.
Wuss..!!
Sementara para ketua dan anggota Faksi Emas kini bergidik ketakutan saat melihat serangan gabungan dari Lang Zai dan Pixiu.
Dengan segera mereka semua menggunakan seluruh kekuatan mereka untuk mengeluarkan teknik terbaik mereka masing-masing.
Palu mengguncang Bumi.
Pedang Halilintar.
Tombak Samudra.
Teriakan demi teriakan para setengah abadi maupun ahli dewa abadi langsung menggema.
Cakar energi dari kedua gabungan Lang Zai dan Pixiu langsung bertemu dengan serangan para ketua dan anggota Faksi Emas.
Brak..!!
Cakar gabungan Lang Zai dan Pixiu terlihat menghancur serangan para ketua dan anggota Faksi Emas, cakar gabungan tersebut terus melesat dengan cepat.
Bom..!!
Sementara ketua Faksi Emas yang tersenyum licik tadi kini muncul datang dari mana, ia melesat mengumpulkan semua cincin penyimpanan para anggota Faksi Emas.
***
Sedang Tu Long kini dengan beringas mengayunkan tinjunya secara acak menembakkan tinju energi.
Terlihat tubuh Tu Long penuh dengan darah, ia juga terlihat terluka.
Banyak bekas sayatan senjata bersarang di tubuh Tu Long, tapi itu tidak mengendurkan semangatnya.
Sementara musuh kini terlihat seperti semut berkerumunan maju tanpa henti ke arah Tu Long.
Tu Long mengeluarkan seutas senyum sambil bergumam.
“Inilah pertarungan yang aku tunggu-tunggu, selama aku bertarung, aku tak pernah bersemangat seperti ini.”
Dengan cepat Tu Long mengeluarkan pedangnya, kini Tu Long memegang pedangnya menggunakan tangan kirinya.
Tu Long sebenarnya pengguna pedang tangan kiri, tapi Bai An melarangnya menggunakan tangan kirinya untuk memegang pedangnya jika tidak mengalami pertarungan yang sesungguhnya atau pertarungan hidup dan mati.
Tu Long mulai menyeringai, tangan kiri Tu Long tiba-tiba bergetar hebat mengeluarkan cahaya berserta tangannya berubah menjadi tangan Monster.
Tak sampai di situ saja perubahan yang terjadi, kini pedang Tu Long mulai membesar.
__ADS_1
Tu Long tanpa menunggu waktu langsung mengayunkan pedangnya untuk mengetes kekuatannya yang telah meningkat.
Wuss..!!
Energi tak kasat mata dari tebasan pedang Tu Long langsung memotong hampir seribu musuhnya.
Sementara musuh yang selamat karena tidak terkena tebasan Tu Long kini ternganga.
Sebelum mereka tersadar, Tu Long memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membunuh lebih banyak. Tidak, lebih tepatnya pembantaian.
Tu Long kembali mengayunkan pedangnya beberapa kali.
Wuss..!!
Crash..!!
Crash..!!
Akhh..!!
Teriakan demi teriakan terdengar hingga mereka tersadar.
“Semuanya lari, ia tak lebih dari iblis yang sudah tidak memiliki akal sehat,” teriak salah satu ketua Faksi Emas yang memiliki kekuatan Dewa Kuning ⭐ 2 Puncak.
Baru saja ia melangkah mundur untuk mencoba melarikan diri.
Ia melihat kakinya berjalan lebih dulu, sedangkan badannya kini masih terdiam.
Tak lama kemudian ia mati karana terpotong menjadi dua bagian.
***
Tak jauh dari lokasi Tu Long, kini Gi Lian terlihat sedang menari saat memainkan pedangnya, irama sangat beriringan.
Gi Lian juga terus menebar bunga-bunga hingga menempel ke pundak musuh tak lama kemudian tubuh musuhnya meledak menjadi daging cincang.
Gi Lian terus melakukan itu dengan santai hingga orang yang ia cari muncul di depannya.
“Hmm..!! Aku tak tahu bagaimana caramu bekerjasama dengan kelompok pembantai, mungkin menjual tubuhmu,” kekeh orang tersebut.
Orang itu adalah salah satu ketua Faksi Emas jajaran terkuat, ia kini sadar jika ia melarikan diri mungkin ia tak akan selamat karena ia tahu betul jika kelompok pembantai tidak pernah melepaskan musuhnya, jadi satu-satunya pilihan sebelum ia mati adalah membunuh Gi Lian agar ia tidak mati sia-sia.
“Heng..!! Aku telah lama menunggu kedatanganmu pengecut,” dengus Gi Lian dengan dingin.
Tak ingin menunda balas dendamnya, Gi Lian langsung melesat ke arah Hou Ran, terlihat Gi Lian mengayunkan pedangnya dengan santai di sertai bunga beterbaran di sekelilingnya.
Hou Ran yang melihat itu langsung mendengus karena ia tahu betul teknik inilah yang membuatnya kalah dulu.
Dengan cepat Hou Ran menggunakan pertahanan serta menggunakan teknik terkuatnya.
“Tinju Dewa Emas.”
Teriakan Hou Ran langsung menggema di sertai energi keemasan muncul.
__ADS_1
Dan
Bersambung.