Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Melarikan Diri Adalah Pilihan Terbaik


__ADS_3

“Si.. Siapa kau?” Tanya Bai An kini kembali sadar.


Saat assasint tersebut ingin menjawab, ia langsung merasakan krisis hidup.


Bai An juga dapat merasakannya. Dengan cepat ia mengeluarkan pedangnya bersama Long Yuan, Lang Zai, Pixiu dan Tu Long, lalu mengayunkan pedang mereka masing-masing ke satu arah.


Duar..!!


Ledakan langsung menggema di hutan tersebut.


Bai An, para saudaranya dan assasint tersebut langsung terpental mundur jauh ke belakang.


Bai An tanpa menunggu lama bersama Long Yuan melesat ke arah assasint tersebut.


Wuss..!!


Tapi sebuah tekanan datang untuk memperlambat gerakan Bai An dan Long Yuan.


Tak berhenti sampai di sana saja, sebuah serangan datang ke arah Bai An dan Long Yuan.


Bai An langsung merobek ruang.


Crash..!!


Tanpa menunggu waktu lama, Bai An langsung masuk.


Bom..!!


Sementara Long Yuan dengan cepat matanya bersinar terang lalu sebuah cahaya dari mata Long Yuan melesat ke arah serangan tak kasat mata.


Duar..!!


Kedua serangan langsung bertemu yang membuat ledakan semakin besar.


Long Yuan kini terpental mundur, sementara Bai An muncul di samping assasint tersebut dengan cepat ia menarik tangan kanan assasint tersebut.


Crash..!!


Untung Bai An sedikit lebih cepat jika tidak assasint tersebut bisa mati. Hanya kedua kakinya saja yang terpotong.


Bai An langsung muncul di samping Lang Zai, Pixiu dan Tu Long.


Dengan cepat mereka bertiga di tarik oleh Bai An.


Wuss..!!


Bertepatan dengan lenyapnya mereka, serangan dengan kekuatan mengerikan datang.


Bom bom..!!


Duar..!!


Dengan cepat Bai An muncul di depan Long Yuan.


Tapi sebuah serangan datang lagi yang membuat Long Yuan dan Bai An terpisah jauh.

__ADS_1


“Pergilah, aku bisa melarikan diri darinya,” kata Long Yuan melalui telepati, dengan sebuah senyum percaya diri Long Yuan menatap ke arah Bai An.


Bai An yang merasa enggan langsung mencoba untuk mengangguk dengan perasaan campur aduk.


“Jangan biarkan saudara Long Yuan hilang kepercayaan Tuan muda, kita harus percaya terhadapnya,” kata Lang Zai menangis deras.


Bai An langsung mengangguk, ia kemudian menatap ke arah Zin Ho dengan tatapan tajam.


Dari awal mereka sudah dapat menebak ini semua sehingga mereka tidak menggunakan kekuatan penuh mereka saat bertarung dengan assasint tersebut.


Untung Long Yuan sudah dapat menebak ini semua sehingga mereka juga berencana untuk tidak membunuh assasint tersebut dengan cepat dan menggunakan kekuatan penuh mereka. Jika tidak, mereka mungkin tidak akan bisa melawan seseorang Dewa Abadi yang jauh lebih kuat dari mereka. Lebih-lebih mereka akan mati tanpa perlawanan.


Wuss..!!


Bai An langsung lenyap.


Melihat itu, Zin Ho melirik ke arah Long Yuan.


“Aku sudah dapat menebak jika kau yang merusak rencana Nyonya, kau harus mati Kaisar Dewa Naga,” kata Zin Ho terkekeh menyeramkan.


“Heng,, aku sudah menebak itu dari awal aku mati dulu, ternyata aku tahu siapa yang merencanakan kemusnahan klan Ibunya Bai An yang sebenarnya, orang itu tak lain adalah?” Belum sempat Long Yuan menyelesaikan kata-katanya.


Sebuah serangan dengan kekuatan hawa yang sangat dingin datang ke arah Long Yuan.


Dengan cepat Long Yuan mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya. Ia dari saat pertama bertemu Bai An sudah sengaja menekan kekuatannya agar tidak di ketahui oleh musuh dalam selimut.


Wuss..!!


Aura Dewa Kuning ⭐ 2 Puncak langsung keluar dari tubuh Long Yuan.


Long Yuan mendengus dingin. “Kau sangat pandai dalam ber_ekting, aku bahkan sampai sempat tertipu olehmu jika Tuan mudaku memberitahu ada yang tidak beres dari dirimu,” kata Long Yuan semakin dingin.


Tak lama Long Yuan merubah dirinya menjadi Naga bewarna emas keputihan.


Dengan cepat Long Yuan mengeluarkan cahaya dari mulutnya.


Zin Ho yang melihat itu langsung mengeluarkan setengah kekuatanya, ia terlihat masih meremehkan Long Yuan sehingga hanya mengeluarkan setengah kekuatannya.


Sebuah tombak dengan bentuk unik keluar dari cincin penyimpanan Zin Ho lalu mengayunkannya ke arah cahaya yang keluar berbentuk bola dari mulut Long Yuan.


Wuss..!!


Duar..!!


Serangan susulan datang berbentuk bola kecil keluar dari mulut Long Yuan.


Zin Ho yang melihat itu mendengus, dengan cepat ia menghindar.


Bom..!!


Setelah menghindar, Zin Ho melirik ke arah dimana Long Yuan menyerang, tapi apa yang ia lihat kini Long Yuan sudah tidak berada di tempatnya.


“Sialan, itu hanyalah serangan pengalihan,” gumam Zin Ho dengan kesal.


Zin Ho langsung melesat mencari kemana Long Yuan melarikan diri sambil mengedarkan kesadarannya.

__ADS_1


Tapi semua upayanya nihil.


“Akhh..!! Aku pasti akan di bunuh oleh nyonya gara-gara rencananya gagal,” teriakan menggema langsung memenuhi seisi hutan tersebut.


Setelah cukup lama mencari, namun masih tidak menemukan dimana Long Yuan.


Zin Ho langsung menghilang dari tempatnya.


Cukup lama Zin Ho menghilang, ia kembali muncul. “Sialan, ia masih tidak keluar juga dari tempat persembunyiannya, apa ia memang sudah pergi,” gumam Zin Ho kini mengeluarkan tokennya.


“Rencana gagal, beritahu yang lain untuk memburu mereka semua,” kata Zin Ho melalui token tersebut. Nada suaranya sangat dingin saat ia mengatakan hal tersebut.


Setelah itu, Zin Ho menghancurkan Token yang ia pakai mengirim informasi. Lalu mengeluarkan token yang berbeda.


Dengan cepat Zin Ho menghancurkan Token tersebut lalu muncul sebuah gerbang dengan cahaya yang menyilaukan.


Setelah cahaya menghilang, Zin Ho masuk.


Wuss..!!


Bertepatan dengan hilangnya Zin Ho, gerbang tersebut lenyap.


Beberapa menit kemudian Long Yuan muncul sambil berjalan dengan tertatih-tatih.


“Huh.. Untung aku bisa menggunakan kekuatanku yang dulu, bisa menghilangkan sepenuhnya auraku sehingga Kaisar Dewa pun tak bisa merasakan keberadaanku,” gumam Long Yuan.


Setelah itu ia langsung melesat ke sembarang arah, ia kini tak berani menggunakan telepati untuk berkomunikasi, karena takut mereka akan terdeteksi oleh musuh.


Long Yuan juga tidak bisa berkomunikasi melalui segel budak yang Bai An pasang, karena kini ia telah kehabisan energi sehingga ia hanya bisa berjalan murni menggunakan fisiknya.


Sementara Bai An, Lang Zai, Pixiu dan Tu Long kini muncul di daratan Timur.


Crak crak..!!


Suara sobekan terdengar.


Wuss..!!


Bai An para saudaranya dan assasint tersebut kini melihat area sekitar dengan hati-hati.


Setelah itu Bai An langsung mencari beberapa pil penyembuh dan memberikannya kepada assasint tersebut.


Dengan cepat Bai An memasukkannya kedalam mulut assasint tersebut.


Setelah itu Bai An yang memiliki sedikit sisa energi langsung mengalirkannya kepada assasint tersebut yang di bantu oleh para saudaranya agar luka-luka assasint tersebut pulih dengan cepat.


“Huh..!! Sungguh melelahkan,” gumam Tu Long kini mengelap keringatnya.


Bai An langsung memberikan semua isi kristal tingkat tinggi beserta kristal tingkat dewa kepada saudaranya.


Tapi semua saudaranya kecuali Tu Long mengeluarkan Kristal Dewa juga.


Setelah itu mereka langsung langsung menyerap kristal dewa tersebut untuk memulihkan energi mereka tanpa mengenal tempat lokasi mereka dimana.


Sementara Assasint tersebut kini mulai membuka matanya.

__ADS_1


“Ukkhh..!! Aku ada dimana?”


__ADS_2