
Bibir Duan Du dan Tu Long langsung terangkat dan tersenyum licik saling melirik. Untuk Bai An, ia hanya mengerutkan keningnya karena tak mengira Jing Ling sangat cepat meningkat hingga bisa menjadi Jendral di alam dewa.
Bai An tidak menyadari tingkah Duan Du dan Tu Long, hanya Sung Kem saja yang menyadarinya. Kini tubuh Sung Kem tak berhenti bergetar saat melihat jelas senyum licik keduanya.
Setelah itu Bai An melirik ke arah Sung Kem. “Kirimkan lokasi dimana tempat Jing Ling berada.” Kata Bai An.
Sung Kem langsung tersadar, dengan cepat ia menembakkan energi yang tak lain adalah ingatan tempat Jing Ling berada.
Bai An langsung mengangguk santai sambil melirik ke arah Duan Du dan Tu Long yang hanya diam saja. “Apa kalian ingin ikut ke tempat Jing Ling atau kalian pergi jalan-jalan mencari makanan ringan?” Tanya Bai An.
“Tentu saja kami ikut lebih dulu,” jawab Duan Du langsung berdiri yang di ikuti oleh Tu Long.
Bai An langsung berdiri sambil melirik ke arah Sung Kem.
“Gunakan ini untuk meningkatkan kekuatanmu,” kata Bai An melemparkan cincin penyimpanan berisi sumberdaya tidak berguna bagi orang-orang Alam Semesta Inti, tapi di sini, itu melebihi sumberdaya terbaik di alam dewa ini.
Dengan sigap Sung Kem menangkapnya, sambil berterimakasih penuh bahagia.
Bai An mengangguk lalu menghilang bersama Duan Du dan Tu Long.
Hal itu membuat Sung Kem sangat terkejud. “Luar biasa,” gumam Sung Kem lalu melihat isi cincin yang di berikan Bai An.
Trang trang..!!
Terdengar suara cincin terjatuh, tangan Sung Kem masih bergetar hebat saat melihat isinya.
Dengan perlahan Sung Kem duduk lalu berusaha mengambil cincin tersebut. “Apa ini sungguh nyata?” Gumam Sung Kem lalu menampar dirinya.
Pak..!!
Akhh..!!
Terdengar suara jeritan dari mulut Sung Kem yang kini mengeluarkan banyak darah, namun ia menghiraukan mulutnya yang berdarah. “Ini sungguh nyata,” gumam Sung Kem dengan mata cerah.
“Tuan muda sangat baik hati memberikan sumberdaya langka ini kepadaku, ia pasti percaya kepadaku hingga memberikan ini, aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan yang telah Tuan muda berikan.” Kata Sung Kem bersemangat lalu melesat ke arah tertentu.
Seandainya Sung Kem tahu ia hanya di berikan sumberdaya tidak berguna, mungkin ia akan muntah darah tak percaya.
***
__ADS_1
Sementara kini terlihat seorang wanita yang sangat cantik sedang berdiri dengan anggun di ketinggian salah satu benteng tertinggi.
“Tuan muda, kapan kau akan datang? Aku sudah menunggu 2 tahun lebih,” gumam wanita memiliki telinga runcing dengan wajah putih dan lekuk tubuh indah.
Wanita itu adalah Elf yang tak lain Jing Ling. Jing Ling biasa kesini sambil melihat ke atas berharap Bai An akan datang.
Saat Jing Ling ingin membalikkan badannya, ia sekilas melihat seorang pemuda tampan yang hanya berjarak 10 meter darinya.
Merasa tidak asing, Jing Ling kembali membalikkan badannya, setelah melihat dengan jelas wajah tersebut. Jing Ling langsung membeku dengan air mata mengalir.
“Tu.. Tuan muda, kaukah ini?” Tanya Jing Ling dengan suara bergetar.
“Tentu saja ini aku, apakah begitu cepat kau melupakan wajahku ini,” kata Bai An tersenyum lembut.
Dengan cepat Jing Ling melesat lalu memeluk Bai An tanpa sadar.
Bai An hanya diam saja membiarkan Jing Ling dengan puas memeluknya, karena Bai An tahu jika Jing Ling menyukainya, namun Bai An hanya diam saja.
“Ehem-ehem,, apa kau sengaja melupakan kami,” kekeh Tu Long dengan sengaja mengganggu.
Wajah Jing Ling langsung memerah karena sadar ia telah memeluk Bai An.
Jing Ling cukup kaget karena ia tidak bisa merasakan kehadiran mereka berdua yang telah berdiri di belakangnya.
Tapi dengan cepat Jing Ling melesat ke arah Tu Long berniat menghajarnya karena telah membuat dirinya malu di depan Bai An.
Wuss..!!
Kepalan tangan Jing Ling dengan cepat mengarah ke wajah Tu Long.
Tap..!!
Dengan santai Tu Long menangkap tinju Jing Ling sambil berkata. “Dengan pukulan lemah seperti ini kau ingin menghajarku. Heng, aku bukan Tu Long lemah lagi,” dengus Tu Long sedikit mengejek.
Jing Ling mengerutkan keningnya karena tahu jika Tu Long sengaja ingin memanasinya.
“Heng,, itu tak akan mempan terhadapku dasar pembuat masalah,” dengus Jing Ling.
Tu Long terkekeh kecil lalu mengayunkan tangannya bersamaan dengan Jing Ling ikut mengayunkan tangannya.
__ADS_1
Toss..!!
Begitu juga dengan Duan Du, ia ikut toss dengan Jing Ling.
“Kau semakin cantik saja nona Jing, aku yakin Tuan muda akan tertarik jika kau sedikit agresif,” bisik Tu Long.
Mendengar itu Jing Ling terdiam belum memahami maksud Tu Long, sementara Duan Du langsung menepuk dahinya karena Tu Long tidak bisa di ajak kerja sama.
Sementara Bai An kini wajahnya mulai memerah kesal karena paham maksud Tu Long, dengan cepat Bai An maju ke arah Tu Long dengan wajah menyeramkan.
Namun langkah Bai An terhenti karena Jing Ling memegang tangan Bai An sambil berkata. “Jangan dengarkan ocehan pembuat onar itu.”
Jing Ling mengeluarkan senyum manis menggoda.
“Huuff,, jangan memancingku Jing Ling, jika aku sudah terpancing, kau akan menyesal nantinya,” kata Bai An sambil menggerakkan tangannya mengikat tangan Duan Du dan Tu Long karena gara-gara mereka berdua Jing Ling berpikir yang tidak-tidak.
Jing Ling langsung cemberut sambil berkata. “Tidak apa-apa walau kau membunuhku sekalipun aku tidak akan menyesal.”
Bai An mengerutkan keningnya. Karena rencananya kesini untuk mendapat informasi sekaligus hasil kerja Jing Ling, namun semua hancur gara-gara kedua pembuat masalah ini.
Dengan santai Bai An mengayunkan tangannya, mereka semua langsung menghilang lalu muncul di salah satu hutan.
Tanpa menunggu lama Bai An langsung melirik ke arah Jing Ling dengan serius.
“Bagaimana kabar yang lain? Aku yakin kau pasti tidak datang sendiri.” Tanya Bai An.
“Hmm..!! Mereka semua baik-baik saja, terlebih banyak di antara mereka bertemu dengan para bawahanmu yang ada di alam setengah dewa lainnya.”
“Saat ini yang memegang kendali adalah Tuan Lang Zai, ia berada di Kerajaan terbesar menjadi seorang penasehat, ia selalu mengirim berita maupun rencana kepada kami semua.” Jawab Jing Ling panjang lebar.
Bai An mengangguk lalu melirik ke arah Duan Du dan Tu Long yang kini mulutnya Bai An sumpal menggunakan energinya.
“Kalian berdua bawalah Lang Zai kesini dengan cepat, ingat jika kalian lama maka aku akan menghukum kalian,” kata Bai An menyeringai tipis.
Dengan cepat Duan Du dan Tu Long mengangguk, Bai An langsung melepaskan ikatan tangan Duan Du dan Tu Long.
Setelah keduanya menghilang, Bai An melirik ke arah Jing Ling yang berdiri dengan wajah kembali mengeluarkan senyum menggoda. Bai An hanya bisa menghela nafas sambil berkata.
“Kau tahu jika aku punya istri, yaitu Mu Xia'er, salah satu orang yang akan kita selamatkan.”
__ADS_1
Mendengar itu Jing Ling tersenyum lebar.