
Hal itu membuat Xiong Zai dikatakan Jendral no 2 terkuat, dan tidak ada yang berani mengaku no 1 karena jika ada yang berani maka Xiong Zai akan menghancurkannya.
Xiong Zai hanya mengangguk di sertai senyum santai.
“Salam juga We Lian, kau kini terlihat semakin kuat dan cerdas,” puji Xiong Zai basa basi.
We Lian yang mendengar itu seketika merasa bangga, terlintas di matanya ada jejak kesombongan akibat pujian Xiong Zai.
“Terimakasih atas pujiannya Jendral Zai,” kata We Lian membungkuk, lalu tangan We Lian bergerak cepat menunjuk ke arah tempat hidangan yang telah di sediakan.
“Mari saya antar ke meja makan,” ucap We Lian langsung melangkahkan kakinya.
Xiong Zai mengangguk sambil melirik ke arah Bai An dan yang lainnya, mereka semua terlihat santai, hal itu membuat Xiong Zai ikut santai juga.
Tap tap..!!
Setelah duduk di meja makan dan berbincang-bincang hal yang sederhana bersama We Lian Xiong Zai akhirnya melirik ke arah She Yin.
Seakan mengerti jika Xiong Zai akan langsung ke inti permasalahan atau rencana, She Yin langsung berbisik kepada We Lian.
Entah apa yang di bisikkan She Yin hingga membuat We Lian pergi, hanya Bai An, Duan Du dan Tu Long yang mampu mendengar bisikan kecil yang di tutupi energi agar tidak di dengar oleh orang sekuat Xiong Zai dan Hong Ti.
Setelah kepergian We Lian, kini berbalik She Yin melirik ke arah Xiong Zai, lalu mengarah ke orang yang berada di samping Xiong Zai.
Seakan paham maksud tatapan tersebut, Xiong Zai melirik ke arah Bai An dan yang lainnya.
Bai An pun langsung bangkit dan pergi bersama yang lain.
Tap tap..!!
__ADS_1
Setelah merasakan Bai An dan yang lain jauh, She Yin menatap ke arah Xiong Zai sambil berkata.
“Siapa mereka berempat?” Tanya She Yin dengan tatapan penuh selidik.
Xiong Zai langsung terkekeh kecil. “Mereka adalah pelindung bayanganku yang telah mengikutiku dari muda, jadi kau bisa tenang karena jika aku menerjang badai pun, mereka akan tetap ikut,” kata Xiong Zai terlihat meyakinkan.
She Yin terdiam sesaat, setelah itu mengangguk.
“Aku tidak menyangka jika salah satu dari mereka setara dengan tangan kanan seorang Kaisar Dewa, terlebih kekuatan orang itu berada pada tingkat Kaisar Dewa Menengah ⭐ 3 Puncak, sedikit dorongan akan menembus Kaisar Dewa Tinggi,” kata She Yin cukup kagum melihat pelindung Xiong Zai.
Jika seorang bisa mencapai Kaisar Dewa Tinggi maka mereka akan memiliki gelar Kaisar Dewa, sama halnya Kaisar Dewa Kegelapan, ia adalah yang terendah, tapi saat ini mungkin kekuatannya sudah mencapai Kaisar Dewa Tinggi ⭐ 1 Puncak atau masuk ⭐ 2 Awal.
“Jangan bahas itu, aku kesini bukan untuk membahas pengawalku, melainkan membahas apa tugasku,” kata Xiong Zai sedikit mendengus.
She Yin langsung menutup mulutnya menggunakan tangan kirinya menahan tawa.
“Baiklah, tugasmu kali ini adalah pergi ke pelelangan 1000 tahun lalu membuat salah satu Kaisar Dewa baru atau Kaisar Dewa Lama marah, jika bisa bunuh mereka, karena aku yakin walaupun kekuatanmu terbilang Kaisar Dewa Menengah, aku yakin kau mampu membunuh Kaisar Dewa baru,” kata She Yin dengan nada serius.
“Bukankah ini aneh, katanya kau berkata pemberontakan saat itu, tapi kenapa kau malah menyuruh aku membunuh kaisar baru atau kaisar lama?” Tanya Xiong Zai. Xiong Zai kembali menambahkan. “Jika Kaisar lama itu Kaisar Dewa Api mungkin aku mewajarkan, tapi membunuh Kaisar Dewa Api sangatlah sulit meski aku bergabung dengan semua pelindungku.”
She Yin yang mendengar itu tersenyum tipis. Ia langsung berkata secara terang-terangan. “Karena aku melihat kau memiliki pelindung yang setara denganmu, terlebih tiga dari mereka juga sepertinya cukup kuat, jadi aku merubah rencana yang tadinya ingin menyuruhmu membunuh tangan kanan Kaisar Dewa Api yang dalam perjalanan pulang berubah ke membunuh Kaisar Dewa baru, atau jika bisa membunuh Kaisar Dewa lama.”
Xiong Zai berpura-pura mengerutkan keningnya. “Apakah kau ingin membuatku bunuh diri hanya dengan uang segini dan janji-janji yang tidak pasti, terlebih jika aku mati kau pasti akan puas juga karena tidak mengorbankan orang-orangmu yang asli,” dengus Xiong Zai dengan nada dingin.
She Yin sedikit malu karena rencananya di ketahui, tapi dengan cepat ia tersenyum kecil. She Yin terlihat menyodorkan cincin penyimpanan yang baru saja ia cabut dari tangannya.
Xiong Zai yang berpura-pura marah langsung menyambar cincin penyimpanan tersebut lalu melihat isinya.
Tak lama ia tersenyum cerah. “Kau tahu saja apa yang aku inginkan, baiklah jika kau membayar dengan harga segini maka akan mengikuti perintahmu yang ini,” kata Xiong Zai sambil mengayunkan tangan ingin berjabat tangan dengan She Yin.
__ADS_1
She Yin langsung mengulurkan tangannya. “Senang bekerjasama denganmu,” kata mereka berdua serempak sembari mengeluarkan senyum.
Setelah itu Xiong Zai tanpa basa basi melepaskan jabat tangan tersebut lalu izin pergi secepatnya karena acara lelang beberapa hari lagi akan di mulai.
She Yin langsung mengangguk tanpa mengantarkan Xiong Zai pergi dari sini, karena Xiong Zai langsung melesat tanpa basa basi.
Setelah melihat kepergian Xiong Zai, pandangan She Yin melirik ke arah siluet bayangan di samping pot besar.
“Setelah dia dan pelindungnya berhasil membunuh Kaisar Dewa, bunuh mereka lalu limpahkan semua kesalahan kepada mereka, dan tunjukkan bukti jika merekalah yang membunuh serta menebar ancaman kepada seluruh Alam Dewa Emas ini, dengan ini memudahkan kita untuk bekerjasama dengan keluarga korban maupun beberapa Kaisar Dewa baru yang bodoh untuk membunuh Kaisar Dewa Api,” kata She Yin tersenyum licik.
Tanpa berkata apapun, bayangan tersebut langsung menghilang.
She Yin kembali mengeluarkan batu komunikasi sambil menekan batu menggunakan energinya She Yin berkata.
“Yang Mulia Ratu, rencana telah berhasil, ada domba besar yang dapat kita jadikan tumbal hingga memanfaatkan untuk mengadu domba mereka hingga bersatu membunuh Kaisar Dewa Api.”
She Yin terdiam menunggu balasan.
“Kerja bagus, tidak sia-sia dulu aku menemukanmu dan mengangkatmu jadi salah satu senjata mematikan, kembalilah jika rencana berjalan mulus, aku akan memberikanmu hadiah yang kau inginkan,” kata balasan yang tak lain Ling Qie.
Mata She Yin berseri-seri mendengar itu hingga ia dengan cepat menjawab. “Terimakasih Yang Mulia Ratu.”
Bluss..!!
Setelah itu batu komunikasi langsung hancur karena hanya dapat di gunakan sekali pakai untuk menghilangkan jejak.
“Kikiki,, tinggal menunggu hari maka aku akan menunggu kabar membahagiakan,” kata She Yin tersenyum rubah lalu berjalan ke arah pintu kamar yang di tempati oleh We Lian.
Sementara She Yin tak tahu jika Bai An, Duan Du, Tu Long, Xiong Zai dan Hong Ti kini menyeringai lebar saat mendengar itu di balik atap.
__ADS_1
Jika para saudara Bai An melihat seringai Bai An, Duan Du, Tu Long dan Xiong Zai, mereka akan tahu jika akan terjadi pembantaian.