Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Musuh Datang dengan puluhan kapal perang


__ADS_3

Bai An dan yang lainnya di tuntun masuk ke dalam kapal yang terlihat sangat mewah kalau di lihat dari dalam.


Sedangkan orang-orang yang mengantri di belakang, mereka semua menganga saat melihat pemimpin kapal sendiri turun tangan untuk menyambut dan mengantar Bai An dan kelompoknya.


Banyak sekali tatapan iri dari mereka saat melihat hal tersebut.


Tap,, tap...!


“Siapa sebenarnya senior ini? apakah senior ini mengenal ku?”, tanya Bai An, karena saking penasarannya ia langsung bertanya.


Pemimpin kapal langsung tersenyum. “Silahkan duduk dulu, baru kita bicara Tuan Muda.” Pemimpin kapal tidak langsung menjawab, ia dengan sopan dan terlihat hormat saat menyuruh Bai An dan kelompoknya untuk duduk.


Terlihat Lin Xue dan Chu Jia cukup kagum melihat ruangan mewah ini. Lin Xue pernah menaiki kapal, namun ia tak pernah memasuki ruangan mewah di dalam kapal. Biasanya ia tidur di luar bersama ibunya, kadang menginap di kamar kecil, karena biaya sewa kamar sangatlah mahal di setiap kapal.


Bai An dan yang lainnya melihat Lin Xue masih melamun sampai tidak mendengar ucapannya dan Pemimpin kapal untuk menyuruhnya duduk.


“Bibi, Jia'er, apa kalian tidak lelah berdiri?”, teriak Bai An cukup keras hingga membuat Lin Xue dan Chu Jia terperanjat kaget.


Hal tersebut membuat Lin Xue cukup malu bertambah kesal, apalagi kini semua orang memandang dirinya. Lin Xue dan Chu Jia langsung duduk tanpa bicara.


Bai An, Lang Zai dan Pixiu langsung terkekeh kecil melihat Lin Xue yang bisa malu.


Karena semua orang sudah duduk.


Pemimpin kapal bertepuk tangan 3 kali hingga tak berapa lama banyak sekali pelayan datang membawa makanan mewah. Lin Xue dan Chu Jia langsung ngiler, sifat malunya yang tadi langsung hilang berganti dengan sifat aslinya.


Sedangkan pemimpin kapal kini sedang menuangkan Bai An dan yang lainnya arak.


Setelah minum, Bai An kini menatap pemimpin kapal, seakan sadar tatapan tersebut pemimpin kapal tersenyum.


“Aku adalah sahabat Yu Fan, bisa di bilang kami adalah saudara sumpah, dan kini sedang menyamar untuk mencoba melawan para pasukan Penguasa Liu Wang dan kami juga di bidang informasi.”


Bai An langsung mengangguk kecil, terlihat juga dari tatapan hormat Qiu Lou dan Qiu Lau, namun mereka berusaha menyembunyikannya, agar tidak terlihat mereka adalah satu kelompok yang sama.


Bai An juga di beritahu oleh Mu Xia'er jika orang di depannya ini setara dengan Yu Fan. Maka dari itu tadi Bai An memanggilnya dengan sebutan senior.

__ADS_1


“Berarti senior ini mengetahui ku dari saudara Yu Fan?”, tanya Bai An.


“Ehem,, jangan panggil senior tuan muda, Yu Fan adalah saudaraku, ia mengikutimu maka aku juga akan mengikutimu. Bila perlu kau memanggilku sebutan saudara juga,” kata orang tua tersebut malu-malu saat mengatakan saudara.


Bai An mengangguk kecil.


“Mu Xia'er, apa orang ini dapat di percaya?”


“Ya,, ia tulus ingin mengikutimu seperti Yu Fan, ia juga bersumpah dalam hatinya saat tahu Yu Fan mengikutimu.”


Mendengar jawaban Mu Xia'er. Bai An langsunh teringat sesuatu.


“Oh ya, tapi bagaimana cara mereka mengetahuiku, sedangkan Yu Fan masih Benua Hang Chen dan juga bila ia mengirim orang untuk menyebar informasi ini kepada pengikutnya maka infomasi tentang aku pasti belum sampai ke tempat ini?”, tanya Bai An cukup penasaran.


“Hmm,, apa kau bodoh An'Gege, mereka kan menggunakan batu komunikasi,” jawab Mu Xia'er sedikit kesal dengan kebodohan kekasihnya.


Bai An langsung merenung, bukan ia yang bodoh. Namun Bai An belum tahu tentang keberadaan batu komunikasi dan Mu Xia'er juga memberitahunya pengetahuan tentang dunia ini hanya sedikit, mungkin bisa di bilang hanya ampasnya saja.


Bai An tidak mempermasalahkannya, ia mengangkat kepalanya dan melirik orang tua itu, yang seperti sedang berharap Bai An menerimanya, entah apa pikiran orang tua tersebut ingin mengikuti Bai An.


“Nama asli ku, He Shang. Tuan muda mohon jangan sebarkan nama ku dan aku akan memberikan nama samaranku,” kata He Shang melaui telepati.


Bai An yang mendengar nama He Shang yang artinya Biksu. Langsung menutup mulutnya menahan tawa beberapa saat kemudian mengembalikan kondisinya seperti biasa dan mengangguk.


Melihat Bai An mengangguk. He Shang tersenyum malu, karena ia melihat ekpresi Bai An tadi.


“Nama ku Fanghu, atau biasa di kenal banyak orang dengan julukan Dewa kapak.”


Bai An mengangguk kecil. “Baiklah saudara Fang mulai saat ini kita saudara, dan ini saudara ku Lang Zai dan Pixiu,” kata Bai An sambil menunjuk ke arah Lang Zai dan Pixiu.


Mereka berempat langsung berjabat tangan.


“Mari bersulang,”


Baru saja Bai An, Fanghu, Lang Zai, Pixiu, Qiu Lou dan Qiu Lau bersulang. Mata mereka semua kini menatap tajam ke arah luar.

__ADS_1


Walau di hadang oleh tembok kapal yang terbuat dari beberapa besi pilihan dan kayu pilihan, mereka dapat merasakan jika ada puluhan kapal sedang menuju kemari dengan niat membunuh yang kental.


Pemimpin kapal yaitu Fanghu langsung berdiri. “Tuan Muda, maafkan atas ketidak nyamanan ini, aku akan mengurusnya.”


Saat Pemimpin Fanghu ingin pergi. Bai An menghentikannya.


“Kita adalah saudara, kita harus berbagi suka duka, jika ada masalah maka kita akan bersama menghadapinya, walau kekuatan ku dan dua saudara ku tidak seberapa, tapi yakinlah kami akan berusaha membantu.”


Pemimpin Fanghu, Qiu Lou dan Qiu Lau langsung terharu mendengarnya. Dan berpikir mungkin ini yang menyebabkan Yu Fang sangat menghormati Bai An dan ingin mengikuti Bai An.


Melihat Fanghu mengangguk Bai An langsung melirik Lin Xue dan Chu Jia yang asik makan.


“Qiu Lou dan Qiu Lau jagalah Bibi ku disini,” kata Bai An.


Walau merasa enggan, Qiu Lou dan Qiu Lau tetap mengangguk patuh, karena tugas mereka juga menjaga Lin Xue.


Lin Xue yang mendengar itu langsung bangun. “Kau mau kemana An'er, tetap duduk disini. Biarkan para awak kapal dan penjaga kapal yang menghadapi mereka.”


Bai An menggelengkan kepala. “Fanghu adalah saudara ku dan sekarang ia menjadi keluarga kita, jadi sudah seharusnya kita membantu sesama saudara.”


Mendengar ucapan Bai An yang sangat tegas. Lin Xue langsung mengangguk pasrah, walau ia ingin ikut, tapi ia yakin jika Bai An pasti melarangnya. Jadi ia hanya bisa duduk diam.


Bai An langsung keluar bersama para saudaranya.


Saat ia sudah sampai ujung kapal, ia melihat banyak sekali bawahan Fanghu yang lumayan kuat.


“Pemimpin Fanghu, idenditas kita di ketahui musuh karena adanya seorang penghianat, dan semua kapal yang mengepung kita ini adalah para pengikut Penguasa Liu Wang. Ia di pimpin oleh Panglimanya langsung bersama dua Jendral Besar.”


Orang yang bicara adalah pengikut Fanghu, kekuatan orang yang tadi bicara setara dengan Bai An. Masih belum ada yang mengetahui kekuatan Bai An setelah ia berlatih dulu.


Walau kekuatan Bai An kalau di lihat dengan hanya tingkatan, mungkin ia berada di bawah Lang Zai dan Pixiu. Namun jika bertarung, Bai An dapat mengalahkan keduanya secara bersamaan.


Mata Fanghu langsung memerah, ia ingin mengeluarkan semua auranya. Fanghu terkenal dengan Dewa Kapak, ia juga terkenal emosional jika ada seorang yang menghianatinya.


“Tenanglah jangan biarkan emosimu mengandalikan dirimu hingga membuat orang yang berada di sekelilingmu ikut terluka.”

__ADS_1


__ADS_2