Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Menundukkan Kota San dan Co Bersaudara


__ADS_3

“Hehe,, sungguh ironis sekali dirimu,” kekeh Duan Du mulai menyeringai lebar.


Ken Tut walau kesakitan, ia bisa menangkap kata-kata Duan Du, ia juga kini berkeringat dingin saat melihat token tersebut. Walau tidak pernah melihat bentuk token kelompok pembantai secara langsung.


Ken Tut tahu jika tidak ada orang yang berani memalsukan token tersebut karena banyak sekali mata-mata kelompok pembantai.


“Kau,, kau,” tunjuk Co Bek masih keras kepala.


“Tunggu aku di sini,, aku tak akan melepaskanmu,” teriak Co Bek berjalan menggunakan tangannya.


“Heh, apakah kau masih waras,” kekeh Duan Du dengan santai mendekat ke tempat Co Bek.


Saat Co Bek ingin berteriak.


Crash..!!


Akhh..!!


“Ayo teriaklah lebih kencang,” kekeh Duan Du sambil mengayunkan tangannya lagi.


Crash..!!


Teriakan kembali menggema, hal itu membuat orang-orang menjadi diam, tak ada yang berani menjerit atau bersuara sedikitpun.


Tu Long yang melihat itu langsung tersenyum lebar.


Crash..!!


Lagi-lagi Duan Du menebas dada Co Bek, hal itu membuat Co Bek kesakitan.


“Aku akan membunuhmu,” teriak Co Bek lalu melirik ke arah Ken Tut.


“Apa yang kau lakukan cepat bantu aku, kalian juga bantu aku, panggil bala bantuan,” teriak Co Bek seperti orang gila.


“Hehe,, aku ingin melihat siapa yang ingin kau panggil,” kekeh Duan Du lalu menembakkan energinya.


Wuss..!!


Tubuh Co Bek langsung pulih dan kakinya langsung tumbuh, hanya tangannya saja yang tidak tumbuh kembali.


Melihat dirinya telah di sembuhkan. Co Bek langsung tersenyum sinis lalu pergi dari sana.


Wuss..!!


Duan Du dengan santai mengikuti Co Bek, Bai An juga mengikuti Co Bek dari bayang-bayang.


Sementara To Gel dan Tu Long kini menatap ke arah orang-orang yang mulai ketakutan setengah mati.


“Mulai saat ini kalian ada di bawah perintahku,” kata Tu Long dengan nada dingin dan terdengar seram agar orang-orang ini takut terhadapnya.


Benar saja, Ken Tut dan yang lainnya langsung menurut tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Sementara di tempat Co Bek yang melarikan diri, ia setiap saat melirik ke arah belakang karena takut Duan Du mengejar dirinya.


Tapi ia tak tahu jika Duan Du sedang melayang di atasnya.

__ADS_1


Tap tap..!!


Setelah sampai di kediamannya yang paling besar, Co Bek langsung masuk sambil memerintahkan prajuritnya untuk berjaga.


Co Bek dengan perlahan masuk, sesekali ia melirik sekelilingnya untuk memastikan apakah ada yang mengikutinya atau tidak.


“Heh,, kakak, rupanya paman Yu Fan harus lebih berhati-hati dalam memilih prajurit,” kekeh Duan Du melirik ke arah Bai An.


Bai An menatap ke arah beberapa orang yang di terima sebagai prajurit kelompok pembantai, ada juga satu komandan di sana.


“Hmm..!! Yu Fan, cari tahu orang-orang ini? Siapa kelompok pembantai yang menjadi pemimpinnya.” Kata Bai An melalui segel budaknya berkumonukasi sekaligus mengirim ingatannya.


***


Di tempat Yu Fan, kini ia kebetulan sedang berkumpul bersama 100 kelompok pembantai.


Saat mendapat sebuah pesan, dengan cepat Yu Fan melihat pesan tersebut.


“Hmmm..!! No 63, kemana komandan dan prajuritmu?” Tanya Yu Fan pura-pura tidak tahu.


No 63 langsung maju.


“Mereka katanya ingin menjemput keluarga mereka, karena kebetulan mereka baru masuk ke kelompok pembantai 1 minggu yang lalu sehingga tidak sempat menjemput keluarga mereka karena sibuk di sini,” jawab No 63 dengan jujur.


Yu Fan melirik ke arah Fanghu, Fanghu mengangguk.


Tapi Yu Fan tak ingin ada kesalahan, ia langsung mengirim ingatannya kepada Bai An.


Setelah mendapat jawaban dari Bai An.


“Ada beberapa orang yang memanfaatkan kelompok pembantai kita sebagai bidang bisnis, kekuasaan dan lainnya, mereka bergabung bukan bersungguh-sungguh menjadi anggota keluarga kita, jadi kalian pasti mengerti maksud ku bukan?” Kata Yu Fan panjang lebar sambil bertanya.


100 kelompok pembantai langsung mengangguk paham.


Sementara No 63 langsung maju dengan wajah agak malu.


“Pemimpin, biarkan aku menebus kesalahan dan kelalaianku ini,” kata No 63 membungkuk.


Yu Fan melambaikan tangannya santai.


“Ini bukan salahmu, pergilah bersama saudaramu yang lain untuk mengecek anggota yang baru bergabung, anggap saja itu sebagai hukumanmu.” Kata Yu Fan, lalu menambahkan. “Untuk masalah anggotamu itu biarkan Tuan Muda besar bersama Tuan muda kecil mengurusnya.”


Semua anggota kelompok pembantai langsung mengangguk patuh sambil menahan tubuh yang kini bergetar saat mendengar Yu Fan menyebut nama Bai An dan Duan Du.


***


Bai An yang telah mendapat kabar dari Yu Fan berusaha menahan amarah.


Karena Bai An sangat membenci namanya pengkhianatan, memanfaatkan sebuah nama sehingga menindas yang lemah dan tidak salah.


Bai An tanpa banyak bicara langsung menembakkan jari telunjuknya ke arah kening Duan Du.


Duan Du langsung mencerna ingatan yang di berikan.


Setelah mendapat ingatan tersebut.

__ADS_1


Aura Duan Du langsung keluar tanpa menahan diri lagi.


Kediaman pemimpin kota langsung berguncang.


Bai An langsung tersenyum saat meraskan kekuatan Duan Du yang sebenarnya kini.


Duan Du telah menjadi Dewa Hijau ⭐ 3 Puncak yang sedikit lagi akan mencapai Dewa Biru.


Tanpa menahan diri lagi, Duan Du langsung mengeluarkan pedangnya sambil mengayunkannya ke arah kediaman Co Bek.


Sebuah pedang energi yang sangat besar tercipta.


Duar..!!


Wuss..!!


Tanpa menunggu waktu lama hanya 4 orang yang berhasil keluar dari kediaman Co Bek.


“Berani sekali ka-” kata-kata orang yang menjadi komandan di kelompok pembantai langsung terputus saat melihat siapa yang menghancurkan kediaman Co Bek.


Tubuh orang yang menjadi komandan kelompok pembantai saat ini bergetar hebat, menahan rasa takut.


“Kakak, dialah yang memotong tangan dan mencuri semua hartaku, kau harus membunuhnya,” teriak Co Bek berlari ke arah kakaknya yang bernama Co Pet.


Co Pet yang mendengar teriakan Co Bek langsung mengayunkan tangannya.


Bam..!!


Tubuh Co Bek langsung melayang menabrak puing-puing.


Dengan cepat Co Pet melesat ke arah adiknya lalu menyeretnya ke arah Duan Du.


“Tu.. Tuan muda, bunuh saja saya, mohon belas kasihan anda untuk melepas adik saya yang memang tidak mempunyai sopan santun dan kelakuan jahat,” kata Co Pet langsung berlutut di depan Duan Du.


Wuss..!!


“Hmm..!! Dari matamu kau terlihat jujur, tapi aku sangat membenci orang yang memanfaatkan sebuah nama besar orang lain untuk menindas orang yang lebih rendah, dan juga kau tahu aturan sebelum kau masuk bukan?”


Melihat Bai An tiba-tiba muncul, lutut Co Pet langsung lemas.


Tentu saja ia tahu aturan tersebut, karena sebelum ia di terima, ia harus bersumpah akan mengikuti aturan tersebut.


Co Pet kini dilema, ia hanya mempunyai Co Bek sebagai keluarganya.


Alasan Co Pet bergabung ke kelompok adalah karena adiknya yang mempunyai banyak musuh karena keangkuhan dan kejahatan yang ia lakukan membuat banyak musuh mengincar Co Bek.


“Hmm..!! Kakak bagaimana ini?” Tanya Duan Du melirik ke arah Co Bek dengan tatapan benci.


Bai An yang mendengar itu langsung menghela nafas berat.


Wuss..!!


Bai An langsung menanamkan segel budak ke kepala Co Bek.


Co Pet yang melihat itu langsung menghela nafas lega, ia tahu itu segel budak karena ia di juga di pasangkan segel budak di punggungnya.

__ADS_1


__ADS_2