Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Salah Memilih Lawan


__ADS_3

“Eeh..!! Darimana kau tahu?” Tanya Tu Long sambil mencoba mengeluarkan energinya namun tak bisa.


“Dari sana,” tunjuk Duan Du dengan santai, terlihat tangan Duan Du mengarah ke batu yang cukup besar.


Tu Long yang melihat itu mengerutkan keningnya karena tidak bisa membaca tulisan tersebut karena sangat jelek dan terlihat tidak beraturan.


“Kau bisa membaca tulisan jelek itu?” Tanya Tu Long penasaran.


“Tentu saja bisa, itukan tulisan kakak,” kekeh Duan Du sedikit menyeringai licik.


Mendengar dan melihat seringai licik Duan Du, Tu Long langsung merasa ada yang tidak beres.


Heng,,!!


Tu Long langsung mendengus lalu menarik Duan Du untuk di taruh di atas punggungnya.


Tanpa menunggu lama Tu Long langsung berlari mengikuti arahan dari Duan Du.


***


Di tempat Bai An saat ini terlihat Mhi Ring melihat ke arah ayahnya sekaligus menjadi leluhur klan Mhi.


Ayah Mhi Ring bernama Mhi Ris juga ikut menatap ke arah Mhi Ring dengan tatapan penuh tanda tanya.


“Hmm..!! Siapa orang ini?” Tanya Mhi Ris dengan sedikit hati-hati, Mhi Ris berhati-hati itu karena ia melihat anaknya sangat sopan terhadap Bai An.


“Hehe dia adalah murid baruku ayah, kau jangan iri ya,” kekeh Mhi Ring.


Mhi Ris mengerutkan keningnya sambil meneliti Bai An dari atas sampai bawah.


“Ehem..!! Maaf jika aku tidak sopan, tapi bisakah kau membuka tudungmu itu?” Tanya Mhi Ris dengan sedikit hati-hati.

__ADS_1


Mhi Ring langsung bergidik ngeri saat ia mendengar perkataan ayahnya, dengan cepat Mhi Ring berdiri.


Namun ia langsung duduk kembali setelah mendengar suara telepati.


Dengan santai Bai An membuka tudungnya.


Saat Bai An membuka tudungnya, Mhi Ris melihat anak muda yang biasa-biasa saja, tidak terlalu tampan dan tidak jelek.


Mhi Ris langsung mengangguk-angguk sambil mengelus jenggotnya.


“Aku lihat bakatmu biasa-biasa saja, tapi aku dapat melihat sebuah tekad yang besar dari matamu, aku suka itu.” Kata Mhi Ris dengan penuh wibawa.


Mhi Ring yang mendengar itu langsung menyumpal mulutnya menahan tawa, kata-kata ayahnya ini sangat lucu menurutnya. Untung Bai An adalah orang baik, jika orang berhati panas maka klannya mungkin akan menjadi puing-puing dalam beberapa detik.


Sementara Bai An tersenyum sederhana sambil berkata. “Terimakasih Leluhur.”


Mhi Ris langsung melambaikan tangannya. “Jangan berterimakasih, di kerajaan ini semuanya sama drajatnya, mau tua, muda. Disini juga tidak ada yang saling membenci atau merasa iri, dan juga walau semua sama, kami juga tetap butuh pemimpin agar semuanya terkendali.” Kata Mhi Ris.


“Sejarah berdirinya Kerajaan Naga Langit ini bagaimana leluhur, aku melihat semuanya memiliki hati yang tulus?”


“Dulu Kerajaan Naga Langit ini bernama Kerajaan Lembah Berapi, di kerajaan Lembah Berapi ini selalu saja ada perang memperebutkan kekuasaan klan, memperebutkan tahta, bahkan kebanyakan penduduk kerajaan ini kebanyakan perampok dan bandit yang selalu merampok kerajaan sebelah.” Jawab Mhi Ris mengingat masa lalu, ia kemudian melihat ke arah Bai An yang sangat hikmat dalam mendengarkan, kemudian pandangan Mhi Ris ke arah Mhi Ring yang terlihat sudah bosan mendengar itu, bahkan Mhi Ring tanpa sungkan menguap di depan ayahnya.


“Tapi saat terjadinya kekacauan besar-besaran di kerajaan Lembah Berapi ini, ada seorang pemuda yang sangat tampan memiliki bola mata biru, berambut biru datang ke kerajaan ini, walau ia terlihat terluka parah, namun ia tetap saja sangat kuat hingga menghentikan kekacauan ini dalam waktu satu tahun, saat itu adalah waktu terahirnya bernafas sebelum kematiannya, tapi sebelum beliau mati, beliau memberikan pesan kepada seluruh penduduk kerajaan Lembah Berapi sekaligus mengubah namanya, pesan sekaligus amanat itulah yang membuat kami dulu yang telah menjadi leluhur tersentuh dan keturunan kami juga dengan sendirinya dari lahir sudah memiliki hati yang murni tulus hingga dewasa pun memiliki hati yang tulus. Entah mengapa itu bisa terjadi, padahal kami tidak pernah mengajari keturunan kami cara menjadi orang baik.” Kata Mhi Ris tersenyum senang saat Bai An masih mau mendengar ceritanya.


“Pesan apa itu?” Tanya Bai An penasaran, ia kini tidak bisa untuk tidak bertanya.


“Putih yang berarti kesucian, teratai yang berarti kebersamaan, jika di satukan menjadi Teratai Putih artinya Kekeluargaan, walau berbeda klan, kami di ajari cara saling berbagi rasa sedih dan senang bersama, dan untuk nama kerajaan barunya adalah Kerajaan Naga Langit yang artinya jika kami bersatu maka kami akan kuat seperti Naga yang selalu berkuasa di atas langit.” Jawab Mhi Ris.


Bai An yang mendengar itu langsung tersenyum, ia tahu arti sebenarnya dari makna teratai putih ini, kakaknya Bai En lah yang telah memberitahukan ini kepadanya.


Bai An juga tersenyum karena ia tahu jika orang yang di maksud adalah kakeknya.

__ADS_1


“Kalau boleh tahu dimana tempat makam orang yang leluhur maksud?” Tanya Bai An dengan sedikit semangat.


Mhi Ris yang mendengar itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pahit.


“Beliau menghilang sebelum nafas terahirnya ia juga berpesan akan ada orang yang mencarinya kesini,” jawab Mhi Ris.


“Sedangkan untuk ketiga kerajaan yang selalu menyerang Kerajaan Naga Langit adalah mereka kesini untuk membalas dendam,” kata Mhi Ris memberikan informasi tambahan.


Sedangkan Mhi Ring yang mendengar itu kini membulatkan matanya, ia menatap Bai An dengan teliti, walau Bai An mengubah wajahnya, Mhi Ring tahu jika orang yang ayahnya maksud kini sangat mirip dengan Bai An.


“A.. Apakah orang yang ayah maksud itu Dewa baik hati ini ya?” Gumam Mhi Ring kini memiringkan kepalanya.


Sementara Bai An langsung menganggukkan kepalanya sambil menatap ke arah luar klan Mhi.


“Hmm..!! Kenapa mereka lama sekali sampai?” Gumam Bai An sudah dapat menebak jika Duan Du pasti akan menyusulnya sehingga ia menulis cara menghadapi Hukum yang ada di dimensi kecil yang mereka masuki.


Bai An tak tahu jika di luar sana waktu masih beberapa hari berlalu setelah kepergiannya, jika ia tahu maka ia akan kagum terhadap Duan Du yang pintar dalam mencari jejaknya.


***


Jauh dari luar Kerajaan Naga Langit kini Duan Du dan Tu Long sedang bermain-main bersama kumpulan prajurit dari kerajaan Lembah Naga.


Para prajurit Kerajaan Lembah Naga ini sebenarnya berniat menyerang perbatasan kerajaan Naga Langit dan kerajaan Lembah Naga, namun na'as mereka bertemu Tu Long yang gila dalam bertarung.


“Hehe,, masih unyu-unyu kau sudah memiliki niat membunuh,” kekeh Tu Long menertawakan Jendral Kerajaan Lembah Naga.


“Siapa kau sebenarnya, aku yakin kau bukan dari Kerajaan Naga Langit?” Kata Jendral tersebut dengan arogan menatap tajam ke arag Tu Long.


Jendral tersebut lalu menambahkan. “Jika benar kau bukan dari Kerajaan Naga Langit maka pergilah, mumpung suasana hatiku sedang baik, jika tidak, aku akan mencincangmu hidup-hidup.”


“Uhh,, aku takut sekali, mohon berilah pengampunan padaku,” kata Tu Long bergidik ketakutan.

__ADS_1


Jendral tersebut langsung menyeringai arogan sambil membusungkan dadanya ia berkata. “Potong tangan kananmu lalu berikan semua hartamu, setelah itu kau harus merangkak pergi dari sini.”


__ADS_2