Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Mengeroyok Assasint


__ADS_3

“Hmm..!! Apa kau merasakan ada yang tidak beres dari leluhur Gi Lan?” Tanya Gi Ten dengam sedikit berbisik.


“Ya,, kita harus menyelidikinya dengan hati-hati, siapa tahu dia yang sengaja membuat permusuhan tiga klan besar dengan klan kita, bisa juga dia bekerjasama dengan mereka agar bisa memiliki klan seutuhnya.” Kata Leluhur berbadan kekar.


“Bisa jadi, selama ini aku selalu melihat tingkah lakunya, tahun ini dia selalu diam-diam keluar klan, entah kemana ia pergi aku tak tahu. Tapi mulai sekarang aku akan mengirim mata-mata untuk menyelidiki kemana ia pergi,” kata Gi Ten lalu pergi setelah Gi Lan lebih dulu pergi.


“Leluhur Gi Ten benar, sipatnya juga berubah dan kebetulan dengan tiga klan besar mulai menekan kita, mungkin ini ada hubungannya dengan dia,” kata leluhur kurus kemudian pergi.


Leluhur berbadan kekar mengikuti dari belakang, ia sedikit tersenyum. Tapi tidak ada yang menyadari senyumnya.


Kecuali Gi Lian yang dari tadi bersembunyi dari balik tembok.


“Aku sudah menduga ada seorang pengkhianat di klan, tapi aku tak menduga orang yang paling banyak memiliki jasa besar terhadap klan adalah pengkhianatnya,” gumam Gi Lian muncul lalu di ikuti Gi Lan dari belakang.


Gi Lian dan Gi Lan sengaja memancing siapa pengkhianat sebenarnya, dan ternyata pancingan mereka berhasil.


“Gi Lan, kau tetap seperti ini dan terus awasi Gi Bang dengan hati-hati,” kata Gi Lian lalu menghilang.


“Baik Nona,” jawab Gi Lan dengan hormat.


Gi Bang adalah leluhur klan Gi yang berbadan besar, ia adalah leluhur yang paling aktip di klan Gi.


Sementara di tempat Bai An dan para saudaranya berada.


Tap tap..!!


“Bagaimana saudara Pixiu?” Tanya Bai An dengan santai sambil melirik Pixiu setelah ia mendarat.


“Hmm..!! Ada seorang pengkhianat di klan Gi, aku yakin jika ia juga pasti memancing banyak para anggota klan Gi untuk berkhianat. Tapi apa masalahnya dengan kita Tuan muda?” Kata Pixiu menjawab, setelah itu ia langsung bertanya dengan heran.


“Hmm..!! Tentu saja kita akan membantunya, karena jika kita membantunya, maka wanita itu pasti akan membuat kita memiliki jasa yang besar, walau ia tahu siapa pengkhianatnya pun aku yakin ia tak mampu melawannya. Karena ada juga seseorang yang aku lihat bersembunyi di balik bayang-bayang tadi,” kata Bai An terkekeh kecil.


Lang Zai, Pixiu dan Tu Long mengerutkan keningnya karena ia tidak bisa mendeteksi orang yang di maksud Bai An tadi. Karena hanya Bai An, Long Yuan yang tahu jika ada orang yang selalu mengintai mereka.


Bai An juga sengaja bicara secara terang-terangan tadi agar bisa memancing orang tersebut.


Tap tap..!!


Bai An langsung merasakan Zin Ho datang.


Hanya Long Yuan yang kini dapat merasakannya jadi ia berubah seperti biasa.


“Dia langsung pergi ke kota Li, apa pangeran akan langsung mengejarnya?” Tanya Zin Ho melalui telepati.


“Hmm..!! Tentu saja, kemana arahnya?” Tanya Bai An melalui telepati.


“Barat daya,” jawab Zin Ho.


“Ayo kita kejar orang yang memata-matai kita tadi,” ajak Bai An lalu melesat ke arah Barat Daya.


Wuss..!!


Tanpa menunggu jawaban para saudaranya, Bai An melesat terbang, di ikuti oleh Long Yuan, Lang Zai, Pixiu dan terahir Tu Long karena ia yang paling lemah.


10 menit berlalu, Bai An masih melesat dengan santai bersama para saudaranya. Mereka sudah melewati beberapa desa dan hutan.

__ADS_1


Setelah melewati desa ke 9, Bai An dan Long Yuan merasakan keberadaan yang mereka cari.


Bai An dan Long Yuan saling melirik satu sama lain, mereka langsung mengangguk secara bersamaan.


Bai An ke kanan dan Long Yuan ke kiri, lalu Tu Long dan Lang Zai mengikuti Bai An. Sementara Pixiu mengikuti Long Yuan.


Wuuss..!!


Bai An langsung mengeluarkan busurnya setelah ia melihat sasarannya.


Tanpa menunggu lama, Bai An langsung menarik 4 anak panah yang di sertai sedikit energinya.


Wuss..!!


Anak panah Bai An melesat dengan kecepatan tak kasat mata.


Sedangkan orang yang seperti berpakaian assasint langsung merasakan krisis.


Dengan cepat ia mengeluarkan beberapa belati kecil lalu ia lempar ke belakang.


Trank trank..!!


Bom..!!


Orang berpakaian assasint tersebut langsung terpental mundur akibat terkena dampak ledakan.


Bam bam bam..!!


Tepat orang tersebut menabrak pohon paling besar ia langsung berhenti disana.


Terdengar dari suaranya jika orang tersebut adalah laki-laki sepuh.


Long Yuan langsung muncul di depan laki-laki berpakaian assasint tersebut.


Long Yuan langsung mengayunkan tangannya ke arah dada laki-laki tersebut.


Dengan cepat laki-laki tersebut melempar beberapa belati.


Wuss wuss..!!


Long Yuan dengan cepat memiringkan kepalanya ke kiri lalu menundukkan kepalanya.


Laki-laki berpakaian assasint tersebut melihat adanya kesempatan langsung melempar belatinya lagi.


Wuss..!!


Trank..!!


4 anak panah melesat menghalangi belati assasint tersebut.


Tak lama 4 anak panah melesat lagi ke arah assasint tersebut.


Assasint tersebut mendengus dingin, dengan cepat ia melempar beberapa belatinya lagi.


Trank trank..!!

__ADS_1


Baru selesai assasint tersebut melempar belatinya. Sebuah tangan berbentuk cakar melesat ke arahnya.


Dengan cepat assasint tersebut ikut mengayunkan tinjunya.


Bom..!!


Assasint tersebut mundur satu langkah sambil mengeluarkan seteguk darah.


Tak di berikan kesempatan, Lang Zai muncul dari belakang sambil mengayunkan cakarnya.


Dengan cepat assasint tersebut menghilang lalu muncul 10 meter dari Lang Zai.


Tu Long yang melihat assasint tersebut muncul tidak jauh dari dirinya langsung bersemangat.


“Tinju Langit,” gumam Lang Zai tidak setengah-setengah ia langsung mengeluarkan kekuatan penuhnya.


Assasint tersebut langsung mengayunkan kakinya ke arah belakang seperti gaya salto.


Bom..!!


Tu Long mundur 3 langkah, sedangkan assasint tersebut tetap pada posisinya.


Long Yuan kembali muncul di samping assasint tersebut sambil mengayunkan cakar.


Assasint tersebut kini tidak melawan ia langsung menghindar karena cukup berbahaya jika ia beradu dengan Long Yuan seperti tadi.


Baru saja assasint tersebut mundur cukup jauh, 4 anak panah muncul dari sampingnya.


Wuss..!!


Trank trank..!!


Jlep..!!


Tangan kini assasint tersebut langsung tertancap anak panah.


Assasint tersebut mendengus dingin. Untung ia mengalirkan energi yang cukup besar untuk menekan anak panah yang tertancap agar tidak meledak.


Tidak di beri kesempatan, Lang Zai dan Pixiu muncul dari arah belakang dan samping kanan sambil mengayunkan cakar mereka masing-masing.


“Kalian semua pengecut,” teriak Assasint tersebut menggeram marah sambil mengeluarkan aura penuhnya yang terlihat berada di tingkat Dewa Kuning ⭐ 2 Awal.


Assasint tersebut langsung melempar belatinya ke arah Lang Zai dan Pixiu.


Bom..!!


Bom..!!


Pixiu dan Lang Zai langsung mundur sambil merasakan tangannya yang agak keram.


Terlihat kekuatan assasint tersebut berbeda jauh dari Bai An dan saudaranya sehingga Bai An dan para saudaranya mengeroyok assasint tersebut dari awal.


Bai An yang dari jauh langsung terkekeh kecil. “Tidak ada yang tidak mungkin di dunia kultivator, aturan juga tidak berlaku bagi kami di dunia ini,” kat Bai An dengan dingin.


Assasint tersebut langsung mendengus dingin saat mendengar sebuah suara mengejek yang menggema.

__ADS_1


“Keluar kau pengecut,” kata assasint tersebut dengan suara dingin.


__ADS_2