Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pertemuan kembali.


__ADS_3

Hutan Kegelapan...


Ditempat Shen Bai berada, ia tiba-tiba membuka mata lalu berkata, "Anak itu telah menembus tingkat selanjutnya, sungguh mengerikan padahal baru beberapa bulan lalu ia hanya berada pada tingkat Immortal Emperor awal."


Setelah mengatakan itu, Shen Bai merasakan kalau Yue'er sedang tertekan oleh aura Bai An, Shen Bai terlihat menggerakkan tangannya lalu melesat sebuah energi kearah Yue'er.


Yue'er yang sedang berusaha melawan tekanan aura dari Bai An tiba-tiba datang sebuah energi yang menerangi tubuhnya, Yue'er tidak terlihat melawan energi tersebut. Karena ia tahu itu energi Gurunya yang berusaha melindunginya.


Tak lama kemudian Yue'er terlihat biasa lalu melihat kearah kedalam gua, "Terimakasih Guru!"


Mendengar Yue'er berterimakasih, Shen Bai memejamkan matanya lagi.


***


Di sebelah barat yang tidak terlalu jauh dari aura tersebut kini Long Yuan berusaha melindungi Cen Tian dan melindungi diri dari tekanan aura tersebut.


"Guru aura siapa ini?"


Mendengar pertanyaan Cen Tian, Long Yuan menjawab dengan nada bangga, "Ini aura energi Tuan Muda Bai An yang telah menerobos ketingkat selanjutnya." Terlihat Long Yuan menjeda kata-katanya yang membuat Cen Tian penasaran.


"Namun. Tuan Muda berusaha menekan auranya agar tidak berdampak bagi kita dan Hutan Kegelapan agar tidak terjadi kekacauan, tapi kau lihat sendiri Tian'er, walaupun Tuan Muda menekannya sebaik mungkin, dampaknya tetap mengerikan bukan?"


Mendengar kata-kata Long Yuan, kini Cen Tian bergetar dengan mulut terbuka lebar.


Melihat kelakuan Cen Tian membuat Long Yuan tertawa.


"Ha ha ha... Tian'er tutup mulutmu itu atau hewan buas akan masuk!" ucap Long Yuan dengan nada mengejek.


Mendengar ejekan gurunya, Cen Tian langsung menutup mulutnya dengan malu-malu dan kesal.


"Guru ayo pergi aku tak tahan dengan aura An'er!" ucap Cen Tian yang dijawab anggukan oleh Long Yuan.


Mereka lalu melesat dengan kecepatan penuh dan diatas kepala Cen Tian kini terlihat sebuah Singa kecil yang terlihat menggemaskan, ia dia adalah Cheng Bao.


Cheng Bao ditawati oleh Cen Tian untuk mengikutinya, awalnya Cheng Bao takut kalau ia akan di siksa, namun Long Yuan datang meyakinkannya hingga ia menerima tawaran Cen Tian dengan senang hati.

__ADS_1


***


Di jurang tempat Bai An terjatuh dulu, tepatnya disebuah gua bawah air.


Sebuah aura dahsat menghancurkan tempat tersebut, terlihat Bai An masih memejamkan mata, walau ia telah menembus tingkat selanjutnya.


Tidak jauh dari tempat Bai An, Bai Luan kini telah pingsan walaupun ia telah dilindungi segel yang dibuat oleh Bai An.


Beberapa saat kemudian Aura tersebut langsung menghilang masuk kedalam tubuh Bai An dengan sangat cepat, terlihat ada sebuah Api Emas menyelimuti tubuh Bai An yang menyerap energi yang menyebar tersebut.


Api Emas terlihat seperti membuka mulut dan menghisap semua energi yang menyebar dan mengalirkannya kedalam tubuh Bai An.


Tak lama kemudian, Bai An membuka mata lalu ia melihat sekeliling yang hancur, padahal ia telah menyegel tempat tersebut agar tidak hancur.


Namun, tetap saja tempat itu hancur, ia tersenyum kecut melihat apa yang ia telah perbuat.


Bai An yang melihat sekeliling lalu tersadar dan dengan cepat ia mengalihkan pandangan kearah Bai Luan pingsan.


Tanpa menunggu lama Bai An bangun dan langsung menghilang, secara tiba-tiba ia muncul didepan Bai Luan pingsan.


5 menit kemudian Bai Luan membuka matanya lalu melihat sekeliling dan tatapannya langsung berhenti pada Bai An yang melihatnya dengan tersenyum.


"Kau sudah sadar Luan'er!"


"Guru, terimakasih telah menyembuhkan Luan'er, maaf me!" sebelum menyelesaikan kata-katanya, Bai An langsung memotong.


"Jangan pernah berkata seperti itu atau guru akan marah besar, kamu tidak pernah menyusahkan dan membebani guru, malah guru senang kau tetap berada disisi guru."


"Kau juga tidak lemah, malah sebaliknya kau itu mengerikan Luan'er di usia mu yang 15 tahun ini, di Benua Atas pun tidak akan ada orang yang setara denganmu!"


Bai Luan langsung mengangguk. 'Baik guru, mulai sekarang Luan'er akan terus berusaha untuk menjadi lebih kuat agar guru senang." balas Bai Luan, ia tahu jika ia berterimakasih kepada gurunya, gurunya pasti akan marah.


Jadi ia akan lebih giat lagi dalam berlatih agar tidak mengecewakan Bai An.


"Hmmm baiklah kita kembali saja, mungkin yang lain sedang menunggu!" ucap Bai An yang dijawab anggukan oleh Bai Luan.

__ADS_1


Tak lama, mereka lalu bangun dan langsung melesat keatas.


***


Di tempat yang sudah dijanjikan untuk pertemuan yaitu gua tempat Shen Bai dan Yue'er berada, kini Long Yuan dan Cen Tian sudah sampai dan berkumpul bersama.


Namun suasana agak berbeda karena Yue'er yang selalu dingin, mereka agak kaku untuk melawan Yue'er berbicara.


Tak lama mereka merasakan aura dari Lang Zai dan Shen Linlin sedang menuju ke arah sini, tempat mereka berada.


Wuuuuhhhhssss...


Wuuuhhhsss...


Terlihat Lang Zai dan Shen Linlin mendarat didepan Long Yuan, Cen Tian dan Yue'er, mereka bersemangat saat sampai, namun saat mereka melihat wajah kaku Long Yuan dan Cen Tian.


Lang Zai langsung mengalihkan pandangan ke arah Yue'er, setelah ia melihat wajah dingin Yue'er yang terlihat menyeramkan, hal itu membuat Lang Zai langsung tertegun dan kaku sama seperti kedua orang yang ia lihat kaku.


Sedangkan Shen Linlin bingung melihat mereka bertiga yang kaku, ia melihat kearah Yue'er seperti hal biasa lantas ia bertanya, "Guru dan para Senior, kalian kenapa?"


Mendengar Shen Linlin bertanya, membuat Lang Zai ingin sekali memukul kepada Lin'er yang begitu polos.


Sedangkan Long Yuan dan Cen Tian mengumpat dalam hati sambil melototi Lin'er.


Melihat hal tersebut membuat Lin'er langsung menunduk takut akan tatapan ketiga orang didepan mereka.


Shen Linlin langsung mengalihkan pandangan seperti mencari seseorang. Namun yang ia caru-cari tidak terlihat.


"Hmm Bibi Yue kemana Luan Gege dan Paman An?"


Mendengar pertanyaan Lin'er yang memanggilnya Bibi ia ingin marah namun memaklumi karena tampilannya yang terlihat dewasa, Yue'er lalu melirik Lin'er dengan lembut lalu berkata, "Kesinilah Lin'er, An Gege dan Luan'er belum datang!"


Suara Yue'er terdengar sangat dingin bagi ketiga laki-laki yang tidak jauh dari Yue'er.


Lin'er langsung menuju kearah Yue'er dan duduk, tak lama mereka berbincang-bincang.

__ADS_1


Saat mendengar suara Yue'er, Long Yuan, Lang Zai dan Cen Tian, menelan air liur mereka masing-masing dengan tubuh bergidik ngeri, tapi mereka heran mengapa Lin'er tidak merasakan atau menyadari hal ini, itu yang selalu menjadi pertanyaan bagi mereka.


__ADS_2