Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Batu Akik Kristal Putih


__ADS_3

“Kau,” teriak pria tua tersebut langsung bangun dari kursinya, menatap ke arah ruangan VVIP no 10.


“Wah wah wah,, ada mayat baru bangkit dari kubur,” kata Cen Tian dengan suara sedikit keras.


Seketika gelak tawa langsung menggema di seluruh ruangan pelelangan.


Pria tua tersebut semakin tersulut emosi, saat ia ingin mengeluarkan auranya untuk mencoba mengintimidasi Cen Tian.


Sebuah suara dari sebelah pria tua langsung membuat ia mengurungkan niatnya.


“Tetua,, kau sebagai senior mengapa mempermalukan kita generasi tua, terlebih kau gampang sekali di provokasi oleh anak muda,” kata pria bertubuh kekar, ia terlihat menyeramkan.


Tetua tersebut langsung kembali duduk sambil menatap ke arah ruangan VVIP no 10.


“Hmm,, jika kau ingin memberikannya pelajaran, maka nanti saja saat acara lelang ini selesai, lebih baik kau kendalikan dirimu,” kata pria berbadan kekar dengan santai.


Pria tua tersebut langsung mengangguk patuh tanpa mengatakan apapun.


Adapun She Dap yang tadi termenung langsung tersadar, tak lama kemudian ia langsung berteriak keras.


“1 juta kristal berlian, adakah yang ingin menawar lebih tinggi?”


Mendengar itu, semua orang ikut tersadar dan melirik ke arah ruangan VVIP no 10.


“Hmm..!! Selidiki ruangan VVIP no 10 itu, ruangan tersebut biasanya kosong, kini telah di isi oleh orang tidak di ketahui, aku takut mereka adalah musuh kuat, apalagi kini Penguasa Daratan Barat sudah mulai bergerak ke Daratan Tengah, jika itu mereka, maka jangan ikut campur,” kata pria muda, dari ruangan VVIP no 1.


Orang yang di sebelahnya langsung mengangguk. “Baik Master,” kata pria sedikit lebih tua.


Master itu mengangguk santai sambil melirik ke arah ruangan VVIP no 10, sampai saat ini ia tidak bisa melihat siapa yang ada di dalam karena ada sebuah pelindung yang menghalangi kesadarannya, sama halnya dengan orang-orang yang mengikuti pelelangan.


Sementara di ruangan VVIP no 2 kini mengerutkan keningnya sambil menatap ke arah ruangan VVIP no 10.


“Hmm,, kenapa orang ini menginginkan senjata yang di anggap rusak?” Guman pria tua tersebut merenung sesaat.

__ADS_1


“Apakah?” Gumam pria tua tersebut kini memikirkan jika ada salah satu dari mereka yang berasal dari alam dewa sengaja mencari senjata tersebut.


“Aku harus mengajaknya kerjasama, agar klan ku bisa lebih aman dari orang-orang serakah itu, terlebih lagi aku merasakan sudah banyak sekali pengkhianat di dalam klan ku,” gumam pria tua tersebut mengelus-elus jenggotnya sambil melirik ke arah adiknya yang menjadi patriark klan dan melirik ke arah anaknya yang menjadi tetua pertama, lalu melirik ke arah 3 keponakannya yang menjadi tetua kedua, ketiga dan keempat.


Bukan hanya mereka saja, banyak lagi ruangan VVIP dan VIP yang melirik ke arah ruangan Bai An, ada yang berniat jahat, ada yang serakah, ada juga yang licik ingin bekerjasama.


Bai An hanya terkekeh melihat reaksi mereka semua.


Sementara Cen Tian terlihat bersemangat sambil melirik ke arah Bai An.


“Hehe,, kau kan pengguna panah, jadi kakak akan menghadiahi busur panah ini untukmu,” kata Cen Tian tertawa kecil.


Bai An mengangguk, walau Cen Tian mengatakannya sambil tertawa kecil, namun kata-katanya sangat tulus.


Kembali ke panggung lelang.


Saat ini tidak ada yang merespon ucapan She Dap sehingga ia langsung mengetuk palu tiga kali.


Tok tok tok..!!


Setelah itu She Dap mengeluarkan barang kedua, dan banyak sekali yang menginginkannya, terlebih lagi Cen Tian selalu memprovokasi mereka tanpa pandang bulu.


Barang ketiga, keempat juga sama, Cen Tian sengaja menaikkan harga dan sedikit menghambur-hamburkan uangnya.


Cen Tian sengaja melakukan itu karena uangnya juga akan datang lebih banyak lagi dari pengeluarannya ini.


***


Jauh di belakang panggung, kini terlihat Beruang cukup besar sedang tertidur di balik kerangkeng yang di jaga oleh prajurit setengah dewa.


Beruang tersebut tidak lain adalah Xiong Zai. Xiong Zai sengaja mengubah dirinya menjadi beruang karena tidak ingin mengundang bencana lagi, walau tahu dirinya saat ini akan di jual.


“Hmm..!! Dulu sebelum aku mati, nona Mu Xia'er sempat melempar jiwaku ke ruang reinkarnasi dan akan bereinkarnasi di dunia setengah dewa ini, terlebih lagi nona pernah berkata bahwa semua saudaraku ada di sini, tapi kenapa dari aku lahir hingga sekarang belum bertemu salah satu dari mereka?” Gumam Xiong Zai sedikit sedih, ia terlihat mengeluarkan air matanya karena merasakan rindu kepada para saudaranya.

__ADS_1


Xiong Zai yakin jika para saudaranya saat ini semua sangat kuat, mungkin hanya ia yang terlemah.


“Apa mereka akan menerima aku jika kembali bertemu lagi?” Gumam Xiong Zai dalam hati merasa sedikit galau di hatinya.


Saat Xiong Zai asik bergumam di dalam hatinya, ia tersadar saat mendengar dua dari 5 prajurit berteriak keras ke arahnya.


“Hei Binatang rendahan, ayo cepat ubah dirimu menjadi manusia lagi, kenapa kau tidak mengubah dirimu,” teriak dua prajurit bersamaan.


Satu di antara mereka langsung memasukkan tombakknya untuk menusuk-nusuk Xiong Zai, hal itu membuat ia cukup geram, namun Xiong Zai mencoba untuk bersabar karena ia tak mungkin menang melawan salah satu dari kelima prajurit ini.


“Hei hentikan, jika kau melukainya. Maka harganya akan turun, jika harganya turun akibat ketahuan itu ulahmu, maka kau akan di bunuh oleh pemilik lelang,” kata salah satu temannya memperingati.


Prajurit yang menusuk Xiong Zai langsung bergidik ketakutan sambil mendengus ke arah Xiong Zai. “Kau cukup beruntung, jika kau tidak di lelang sebagai barang utama, maka aku pasti akan menyiksamu,” kata prajurit itu sedikit arogan.


Xiong Zai yang mendengar ancaman itu hanya diam saja, namun dalam hatinya ia kini bergumam. “Tunggu saat kekuatanku setara denganmu, atau dua tingkat di bawahmu, maka aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri.”


***


“Ini adalah barang ke 61, barang kali ini aku sendiri tidak mengetahui kegunaannya, namun aku yakin ini salah satu dari 5 barang utama lelang kali ini karena barang ini memiliki aura yang sangat kuat.” Teriak She Dap langsung membuka kotak kecil.


Saat kotak kecil itu terbuka, sebuah aura yang cukup kuat langsung keluar.


Bai An dan Long Yuan yang melihat batu kecil itu langsung saling melirik sambil tersenyum lebar.


“Salah satu batu untuk membuat gerbang dimensi. Batu Akik Putih,” kata Bai An dan Long Yuan terlihat sedikit bersemangat.


“Heh,, apa bagusnya, aku juga punya batu untuk membuat gerbang dimensi,” kata Fang Liu sedikit bingung lalu mengeluarkan batu sedikit buram dari batu yang ada di lelang.


Bai An dan Long Yuan sangat ingin menjitak kepala Fang Liu, Fang Liu yang selama ini diam, malah saat bicara langsung membuat orang jengkel.


Namun saat melihat wajah polos Fang Liu, Bai An mau tak mau menjelaskan.


“Batu yang kau pegang dengan batu yang ada di lelang sangat jauh berbeda, karena batu yang kau pegang itu hanya bisa membuat gerbang dimensi berjarak dekat, lebih baik kita berteleportasi daripada membuat gerbang dimensi menggunakan batu itu, batu yang kau pegang lebih cocok untuk dunia alam fana.” Kata Bai An.

__ADS_1


Bai An melirik ke arah Fang Liu yang berusaha mencerna kata-katanya, setelah paham ia melirik ke arah Bai An untuk penjelasan lebih lanjut.


__ADS_2