
Setelah itu Bai An melirik ke arah Lang Zai dan Tu Long.
“Kenapa dengan raut wajah kalian?” Tanya Bai An sedikit terkekeh.
Lang Zai dan Tu Long langsung tersadar setelah tubuh mereka tadi sempat merinding akibat melihat senyum menyeringai Bai An.
“Tidak apa-apa,” jawab Lang Zai dengan cepat.
“Hmm..!! Ayo kita menyusul mereka Tuan muda, aku juga tidak sabar ingin ikut bertarung,” ajak Tu Long.
Bai An langsung mengangguk, setelah itu mereka bertiga langsung melesat ke arah kota monster.
Wuss wuss wuss..!!
Bai An yang kini sedang terbang bisa merasakan energi yang berlimpah di dunia ini, tapi sayang, ia kini tak bisa menyerap energi biasa selain energi dewa, karena kekuatannya telah sampai Dewa Abadi.
Bai An juga melihat sekelilingnya dan menyadari hutan ini sepi tak berpenghuni, tapi ia mencium bekas darah yang cukup mengerikan.
Lang Zai yang melihat tingkah Bai An langsung berkata. “Hutan ini dulu banyak sekali Binatang Surgawi dan Binatang Roh Iblis, tapi ada yang aneh dengan mereka, mereka tak bisa bicara bahasa manusia, terlebih lagi Binatang Surgawi, mereka tak bisa berubah wujud.”
“Hmm,, benar yang di katakan saudara Lang, terlebih lagi mereka sangat ganas dan menyerang tanpa pandang bulu, jadi kami semua membantai mereka semua tanpa sisa,” kekeh Tu Long.
Bai An yang mendengar itu langsung mengangguk. Pantas ia mencium bau darah yang mengerikan dan mencekam, itu karena ulah para saudaranya yang membantai mereka.
Waktu terus berlalu, Bai An, Lang Zai dan Tu Long kini telah terbang selama 2 hari penuh tanpa istirahat. Bai An juga baru menyadari jika kekuatan Tu Long kini sudah berada di puncak Setengah Dewa, ia hanya perlu dorongan Energi Dewa agar bisa menembus Dewa Abadi.
Beberapa jam kemudian, Bai An mendengar suara pertempuran yang cukup besar.
“Hmm..!! Aku merasakan aura mereka,” gumam Bai An kini bersemangat.
Lang Zai dan Tu Long tersenyum melihat Bai An begitu semangat.
Tap tap..!!
“Heh..!! Siapa yang bertarung? Kenapa kalian malah terlihat santai dan membuat pesta minum?” Tanya Bai An melihat semua saudara duduk melingkar di tengah-tengah banyak sekali makanan dan minuman.
Bai An yang tiba-tiba muncul lalu bertanya, membuat semua saudara Bai An tersentak kaget.
“Tuan muda,” teriak semua saudara Bai An.
__ADS_1
Sementara Long Yuan langsung maju dan berkata.
“Hehe,, itu karena aku menundukkan beberapa monster Raja Goblin dan menyuruh mereka menyerang kota ini.” Long Yuan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia merasa tak enak menyerang sebuah kota tanpa memberitahu Bai An terlebih dahulu.
Bai An langsung mengangguk mengerti, ia tak bertanya alasan Long Yuan menyerang kota tersebut, karena Bai An tahu pasti ada sesuatu yang membuat Long Yuan menyerang mereka.
Bai An langsung melirik ke arah kota di depannya dan bisa merasakan ada beberapa Dewa Abadi sedang bersembunyi di balik bayang-bayang.
“Paman Zin, apakah mereka tak bisa merasakan beberapa orang yang menonton?” Tanya Bai An santai.
“Di antara semua saudara Pangeran, hanya 3 saudara Bai An yang dapat merasakannya, tapi karena mereka belum bergerak, jadi para saudara Pangeran juga belum bergerak. Karena untuk dunia ini, jika salah satu yang terkuat belum bergerak, maka mereka yang setara atau yang kuat-kuat juga belum boleh bergerak. Untuk yang bisa merasakan mereka adalah Long Yuan, Lang Zai dan Pixiu,” jawab Zin Ho.
Bai An langsung terkekeh. “Mengorbankan yang lemah-lemah terlebih dahulu adalah tanda orang tersebut pengecut, tapi pengecualian dengan saudaraku, mereka cukup licik mengorbankan para Goblin yang suka bertarung, aku yakin Long Yuan pasti memberikan sesuatu imbalan yang membuat mereka langsung tunduk dan mau menurut,” gumam Bai An melirik ke arah Long Yuan, Lang Zai dan Pixiu.
Menyadari tatapan tajam Bai An, membuat ketiganya langsung bergidik dan sadar kesalahan mereka.
Saat Long Yuan ingin menjelaskan.
Bai An langsung mengangkat tangannya. “Jangan terlalu mengikuti peraturan, cukup kita jalani saja apa yang menurut kita benar. Jika kita menuruti peraturan dunia ini, kita tak akan pernah maju,” kata Bai An dengan santai sambil tersenyum lembut.
Semua saudara Bai An langsung mengangguk setuju, tentu saja apa yang di ucapkan Bai An adalah kebenaran, karena peraturan kultivator di dunia ini sangat banyak. Jadi, jika mereka terus mengikuti peraturan tersebut, kekuatan mereka tak akan bisa meningkat.
“Bunuh yang mempunyai aura membunuh yang pekat, jangan bunuh yang tidak ingin terlibat, tapi harus hati-hati,” kata Bai An.
Setelah itu ia menghilang dan muncul di depan seorang Manusia yang mempunyai kekuatan setingkat di bawah Bai An.
Bai An tanpa menunggu lama langsung mengayunkan tinjunya.
Sementara manusia yang ingin sekali membunuh para Goblin dan saudara Bai An cukup terkejut melihat dirinya di serang tiba-tiba.
Tapi ia tersenyum menyeringai, karena ini yang ia tunggu-tunggu.
“Kau terlalu sombong dengan menyerangku terlebih dahulu,” kata orang yang bernama Sa Rui.
Sa Rui langsung ikut mengayunkan tinjunya, karena teknik yang ia latih adalah tangan kosong.
Tinju Bai An yang terlihat biasa dan tinju Sa Rui yang di penuhi energi yang kuat serta tekanan langsung bertemu.
Bam..!!
__ADS_1
Kota tersebut langsung bergetar, para goblin yang sedang bertarung langsung berhenti dengan tubuh bergidik saat melihat beberapa ahli Dewa Abadi kini mulai bergerak.
Bai An diam saja saat melihat Sa Rui mundur tiga langkah.
Mata Sa Rui kini memerah karena kalah beradu tangan kosong. Ia tak menduga tinju Bai An yang terlihat biasa saja, bisa membuat tangan kanannya keram dan bergetar.
“Aku terlalu meremehkanmu, baru kali ini ada yang membuatku mundur saat beradu menggunakan tangan kosong. Tapi itu tak masalah, karena kuburanmu berada di tempat ini,” kata Sa Rui menyeringai kejam, auranya kini mulai keluar.
“Hmm,, terlalu banyak omong kosong,” kata Bai An dengan wajah dingin di balik tudungnya.
Bai An juga bergumam. “Ternyata ia adalah pengikut Kaisar Dewa Jahat.” Terlihat wajah Bai An kini menyeringai kejam.
Sa Rui maju lebih dulu, ia tiba-tiba muncul di samping Bai An dengan tinju serta aura membunuh yang besar.
Bai An tersenyum lalu mundur satu langkah untuk menghindari tinju Sa Rui.
Dengan cepat Bai An mengayunkan tangan kanannya untuk meninju perut Sa Rui yang hanya meninju angin.
Sa Rui yang melihat itu langsung menahan menggunakan tangan kirinya.
Bam..!!
Sa Rui langsung mundur 10 langkah sambil matanya kini melotot tak percaya.
Hoekk..!!
Darah hitam kental keluar dari mulut Sa Rui, jiwanya juga sempat terganggu akibat tinju Bai An.
Bai An yang melihat adanya kesempatan langsung muncul di depan Sa Rui.
Tangan kanan Bai An dengan santai terayun ke dada Sa Rui.
Sa Rui yang melihat itu kini tidak berani menahan tinju Bai An. Karena tinju Bai An bisa menyerang jiwanya juga.
Dengan Sa Rui mundur dengan secepat kilat.
Wuss..!!
Bai An hanya meninju angin.
__ADS_1
“Ka.. Kau menguasai Hukum Jiwa.”