Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kemarahan Patrick pusat Klan Chao.


__ADS_3

Klan Chao Pusat...


"Lapor Patrick. Se... Semuanya nihil!" ucap salah satu seorang tetua luar dengan badan bergetar karena takut ia akan terkena imbasnya.


"Aaaaaccckkkk..."


"Kenapa kalian bodoh sekali, hanya mencari beberapa orang saja tidak becus!" ucap Patrick Klan Chao marah dan langsung mengeluarkan auranya membuat orang-orang disana langsung tertekan dan bergetar.


"Aku tidak mau tahu, bila perlu kalian kerahkan semua anggota klan untuk mencari mereka, ini akan mencoreng nama besar klan kita dan menyebut kita tidak becus dalam menjaga anggota klan kita sendiri." Patrick terlihat menjeda kata-katanya lalu melihat sekeliling dengan marah. "Apa kalian mengerti!"


"Kami paham Patrick Chao!" jawab tegas semua orang yang berada disana.


"Oh ya, tetua utama Hanyu!" ucap patrick tiba-tiba.


"Ya hamba disini patrick Chao!" jawab Chao Hanyu tanpa berlama-lama.


"Kamu juga ikut bersama mereka jika ada yang tidak diingkan terjadi atau mereka melawan orang-orang yang lumayan kuat yang tidak bisa mereka hadapi, jadi kau bisa turun tangan langsung!"


"Baik patrick!" jawab Chao Hanyu lalu pamit undur diri melaksanakan perintah bunuh diri.


Patrick pusat Klan Chao bernama Chao Cheng, ia terlihat agak tua sekitar berumur 60 tahunan, tapi umur aslinya adalah 200 tahun lebih.


Ia sangat marah saat mendengar klan cabangnya dihancurkan oleh seseorang yang sampai sekarang tidak ia ketahui, semua penduduk Desa Mawar Hijau tutup mulut tidak mau bercerita, mereka hanya bilang mereka ada berlima menggunakan jubah bertudung.


Itu membuatnya marah besar karena tidak mengetahui asal-usul orang yang menyerang klan cabangnya, tidak ada sedikitpun tanda-tanda bukti yang ia dapatkan untuk mencari orang tersebut, ia hanya mendapat informasi jumlah mereka saja.


*****


Saat ini Huang Feng dan Bon Dan baru saja selesai membebaskan para budak dan membuat pilihan kepada mereka semua.


"Baiklah kalian bebss memilih, untuk pergi dari sini atau mengikuti ku dan Bon Dan, jika kalian ingin kuat melawan kejahatan, dan berusaha menjadi pahlawan untuk rakyat-rakyat miskin aku bisa melatih kalian semua menjadi kuat dan mempunyai pendirian yang tegas!"


"Aku tidak ingin basa-basi, jadi tentukanlah pilihan kalian!"


Mendengar kata-kata Huang Feng orang yang telah menyelamatkan mereka, mereka bingung memilih yang mana hingga salah satu diantara mereka bertanya.

__ADS_1


"Tu... Tuan, A... Apakah kami benar-benar bebas memilih!" ucap seorang laki-laki muda sekitar berumur 25 tahunan, ia takut pertanyaannya ini membuat orang yang membebaskan mereka marah dan membunuh mereka jadi ia terbata-bata dalam berbicana.


"Ya, jangan takut aku tidak akan membunuh atau melukai kalian, apa gunannya aku menolong kalian kalau aku sendiri yang melukai kalian," ucap Huang Feng meyakinkan mereka.


Tak lama, para tahanan berunding, lalu membagi diri. Terlihat sebalah kiri lebih banyak dari yang sebelah kanan.


"Tuan, saya memilih ikut bersama anda!" ucap pria muda berumur 25 tahun tersebut, ia berada dalam barisan sebelah kanan.


"Baiklah jika ini pilihan kalian, aku tidak bertanggung jawab jika kalian tertangkat lagi yang tidak mengikutiku karena aku tidak akan bersama kalian, itu resiko kalian masing-masing dan tugasku hanyalah membebaskan para budak dan membawa orang yang ingin mengikutiku saja!"


"Apa kalian paham!"


"Kami paham Tuan!" jawab para budak tahan menjawab.


"Baiklah, kalian boleh pergi, aku hanya mendo'akan kalian bisa hidup tenang!"


"Terimakasih Tuan telah menyelamatkan kami!" ucap para budak tahanan serempak lalu barisan yang berada disebah kiri pamit pergi secara bertahap agar tidak dicurigai.


Kini yang ditempat itu hanya Huang Feng, Bon Dan dan para budak yang mengikuti mereka saja.


"Kami yakin Tuan, apapun resikonya kami tidak ingin kejadian ini terulang lagi terhadap kami dan rakyat-rakyat miskin lainnya!" jawab mereka serempak dengan teguh.


"Walaupun aku menyiksa kalian saat melatih kalian?" ucap Huang Feng melihat tekad mereka.


Para budak langsung gugup, mereka ragu-ragu karena ada yang tidak ingin merasakan rasa sakit lagi, namun mereka ingin menjadi kuat dan dapat menolong orang yang membutuhkan bantuan.


Salah seorang anaj kecil sekitar berusia 12 tahun maju lalu berkata. "Apapun resikonya, walaupun anda membunuh sayapun saya akan mengikuti anda Tuan!"


Mendengar kata-kata anak tersenyum membuat para budak lainnya tertegun, lalu salah satu dari mereka maju dan mengucap kata-kata sama seperti anak tersebut.


Itu terus berlanjut satu persatu, melihat hal itu Huang Feng tersenyum tipis melihat tekad mereka walaupun dengan bayaran nyawa.


"Baiklah kita akan pergi namun berpisah saat sampai perbatasan kota."


"Karena aku juga akan membebaskan para budak lainnya diseluruh kekaisaran ini!" ucap Huang Feng.

__ADS_1


Mendengar kata-kata tersebut para budak ternganga cukup lama hingga kaget saat mendengar suara Bon Dan.


"Kalian akan mengikutiku, dan jika sudah sampai tempat aman, anggotaku akan menjemput dan membawa kalian ke markas tempat kami bernaung sementara!" Tegas Bon Dan, terlihat ia juga ingin terlihat keren hingga membuat Huang Feng menggeleng sambil terkekeh kecil melihat kelakuan Bon Dan.


****


Sementara ditempat para perampok dan bandit berada terlihat, Pixiu sedang menyiksa mereka semua.


"Apa hanya begini semangat dan tekad kalian? sungguh lemah!" ucap Pixiu memprovokasi semua perampok dan bandit.


Saat mendengar mereka diejek lemah, salah satu ketua perampok menjawab. "Ayo tambah tekanan dan batunya lagi Tuan!" ucap ketua perampok sambil berlari membawa batu besar disertai tekanan dari Pixiu yang membuat langkah mereka berat.


Pixiu langsung tersenyum mendengar itu.


"Tuan Muda akan bangga saat melihat kalian nanti dan aku yakin Tuan Muda akan memberikan kalian hadiah yang tidak ada di benua rendah ini miliki!" ucap Pixiu menambah semangat mereka.


*****


Di sebuah restaurant.


"Kita mendapat perintah dari Tuan Muda untuk berlatih dan melatih orang-orang yang mengikuti kita!"


Mendengar kata-kata dari Hei Long, Xiong Zai pun hanya mengangguk lalu berkata.


"Saudara Xin Feng beritahu para bawahanmu kalau mereka harus lebih giat berlatih dan jika ada yang malas hukum mereka dengan tugas-tugas yang mustahil mereka lakukan, agar mereka menjadi takut dan serius dalam berlatih."


"Baik Saudara Xiong, terus apa yang akan kalian berdua lakukan?" tanya Xin Feng kini memanggil mereka sebutan saudara, karena itu perintah dari Bai An, jadi ia tak terlalu takut bertanya., tidak seperti dulu saat baru pertama kali mereka bertemu.


"Hmm... Kami juga akan berlatih sama seperti yang lain, kau juga pun harus berlatih Saudara Xin Feng, jangan kecewaan Tuan Muda yang sudah percaya terhadapmu!"


Yang menjawab bukanlah Xiong Zai, melainkan Hei Long, lalu ia menambahkan. "Aku akan berlatih bersama Zou Zou nanti sambil melatih para assansin yang pintar dalam mencari informasi!"


"Hmmm baiklah Saudara Hei, aku sendiri nanti bersama Saudara Xin Feng sambil melatih sisanya!" balas Xiong Zai, yang dibalas anggukan oleh yang lain.


Mereka lalu berbincang-bincang tentang rencana pelatihan mereka dan apa yang akan menjadi bahan latihan paran bawahan Xin Feng yang akan mereka latih nantinya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit berbincang-bincang, mereka sepakat dan langsung pergi melakukan tugas mereka masing-masing, terlihat diwajah mereka berempat penuh dengan keseriusan dan penuh semangat.


__ADS_2