
“Woah,, Tuan muda ini perampok tak berperasaan,” kekeh Bo Long dari jauh.
Ia tak menyangka jika Bai An sungguh mengerikan seperti ini.
Mungkin jika ada yang menyadari jika mereka saat ini sedang di rampok habis-habisan dengan cara halus seperti ini, mereka akan muntah darah saking marahnya.
Walau terlihat tidak ada unsur penipuan, tapi tetap saja jika Bai An sengaja menguras semua harta orang-orang tersebut.
Bai An kini terlihat akan memunutup acara taruhan.
“Biaklah, acara taruhan sudah tutup, saya tidak akan membuka taruhan lagi, untuk uang kalian aku sebagai juri pertarungan maupun juri taruhan akan bertanggung jawab sepenuhnya.” Kata Bai An kemudian menambahkan.
“Baiklah, kita mulai saja langsung pertarungan dua lawan dua akan di mulai saat ini, mohon para penonton sedikit menjauh agar tidak terkena dampak pertarungan, jika ada yang tetap keras kepala maka aku tidak akan bertanggung jawab jika mereka terluka.”
Setelah itu Bai An langsung keluar arena, sementara para penonton langsung mundur beberapa langkah.
Saat ini Tu Long dan Duan Du saling melirik untuk merencakan sesuatu agar bisa menang dengan cepat.
Sementara Hu Tang dan Hu Jat menatap ke arah musuhnya dengan waspada.
Mereka berdua selalu memperhatikan tingkah Duan Du dan Tu Long yang selalu tenang walau orang-orang yang taruhan memilih mereka, biasa hal itu membuat orang yang tidak di dukung akan menjadi shok, atau cepat marah, bisa juga akan langsung menyerah.
Tapi Duan Du dan Tu Long ini tidak ada sedikitpun perubahan di wajah mereka.
“Walau mereka memiliki tingkat kekuatan jauh di bawah kita, jangan pernah meremehkan mereka karena kita tidak tahu mungkin saja ada kelebihan di setiap orang ini yang membuat kita langsung kalah jika meremehkan mereka,” kata Hu Tang kepada adiknya Hu Jat melalui telepati
Hu Jat langsung mengangguk, ia tentu akan selalu mengikuti saran kakaknya, karena kakaknya cukup pintar dalam mengambil langkah dan analisa.
Kini Hu Tang dan Hu Jat langsung waspada saat melihat Duan Du dan Tu Long saling mengangguk dan Tu Long langsung maju ke arah Hu bersaudara.
Saat ini Tu Long sedang mengayunkan tinjunya ke arah Hu Jat yang lebih lemah dari Hu Tang.
Cakar Tu Long dengan cepat mengarah ke dada Hu Jat.
Brak..!!
Dengan cepat Hu Tang muncul mengayunkan tinjunya ke arah cakar Tu Long.
Tu Long langsung mundur beberapa langkah, wajah Tu Long terlihat serius.
Tu Long langsung berlari zig zag sambil berkata.
“Ayo serang lebih kuat lagi,” teriak Tu Long terkekeh kecil.
__ADS_1
Hu Tang yang sudah beradu tangan kosong dengan Tu Long kini menyadari jika fisik Tu Lonh sangatlah kuat.
“Adik serang bagian kakinya menggunakan tombakmu,” kata Hu Tang melalui telepati.
Hu Jat langsung mengeluarkan tombaknya.
Tu Long yang baru sampai di depan Hu Tang langsung mengayunkan cakarnya ke arah kepala Hu Tang.
Hu Tang pun tak mau kalah, ia langsung mengayunkan tinjunya.
Sementara Hu Jat mengayunkan tombaknya dari samping saat ia muncul di samping Tu Long.
Tak ada yang menyadari jika kaki kanan Tu Long juga ikut terayun lebih dulu.
Bam..!!
Hu Jat terlempar beberapa meter.
Tu Long langsung mundur beberapa langkah sebelum cakar dan tinju beradu.
Tu Long kini terkekeh kecil karena rencana Duan Du cukup mempan untuk mengalihkan musuh yang menyerangnya secara berkelompok.
Ini juga membuat Tu Long berpikir semakin luas.
Untuk Duan Du saat ini ia sedang duduk santai tanpa khawatir sama sekali.
“Hei,, ini pertarungan atau acara pernikahan sih, lihat saja mereka bertiga bertarung seperti anak-anak tanpa menggunakan energi mereka, sementara yang satunya duduk santai seperti menunggu istrinya datang.” Dengus salah satu penonton dan sedikit berteriak.
“Benar, kami ingin pertarungan yang menegangkan dan seru, bukan pertarungan seperti ini,” timpal salah satu orang bersebelahan dengan orang yang pertama kali berteriak.
“Benar jika seperti ini, sia-sia saja kami bertaruh banyak.”
“Aku juga kecewa dengan orang terkuat pertama dan kedua, dulu saat aku menonton mereka, mereka sangat ganas, tapi kini mereka terlalu plan plin.”
Mendengar banyaknya teriakan tidak terima dari penonton, Bai An hanya tersenyum kecil tanpa menanggapi teriakan mereka.
Untuk Tu Long, Duan Du, Hu Tang dan Hu Jat, mereka tak terlalu memikirkannya karena saat ini sedang fokus bertarung.
Saat ini Hu Tang mundur sambil membantu adiknya berdiri dengan benar.
“Orang ini sangat pintar dan kuat kak, kita harus berhati-hati,” bisik Hu Jat.
“Bukan orang ini yang pintar, tapi anak muda yang berada di belakangnya, ia pintar dalam strategi,” kata Hu Tang, lalu kembali berkata.
__ADS_1
“Awalnya aku penasaran mengapa anak muda yang masih setengah abadi ingin bertarung melawan kita, aku sempat mengira jika pemuda ini ingin mencoba kekuatannya melawan kita yang jauh lebih kuat, tapi saat ini aku baru sadar musuh kita ini tidak boleh di remehkan dan seperti mengajari kita jika kekuatan bukan selalu yang utama.”
Hu Jat hanya mengangguk sambil berkata. “Kita lumpuhkan dulu pemuda itu, baru kita lawan orang ini.”
Hu Tang langsung melesat tanda setuju.
Wuss..!!
Tu Long yang melihat musuh datang langsung terkekeh, ternyata ucapan Duan Du benar jika yang akan musuh serang bukan dirinya, melainkan Duan Du.
Tu Long langsung maju sambil mengayunkan tinjunya ke arah Hu Tang, tentu saja Tu Long tidak akan membiarkan mereka berdua melewatinya begitu saja.
Hu Tang ikut mengayunkan tinjunya upaya untuk mengalihkan Tu Long agar Hu Jat bisa ke tempat Duan Du.
Namun Hu Tang salah besar, cakar Tu Long tiba-tiba berubah arah ke arah Hu Jat.
Hu Jat yang waspada dari awal langsung mengayunkan tombaknya.
Brak..!!
Tu Long dan Hu Jat sama-sama mundur satu langkah yang berarti mereka setara, padahal jika Tu Long menggunakan kekuatannya yang Dewa Biru ⭐ 2 Puncak, mungkin Hu Jat akan langsung terluka parah.
Sementara Hu Tang yang diam tidak sadar jika Duan Du saat ini sudah di bawahnya.
“Kakak, awas,” teriak Hu Jat.
Hu Tang langsung mundur walau ia sedikit terlambat.
Kaki Hu Tang saat ini mengeluarkan darah karena tergores pedang Duan Du.
“Anak ini cukup cerdik, memanfaatkan situasi musuh yang sedang lengah,” gumam Hu Tang kini kagum terhadap musuhnya.
Sementara para penonton kini mulai memaki-maki Duan Du karena perbautan Duan Du mereka kira sangat licik.
Padahal mereka semua tidak sadar jika ini dunia kultivator, cara apapun akan halal untuk kemenangan dan kesuksesan.
Mereka juga tak menyadari jika mereka pernah licik, sama seperti Duan Du. Tapi mereka pasti tak ingin mengakuinya jika di tanya.
Duan Du hanya tersenyum menyeringai saat mendengar makian dari para penonton.
Tak ada rasa takut maupun gentar di wajah Duan Du saat menatap para penonton yang memasang wajah marah ke arah Duan Du.
“Hehe,, aku baru menyadari sesuatu yang menarik sekarang, kini aku mengerti apa yang di maksud kakak sesuatu yang menarik itu,” kekeh Duan Du dalam hati.
__ADS_1
Tap tap..!!
“Hehe,, kau sangat licik bocah nakal, aku tadi tidak menyadari auramu saat menyerang musuh, apa yang sebenarnya terjadi?”