Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Berdiskusi dan Mengambil Langkah Selanjutnya


__ADS_3

Setelah kepergian mereka, De Cang langsung menghela nafas bahagia, ia kemudian melesat ke arah penginapan malam, saat mendapat pesan jika Tu Long telah bangun.


Beberapa menit kemudian De Cang sampai di depan pintu penginapan malam.


Tap tap..!!


Saat De Cang melihat semua orang telah berkumpul, termasuk dua bersaudara yang pernah menjadi pengawalnya kini telah menjadi saudara.


“Ehh,, dimana saudara Tu?”, tanya De Cang melihat ke arah semua orang.


“Dia kini sedang di rantai, karena saat bangun ia mengamuk lagi. Saat di tanya ia sama sekali tak mau menjawab,” kata Hei Niu menunduk sedih.


Mendengar itu De Cang langsung berjalan sambil mengedarkan kesadarannya dan menemukan Tu Long berada di ruang bawah tanah.


Melihat De Cang kesana, semua orang langsung bangkit ingin ikut. Tapi langsung di hentikan oleh Jing Ling.


“Biarkan dia sendiri yang kesana,” kata Jing Ling.


Semua orang langsung duduk dan berpikir bagaimana caranya menemukan Bai An dan menyadarkan Tu Long ke kondisi normal.


Tap tap..!!


Saat ini De Cang berhenti di depan sebuah pintu.


Cklek..!!


Tangan De Cang langsung maju membuka pintu.


De Cang langsung masuk ke dalam ruangan tempat Tu Long di rantai.


Saat pandangannya menuju ke depan, ia melihat Tu Long meronta-ronta, De Cang merasa sedih dan teringat masa lalunya.


“Kau tahu saudara Tu, aku juga pernah berada di posisimu, bahkan aku lebih mengerikan saat mengamuk dulu,” kata De Cang bercerita, walau kecil kemungkinan jauh di dalam lubuk hati Tu Long bisa mendengarnya, De Cang tetap melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


“Saat itu aku mempunyai seorang kakak wanita yang aku sayangi dan aku bersumpah akan menjaganya walau nyawaku taruhannya. Tapi suatu saat ada Iblis yang tidak di kenal datang dan langsung menculik kakakku, saat itu aku tidak berdaya dan merasa lemah, aku langsung mengamuk seperti orang gila dan kehilangan kewarasanku selama beberapa tahun.”


“Tapi suatu hari aku tersadar jika apa yang aku lakukan tidak akan mengembalikan waktu dan fakta, di saat itulah aku berencana meningkatkan kekuatanku dengan berbagai cara, bahkan banyak orang-orang baik yang tidak bersalah mati akibat ulahku yang memghalakan segala cara,” kata De Cang kini melirik Tu Long yang sudah diam dan tidak mengamuk lagi. Tapi De Cang tetap melanjutkan ceritanya.


“Walau aku tahu itu salah, tapi demi menemukan kakak ku apapun aku lakukan, sampai pada akhirnya aku datang ke Kota ini, di sini aku memulai lagi dari awal hingga menjadi seorang pejabat, banyak kejahatan yang telah aku lakukan saat menjadi pejabat kota, hingga aku bertemu dengan Tuan muda yang menjunjung tinggi kekeluargaan. Saat itu aku tersentuh dan bersumpah setia dan akan mencoba merubah caraku yang sempat salah, aku tahu bahwa Tuan muda tahu kelakuanku yang salah. Tapi ia tetap menerimaku dengan terbuka, bahkan kalian pun menerimaku dengan terbuka. Saat itulah betapa pentingnya arti sebuah keluarga.” De Cang mengeluarkan air matanya saat menceritakan kisahnya. Lalu menambahkan.


“Aku sangat memahami yang kau alami karena kita mengalami hal yang sama. Jangan pernah menanggung beban seoarng diri, kita tidak boleh berpikir jika dengan mengamuk Tuan muda bisa kembali. Berpikirlah lebih jernih, bagaimana cara kita bersama, sekeluarga bisa menemukan Tuan muda, karena dari setiap suara saudara kita itu sangatlah penting, walau kita sekeluarga pasti ada perselisihan, tapi dengan persisihan itu juga membuat kita semakin bersatu,”


Tu Long yang di rantai kini menangis, tidak hanya dia saja. Semua orang di balik pintu ikut menangis, hanya Jing Ling saja yang tersenyum, tapi di balik senyumnya itu. Matanya sedikit berkaca-kaca menahan agar ia tidak menangis.


“Kau benar saudara De, apa yang ku lakukan ini salah. Seharusnya aku berpikir jernih dan memikirkan bagaimana cara menemukan Wanita sialan itu,” kata Tu Long menyiratkan kebencian yang sangat dalam.


Fu Chen yang ikut menangis hanya bisa menghela nafas, ia tidak tahu mau memihak siapa? Tapi yang pasti ia tetap akan bersama keluarganya ini yang bisa menganggap dirinya ada. Walau saat ia menjadi pelayan di keluarga Yao Jing dulu, Yao Jing sering membela bahkan menjaganya. Tapi tidak setiap saat ia di jaga, saat Yao Jing pergi, ia sangat sering di tindas oleh sesama komandan dari keluarga Yao Jing. Saat mengingat hal tersebut Fu Chen hanya bisa menghela nafas panjang.


Tap tap..!!


“Benar, kita keluarga. Tidak boleh menanggung beban seorang diri, kita harus bersatu,” teriak Hei Niu keluar dari persembunyiannya, Hong Chu, dua iblis bersaudara, Bo Dong, Fu Chen dan Jing Ling juga ikut keluar.


Tap tap..!!


Setelah duduk bersama dan berencana berdiskusi apa langkah yang akan di lanjutkan selanjutnya.


Setelah cukup lama berdiskusi. Mereka semua sepakat menunggu selama dua hari lagi sebelum acara lelang di mulai.


Karena Jing Ling sangat yakin jika Bai An akan datang sebelum lelang di mulai.


Mereka pun bubar kembali ke tempat masing-masing. Untuk Tu Long, ia bersama De Cang, Hei Niu dan Fu Chen kini pergi bersama. Karena Tu Long sempat membahas tentang perkumpulan gelap.


Rencananya mereka juga akan memata-matai perkumpulan gelap terlebih dahulu menggunakan beberapa anak buah De Cang yang cukup terlatih di bidang informasi.


Sementara jauh dari Kota Netral. Kini para Monster Suci sedang berkumpul mendiskusikan tentang badai yang tercipta akibat tekanan aura yang mereka rasakan.


Tidak ada yang bisa menebak tekanan aura tersebut berasal dari mana. Karena tekanan aura tersebut hanya mereka rasakan selama 3 detik. Tapi tetap saja cukup mengerikan bagi mereka walau 3 detik.

__ADS_1


“Bagaimana jika kita mencari Dewa tersebut? Ini mungkin adalah kesempatan bagi kita, jika kita membujuknya berada di pihak kita,” kata salah satu Monster Suci berkepala serigala.


“Itu tidak gampang, jika ia merasa tersinggung. Wilayah Gurun Monster bisa-bisa akan hancur olehnya, walau kita bersatu melawannya pun belum tentu kita menang dan itu juga menyebabkan banyak korban berjatuhan dari bangsa kita,” kata Monster suci berkepala Monyet.


“Heh,, kita ini bangsa monster, kenapa harus takut. Mati ya mati saja, kita mati karena kita menang. Jika menang ya karena kita kuat. Begitu aja kenapa harus takut,” kata Monster Suci berkepala Naga, ia terlihat paling angkuh.


“Aku rasa kita lebih baik diam lebih dulu. Jangan mengundang musuh lagi. Walau kalian tidak takut mati, tapi jika kita musnah semua, siapa yang akan membalas dendam dan siapa yang akan meneruskan bangsa monster jika sudah musnah? Cukup kita hadapi Ras Elf dan Ras Binatang saja dulu, dan juga aku mendengar jika beberapa dari Ras Elf kini melakukan pergerakan aneh setelah menghilangnya Elf Suci terkuat Jing Ling. Aku yakin di antara mereka ada yang berkhianat kepada Elf Suci Jing Ling dan bergabung kepada para pengikutbKaisar Dewa Kegelapan. Jadi lebih baik kalian urus ini terlebih dahulu,” kata Monster Suci berkepala Serigala.


Semua Monster Suci mengangguk, setelah mendengar itu. Mereka langsung bubar dan mengubah wajah mereka menjadi manusia sebelum keluar dari sana.


Yao Jing yang ikut disana sebagai jendral berdiri di pojok kanan langsung ikut keluar saat melihat Jendral tertua Riu keluar. Karena Yao Jing tahu jika ada pengkhianat di bangsa iblis juga. Tapi ia tidak bisa menebak siapa itu, kini Yao Jing berasumsi jika Jendral tertua Riu lah pengkhianatnya sehingga ia mengikutinya terlebih dulu.


Tapi saat ia akan melesat pergi, sebuah suara telepati di pikirannya langsung menghentikan langkahnya.


“Yao'er, bisakah kau datang kesini? Ada yang guru mau beritahukan kepadamu, sekarang.”


Tentu saja Yao Jing lebih mementingkan gurunya sehingga melesat ke arah yang berbeda dengan Jendral Riu.


Dan


Bersambung.



ADA NOVEL BARU LAGI.


AKAN RILIS PADA HARI SABTU, SIAPA TAHU ADA YANG MAU KEPO,IN SILAHKAN TUNGGU HARI SABTU.


INI BERKAITAN DENGAN BAI AN SETELAH DIA MENJADI RAJA PARA DEWA 😁😁


DIA MENGHUKUM “DUAN DU” KARENA TELAH MEMBUAT KEKACAUAN DAN MENGIRIMNYA KE SALAH SATU DUNIA UNTUK MELATIH XI BERSAUDARA YAITU XI LUAN DAN XI JUAN.


MOHON DUKUNGANNYA YA 🙏🙏 TERIMAKASIH 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2