Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Klan Mhi dan Pencarian Duan Du, Tu Long


__ADS_3

Raja He Bhat langsung mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban Mhi Ring.


Setelah merenung beberapa saat ia kini melirik ke arah Bai An dan melihat Bai An dari atas sampai bawah.


Menyadari Bai An seperti manusia biasa, Raja He Bhat langsung mengangguk.


“Baiklah untuk saat ini aku percaya kepadamu Jendral Mhi,” kata Raja He Bhat lalu menambahkan. “Tapi tetap awasi dia, mungkin saja dia mata-mata yang di kirim oleh salah satu dari tiga kerajaan.”


Mhi Ring langsung mengangguk sambil tersenyum.


“Terimakasih Yang Mulia,” kata Mhi Ring sedikit membungkuk.


Sementara Bai An kini sedang mengerutkan keningnya, karena menurutnya tidak ada yang spesial dari Raja He Bhat, tapi mengapa para jendral, dan seluruh orang-orang yang ada di Kerajaan Naga Langit sangat baik dan terbuka, terlebih hati mereka sangat murni, itulah yang Bai An lihat selama perjalanannya saat melihat orang-orang yang ia temui.


Setelah Mhi Ring dan He Bhat bicara sebentar, mereka melirik ke arah para petinggi kerajaan yang sibuk bicara dengan Wha Ras.


Raja He Bhat langsung berkata dengan suara yang sedikit lebih tinggi.


“Baiklah, kita lanjutkan rapat kita terlebih dahulu, untuk masalah Jendral Mhi dan Jendral Ras mengapa ia bisa meningkatkan kekuatan dengan cepat kita bahas nanti saja, atau jika mereka ingin merahasiakannya itu bukan hak kita untuk memaksa memberitahukan kita cara mereka meningkatkan kekuatannya.”


Mendengar itu, seluruh orang yang ada di ruangan tersebut langsung kembali ke tempatnya.


Setelah melihat semuanya kembali dan terlihat tenang, Raja He Bhat mulai berkata.


“Untuk masalah perbatasan wilayah utara, mungkin aku percayakan kepada Jendral Sa Rung dan Jendral Ka Rung, karena saat ini kita memiliki dua kekuatan tambahan jadi aku akan menugaskan dua jendral di setiap perbatasan.”


Sa Rung dan Ka Rung langsung mengangguk dengan senang, kedua bersaudara itu tentu senang karena baru kali ini mereka di tugaskan bersama.


Setelah itu Raja He Bhat kembali menugaskan semua Jendral dan beberapa rencana termasuk memata-matai musuh, kapan mereka akan menyerang.


Mhi Ring yang mendengar itu langsung mengangkat tangannya.


“Aku sendiri akan memata-matai musuh ke istana kerajaan musuh sambil mencoba membuat kekacauan nanti agar mereka tahu jika kerajaan Naga Langit tidak bisa di anggap remeh,” kata Mhi Ring.


Semua orang langsung mengangguk, sementara Raja Mhi Ring langsung berkata. “Apakah kau yakin Jendral Mhi, walau kau kuat aku takut nanti kau terkena jebakan musuh.”


“Hehe,, Yang Mulia tenang saja, karena aku sudah merencanakan ini dari dulu, saat inilah waktunya bagiku bertindak,” kekeh Mhi Ring.


Raja He Bhat langsung mengangguk menyetujui keinginan Mhi Ring.


Setelah itu diskusi rapat berlanjut lagi.


Bai An yang mendengar kata-kata Mhi Ring dari tadi tak bisa untuk tidak terkekeh.

__ADS_1


“Benar-benar ASTUTI ( Asli Tukang Tipu ). Sama seperti Duan Du dan diriku,” kekeh Bai An dalam hati.


Cukup lama mereka berdiskusi, mereka semua langsung keluar setelah diskusi selesai.


Tap tap..!!


Saat ini Bai An dan Mhi Ring berjalan ke kediaman Mhi Ring.


Saat melihat gerbang besar bertulis Klan Mhi Bai An mengangguk santai.


“Selamat datang di klan Mhi, Dewa,” kata Mhi Ring mempersilahkan Bai An masuk lebih dulu.


Bai An dengan santai melangkahkan kakinya masuk lalu di susul Mhi Ring dari belakang.


Tap tap..!!


Setelah masuk, Mhi Ring langsung membawa Bai An ke ruang pertemuan klan Mhi.


****


Sementara di tengah hutan berapi saat ini Tu Long, Bo Long, Duan Du dan anggota klan Dhu saat ini sedang makan sambil menunggu kedatangan Bai An.


“Ini sudah 5 menit, tapi kenapa Tuan muda belum datang?” Tanya Tu Long melirik ke arah Duan Du.


Duan Du juga terlihat khawatir, ia takut kakaknya menemui masalah, karena Duan Du tahu jika Bai An sedang mencari sumber masalah hawa panas ini.


Untuk Bo Long, ia terlihat santai-santai saja sambil mengedarkan kesadarannya.


“Hmm..!! Apakah kalian tidak menyadari jika kalian mengedarkan kesadaran kalian maka seperti ada penghalang yang menghalanginya yang membuat kita tidak bisa merasakan apapun?” Kata Bo Long melirik ke arah Tu Long dan Duan Du.


Duan Du mengangguk, tentu saja ia tahu karena ini penyebab Bai An pergi mencari asal hawa panas ini.


“Lebih baik kita tunggu saja selama satu atau dua hari lagi, mungkin saja kakak ku menemukan sesuatu yang cukup besar di sana sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk mengambil tangkapan besar tersebut,” kata Duan Du santai.


Tu Long dan Bo Long mengangguk patuh, tak jauh dari mereka bertiga, kini To Gel sedang asik berduaan dengan Dhu Lan.


Mereka terlihat kini semakin akrap, walau Dhu Lan lebih tua dari To Gel, tapi cinta tidak memandang usia.


1 hari telah berlalu, kini Duan Du terlihat melesat bersama Tu Long.


Bo Long tidak ikut karena sedang menjaga To Gel dan yang lainnya.


Wuss wuss..!!

__ADS_1


Tap tap..!!


“Tidak di sini, ayo cari ke tempat lain lagi,” ajak Duan Du menatap tajam ke segala arah. Tu Long hanya mengangguk mengikuti Duan Du.


Tu Long saat ini tidak bisa mencium bau aura Bai An sehingga ia hanya bisa mengikuti arahan Duan Du.


2 hari telah berlalu kini Duan Du dan Tu Long masih mencari.


Terlihat Tu Long baru selesai membantai beberapa Binatang Roh Iblis yang menghalangi jalannya.


“Hmm..!! Semakin masuk kedalam semakin banyak Binatang Roh Iblis yang kita temui,” kata Tu Long terlihat bersemangat.


“Nanti saja pikirkan pertarungan, saat ini tugas utama kita mencari dimana kakak berada,” dengus Duan Du.


10 menit berlalu.


Tap tap..!!


“Di sana,” kata Duan Du menunjuk ke arah gunung paling kecil. “Aku merasa kakak masuk kedalam celah kecil itu,” tunjuk Duan Du sambil melihat celah kecil itu dengan teliti.


“Hmm..!! Kenapa aku tidak merasakan hawa panas di sini ya?” Tanya Tu Long melirik ke arah Duan Du yang kini terlihat kesal, bagaimana Duan Du tidak kesal.


Duan Du dari tadi bicara ternyata tidak di dengar oleh Tu Long yang asik pada dirinya sendiri.


“Huuff..!! Lebih baik kau kembali saja paman dan suruh paman Bo Long kesini,” kata Duan Du menghela nafas panjang.


“Enak saja,” dengus Tu Long memayunkan bibirnya.


“Jika begitu ayo masuk dan jangan terlalu sibuk pada dirimu sendiri,” ajak Duan Du.


Tap tap..!!


Wuss..!!


Duan Du dan Tu Long langsung masuk ke dalam celah kecil tersebut.


Saat muncul Duan Du berpikir hal yang sama dengan Bai An bahwa ini Dimensi Kecil.


Setelah itu pandangan Duan Du langsung tertuju ke arah gubuk kecil tersebut.


“Paman Tu, kau harus menggendongku kesana, nanti aku akan mengarahkanmu cara kesana, saat ini tubuh fisikmu yang paling berguna karena saat ini kita ada wilayah Hukum Energi Spesial dan Hukum Gravitasi Terbalik.” Kata Duan Du tersenyum.


“Eeh..!! Darimana kau tahu?” Tanya Tu Long sambil mencoba mengeluarkan energinya namun tak bisa.

__ADS_1


__ADS_2