
Bai An tidak langsung setuju melainkan melirik ke arah para saudaranya.
Saat melihat semua saudaranya mengangguk satu persatu. Bai An langsung menunduk terlebih dahulu.
“Terus untuk kedua murid, kakak dan saudaraku yang ada di klan Bai bagaimana?” Tanya Bai An sambil melirik ke arah Mu Xia'er.
“Mereka semua yang An Gege kenal akan menyusul ke Alam Dewa, An Gege tidak usah mengkhawatirkan mereka, termasuk semua orang yang ada di dunia jiwa An Gege juga akan menyusul,” jawab Mu Xia'er sambil tersenyum lembut.
Bai An langsung mengangguk dan berkata. “Baiklah, aku setuju pergi ke dunia setengah abadi terkuat ke 4,” kata Bai An dengan tegas.
Mendengar itu Mu Xia'er langsung berkata. “Baiklah An Gege dan kalian semua lebih baik isirahat dan persiapkan diri kalian terlebih dahulu karena di sana cukup mengerikan.”
Terlihat Mu Xia'er cekikikan sambil menutup mulutnya menggunakan satu tangan.
Bai An dan yang lain melihat hal tersebut biasa saja, karena mereka sudah merasa yakin dan mempunyai tekad yang kuat untuk ke dunia setengah dewa ke 4 terkuat.
Setelah itu, semua orang langsung pergi ke tempat yang mereka inginkan di dunia jiwa Bai An.
Hanya Bai An dan Mu Xia'er saja yang tersisa. Untuk Zin Ho, ia juga ikut pergi dari sana.
“An Gege,, apakah kau tidak istirahat juga?” Tanya Mu Xia'er.
“Apakah ini sebuah isyarat,” kekeh Bai An.
Mu Xia'er langsung melotot bercampur wajah memerah karena malu.
“An Gege,” teriak Mu Xia'er lalu menambahkan. “Aku serius bertanya, aku ingin kau tetap sehat dan dalam kondisi sehat saat pergi,.”
“Oh ya aku lupa, tekanan energi di dunia tersebut juga jauh lebih kuat dari yang ada di dunia Zhu, dan juga di sana terkadang ada tempat-tempat lokasi Energi Dewa berada, tapi yang pasti tempat tersebut pasti di jaga oleh seorang Dewa Abadi yang terkadang menjadi Master Sekte, atau seorang Patriark Klan. Untuk Kerajaan di sana, mereka tidak terlalu di pandang oleh seorang kultivator, jadi jangan heran jika saat An Gege kesana akan banyak Kerajaan atau bahkan Kekaisaran yang telah menjadi puing-puing oleh ulah para Kultivator Dewa Abadi, terkadang ulah Sekte atau Klan tertentu.” kata Mu Xia'er menjelaskan.
Bai An yang mendengar itu langsung mengangguk.
“Terimakasih atas informasinya Xia'er,” kata Bai An sambil berjalan menuju Mu Xia'er, kemudian secara spontan tangan Bai An mengusap rambut Mu Xia'er.
Setelah itu mereka berdua berjalan ke arah kamar yang dulu mereka tempati.
__ADS_1
Setelah sampai kamar tersebut, Bai An dan Mu Xia'er mengobrol tentang keadaan Ling Mei.
Mu Xai'er juga bercerita banyak tentang Ling Mei.
Hari-hari berlalu.
Bai An dan para saudaranya kini sudah berkumpul kembali.
“Apakah An Gege dan kalian semua siap?” Tanya Mu Xia'er sambil melirik ke arah Bai An seorang.
Semua orang termasuk Bai An langsung mengangguk dengan semangat membara.
“Tentu kami siap Nona,” teriak semua saudara Bai An termasuk bawahan Lang Zai.
Sementara Bai An kini mengangguk penuh tekad.
Mendengar semua orang siap. Mu Xia'er langsung menggerakkan tangannya.
Gerakan tangan Mu Xia'er sangatlah rumit, karena Formasi yang Mu Xia'er buat berbeda jauh dari Formasi yang ia buat untuk membuat Pintu antar Dimensi.
Bai An merasa rendah di depan calon istrinya, hak tersebut membuat tekad Bai An ingin menjadi kuat semakin besar. Ia tak ingin merepotkan Mu Xia'er dan ibunya lagi yang telah banyak membantunya.
Beberapa puluh menit kemudian.
Bluss..!!
Sebuah cahaya terang langsung membuat mata semua oeang silau, termasuk Bai An.
Bai An juga dapat merasakan tekanan yang lumayan berat, setidaknya Bai An memperkirakan tekanan Di Dunia Zhu dan dunia yang akan ia tuju sekarang ibarat dunia Zhu 1 dan dunia yang akan ia tuju adalah 8.
“Hmm.. Tekanan yang lumayan, tapi tidak terlalu berpengaruh untuk kami semua saat bergerak di dunia setengah dewa tersebut,” gumam Bai An.
Tak lama setelah cahaya menghilang, Bai An dan yang lainnya melihat gerbang Dimensi yang cukup besar dan hal yang membuat mereka terpana adalah mereka semua bisa melihat sebuah hutan dari balik Pintu Dimensi yang Mu Xai'er buat.
“Cepat masuk,, waktu pintu Dimensi ini tak lama,” kata Mu Xia'er sedikit berteriak.
__ADS_1
Lamunan Bai An dan semua orang seketika buyar saat mendengar teriakan Mu Xia'er.
Dengan cepat Long Yuan, Lang Zai, Pixiu masuk, di susul oleh Tu Long, Yu Fan, Fanghu, Sin Ting dan Son Teng masuk.
Bai An kini mulai berjalan ke arah Mu Xai'er lalu memeluknya. “Tetaplah bersama ibu, aku akan pergi dan berlatih lebih giat akan bisa melepas segel di tubuhmu dan setelah itu kita bisa menikah,” kata Bai An sambil mengecup sedikit bibir basah Mu Xai'er.
Hal tiba-tiba tersebut membuat kepala Mu Xia'ee mengeluarkan asap saking merahnya wajah Mu Xia'er.
Bai An langsung terkekeh melihat Mu Xia'er malu-malu.
“Aku pergi dulu, kau jangan terlalu kaku begitu terhadap calon suamimu,” kata Bai An langsung melesat masuk.
“An Gege,” kata Mu Xia'er kini mulai mengeluarkan air mata bahagia.
Ia cukup senang akan apa yang di lakukan oleh Bai An tadi, kini Mu Xia'er mulai menyentuh bibirnya sendiri sambil tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila.
Setelah melihat pintu Dimensi hilang. Mu Xai'er ikut menghilang bersama Dunia Jiwa Bai An di segel kembali.
Sementara Bai An yang melesat tiba-tiba muncul di hutan yang ia lihat.
Saat Bai An melirik ke arah sekelilingnya. Bai An melihat Lang Zai dan Tu Long saja.
“Kemana yang lain?” Tanya Bai An penasaran.
“Mereka saat ini sedang menghancurkan sebuah kota monster yang di isi oleh berbagai jenis monster termasuk Goblin,” jawab Lang Zai dengan santai.
“Eeh,, baru saja beberapa detik aku ikut masuk terus sampai di sini, kini mereka sudah tahu lokasi kota dan sekarang pergi tanpa menunggu aku datang,” kata Bai An sedikit kesal.
“Siapa bilang beberapa detik, saat saudara Long Yuan, Pixiu dan aku masuk pertama, kami menunggu 1 bulan penuh untuk kedatangan saudara Yu Fan, Fanghu, Tu Long dan Sin Ting, Son Teng,” kata Lang Zai.
“Sementara untuk menunggu Tuan muda, kami menunggu lebih dari 7 bulan,” kata Lang Zai semakin kesal.
Mendengar itu, Bai An cukup terkejut. “Hmm,, berarti satu detik di sana sama dengan satu bulan di sini, ini cukup bagus juga untuk meningkatkan kekuatan kita,” kata Bai An sedikit menyeringai.
Setelah itu Bai An melirik ke arah Lang Zai dan Tu Long.
__ADS_1